Rabu, 03 November 2010

terbaru

0.01 liter volume pejuh Jason dan Tommy
By Pria Sejati
submitted February 28, 2004
Translate from:
To
Text Size:

Judul cerita cabul ini yaitu "Seperseratus liter volume pejuh Jason dan Tommy".
Seperseratus liter sama dengan 10 mililiter atau 10 cc. Satu liter sama dengan 10 desi-liter, 100 senti-liter dan 1000 mili-liter. Jadi satu per seratus liter = 1/100 X 1000 ml = 10 ml. Itulah volume pejuh dari Jason dan Tommy setiap kali selesai memuncratkan pejuh kental melalui lobang kencing di ujung kontolnya.
Tapi pejuh itu muncrat beberapa kali semprotan : CROOOT! CROOOT! CROOOT!,dan kalau ditampung maka seluruh volumenya bisa mencapai paling banyak 10 ml atau 10 cc, rata-rata hanya 5 ml atau 5 cc.
Jason yang : wajah, tubuh dan kontolnya mirip sekali dengan Jason Tedjasukmana adalah partner sex sejenisku. Begitu juga Tommy - yang wajah, tubuh dan kontol serta bulu keteknya amat mirip Tommy Tjokro yang cowok paling ganteng sedunia. Sebetulnya masih ada Mas Ponco - yang juga amat sangat mirip Mas Ponco Buwono!
Pejuh ketiga cowok ganteng itu volumenya sekitar 5 - 10 cc. Tapi Mas Jason yang berdarah bule itu bisa memproduksi pejuh 10 cc setiap kali coli/ ngeloco atau ngentot [dengan cowok atau cewek]! Maklum biji pelernya besaaaar seperti biji peler kuda.
Apalagi Mas Jason juga rajin minum obat-obatan aphrodisiac, termasuk Viagra untuk re-kreasi, bukan pro-kreasi [menciptakan anak]. Aku suka berhubungan sex dengan Mas Jason,karena yang dia punya semuanya besar! Badannya besar, kontolnya besar, biji pelernya besar, puting susunya besar dengan areola [keliling puting] lebar.Jadi semua bagian badan Mas Jason itu enak dijilat atau diisap, ledzat! Selain itu, yang dia punya juga semuanya banyak, bulu badannya banyak, jembutnya banyak,bulu keteknya banyak,dan pejuhnya banyak!
Tapi yang paling aku suka dari Mas Jason adalah bahwa dia suka sekali bertelanjang bulat kalau sedang di rumah dan kalau ngeloco tanpa tedeng aling-aling. Dia langsung saja ngomong "Excuse me I want to do something", terus dia ke kamar mandi dan tanpa menutup pintu dia ngocok-ngocok kontolnya. Tidak jarang kadang-kadang sambil dia menyumpah serapah keenakan "Shit! It's so good" ["Agh ta'i! Enak banget nih!"]. Kadang-kadang, kalau nonton blue film atau nontom film yang terlalu merangsang, dia ngeloco sambil duduk di sofa. Dia elus-elus kontolnya sambil tak putus-putusnya dia mengelus kedua puting susunya! Lalu makin kocok, makin kocok, makin kocok, dan dia mengeluh dan melenguh sendirian seperti tidak ada siapa-siapa di situ, lalu dengan nikmat dan dengan enteng, pejuhnya dia muncratkan sampai berceceran di mana-mana. Di karpet, di sofa, di ubin,di perutnya di jembutnya dan dia tampak amat menikmati acara cabul itu!
Suatu kali dia ngeloco sewaktu aku di samping-nya. Tadinya dia minta aku sedot,karena memang Mas Jason ganteng dan kontolnya bagus! Aku tak keberatan. Tidak mudah mengulum kontol bule yang besarnya sebesar kontol kuda itu. Mulutku nggak muat!Tapi rupanya jilatan di lobang kencing dan ujung bawah kontolnya sudah cukup untuk dapat mengantarkan dia ke puncak syahwat. Saat pejuh-nya sudah hampir muncrat, dia ingin aku menyedot dengan mulutku. Tapi aku bilang "Sorry, Jason. It's too big for my mouth" [Sorry deh. Kontol lu gede banget, nggak muat di mulut gua!"].Supaya Jason nggak kecewa, ujung kontolnya aku tampung ke asbak kosong dan sambil mengangkang berbaring menelentang dan dengan wajah keenakan, pejuhnya disemprotkan kedalam asbak CRROOOOOOOOOOOOOOOOOT! CRROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOT!
Banyaaaaak banget, maklum bule! Di situlah aku bisa mengukur bahwa pejuh Jason total volumenya adalah 10 ml setiap kali ngeloco. Dasar kontol!
Jason cakep dan sexy banget. Jadi kalau sudah berdekatan dengan Jason rasanya aku tidak mau pisah lagi. Semua bagian tubuh Jason ledzat dan nikmat! Persis seperti ikan selar atau ikan teri goreng, semuanya bisa dimakan sampai ke duri-durinya. Lobang pantatnya juga nikmat.Memang bau pantat,tapi hanya samar-samar.Rasanya asin pahit dan walau pejuhnya hanya 10 cc, tapi amat sangat mengenyangkan. Kalau minum pejuh Jason,kontolku jadi ngaceng terus seperti barusan makan kapsul kuku bima. Maklum pejuh Jason mengandung banyak hormon seperti biji peler kambing [torpedo]!
Bulu-bulu badannya juga enak dimain-mainkan atau dielus-elus. Seperti beludru! Kadang-kadang aku cabut-cabuti, sehingga dia mengernyit karena dia kesakitan :"Aw! Aw!", rintihnya kesakitan, aku merasa nikmat bisa melakukan tindakan sadis pada cowok bule ganteng berkontol ukuran kuda itu! Hanya saja, kalau bagian badannya yang berbulu aku jilati,bulunya sering rontok, dan bulu badan-nya menempel di lidah, mulut dan bibirku. Jadi-nya aku sibuk membersihkan mulutku dari bulu-bulu badan Jason itu!
Meskipun bule, tapi kontol Jason disunat waktu bayi. Frenulumnya juga digunting.Aku suka memain-mainkan dan memeriksa kontol Jason.Sebab, karena dia bule, kontolnta besar, sunatanya ketat, high and tight, dan luka parut sunatannya juga masih kelihatan. Lobang kencingnya menganga bagaikan mulut ikan. Pendeknya kontol Jason menarik!
Berbeda dengan Tommy yang mirip Tommy Tjokro Metro TV. Bulu badannya tidak banyak. Tapi yang pasti bulu ketek dan jembutnya ada. Karena dia sangat tampan aku merasa sayang kalau main kasar dengan Tommy. Biasanya aku main cara halus, aku jilat pelan-pelan puting susunya, lalu keteknya, jembutnya. Lalu pelan-pelan kontolnya aku jilat sedot dengan halus dan elegan sampai dia nggak tahan lagi menahan pejuhnya dan... muncratlah pejuhny: CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOT! Tak henti-hentinya. Pejuhnya banyaaaaak, tetapi nggak sampai 10 cm. Paling-paling 8 cc, tetapi lenderrr sekali seperti sup sarang burung walet dan rasanya ledzattt!
Sedangkan Mas Ponco, yang mirip Ponco Buwono, orangnya alim. Tapi juga doyan ngeloco.Dia akan segera kawin.Tapi selain ngentotin bininya, dia nantinya dia masih akan ngocok-ngocok kontolnya juga. Karena kebiasaan ngeloconya sudah kronis. Apalagi dia suka menampung pejuhnya digelas buat dipandangi sendiri.Dia bangga akan sekali kelaki-lakiannya!
Itulah cerita tentang volume pejuh! Ta'i!
[Ngentot]
001 Kode Nol-Nol-Kontol Untuk Biji Peler dan Kontol
By Pria Sejati
submitted February 29, 2004
Translate from:
To
Text Size:

Jika James Bond mempunyai kode 007 atau Nol-Nol-Pistol maka cowok homosex sangat menyukai barang yang diberi kode 001 atau Nol-Nol-Kontol. Angka nol menggambarkan biji peler yang bulat. Karena lelaki normal punya dua biji peler maka kodenya adalah dua angka nol. Sedangkan angka 1 mewakili batang kemaluan atau kontol.
Sebetulnya yang ada diotak seorang cowok homosex hanya satu yaitu : kontol!Tapi kontol tanpa biji peler tidak bisa ngaceng dan tidak akan bisa memproduksi pejuh. Maka kontol dan biji peler merupakan satu kesatuan! Cowok homosex sialan menyukai kontolnya sendiri [untuk diloco] dan kontol cowok lain [Untuk dijilat, diisap dan disedot pejuhnya. Agh! Nikmatt!].
Kali ini aku akan cerita lagi tentang kontol dua orang sahabatku yaitu Mas Tommy yang wajah dan tubuhnya seindah Tommy Tjokro Metro TV dan Mas Jason yang wajah, tubuh dan bulu badannya serta bule-nya amat mirip dengan Jason Tedjasukmana! Dengan mencarikan padanan orang yang mirip maka para pembaca MOTN akan lebih mudah mencerna kisah nyata yang amat cabul ini. Ta'i!
Kontol Jason adalah kontol bule. Jadi ukurannya besar [beefy atau gemuk] dan juga panjang. Aku beruntung bahwa Jason lahir di saat-saat sunat masih prosedur rutin di negeri tempat dia lahir. Jadi sekarang dia "cut" alias sudah bebas kulup. Kalau tidak, mungkin kontolnya jadi mirip kontol bebek, kepalanya tertutup kulup [foreskin].Tapi sekarang kontol Jason sudah exposed kepalanya, tak ada sisa kulup sedikit pun di kontolnya! Semuanya sudah habis terkudung, habis dipotong termasuk frenulumnya! Karena kontol Jason besar [monster cock], nikmat melihatnya, tapi sukar mengisapnya. Mulutku penuh oleh kontol Jason!
Bisa-bisa mulutku sobek gara-gara kontol besar Jason dipaksakan masuk mulutku! Oleh karena itu aku terpaksa hanya menjilat-jilat saja, terutama bagian lobang kencing dan bagian bawah kontolnya sebelah depan.Ternyata diperlakukan begitu Jason yang bule dan ganteng itu jadinya amat menikmati dia mulai melenguh seperti kerbau .. MMMMPH .. MMMMPH! Dia juga mulai menyumpah-nyumpah "Shit!" katanya [yang artinya "Ta'i"]. "It's so good!" [Enak banget nih] katanya menyumpah lagi! "Your fucking tounge is so good" [Lidah ngentotan lu enak banget!]."More..more..more'[Terus.. terus.. terus] katanya lagi! "Your fucking licking is so good" [Jilatan ngentot lu enak banget!].Akhir-nya pejuh Jason sudah mendesak terlalu keras di lobang kencingnya hampir keluar dan Jason lalu berteriak keenakan "Agh!I'm cumming,I'm cumming" [Pejuh gua muncrat, pejuh gua muncrat] dan ..... CROOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOT!, pejuh bulenya muncrat, banyak bangeth deh! Ta'i!
Nah, itu adalah tentang kontol dan pejuh Jason yang ledzatt dan nikmatt.Tapi mohon jangan salah pengertian, ini cerita tentang Jason bule yang amat sangat mirip tampang, body dan kontolnya dengan Jason Tedjasukmana. Jadi sekedar untuk memudahkan Pembaca MOTN menghayatinya. Mungkin sembari ngeloco juga boleh.Enak 'kan! [Ngentot!]
Nah, Tommy sahabatku yang wajah, tubuh, kontol, pejuh, jembut dan bulu keteknya juga amat sangat mirip dengan Tommy Tjokro - Penyiar Metro TV yang paling ganteng - juga begitu! Gemess sekali aku kalau sudah berada dekat-dekat Tommy Tjokro -Eh, sorry "Tommy" aja nggak pake "Tjokro". Tapi aku selalu menjaga jangan sampai merusak atau mengganggu keadaan wajah, tubuh, dan jiwa Tommy!
Karena itu,aku paling senang kalau bisa membantu Mas Tommy, melepaskan sepatu, kaos kaki, baju luar dan celana dalam saat beliau mau mandi.Apa lagi kalau boleh membantunya mandi. Supaya aku bisa melayani Mas Tommy dengan baik,aku berpakai-an lengkap, sementara Mas Tommy telanjang bulat tak berpenutup selmbar benang pun. Karena 'kan beliau mau mandi!
Mula-mula aku persilahkan beliau kencing dulu! Supaya beliau tidak repot, aku biarkan beliau kencing di lantai kamar mandi. Agar supaya air kencingnya yang hangat tidak berceceran kemana-mana, aku menampung dengan kedua belah tanganku!
Maka tampaklah keindahan dunia! Tommy yang amat ganteng itu berdiri telanjang bulat. Kontolnya yang besar,menunduk dan sudah disunat itu tampak dilatar-belakangi oleh jembut yang hitam, lebat dan tumbuh luass. Indah sekali! Lalu,air kencing beliau dipancarkan dari lobang kencing beliau.
Aku beberapa kali mengajukan permohonan untuk menampung air kencing beliau langsung ke dalam mulutku.Tapi beliau tidak mengizinkan dan beliau mengatakan :"Jangan ah! Jijik!". Padahal bagiku kencing beliau amat terhormatt, sehatt, nikmatt, sama sekali tidak jijik!Bayangkan : Kencing Mas Tommy!
Kebiasaan minum air kencing sendiri atau air kencing cowok yang kita cintai dan kita puja amat baik untuk kesehatan! Di samping membikin awet muda, vitalitas kontol juga akan meningkat! Kontol kita jadi kuat ngaceng,terasa lebih enak, lebih kencang dan lebih lama sewaktu ngaceng dan produksi pejuh kita juga meningkat! Kita akan sanggup memuncrtakan pejuh dengan tetap nikmatt, minimal tiga kali sehari, tidak bersusah payah dan tidak lemesss! Ta'i!
Setelah acara Mas Tommy kencing maka dilanjutkan dengan acara memandikan beliau yang masih saja bertelanjang bulat! Sewaktu memandikan beliau, aku bisa menjamah bagian-bagian tubuh Mas Tommy semau-mauku sampai kontolku jadi ngaceng berat dan terpaksa keluar mazie [pre-cum] dan akibat-nya badanku jadi lemesss bangettth deh! Ta'i!
[Ngentot]

Bekerja untuk kenikmatan sex sejenis
By Tommy Rinaldo Vito
submitted January 28, 2006
Translate from:
To
Text Size:

Meskipun tercipta sebagai seorang cowok homosex tetapi aku sangat beruntung karena aku mempunyai aura dan kharisma yang berwibawa. Sehingga tak ada orang yang berani mengganggu atau melecehkan aku! Apalagi aku berpenampilan jantan dan kelaki-lakian, tanpa nuansa feminin sedikit pun juga.
Pemujaanku akan keindahan tubuh laki-laki yang atletis ketat berotot mendorong dan memotivasi aku melatih tubuh dan otot-ototku menjadi amat ketat dan atletis sejak aku berumur enam belas tahun.
Jogging, latihan beban,latihan tinju dan karate merupakan favoritku! Seperti cowok homosex pada umumnya,aku tidak suka olahraga permainan. Aku hanya suka olahraga individual, itu pun terutama untuk membentuk otot, memelihara keketatan otot tubuhku dan bentuk badanku agar bisa tetap saja atletis, ketat berotot dan merangsang!
Kalau aku memandangi otot tubuhku yang ketat di depan cermin sambil telanjang bulat, maka tidak jarang gairah seksualku bangkit sehingga aku terpaksa harus ngeloco alias ngocok kontol alias coli alias onani [masturbasi] sampai pejuhku muncrat berceceran kemana-mana : CROOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOT!. Ta'i!
Seperti masing-masing manusia yang oleh Sang Pencipta secara adil dianugerahi kelebihan, maka aku dikarunia ketampanan wajah, kekuatan fisik kesemaptaan jasmani [physical fitness] dan tentu tentu juga keberanian dan kecerdasan!
Karena itu aku tak pernah kecewa bahwa aku ter- cipta jadi homosex. Bahkan aku bersyukur karena aku bisa menikmati hidup dan keindahan laki-laki setiap saat - kapan pun juga aku mau!
Dengan ketekunanku maka dalam usia masih dibawah 30 tahun [27 tahun] aku sudah mempunyai usaha yang lumayan untuk membiayai hidupku, menolong orang lain dan menikmati keindahan tubuh laki-laki!
Berpartner bisnis dengan seorang temanku sesama cowok homosex, kami [aku dan temanku] berhasil mendirikan sebuah Production House dan sebuah Security Agency.
Production House kami yang merupakan satu dari sekitar enam buah Production House yang ada di Jakarta sekarang.Tapi kami berprinsip menjauhkan produk-produk film atau sinetron kami dari sisi atau nuansa kekerasan terhadap anak-anak dan perempuan seperti tayangan yang banyak beredar sekarang di stasiun TV swasta. Kami juga tidak suka membuat film tentang alam ghaib, makhluk halus atau penampakan jin atau setan.
Karena aku dan temanku adalah dua cowok homosex bejat, sialan, ta'i, maka tak heran jika Produk film dan sinetron kami banyak menonjolkan adegan cowok ganteng, berotot ketat, bertubuh atletis[seperti model produk makanan suplemen "L-Men"] dalam kondisi yang nyaris telanjang bulat.Persis seperti karya seni foto yang digelar di Museum Bank Indonesia dimana Anjasmara jadi model foto grafi dan tampak sedang berdiri bertelanjang bulat dengan bagian kontol dan jembutnya saja yang ditutupi bulatan putih. Pameran cabul ini sempat diprotes orang habis-habisan.
Dalam film dan sinetron produksi Producton House kami,biasanya ada adegan dimana pemain film atau pemain sinetron cowok yang mengangkat lengannya ke atas sehingga bulu keteknya yang lebat bisa terlihat! [Seperti lebatnya bulu ketek Syahrul Gunawan atau Didi Hariadi!] Ta'i!
Produk film atau sinetron kami selalu punya sisi nuansa seksual tapi dikemas secara cantik,indah, sehat dan amat merangsang!Sehingga mau tidak mau baik lelaki maupun perempuan yang menonton film atau sinetron produk kami, langsung mengentoti atau minta dientot pasangannya.Kalau kepepet ada juga yang langsung saja bermasturbasi.
Yang cowok pada ngeloco dan yang cewek menyodok-kan dildo, kontol buatan dari kayu,plastik atau bahan lainnya,atau bisa juga ketimun, terong, sosis, keluar masuk nonoknya [untuk pengganti KONTOLL!]. Ta'i!
Pendirian Production House kami tak lepas dari orientasi seksualku dan partner bisnisku yang keduanya adalah homosex bejat sialan ta'i!
Dengan usaha Production House ini maka kami ber-dua punya banyak kesempatan bertemu, berkenalan, dan syukur-syukur bisa berhubungan sex sejenis dengan para model dan aktor cowok yang ganteng, atletis, berotot ketat, dengan kontol yang besar dan jembut serta bulu ketek yang lebat! Seperti Gunawan [Igun], Dimas Seto, Ponco Buwono, Irgi Ahmad Fahrezi. Ta'i!
Security Agency kami mempekerjakan cowok-cowok kekar mantan preman. Tapi kami amat mengutamakan kualitas, karena itu kami melakukan seleksi yang ketat dan latihan-latihan fisik serta bela diri yang keras dan juga kejam dan sadis. Untuk itu kami mempekerjakan aparat keamanan dan menerapkan disiplin militer yang keras,kejam dan sadis dan melatih mereka dalam keterampilan pengamanan lingkungan atau perseorangan!
Dengan demikian usaha kami berdua [aku bersama partner bisnisku]mempunyai nuansa keindahan laki-laki di Production House dan kelaki-lakian yang sejati serta kesadisan di Security Agency. Ta'i!
Tentu saja aku sangat menikmati pekerjaan dan bisnisku yang sangat relevan dengan orientasi seksualku yang homosex serta gaya hidup sado-masochist!
Meskipun demikian di hadapan orang lain aku ber-sikap jantan dan sangat kelaki-lakian. Sehingga tidak pernah ada seorangpun yang berpikir bahwa aku seorang homosex.
Aku seorang yang gila olahraga : jogging tiap hari 5 km, latihan beban satu jam sehari, sit up dan push up seribu kali sehari [pagi 250X,siang 250X,sore 250X dan malam 250X], berenang dua kali seminggu,latihan karate seminggu sekali dan badminton serta tenis tiap minggu sekali! Yang tahu bahwa aku seorang homosex bejat sialan ta'i tentulah hanya mereka, cowok-cowok yang pernah atau sering aku cabuli atau pernah atau sering mengentoti aku! Ta'i!
[KONTOLL!!!]
Tiga serangkai cabul di rumahku
By Tommy Rinaldo Vito
submitted January 28, 2006
Translate from:
To
Text Size:

DI KANTOR
Bekerja sama dengan seorang temanku[kongsi] kami mendirikan sebuah Production House yang merupa-kan satu dari sekitar enam buah Production House yang ada di Jakarta sekarang.Seperti semua usaha yang halal dan lurus di Tanah Air, perusahaan kami juga jatuh bangun diterpa berbagai kegilaan seperti krisis ekonomi dan krisis keamanan.Juga, krisis BBM dan bencana alam.
Alhamdulillah, sampai sekarang Production House kami masih berdiri. Kami berprinsip menjauhkan produk-produk film atau sinetron kami dari sisi atau nuansa kekerasan terhadap anak-anak dan perempuan seperti tayangan yang banyak beredar sekarang di stasiun TV swasta. Kami juga tidak suka membuat film tentang alam ghaib, makhluk halus atau penampakan jin atau setan.
Produk film dan sinetron kami banyak menonjolkan adegan cowok ganteng, berotot ketat, bertubuh atletis[seperti model produk makanan suplemen "L-Man"] dalam kondisi yang nyaris telanjang bulat. Seperti karya seni foto dimana Anjasmara tampak sedang berdiri bertelanjang bulat dengan bagian kontol dan jembutnya ditutupi bulatan putih dan diprotes orang habis-habisan.
Dalam film dan sinetron produksi Producton House kami,biasanya ada adegan dimana pemain film atau pemain sinetron cowok yang mengangkat lengannya ke atas sehingga bulu keteknya yang lebat bisa terlihat! [Seperti lebatnya bulu ketek Syahrul Gunawan atau Didi Hariadi!] Ta'i!
Produk film atau sinetron kami selalu punya sisi nuansa seksual tapi dikemas secara cantik,indah, sehat dan amat merangsang!Sehingga mau tidak mau baik lelaki maupun perempuan yang menonton film atau sinetron produk kami, langsung mengentoti atau minta dientot pasangannya.Kalau kepepet ada juga yang langsung saja bermasturbasi.
Yang cowok pada ngeloco dan yang cewek menyodok-kan dildo, kontol buatan dari kayu,plastik atau bahan lainnya,atau bisa juga ketimun, terong, sosis, keluar masuk nonoknya [untuk pengganti KONTOLL!]. Ta'i!
Pendirian Production House kami tak lepas dari orientasi seksualku dan partner bisnisku yang keduanya adalah homosex bejat sialan ta'i!
Dengan usaha Production House ini maka kami ber-dua punya banyak kesempatan bertemu, berkenalan, dan syukur-syukur bisa berhubungan sex sejenis dengan para model dan aktor cowok yang ganteng, atletis, berotot ketat, dengan kontol yang besar dan jembut serta bulu ketek yang lebat! Seperti Gunawan [Igun], Dimas Seto, Ponco Buwono, Irgi Ahmad Fahrezi. Ta'i!
Disamping Production House,kami juga punya usaha Security Agency yang mempekerjakan cowok-cowok kekar mantan preman. Tapi kami amat mengutamakan kualitas, karena itu kami melakukan seleksi yang ketat dan latihan-latihan fisik serta bela diri yang keras dan juga kejam dan sadis. Untuk itu kami mempekerjakan aparat keamanan dan menerapkan disiplin militer yang keras,kejam dan sadis dan melatih mereka dalam keterampilan pengamanan lingkungan atau perseorangan!
Dengan demikian usaha kami berdua [aku bersama partner bisnisku]mempunyai nuansa keindahan laki-laki di Production House dan kelaki-lakian yang sejati serta kesadisan di Security Agency. Ta'i!
Tentu saja aku sangat menikmati pekerjaan dan bisnisku yang sangat relevan dengan orientasi seksualku yang homosex serta gaya hidup sado-masochist!
Meskipun demikian di hadapan orang lain aku ber-sikap jantan dan sangat kelaki-lakian. Sehingga tidak pernah ada seorangpun yang berpikir bahwa aku seorang homosex.Apalagi penampilanku memang sangat jantan tanpa sedikit pun ada sisi feminin dalam diriku sama sekali.Karena aku seorang yang gila olahraga : jogging tiap hari 5 km, latihan beban satu jam sehari, sit up dan push up seribu kali sehari [pagi 250X,siang 250X,sore 250X dan malam 250X], berenang dua kali seminggu,latihan karate seminggu sekali dan badminton serta tenis tiap minggu sekali! Yang tahu bahwa aku seorang homosex bejat sialan ta'i tentulah hanya mereka, cowok-cowok yang pernah atau sering aku cabuli atau pernah atau sering mengentoti aku! Ta'i!
DI RUMAH
Di rumah aku tinggal bertiga, yaitu aku sendiri [Erik Estrada], Yopie dan Yatin. Yopie adalah pengemudi yang sekaligus merangkap ajudan dan pengawalku [di luar jam kantor]. Oleh karena itu kami di rumah adalah "Tiga Serangkai Cabul".Pada jam-jam kantor aku dilayani oleh Yofa sebagai ajudan.
Yatin adalah pengurus rumah tanggaku. Aku tidak pernah menyelidiki orientasi seksual Yopie dan Yatin. Tetapi aku bisa menikmati tubuh, kontol dan biji peler Yopie dan Yatin kapan saja aku mau. Bahkan kalau aku sedang ingin melampiaskan nafsu sadisku, aku juga bisa saja menghajar atau bahkan menyiksa Yopie dan Yatin semauku, tanpa ada perlawanan dari mereka. Kadang-kadang sampai mereka pingsan [semaput] karena aku hajar kejam keterlaluan! Padahal tidak ada kesalahan mereka sedikit pun juga! Semata-mata aku hanya ingin menyiksa saja! Sekedar untuk melampiaskan nafsu sadisku yang merupakan bagian tak terpisahkan dari dorongan seks sejenis! Tentu saja semua itu dimungkinkan karena ada hubungan emosional yang erat antara aku Yopie, Yatin [dan Yofa] selain juga karena aku membayar mereka dengan gaji yang lumayan besar!
Lobang pantat ketiga cowok itu sudah tidak ada yang perawan lagi karena sudah sering aku rojok [sodok] dengan kontolku yang berukuran kontol kuda Arab itu!Tubuh mereka juga sudah tidak ada yang perawan dari hajaran lecut cemetiku! Aku hafal seluruh bagian tubuh Yopie,Yatin dan Yofa. Karena jika sedang di rumahku mereka sering aku telanjangi untuk aku nikmati bagian-bagian tubuh mereka yang nikmat dan lezat luar biasa itu! Ta'i!
Tubuh mereka atletis,berotot ketat,kontol mereka juga besar seperti kontol kuda Australia dan disunat ketat [high and tight]. Jembut mereka lebat. Sedangkan untuk bulu ketek, mereka aku paksa agar rajin dicabuti. Kecuali Yatin yang keteknya mulus tak berambut sama sekali seperti ketek seorang binaragawan profesional!
Kalau aku sedang bernafsu maka Yopie atau Yatin aku cabuli dimana saja aku suka. Bisa di kamar tidur, di kamar mandi atau di halaman belakang. Tidak kenal waktu! Lebih sering mereka itu aku telanjangi, lalu aku setubuhi dengan meniduri mereka dari arah depan lalu aku gosok-gosokkan kontolku pada jembut, kontol dan puting susu mereka sampai pejuhku dan pejuh mereka muncrat bareng. Enakh,ledzatt:CROOOOOOOT!CROOOOOOOT!Agh!Nikmat sekali!
Setiap malam gantian Yopie dan Yatin menemani aku di tempat tidur. Kami selalu tidur telanjang bulat dan setiap malam kami melakukan hubungan sex sejenis. Kadang-kadang aku tidak puas dengan satu cowok, maka aku minta kedua cowok sialan itu tidur bareng bertiga dan kami main three some [ngentot bertiga] sampai pagi.Pagi harinya dalam keadaan mereka masih mengantuk aku tetap paksa keduanya untuk menemani aku jogging lima kilometer dan latihan beban. Kalau mereka tidak mau bangun, aku punya cemeti! Tanpa ampun aku hajar tubuh mereka yang telanjang bulat dengan cemeti:CETARRR! CETTARR! CETTARR! Mereka kaget, kesakitan dan cepat-cepat bangun. Lecet membias di bagian tubuh mereka yang aku hajar dengan cemeti itu! Tak jarang mengeluarkan darah segarr! Aku ngaceng melihat pemandangan yang sadis itu - tapi indah dan terasa jantan dan kelaki-lakian itu!
Selesai jogging, dalam keadaan mereka masih ter-engah-engah kelelahan,aku masih minta kontolnya untuk aku isap. Pejuh yang keluar aku minum dan aku telan! Aku suka sekali sarapan pejuh! Terasa sehat, jantan dan amat kelaki-lakian - pagi-pagi nyedot pejuh! Sarapan pejuh ditutup dengan minum kencing Yopie atau Yatin.Terasa lebih sehat dan bisa membikin badan jadi hangat!Untuk penyedap, aku juga tidak ragu-ragu menjilati tetesan peluh atau keringat yang masih bercucuran di punggung dan dada kedua cowok sialan itu! Asin dan gurih sekali! Ta'i!
Yofa sering aku cabuli di kantor.Mula-mula kamar kerjaku aku kunci dan tubuh Yofa yang ketat dan berotot itu aku nikmati.Kontolnya yang besar dan kekar seperti kontol kuda itu aku main-mainkan sampai dia ngaceng sampai dia tak tahan lagi dan pejuhnya muncrat keluar dan menceceri tanganku. Tanganku jadi penuh pejuh Yofa. Aku senang main pejuh Yofa! Selain hobby mengocok kontol Yofa, aku juga sering menyodok lobang pantatnya sampai mengenai kelenjar prostat Yofa.Keruan saja pejuh-nya muncrat karena kelenjar prostatnya dipijat- pijat [massage prostat]. Bahkan terkadang tanpa melalui proses ngaceng dahulu, pejuhnya keluar begitu saja. : CROOOOOOT! CROOOOOOT! CROOOOOOT! Indah dan cabul sekali!
[JEMBUT TOMMY TJOKRO METRO TV]
________________________________________
Aan Pembantu Berkontol Gede
By Didit
submitted January 5, 2005
Translate from:
To
Text Size:

Kejadian nyata ini true story yg gue pengen ceritain ke elu sbg penggemar kontol kaya gue dan mudah2an elu pada suka. Ceritanya kaya gini:
Pas gue lulus SMU gue dapat universitas dilain kota dan kebetulan orang tua gue punya rumah disitu sehingga gue bisa nempatin rumah itu sendirian. Emang sih asyik juga tinggal sendirian dan keluar dari rumah ORTU. Gue tinggal dirumah sendirian sama pembantu, pembantu gue ini udah ikut lama sama orang tua gue, jadi dia yg nyiapin perlengkapan gue mulai dari makan, cleaning, strika, dll. Sayangnya pembantu yg ada diortu gue pulang, jadi terpaksa si mbok yg kerja ditempat gue harus balik lagi ke ortu dan gue jadi sendirian nggak ada pembantu.
Beberapa hari tanpa pembantu, hidup gue jadi rada berantakan juga. Terpaksa gue kuliah pake baju yg kucel nggak disetrika, makan supermie tiap hari, so is life. Dan nyokap gue juga masih belum nyariin yg baru. Saking nggak tahannya akhirnya gue dapet alamat penyalur pembantu dari temen yg katanya gue bisa dapet pembantu yg bagus dan betah. Ngomong punya ngomong gue langsung hubungin penyalur itu. Gue telfon and bicara sama ibu2. Gue jelasin aja langsung bahwa gue lagi butuh pembantu yg all in, bisa macem2 dan kalo bisa yg betahan, nggak cuman keluar masuk semau dewek. Si ibu balik nanya, apa gue butuh pembantu yg rada tua atau muda, gue bilang terserah deh yg penting bagus, terus dia nanya lagi mau cowok atau cewek. Langsung aja sifat jantan gue bereaksi, kebetulan kalo bisa milih, yah gue pilih cowok aja deh, biar bisa rada cuek dan nggak risih, soalnya gue kalo dirumah lebih enak pake celana dalam doang. Akhirnya si ibu ngejanjiin bakal ngirim cowok yg muda besok pagi sesuai pesanan gue.
Besokannya yg kebetulan hari Sabtu, gue tenang2 dirumah sambil nungguin pembantu baru dateng. Pagi2 kira2 jam 9 datang cowok yg konon disuruh ibu penyalur untuk kerja ditempat gue. Terus gue tanya2 sedikit, akhirnya gue punya kesan ini cowok rada dekil dan pemales. Tapi apaboleh buat gue biarin aja nyoba dia kerja utk beberapa hari. Soalnya rumah udah mulai berantakan. Firasat gue akhirnya bener, pembantu baru ini nggak bisa disamain sama si mbok, orangnya males banget dan rada kurang ajar. Gue liat juga kerjanya jorok banget, dan akhirnya gue telfon ibu penyalur untuk menyampaikan complaint bahwa gue kurang puas sama dia. Untungnya penyalur ini cukup serius juga, bahkan si ibu langsung minta maaf, dan menawarkan pembantu lain. Setelah ngomong panjang lebar ditelfon, dia bahkan bilang: ...kalo mas pengen lebih pasti lagi, lebih baik mas datang aja kesini, disini ada 3 laki2 yg belum dapat kerja, mereka rajin dan bersih..., akhirnya gue setujuin aja gue datang kerumah siibu penyalur yg kebetulan cukup jauh dari rumah gue, untungnya gue punya mobil.
Pulang kuliah, sore2 gue nyempatin diri datang kerumah penyalur pembantu. Setelah gue cari cukup lama akhirnya ketemu juga. Gue langsung disambut sama siibu yg biasanya kita cuman kenal pertelfon. Tapi siibu menunjukan bahwa dia orang yg ramah, gue langsung disuruh duduk dan disuguhin minum. Sementara gue nunggu siibu panggil calon2 pembantu, akhirnya datang 4 kandidat, dan gue langsung salamin satu persatu. Tapi emang jodoh, diantara 4 cowok didepan gue ini ada satu yg rada menarik perhatiaan. Rambutnya tersisir rapih, kulitnya putih bersih, badannya tegap dan tinggi. Dan yg paling gue suka adalah sopan santun. Langsung aja gue bilang sama siibu, bhw gue ambil anak itu. Setelah pembayaran administrasi dan nego gajih selesai, gue bawa langsung pembantu putih ini pake mobil kerumah. Diperjalanan gue tanyain berapa lama dia udah kerja, asal dari mana, dll. Konon namanya dia Aan, orang Sunda dan dia udah pernah kerja 2 tahun di Bandung sebagai pembantu dan penjaga toko. Sampe dirumah gue langsung tunjukin kamar dan apa aja yg harus dia kerjain sehari2.
Setelah gue seminggu perhatiin, gue ngerasa cocok sama dia, semua kerjaan dikerjain dengan rapih dan nggak banyak cing cong.
Lama2 gue kesian ngeliat dia yg pake baju cuman itu2 aja, akhirnya gue sumbang T-Shirt gue yg gue udah bosen pake dan celana pendek yg biasanya gue pake untuk fitness beberapa potong. Biar lu tau aja biasanya gue selalu beli celana sport yg sexy dan ketat. Kebetulan badan dia nggak beda jauh dari gue, jadi dia bisa pake dan pas.
Ceritanya gue pulang dari kuliah, gue liat si Aan lagi nyuci mobil sambil pake celana sport mini yg gue kasih. Langsung aja gue bengong, karena selain dia udah basah kuyup, celananya yg basah ngejiplak abis, jadi lekuk pantat dan kontolnya keliatan jelas. Pikiran jorok gue langsung bekerja. Daripada gue langsung masuk rumah, gue ajak si Aan ngobrol aja sambil dia nerusin ngelap mobil. Gue perhatiin badannya yg cukup berotot, tangannya yg kuat dan berurat dan kakinya yg mulus buat gue langsung ngaceng. Gue perhatiin juga jiplakan dibalik celana basah yg nonjol. Pengennya sih gue langsung mijat2 pantatnya dia, tapi birahi tetep gue tahan, supaya nggak keliatan sama dia. Setelah itu gue masuk kerumah dan sebelumnya gue pesen ke dia: An, kalo lu abis mandi tolong buatin gue teh dan bawa kekamar... Si Aan ngangguk dan bilang saya udah selesai kok mas, nanti Aan langsung buatin teh. Gue nyaut: jangan sekarang deh, lu mandi aja dulu, setelah itu lo kekamar gue, ok. Sebenarnya gue udah nggak tahan lagi nahan birahi dan pengen langsung ngesex sama si Aan, tapi apaboleh buat, niat itu gue harus simpen dulu.
Akhirnya sebelum gue nonton tv, gue mandi dulu supaya bersih, maklum tadi dikampus udah keringetan. Dibawah shower gue ngebayangin badan si Aan, dan sambil maenin kontol yg udah ngaceng. Gue kocok tapi nggak sampe orgasmus, sayang soalnya seudah mandi gue pengen nonton bokep VCD dan gue bisa lebih enak ngocok sambil nonton.
Selesai mandi gue andukan ngeringin paha dan kontol yg rada lembab. Keluar dari kamar mandi rupanya dikamar si Aan udah nungguin siap dengan teh pesanan gue. ...Mas ini tehnya, kalo kurang manis saya bawain gulanya lagi... ; ...nggak usah An, gue nggak suka terlalu manis, dan gue juga ngejaga badan supaya tetap sehat dan nggak gemuk, oleh sebab itu badan gue keliatan atletis dan otot2nya jadi, walaupun nggak segede2 binaragawan. ; Kalo mas masih ada perlu lagi, panggil Aan lagi aja nanti... ; ...tunggu An, temenin gue dulu deh disini, lu duduk aja dikursi jangan berdiri terus... ; Karena sopannya si Aan langsung aja duduk dilantai sebelah kasur gue. ...Jangan An lu duduk aja dikursi, nggak usah malu2...
Disamping itu gue bener2 horny dan otak jantan gue yg lagi birahi mulai ngerembes diseluruh aliran darah gue yg lagi kehausan kontol cowok jantan, otak gua yg ada cuman KONTOL KONTOL dan KONTOL. Kontol gue dibalik handuk udah mulai nggak mau kompromi dan langsung keras nusuk handuk yg ngelingkar dipinggang.
An, lu bisa mijet nggak?? tanya gue rada terengah2 karena nahan napsu. Nggak terlalu bisa sih mas, tapi pernah juga mijet temen dan katanya pijetan saya enak...kata si Aan malu2. Ah.. nggak masalah An, tolong dong pijetin gue, badan gue agak pegel nih....kata gue bohong. Padahal pikiran gue cuman pengen tangan si Aan ngeraba seluruh badan gue yg bener2 sensitive sama lautan horny.
Setelah itu gue cari Nivea dibawah tempat tidur yg biasanya gue pake sebagai pelumas kontol kalo lagi ngocok diatas tempat tidur. Terus gue ambil posisi tengkurap diatas tempat tidur dan handuk mini gue tetep masih melingkar dipinggang untuk nutupin pantat gue. ...Aan boleh duduk diatas tempat tidur mas?... ; Duduk aja, biar lebih enak lagi, lebih baik lu buka aja kaos oblong lu... sahut gue; ...emang boleh mas? tanya Aan lagi. Iya nggak apa2 dan keliatannya celana lu kotor, lu buka aja sekalian. Si Aan malu2 bilang, kaos aja deh yg dibuka mas, biar celana pendeknya tetep Aan pake...; ...Jangan deh An, nanti kasur gue kotor, lu buka aja celananya, kan elu pake kolor, lebih enakan mijet cuman pake kancut doang supaya elu bisa naek keatas tempat tidur dan leluasa...kata gue ngebohong sambil sedikit maksa..., masalahnya gue pengen banget dia mijet sambil kontolnya rada nempel ke paha, kan horny banget tuh....Akhirnya dengan malu2 si Aan ngikutin juga kemauan birahi gue.... hehehehe
Pertama2 dia mijet betis gue rada lama; An rada naekan dong sedikit...pahanya... Paha gue diolesin nivea sama si Aan, pijetannya bener2 enak dan buat gue makin horny aja...Lama2 gue naekin handuk gue supaya pantat gue bisa keliatan lebih jelas lagi, dan si Aan bisa ngeremas2 pantat gue yg ototnya berbentuk dan cukup sexy. Dibalik itu kontol gue udah keras banget sampe dipuser dan udah keluar precum banyak banget, gue bisa ngerasain basah2 anget diperut gue. ...An kamu duduk dipantat gue dan pijetin punggung gue juga yah... ; Iya Mas !! jawab Aan. Dan akhirnya gue bisa ngerasain gundukan kontol si Aan yg hangat dan masih pake celana dalam diatas pantat gue dan tangannya sambil mijet pundak gue. Terasa juga kontolnya udah agak keras nusuk bantalan pantat gue....wah nggak tahan deh pokoknya.
...An, cukup deh, sekarang lu pijetin dada gue deh, gue balik dulu badannya.... Aan terus pindah kesamping setelah dari tadi duduk diatas pantat gue, gue curi2 pandang juga sambil perhatiin tonjolan dibalik kolornya yg warna biru tua. Dia posisikan kontolnya keatas, jadi bisa keliatan bahwa penisnya udah setengah ngaceng. Setelah gue balik badan dan telentang, gue suruh si Aan mijet dada gue dan sekitar perut. Sementara si Aan mijet dari Samping. Wah An, nggak enak tuh keliatannya, mendingan lu duduk diatas paha gue, biar lebih enak. Si Aan nurut aja sampe disitu... tapi tunggu dulu, gue buka aja deh handuknya. Handuk gue lempar kebawah, dan kontol gue ngaceng gede banget nempel sampe ke puser dan buah zakar gue masih ketutup sama kulupnya. Dibagian lubang pipis nempel cairan seperti embun, cairan precum yg dari tadi ngucur dari kontol. Si Aan bener2 kaget dan tercengang2 ngeliat kontol gue yg ereksi keras dan gede banget diatas perut. ...Mas, belum disunat yah...tanya Aan. Belum tuh, jawab gue. Kenapa gitu? tanya gue lagi. Enggak sih... saya baru pertama kali liat barang laki2 yg belum disunat...dan apalagi lagi ngaceng gini... ; Lu suka kontol yg nggak disunat nggak An? ... si Aan cuman senyum sambil nunduk dan mukanya merah banget, mungkin malu banget ditanya gue kaya gitu. Setelah itu dia duduk percis diatas kontol gue dan langsung mijet tete dan dada gue. Kontol gue yg panjang bersentuhan sama kontol si Aan yg masih dibungkus kolor....kadang2 gue maenin kontol gue sambil diusap2 kepahanya.
Lu udah pernah ngewe sama cowok belum An? Si Aan langsung kaget2 gue tanya kaya gitu, dan napasnya langsung terbata2. Dia nggak jawab sedikitpun, cuman mukanya aja merah padam. Nggak tau dia marah atau dia malu, tapi biar aja deh...yg penting gue mau nanya jujur kedia. Sambil Aan masih juga mijet dada gue dan kontolnya yg ngegosok kontol gue yg basah, gue tanya lagi. Kontol gue sama kontol kamu gedean punya siapa? tanya gue...Punya mas lah lebih gede ! jawab Aan ; ...masa sih? kata gue pura2... kalo gitu liat dong.. paksa gue. Idih...malu ah mas.... ; nggak usah malu deh, kan kita sama2 cowok, buka deh kolor kamu! ...Jangan ah mas, Aan malu...; nggak apa2 An...gue aja dari tadi telanjang nggak malu, dan elu udah dari tadi ngeliat kontol gue... Akhirnya gue paksa Aan buka celana dalamnya, dan agak sedikit ditahan akhirnya CDnya kebuka juga....Gue nggak nyangka kontol lu gede juga yah An...item lagi, uratnya nonjol gitu. Tangannya berusaha nutupin kontolnya yg udah ngaceng, tapi tetap nggak bisa ketutup karena panjang dan diameternya lebih gede dari tangannya sendiri. Gue cuman tersenyum girang banget...akhirnya gue tau bahwa dia juga ketularan birahi.
Sementara itu Aan balik duduk diatas paha dan tangannya mulai mijet dada . Kontol & peler Aan ngegesek percis diatas kontol gue, dua2 nya ngaceng abis dan mulai mengeluarkan precumnya masing2. Tangan gue ngeremes2 pantat dia yg gempal dan sekali2 mijet tetenya yg masih perawan. Gosokan kontol Aan ke kontol gue makin panas, dan gue cuman bisa aaahhh...ahhhhh enhaakk banget An...terusin....Aan pun makin nggak konsen mijetnya, napasnya mulai naek turun....akhirnya gue tarik aja badannya nidurin badan gue. Kepalanya gue tarik rambutnya gue usap2, dan akhirnya bibir gue nggak tahan nyium bibirnya yg kasar. Nafasnya bau odol makin gue nggak ragu2 lagi nyodorin lidah gue masuk kemulutnya.
Gue tau mungkin ini baru pertama kali Aan ciuman sama laki2, karena dari iramanya masih berantakan. Tapi gue tetep maenin lidah gue nyipok mulutnya. Aan cuman bisa mendesah2....mmmmhhh mmhhhh nikmatin ciuman ini sambil matanya terpejam dan kadang2 meringis....
Sambil gue balikin badan Aan supaya telentang, gue memohon kedia supaya tetap tenang... An...gue pengen ngerasain kontol kuda lu yg item, buka paha lu yg lebar.... Aan ngeliatin gue kebawah yg lagi ngisep kontolnya yg berurat... nnyyhhh nyyuppph cllkckk cllkkck. Pelan2 bijinya juga dikulum dan sedikit digigit, dia meringis.... dan mendesah2...ahhnghhhh ngghhh ...Pahanya gue buka lebih lebar lagi supaya keliatan lubang pantatnya yg sedikit berbulu....aduh...bagus banget nih anak....lubangnya item dan pantatnya berotot.....setelah itu gue jilat dan lubangnya difuck pake lidah....Aan langsung kaget....jangan mas....kotor...., jangan.... ; nggak papa kok An...gue pengen banget service pantat lu.... pasti kamu suka deh...., akhirnya gue maksa supaya dia tetep tenang, dan lidah gue mulai maenin lobangnya yg item jantan. Tangannya mulai pegang kepala gue dan rambut gue dijambak sekuat2nya....Aan tetap keenakan dengan jilatan lidah gue....
Sekarang gantian dong...lu isep kontol gue. Tanpa a i u lagi langsung kontol gue dikenyot kaya orang rakus dan kehausan peju... Biji gue juga diisep dua2nya...nikmat banget. Setelah itu gue nungging dan minta Aan ngejilat pantat gue. Awalnya dia cuman ngejilatin bulu2 dipinggir pantat, tapi lama2 dia jadi kesetanan, lobang gue disedot abis dan dimaenin sama lidahnya....sampe gue puas.
Aan meluk gue lagi dan kita ciuman lagi, kontol kita saling bergesekan, perut kita udah basah sama precum. Keringat gue dan keringat Aan ngucur makin banyak, badan kita udah mengkilap basah dan bergesekan. Licin banget dan horny banget. Aduh...duh...mas.... Aan mau keluar nih..... ; tunggu An, tahan bentar, kita barengan ngecretnya....Aan jongkok didepan gue dan gue telentang, kita dua2nya ngocok kontol masing2 sekuat2nya, tapi tangan kiri megang biji lawannya. Gue paksa jari manis gue nusuk pantat Aan, dia kesakitan, tapi kocokannya makin kenceng. An...jari lu juga masuk pantat gue dong.....dan jari Aan masuk juga pantat gue sedalam2nya.... Kita ngocok hadap2an..... hhhammmm ckkllllkc hmmmmhh ahhhhh ahhhh ahhhh Aduh gue keluar nih bentar lagi... ahhh saya juga massssh.. sekarang.... muncratin ke perut gue semua maninya An....yaaa yaaah yahhhhhhhhh... ooooh ohhhh crrt crrrrrrt crrrrrt oh mas demi Allah saya suka kontol mas ...ahhhh ahhh crot crot. Mani Aan ngebanjirin perut, dada dan tangan gue, sementara kontol Aan penuh sama peju gue.
Badan kita berdua ngegelinjang kaya kesetrum listrik 1000 watt. Aduh....nikmat banget...lemes banget....
Kita berdua ngebiarin mani kita nempel ngebasahin perut masing2. Gue peluk Aan dan ciumin bibirnya. Capek banget tapi nikmatnya nggak ada duanya. Gue bisikin pelan2... An, nanti kalo setengah jam ngaceng lagi lu entot pantat gue yah....gue butuh banget....nanti gue entot juga pantat lu...Aan cuman bisa bilang, iya mas...Aan juga pengen nyoba.
Terus kita istirahat sambil liat bokep gay, dan setengah jam kemudian maen lagi....
OK sekian dulu, mudah2an elu seneng baca pengalaman asli gue.
Didit didit_ramos@yahoo.com
________________________________________
Tubuh nikmat cameraman TV swasta
By Negus Johan Pahlawan
submitted October 25, 2003
Translate from:
To
Text Size:

Rasanya salah besar kalau aku tidak menceritakan peristiwa cabul ini kepada para pembaca MOTN yang budiman.
Pekerjaanku sebagai body guard atau keren-nya disebut "security officer", sama sekali "tidak secure" [tidak aman] dalam arti fisik atau pun finansial.Tapi apa daya,dalam keadaan negara yang sedang bangkrut dan terpuruk seperti sekarang ini aku tak punya pilihan, selain dari mengandalkan ketahanan fisik, keterampilan bela diriku serta sedikit kenekatanku. Kondisi psiko seksualku yang doyan sejenis membuatku juga lebih tenang karena tidak ada anak - isteri yang jadi tanggunganku!
Jadi penghasilanku hanya aku pakai sendiri untuk, makan, papan, pakaian, tidur dan tentu saja untuk memenuhi kebutuhan biologisku [homoseksual].
Kondisi negara yang sedang tidak aman ini juga membuat aku tidak pernah sepi dari pekerjaan atau job mengawal para bos dari perusahaan besar baik nasional, asing maupun multi nasional. Baru-baru ini aku bertugas mengawal seorang bos yang ikut rombongan seorang pejabat tinggi ke Indonesia Bagian Timur.Setelah sekretaris perusahaan Si Bos negosiasi alot dengan staf protokol kantor sang pejabat tinggi, akhirnya aku dibolehkan juga ikut rombongan.
Demikianlah, akhirnya aku berangkat juga ikut rombongan besar pejabat ke Indonesia Timur dan berangkat dari Bandara Sukarno - Hatta melalui Terminal VIP.
Aku dicatat sebagai sekretaris alias ajudan Si Bos. Untuk penyamaran, agar aku tidak ketahuan bertugas sebagi bodyguard, aku terpaksa pura-pura bawa lap-top. Untunglah lap-top yang disedia-kan perusahaan cukup canggih, ringan dan kecil. Jadi bisa aku selipkan dalam tas bawaanku yang berisi perlengkapan pribadi Bos yang aku kawal. Sekali-sekali aku pura-pura mengetik atau menyalakan lap-top tersebut!
Untungnya anggota rombongan bersikap ramah kepada Si Bos [dan aku], sehingga tidak terlalu sukar bagiku mengurus Si Bos.Maklumlah Si Bos yang aku kawal ini pengusaha besar yang dekat dengan para penguasa negeri ini. Jadi para pejabat juga ramah bahkan respek dengan Si Bos-ku itu. Mungkin saja Si Bos-ku itu sering memberi upeti,komisi,hadiah dan entah "metode" korupsi apalagi kepada para pejabat korup ini!
Dasar aku lelaki homoseks bejat mata keranjang, belum-belum mataku "ijo" terpikat ajudan-ajudan para pejabat yang umumnya muda-muda, putih dan ganteng. Kelak aku ketahui bahwa salah satunya adalah tamatan STPDN.Jadi, pasti kontolnya pernah diisap yuniornya semasa kuliah di STPDN dan pasti pernah menyodomi lobang pantat Praja Muda yang jadi yuniornya. Tradisi cabul menyodomi lobang pantat Praja Muda ini di STPDN disebut "Bina Muda"! Dasar bejat, tradisi tai!
Sayang sekali, walaupun para ajudan ini umumnya ramah, tapi sukar diakses[apalagi dicicipi kontol atau lobang pantatnya], karena mereka selalu saja sibuk melayani bos-nya dan harus selalu di dekat-dekat bos yang dilayaninya! Kalau aku jadi bos [ini hanya mimpi saja],pasti kontol dan bool para ajudanku akan aku nikmati sepuas-puasku.Dasar aku lelaki homoseks bermoral bejat!
Jadi sepanjang perjalanan,paling-paling aku hanya bisa ngobrol, bercanda-ria, atau sekali-sekali kalau ada "rezeki",aku pura-pura sok akrab sambil merangkul satu dua ajudan yang ganteng dan muda-muda itu. Tentu saja aku "tidak perlu" dicurigai sebagai lelaki homosex,karena semua "action" itu aku lakukan dengan gaya pertemanan dan jauh dari nuansa kecabulan. Meskipun,jujur saja, tak urung kontolku ngaceng juga, sampai memuncratkan mazie alias pre-cum! Nikmat bukan? Dasar homoseks bajingan!
Dalam pesawat, mataku juga "menyapu" para kamera-wan atau cameraman dari stasiun-stasiun TV yang ikut. Aku tahu kadang-kadang ada anggota crew TV yang ganteng, karena mereka terkadang merangkap penyiar TV atau "anchor". Hati homoku terpikat pada Bambang, seorang cameraman TV swasta yang menawan. Wajahnya ganteng, rambutnya dibiarkan tumbuh agak panjang, tubuhnya ramping, lengannya kelaki-lakian. Cakep sekali. Aku jadi ngaceng dibuatnya!
Penerbangan ke Indonesia Bagian Timur memerlukan transit di Makassar. Kesempatan ini aku gunakan untuk mendekati Mas Bambang-ku yang ganteng nggak ketulungan itu! Aku pura-pura bertanya tentang kamera besar yang sering dipanggul oleh para kamerawan atau cameraman TV.Sayang sekali, badan atau baju Mas Bambang berbau keringat. Suatu hal yang membikin nafsu sejenisku surut [tapi tidak menghilang].
Bau samar-samar itu aku tahan-tahan dan sebagai kompensasinya aku menikmati obrolan nikmat dengan Mas Bambang [yang ternyata berumur 25 tahun] dan sambil aku melirik lengannya, juga memandangi keindahan bulu-bulu halus yang tumbuh di lengan-nya itu. Agh! Nikmatt juga! Kontolku jadi ngaceng lagi! Aku tak mau tanya-tanya soal pribadi, anak, isteri atau yang seperti itu. Karena aku berniat mencicipi, paling tidak kontol dan pejuhnya yang pasti ledzat dan lender itu.Aku yakin pasti pejuh-nya sama ledzat dengan sup sarang burung walet yang di restoran Cina harganya bisa mencapai Rp 100.000,- per mangkok. Sedangkan kontolnya kalau dijilat pasti sama ledzatnya dengan "hisit" atau sirip ikan hiu! Agh! Mas Bambang memang ganteng!
Setibanya,di ibu kota propinsi,rombongan langsung dibawa ke Kantor Gubernur untuk acara penyambutan dan berbagai basa-basi. Mas Bambang sibuk kesana--kemari mengambil gambar. Sekali-sekali lenganya mengangkat kameranya ke atas sehingga T-shirtnya terangkat dan perutnya yang rata membayang, seksi sekali! Dia mengenakan celana blue jeans yang di bagian kanannya digantungi kunci. Di masa lalu cara meletakkan kunci seperti itu merupakan kode kaum gay di Amerika Serikat [San Francisco].Letak kunci di kiri atau kanan celana merupakan tanda apakah orang tersebut seorang "top" atau "bottom" dalam hubungan sex sejenis. Apakah Mas Bambang bermaksud memberi "kode" atau hanya gaya-gayaan, tak jelas bagiku! Tapi dia memang seksi dan aku bertekad untuk menikmati tubuhnya dalam keadaan dia bertelanjang bulat!Buat kupeluk dan kunikmati bibir dan mulutnya, puting susunya, ketiaknya, kontol dan pejuhnya,dan last but not least,lobang pantatnya Agh!Pasti akan terasa nikmat dan ledzat sekali!
Selesai acara di gubernuran kami beristirahat di hotel. Dengan berbagai cara dan muslihat,akhirnya di hotel aku berhasil minta sekamar dengan Mas Bambangku.Agh! Alangkah indahnya! Setelah melayani Si Bos-ku seperlunya aku masuk kamar. Mas Bambang sudah telanjang dada. Dia terlentang di tempat tidur. Lengannya diangkat ke atas sehingga aku bisa memandangi pertumbuhan rambut ketiaknya yang lebat dan nikmat! Otot dadanya lumayan atletis dan dihiasi oleh dua buah puting susu yang indah melenting. Otot perutnya rata dan berotot. Aku tak tahan dirangsang seperti itu! Aku akan dan harus bertindak saat itu juga! Aku masih mengena-kan kemja dan dasi. Maklum berlagak sekretaris Bos!
Maka... tanpa minta izin, segera saja aku dekati dia. Dia memandang keheranan, tapi tak kubiarkan dia bertanya-tanya dalam hati. Segera aku naik ke tempatnya tidur dan aku peluk dia, aku lumat bibirnya. Aku sedot sepuas-puasku bibir dan air ludahnya yang lender!Tanganku menjelajah puting susu dan ketiaknya yang berambut. Nikmatt sekali!
Tapi dia tidak protes dan melawan. Karena itu aku terus makin kurang ajar. Mulutku turun ke puting susunya untuk menjilati, lalu tanganku merogoh kontol dan jembutnya.Agh! Bahagia sekalinya! Enak dan nyaman di dalam jiwaku. Lalu celana jeans-nya aku pelorotkan bersama kancutnya sampai kontolnya keluar celana dan langsung ngaceng!Terus saja aku kocok, aku loco, aku rangsang. Kontolnya makin membesar memerah, makin kencang, makin tegang dan berkilat. Aku kocok..kocok..kocok..,dia melenguh, mengeluh kenikmatan MMPH..MMPH..MMPH..Akhirnya, kemudaan tubuh dan jiwanya tak bisa lagi menahan kenikmatan dorongan pejuh mudanya untuk muncrat dan AAGH!Dia mengeluh dan CROOOT! .. CRROOT! .. CRROOT! .. pejuhnya muncrat berceceran, kontol-nya berdenyut-denyut memompakan cairan syahwat yang amat kelaki-lakian! Semuanya aku tampung dalam telapak tanganku, aku bawa ke mulutku untuk aku cucup, jilat dan telan. AAAGH!Sedapppp! Itu lah pejuh Mas Bambang, pejuh kekasihku, kamerawan atau cameraman TV swasta!
Setelah kejadian itu kami sibuk dengan urusan kami masing-masing, dia meliput acara rombongan pejabat dan aku sibuk melayani dan mengawal Si Bos. Kami tetap tidur sekamar sampai rombongan pulang. Aku tak mengganggu dia lagi dan dia tidak berubah sikap. Tetap seperti sebelum kejadian siang jahanam itu. Agh! Betapa indahnya hidup ini, betapa indahnya Mas Bambang, betapa indahnya cameraman TV swasta. Life is so good and becomes much more better. Aku bersyukur tercipta jadi lelaki homosex!

Tips & Trik Foreplay
By Ian
submitted December 19, 2001
Translate from:
To
Text Size:

Due to international translation technology this story may contain spelling or grammatical errors. To the best of our knowledge it meets our guidelines. If there are any concerns please e-mail us at: CustomerService@MenontheNet.
Sabtu pagi di tempat kost.
Saya sedang menulis surat buat seorang teman. Setelah membubuhkan tanda tangan di bagian akhir surat serta melipat kertasnya, saya meraih amplop di atas meja serta memasukkan kertas surat ke dalamnya. Untuk menutup amplop, saya mencari-cari lem di dalam laci. Sampai habis tangan saya merogoh-rogoh ke dalam laci, lem kertas itu tidak juga saya temukan. Baru kemudian saya ingat lem saya itu dipinjam teman dan belum dikembalikan. Dengan hati masghul saya pandangi saja surat itu sambil berpikir-pikir.
Sekonyong-konyong BF saya masuk, biasa tanpa mengetok pintu dan langsung senyum-senyum memandangi saya dari samping meja. Dia pasti belum mandi karena masih memakai kaos u-can-see putih yang menampakkan otot bisepnya yang cukup besar itu, serta celana pendek seperti sering dipakai pesepakbola. Meskipun begitu yang saya suka dari dia adalah dia tidak jorok. Dari harum sabun dan pasta giginya, saya tahu dia sudah cuci muka dan menggosok gigi.
"Heh, bengong aja .."ledeknya.
Saya cuma menjulurkan lidah saja.
"Ngapain, sih, Yan ?"tanyanya lagi.
Saya tidak menjawab karena tiba-tiba saja melintas pikiran nakal di otak saya. Pikiran itu timbul saat saya memperhatikan celana pendek dia dan otomatis yang ada di dalamnya. Saya jadi ingat botol lem saya ...
"Ton, punya lem nggak ?"tanya saya.
"Lem kertas ? Wah, kayaknya nggak punya. Aku jarang sih nulis-nulis surat kayak gitu ... "jawab BF saya.
"Aku minta, dong ... "kata saya.
"Lho, aku sudah bilang ... "kata-katanya berhenti karena tangan saya tiba-tiba sudah mendarat di depan celananya. Dia terdiam, dan langsung tahu maksud saya.
"Mm, boleh sih .. tapi agak lama bikinnya"katanya langsung nyambung.
"Oh, nggak apa-apa ... "kata saya bernafsu. 'Botol'nya sudah mulai terasa mengeras di tangan saya.
"Tapi sudah beberapa hari nggak dipakai, nih .. "bisik BF saya bergairah, "harus kamu kocok-kocok dulu ... "
Saya sudah tidak kuat lagi. Saya tarik badan dia ke depan saya. Karena saya duduk di kursi tinggi wajah saya tepat di depan selangkangan dia. Perlahan-lahan saya lorotkan celana pendeknya. Saya angkat kaosnya tinggi-tinggi. Saya nikmati pemandangan selangkangan bercelana dalam cokelat itu. Kemudian, tanpa membuang waktu saya buka lembar paling menggairahkan itu.
'Botol'nya sudah keras. Saya suka kepala botolnya yang besar bak jamur dan urat-urat nadi di badan botolnya yang membuatnya begitu keras.
Saya mulai penjelajahan lidah saya dari kantong skrotumnya yang menggelantung besar, ke atas menyusuri glans bagian bawah. Saya sempatkan waktu cukup lama untuk menjilat-jilat bagian lubang penis di bawah kepala penisnya. Baru kemudian saya masukkan seluruh kepala penisnya ke mulut saya sambil saya kulum seperti lolipop.
Sambil mempermainkan 'botol'nya itu saya selalu memperhatikan wajahnya. Saya suka sekali mengamati bagaimana wajah dia merespon apa yang saya lakukan. Dari mimik serta suaranya saat 'dikerjai' saya bisa mengetahui kalau dia paling kelabakan saat kepala penisnya masuk mulut dengan lidah sibuk menggeleser-geleser bagian bawah kepala penis serta lubangnya.
Apa yang sekitar dua puluh menit kami lakukan ini tampaknya cukup membosankan untuk diperinci. Jadi, saya singkatkan saja ceritanya sampai saat dia mencapai orgasme.
Pada saat detik-detik itu mulai terasa, dia mulai meregangkan kepalanya ke belakang. Tangannya - mungkin tanpa sadar - mencengkeram bagian belakang kepala saya. Dadanya juga meregang ke depan sementara pinggulnya bergerak ke depan belakang mengimbangi gerakan mulut saya. Saya percepat gerakan maju mundur mulut saya sambil saya tambah dengan aksi menyedot dan menggeleserkan lidah saya di bagian bawah kepala penisnya.
Akhirnya dia berdesis dan mengerang pelan. Di dalam mulut saya terasa kepala penisnya berdenyut untuk kemudian lidah saya merasakan cairan asin yang hangat di mulut saya. Gerakannya memasuk keluarkan penisnya kemudian agak tidak terkontrol dan suara erangannya terdengar lebih kuat. Saya tahu pada fase inilah dia mencapai puncak dari kenikmatannya. Saya menyukai sensasi ini. Saya biarkan cairam mani dia memancar memenuhi rongga mulut saya, sebagian mengalir keluar dan sebagian lagi masih keluar membasahi pipi saat penisnya saya keluarkan dari mulut. Penis itu sekarang dalam kondisi teregang sempurna, warnanya merah segar dan basah oleh cairan lengket yang dihasilkannya sendiri. Pada saat penisnya saya pegang di tangan, denyutannya masih terasa dan dari celah-celah lubangnya masih menetes sedikit cairan bening.
Saya dekatkan amplop ke penisnya dan saya oleskan cairan itu ke permukaan lekat amplop. Dia sedikit mengaduh kegelian. Saya pegang glans penisnya dengan gerakan memeras sehingga ada setetes kecil lagi yang keluar. Kali ini saya gunakan untuk mengoles perangko.
Percaya atau tidak, 'lem' dari 'botol'nya itu benar-benar bisa melekatkan kertas !
Sambil membersihkan diri saya berbisik di telinganya "Kalau begini, saya nggak perlu beli lem lagi ..."
________________________________________
Remaja Dimadu Polisi
By Rudy
submitted May 6, 2002
Translate from:
To
Text Size:

Namaku Rudy. Aku berumur 18 tahun dan masih di bangku kelas III SMA di suatu sekolah negeri di Surabaya. Aku memiliki tinggi 175 cm dan beratku 70 kg, aku memiliki warna kulit coklat terang serta bodyku kencang tak berlemak sebab aku sangat suka olahraga dan angkat beban meskipun tidak terlalu berat. Banyak orang yang ngomong aku ini ganteng dan seksi dan mungkin akan mendapat banyak cewek, Tapia pa mereka tahu kalo aku ini gay? Tentu mereka tidak tahu kalo tahu bisa gempar seluruh sekolahan. Sebenarnya aku sih tak ingin menjadi orang tak normal tapi apa kata nafsu selalu menuju arah yang berbeda, aku bukanlah seperti gay yang bermodel spt cewek, aku tetaplah laki laki normal cuma berorientasi seks ke gay, itu saja!. Cerita ini terjadi waktu liburan sekolah yang baru saja dan tidak ada yang tahu termasuk orang tua saya. Waktu itu aku dan seorang temanku bernama Ferry sedang ke suatu tempat diskotik di Surabaya. Hanya dia satu satunya orang yang tahu aku ini gay sebab dia sendiri juga gay. Ferry sebaya dengan aku dan dia berwarna kulit yang sama dengan aku, Cuma dia lebih pendek sedikit. Dia memiliki postur tubuh yang bagus sekali, seluruh badannya kencang dan ototnya sangat menggiurkan tapi dia menolak ber hubungan seks dengan aku soalnya dia berkata kalo kita berdua ini adalah teman bukan pasangan. Setelah masuk ke diskotik itu, banyak sekali orang gay-nya soalnya tempat itu adalah diskotik khusus untuk gay. Setelah kamiu minum dan berjoget ria dengan peluh yang mengucur deras tiba tiba pintu depan terbuka dan sekelompok polisi datang dan masuk kedalam diskotik. Seperti biasa hal itu terjadi sebab banyak yang mengatakan kalo tempat itu adalah tempat peredaran obat obatan terlarang. Lalu aku santai saja sebab memang aku tidak membawa obat sama sekali dan aku yakin kalo ferry juga tidak menggunakannya, lalu kami berdua di periksa dan tangan polisi itu meraba raba seluruh badan kami mulai dari atas, kantong sampai ke kaki lalu dia memeriksa kantong saku di dada dan aku kaget sekali kalo di dalamnya ada sebutir ineks dan aku melihat ferry juga menghadapi problem yang sama lalu kami di giring ke truk tentara dan hanya kami berdua saja yang tertangkap dan rasanya malu sekali. Sesampai kantor polisi kami semua ditanyai satu persatu dan kami menjawab apa adanya kalo kami memang tidak membawa dan memakai obat itu, apalagi mengetahui bandarnya lagi!. Akhirnya para polisi itu keliatan sebel sekali dan dari matanya terlihat geram dan marah. Lalu kami berdua disuruh telanjang lalu akhirnya aku di borgol dan di bawa ke sel yang kosong yang letaknya persis di depan ruang interogasi. Ferry yang berada di dalam ruang itu bersama 3 polisi ( Paimin:30 th, Yuda: 25th, dan Rio:25th)yang kejam kejam itu mulai membentak ferry untuk push up, sit up dan berbagai hal gerakan. Lalu setelah ferry merasa capai sekali dan lemas serta bersimbah keringat yang membuat tubuhnya mengkilap sehingga lekuk lekuk ototnya terlihat seksi sekali, lalu tangannya dia di suruh tidur terlentang diatas meja dan polisi polisi itu mengikat dia di tangan dan kakinya. Setelah itu polisi tersebut mengambil lilin yang sudah di nyalakan dan meneteskan ke tubuh ferry mulai bagian pentilnya, ketiaknya, perutnya, dan terakhir kontolnya sambil mereka tertawa keras. Ferry yang menjadi korbannya menjerit kesakitan terutama di daerah kontolnya lalu mereka membersihkan sisa sisa penetesan lilin dan sambil meraba raba badan ferry yang mulus tidak berbulu itu dan mereka bertiga sambil tatap muka dan tersenyum lalu mereka menelanjangi diri mereka sendiri dan terlihat kontol kontol mereka yang semi ereksi dan terlihat besar sekali. Paimin berperawakan tegap dan berotot serta berkontol besar dan panjang, lalu Yuda berperawakan tinggi dan memiliki otot yang kencang serta kontol yang panjang dan tak seberapa besar, Rio yang paling pendek tingginya tapi berotot sama dengan yuda dan kontolnya seperti Paimin cumin agak pendek-an. Nafsu mereka mulai naik dan mereka pun mulai menjilat jilat Ferry. Paimin sedang duduk dan sambil melihat apa yang dilakukan 2 rekannya. Yuda mengambil posisi atasnya Ferry dan dia mulai mencium ferry dan menjilat jilat pentilnya serta ketiaknya ferry yang mulus dn tak berbulu tapi baunya yang menyengat. Ikatan kaki ferry di lepas dan rio mengangkat kedua kaki ferry lalu menjilat jilat lubang dubur ferry dan dia agak mendesah setelah menikmati liang bau dubur ferry, rio naik dan mulai menjilat jilat peler ferry dan mengulum kontol ferry. Kuluman rio itu membuat ferry mendesah dan terkadang tidak dikulum saja tapi lubang kencingnya di jilat oleh rio dan ferry pun mendesah keras sehingga membuat rio semakin beringas menjilat kontol ferry. Ferry yang di madu oleh polisi polisi ini, dia pun pasrah dan rela menyerahkan keperawanannya. Lalu Yuda yang sudah puas menjilat putting dan ketiak ferry, kontolnya yang sudah ngaceng berat dan sudah mengeluarka precum, di bentaknya ferry untuk buka mulut dan ferry menurutinya lalu di masukkan kontol yuda yang panjang. Ferry yang mencium bau pesing dan bau precum yang khas itu membuat dia menyukai dan ingin mengemut lagi seperti anak kecil yang mengemut permen. Rio yang sudah puas menjilat dan mengemut kontol ferry, dimasukkannya jari jari rio di lubang dubur ferry dan ferry yang merasa agak sakit tapi hanya menggumam sebab mulutnya sudah di kuasa kontol yuda.lalu kontol rio yang sudah ngaceng berat dengan kasarnya di tusukkannya kedalam anus ferry dan seketika ferry menjerit keras sehingga terdengar oleh aku dan aku pun merinding mendengar penyiksaan yang dilakukan polisi polisi itu. Setelah masuk ke anus ferry, di goyang goyangkan dengan cepat maju mundur sehingga ferry merasa kesakitan tapi nikmat lagi pula akhirnya tinggal nikmatnya saja. Paimin yang dari tadi hanya menonton mulai bergerak dan dia mendekati Rio lalu meraba raba tubuh dan ketia rio yang mulus dan berbulu tipis itu lalu kontol Paimin yang sudah tegang, di tusukkan ke pantat rio dan rio hanyan b\mendesah saja lalu kontol paimin maju mundur seiring dengan kontol rio yang memperkosa ferry. Lalu pemerkosaan tetap berlanjut tapi sekarang Paimin sudah puas menusuk pantat rio lalu dia ke Yuda dan mulai menikmati tubuh yuda yang sedang memperkosa mulut ferry. Yuda memiliki ketiak yang bulu cukup lebat dan paimin menikmati kelebatan bulu ketiak yuda yang basah karena keringat dan baunya yang khas dan menyengat. Lalu di tusukkan kontol paimin ke pantat yuda seketika yuda berhenti memperkosa mulut ferry dan dia merasa keenakkan akan apa yang dilakukan paimin. Lalu setelah itu rio pun berhenti memperkosa ferry, dia pun menikmati kontol ferry dengan mengemut sambil tangannya memlintir puting ferry. Setelah itu mereka mulai memperkosa ferry sambil paimin tetap menikmati anus yuda dengan kontolnya tak berapa lama yuda pun mendesah lalu muncratlah spermanya dan mengalir keluar dari mulut ferry lalu rio pun sama mendesah dan keluarlah spermanya dari lubang anus ferry dan mengalir keluar beserta darah dan sperma. Paimin yang sudah mulai ejakulasi, di keluarkannya dari pantat yuda dan di kocoknya dekat muka ferry lalu keluarlah semburan sperma yang dahsyat dan banyak dimana melumuri seluruh muka ferry. Lalu rio pun mengocok kontol ferry dan tak berapa lama terdengar lenguhan dan desahan ferry lalu muncratlah spermanya dan mengenai perut ferry sendiri. Lalu oleh rio seluruh sperma itu di usapkannya ke seluruh tubuh dan wajah ferry. Lalu borgol tangan ferry di lepas dan dia di papah ke tempatku lalu Pimin berkata” besok malam giliranmu nak!” Aku melihat ferry yang lemas mulai cemas pula pikiranku gerangan apa yang akan dilakukan polisi polisi ini?
________________________________________
Diperkosa
By welly
submitted March 25, 2002
Translate from:
To
Text Size:

Tidak puas dengan keadaan kontolku yang ukurannya cuma 18 cm, saya mencoba untuk mendatangi salah seorang bapak yang iklannya saya baca dari pos kota. Dengan iming-iming dapat menambah ukuran. Sengaja saya pilih datang pada sore hari setelah selesai jam kerja. Dengan mudah tempat prakteknya saya temukan, tidak ada antrian didepan tempat prakteknya sehingga otomatis saya tidak perlu menunggu lama. Setelah masuk ke dalam rumahnya, disana saya harus memberikan data-dataku terlebih dahulu dan membayar biaya administrasi. Setelah dipersilahkan duduk dan menunggu selama 5 menit, akhirnya saya dipanggil masuk oleh si pemuda yang tadi menulis data-dataku. Memasuki ruangan prakteknya, sempat membuatku terpana melihat dekorasi ruangannya yang agak berkesan mistis. Segera saja saya duduk bersila menyampaikan keinginanku kepada si bapak yang duduk didepanku sambil mengisap rokoknya dalam-dalam. Disamping si bapak ada seorang pemuda berbadan kekar duduk mendampinginya, yang saya anggap pasti adalah asistennya. Setelah tahu keinginanku, maka saya dipersilahkan untuk terlebih dahulu mandi. Saya berjalan ditemani asistennya yang berbadan kekar menuju kekamar mandi. Memasuki kamar mandi saya berbalik ingin menutup pintu, tetapi langsung dicegah oleh si asisten. Katanya dia harus ikut memandikan saya, karena ini adalah syarat yang sudah ditentukan. Perlahan-lahan mulai kutanggalkan baju dan celanaku. Setelah bugil, saya disuruh berkumur-kumur terlebih dahulu menggunakan air yang telah diberi ramuan. Lalu si asisten mulai melolosi pakaiannya dan akhirnya bugil juga. Saya sempat kaget dan bertanya, tetapi sang asisten mengatakan kalau dia tidak mau bajunya ikut basah pada saat memandikanku. Maka mulailah sang asisten menyuruhku jongkok dan memberi shampoo pada rambutku dan mulai menyabuni tanganku, badanku, kakiku, dan sekarang kontolku. Khusus kontolku disabuni dengan gerakan seperti lagi ngocok. Rasanya risih juga kontolku dipegang sesama laki-laki. Karena tidak tahan, kontolku mulai ereksi. Apalagi saat jarinya melakukan putaran melingkar pada kontolku ditambah dengan licinnya busa sabun yang membuat geli kepala kontolku.Setelah puas, tangannya turun menuju keanusku. Sambil menyabuni lubang anusku, jari telunjuknya mulai menusuk lubang anusku maju mundur. Sehingga membuat kontolku semakin tegak. Akhirnya dia mengguyurkan air ketubuhku. Setelah selesai si asisten mengeringkan tubuhku dengan menggunakan handuk, kemudian saya diperkenankan keluar kamar mandi dengan hanya menggunakan sehelai handuk kecil yang tidak dapat menutupi kontolku yang sedang ereksi. Saya berjalan menuju ruang praktek. Di dalam ruangannya saya dipersilahkan berbaring dalam keadaan bugil dengan kaki yang mengangkang. Dan si bapak mulai memijat tubuhku dari atas dan terakhir mengenggam kontolku serta mulai mengurut seperti gerakan ngocok dan membetot-betot batang serta zakarku. Si bapak mengatakan kalau dia ingin memasukkan sesuatu kedalam lubang anusku dengan cara menggunakan bantuan dorongan kontolnya. Tentu saja saya keberatan, karena takut memikirkan rasa sakit pada lubang anusku. Saya berusaha untuk bangun dari dipan dan mencoba menolak keinginan si bapak. Tapi dengan sekali panggil, si asisten dan si pemuda segera masuk kedalam ruang praktek. Dan tanpa dikomando mereka memegang tangan serta kakiku yang dengan paksa dikangkangi sampai lubang anusku dapat terlihat dengan mudah oleh si bapak. Saya berusaha untuk meronta. Tapi sia-sia, si bapak mulai menanggalkan baju dan celananya. Sempat kelirik kalau ternyata kontol si Bapak sangatlah gede. Dengan paksa si bapak mengoleskan sesuatu kelubang anusku dan menusuk-nusukkan jarinya. Badanku mulai bergerinjal menahan rasa sakitnya. Belum sempat bicara, kontol si bapak mulai dipaksakan masuk kedalam lubang anusku. Si asisten dan si pemuda semakin kuat memegang kakiku dan ditarik terbuka. Sehingga kangkangan kakiku semakin lebar. Kontol si Bapak semakin dalam memasuki lubang anusku, yang membuatku menjerit kesakitan. Tanpa belas kasihan akhirnya si bapak berhasil memasukkan kontolnya keseluruhan. Hal ini dapat saya rasakan karena disekitar anusku mulai digelitiki oleh bulu-bulu kontol si bapak. Setelah beberapa saat, saya mulai merasakan semprotan demi semprotan hangat memenuhi lubang anusku. Si bapak mencabut kontolnya dan menuju kearah mukaku dan memasukkan dengan paksa kontolnya yang baru keluar dari lubang anusku kedalam mulutku. Serasa mau muntah saya merasakan kontolnya. Sekali lagi saya menjerit karena kaget merasakan kontol si asisten mulai menerobosi lubang anusku. Si pemuda dengan setianya mengocok dan mengulum kontolku yang kini sangat tegak berdiri. Akhirnya air mani si asisten menyemprot memenuhi lubang anusku. Dan sekarang giliran si pemuda membobol lubang anusku lagi. Sedang si asisten menggantikan posisi si pemuda untuk mengulum dan mengisap kontolku. Karena sangatlah tegang, kini air maniku tersemprot keluar juga memenuhi mulut si asisten yang langsung menelan dan menyedot habis air maniku. Si asisten kini memaksakan kontolnya untuk memasuki lubang anusku lagi. Benar-benar kacau, karena didalam lubang anusku masih terganjal kontol si pemuda. Saya hanya dapat menjerit tertahan karena mulutku masih tersumpal kontol si Bapak. Air mani si bapak akhirnya tersemprot juga memenuhi mulutku, dan kini dapat kurasakan semprotan air mani yang sangat banyak memenuhi anusku dan ususku yang tersembur dari dua kontol yang berbeda. Saat si pemuda dan si asisten mencabut kontolnya, saya merasakan sakit yang amat sangat pada anusku. Saya hanya dapat mengerang memegang anusku yang pada saat saya raba terasa sangat perih dengan lubang anus yang membesar dan agak menonjol membengkak. Kontolku terlihat agak memanjang, tetapi saya yakin karena tadi ereksinya terlalu berlebihan. Dan ketika kulihat keesokan harinya, ukuran kontolku tetap saja sama. Hanya lubang anusku yang agak berbeda ukurannya karena telah oleh si bapak dan kaki tangannya. Untuk mengadukan perbuatan mereka, tentu saja tidak mungkin. Karena saya sendiri juga yang akan menanggung malunya.

Awalnya Ngintip CD Dibalik Celana Basket Basah
By Didit
submitted July 13, 2005
Translate from:
To
Text Size:

Sabtu sore gue gak ada rencana kemana2 dan akhirnya gue mutusin utk jogging dihalaman kompleks sekitar rumah. Biasanya daerah kompleks gue sepi dan gue bisa ngelilingin halaman kompleks tanpa gangguan mobil yg seliweran dan polusi.
Pas gue nyari celana olah raga dilemari, semuanya gak ada, terpaksa gue nanyain pembantu gue Aan untuk nyariin dikeranjang setrika. Karena gue tinggal dirumah itu cuman sendirian sama Aan, pembantu gue yg suka mijetin & dipake ML kalo lagi dirumah, jadi gue bisa telanjang bulet didalem rumah.
An, lu liat celana olah raga gue gak?. Oh, ada mas, baru saya setrika tadi pagi, cuman belum dimasukin lemari aja. Mas Didit mau jogging yah?. Iya nih, tolong ambilin dong! Kata gue.
Aan langsung balik kebelakang sambil nyariin celana yg gue minta.
Setelah itu dia buru2 datang lagi: Mas, yg ini mau? Dan ini celana dalam dan kaosnya.
Semuanya dikasih udah dalam keadaan terlipat rapih.
Gak perlu pake CD ah, gerah lagi...,perintah gue. Tapi Aan nyeletuk: Bener mas, enakan gak pake kolor. Tapi ati2 loh mas, nanti kalo ngaceng keliatan orang kompleks (kata Aan sambil senyum2).
Sekarang ini Aan udah sedikit gak kaku lagi kalo ngomongin kontol dll dsb, setelah dia nikmatin enaknya homo2an sama gue. Dan selama ini dia jadi ketagihan ngisep & ML, sering dia minta jatah dari gue, dan biasanya gue layanin kalo lagi fit dan gak capek. Kalo gue lagi gak napsu, pernah diintip dia ngocok dikamarnya sendirian sambil nyiumin kolor yg bekas gue pake. Biasanya gue jadi ketularan horny sih.
Nanti abis jogging mau dipijet nggak mas? Tanya Aan.
Gue udah tau deh pertanyaan kaya gini, pasti dia udah kerangsang ngeliat gue telanjang sambil kadang2 narikin biji kontol.
Terus gue jawab: liat aja nanti, kalo pegel lu kudu pijetin gue. Tapi Aan tetep aja nyerocos: Sekarang pahanya mau dipijet sedikit gak, supaya ototnya gak terlalu tegang?. Ah elo paling bisa buat orang horny, iya deh pijet dikit.
Gue langsung ambil posisi duduk dikorsi makan, sementara badan gue masih telanjang dan kaki gue selonjorin kelantai. Aan buru2 ngambil baby oil dan langsung ngolesin tangan dan paha gue supaya lebih oily. Posisi dia duduk dilantai diantara dua kaki gue. Paha gue buka rada lebar dan memposisikan kontol yg masih tidur menghadap percis kemukanya. Sementara Aan udah mulai mijet paha kiri gue, tapi matanya bulak balik ngelirik jembut dan kontol gue yg ngegantung percis didepan hidungnya. Aer liurnya sekali2 diteguk... gllk gllk
Sambil iseng nanya: An, kontol gue bau gak?. Mmmh... bau keringet mas, tapi enak kok baunya. (Sambil ngangkat paha gue yg mulus, gue tarik juga bantalan pantat gue supaya keliatan lubang pantatnya) An, pantat gue bau juga gak?. (Sambil perhatiin bool item gue) Yah kecium bau pantat campur sabun mas. Wanginya ngerangsang banget loh. Terus gue suruh dia: Jilatin dikit dong pinggirnya.
Nggak pake basa basi lagi, lidah Aan udah ngejilat2 sekitar pantat gue. Uuuhh geli banget, tapi enak sekaleee...
Sangking enaknya gue minta Aan rubah posisi: Udah An, lu sekarang isepin dong kontolnya. Mhh iya, tapi saya buka dulu kulupnya yah mas, biar kerasa. Sambil menghadap langit2, gue bilang pasrah: Terserah lo deh An, hhhs ohhh mmhh, tarik ati2 kulitnya semua kebelakang, jilatin pinggiran kepalanya occchh... ohh.., hmm lubang pipisnya juga maenin An, oh mmhh mhhh. Gak nyangka, elo jadi suka kontol ginih. Aduh enakhh bhuanget An.
Lidah Aan ngejilat2 liar dari pangkal kontol sampe ke palkon terus kebawah lagi. Terus palkon gue dikulum sambil berusaha masukin seluruh body kontol gue masuk kemulutnya. Urat saraf gue berasa rilex banget, tapi perut gue ngegelinjang keenakan. Tangan gue narik rambutnya sambil gue angkat naek turun. mmmhh mmm birahi gue on banget.
(Sambil narik rambut Aan kebelakang) Udah dulu, nanti cepet muncrat! ...mmhh.. tunggu mas.. mhh (bibirnya basah & becek sama aer liur, tapi lidahnya tetep dijulur keluar kaya mau ngemut es krim), lagi enak banget nih.. mmhh. Tapi gue cukup kuat juga untuk nyudahin: Cukup cukup (walaupun hati gue bertentangan sama birahi gue yg lagi on), next time disambung lagi deh, jangan ketagihan dong.
Gue buru2 berdiri, krn planning gue gak mau muncratin peju sebelum olah raga, soalnya pernah dulu kejadian, badan gue jadi lemes setelah onani dan ngentot and akhirnya nggak jadi jogging. Aan tetep masih duduk dilantai dan matanya bener2 memelas sambil berharap masih bisa ngisep kontol gue yg gede dan emang dia doyan banget sama kontol segede gini. Dari celana pendeknya gue bisa ngeliat tonjolan kontolnya yg udah ngaceng keatas. Jangankan pembantu kaya dia, kalo misalnya gue lagi mandi dikolam renang, cowok2 yg kebetulan ngeliat gue telanjang, pasti matanya tertuju kekontol gue dan kalo gak salah pengertian dan gue nggak keGRan, mereka pengen banget ngisep, hehehe. Setelah itu gue buru2 ke WC nyuci kontol yg masih setengah ngaceng, gue olesin sedikit sabun, lalu dicuci dan dikeringin pake handuk kering. Gue ambil pakaian yg udah disiapin si Aan, T-shirt and celana olah raga yg pinggirnya rada kebuka. Celana dalam sengaja gue gak pake. Sambil gue pake kaos kaki dan sepatu kets, Aan tetep aja ngegangguin sambil ngeraba2 paha, pas gue berdiri dia meluk gue dari belakang dan kontolnya digesek2in kepantat gue yg gempal & keras. Kerasa banget kontolnya udah ngaceng diarahin keatas. Akhirnya gue balikin badan, kontol kita beradu dan bergesekan adu keras walaupun terhalang celana. Gue cipok mulutnya ala french kiss, mhhh...pllhok...mm pllhok. Aan masih juga gede napsunya , walaupun gue udah bilang udahan, tetep aja kontolnya digosok2in kepaha gue yg mulus, pinggang gue masih juga dipeluk. Sambil jalan keluar lewat garasi, gue bilang:
Udahan dulu ya (gue bisikin kekupingnya), lu ngocok aja sendiri deh, kata gue. Aduh gimana sih mas tega banget deh... Aan masih pengen mashh...
Dengan sedikit kecewa, tapi tetep juga kontolnya dikeluarin dari celananya, item & panjang, terus diloco pelan2. Sambil mengerang keenakan, gue perhatiin mukanya dia makin merah dan keringatnya berjatuhan dari pelipisnya. Ohhh .. ohh massh...massh... aku bisa cepet keluar nih... ohh ohh ohh . Kocok terus yg kenceng An, kata gue sambil narikin dan melintirin putingnya. Aan makin kenceng ngocok kontolnya yg item ngaceng sedikit bengkok, akhirnya ..ahh ahhh crrrt crrrt crrrt crrrt, maninya muncrat kelantai garasi crrt crrt crrt banyak banget muncratnya. Gue bersukarela bantuin ngeloco kontolnya yg meneteskan mani terakhir, bijinya gue pijet lembut pake jari.
Udah enakan sekarang? Tanya gue. Enak sekali mas, makasih loh mas mau nungguin Aan coli. (Sambil meringis tersenyum dan gue kedipin mata) Jangan lupa bersihin lantainya yah An. Iya mas, beres.
Gue buru2 lari kedepan rumah. Sementara route jogging gue gak terplanning, yg penting hari ini gue pengen lari sejauh2nya dan supaya badan gue tetep fit dan sexy. Pertama gue ambil route kedepan kompleks dan balik lagi kebelakang, pas lari kearea kompleks bagian belakang dideket lapangan basket yg tersedia buat masyarakat kompleks, gue ngeliat 5 cowok2 sexy lagi maen basket. Mhh ... gila juga gak dirumah gak diluar rumah, kok godaan banyak banget. Pikiran gue jadi najong dah...
Beberapa kali gue puterin halaman kompleks dan setiap kali gue ngelewatin lapangan basket, diem2 gue perhatiin anak2 yg lagi maen basket, dan sengaja gue lari rada dipelanin supaya bisa lebih konsen lagi ngeliatnya. Pas diputeran ketiga, gue sengaja mampir dan pura2 ngeliatin mereka maen. Salah satu dari mereka yg belakang gue tau namanya Tomi ngajak gue gabung maen, dan akhirnya gue tertarik juga untuk bergabung. Kejantanan gue makin gak ketahan lagi ngeliat cowok2 keren berkeringat dan rata2 pake kaos buntung dan celana gombrang dari bahan saten, jadi lekukan dan tonjolan kontolnya bisa keliatan. Kira2 sejaman gue maen sama mereka yang akhirnya semua minta udahan karena pada kecapean. Sambil becanda kita pada duduk2 dilantai lapangan. Disitu gue pada kenalan sama cowok2 macho yg rata2 masih sekolah di SMA kelas 3. Salah satu dari mereka ada yg tampangnya ganteng & laki banget, rambutnya model Tintin and bulu keteknya lebat banget. Badannya nggak kurus tapi padet, tinggi & sportiv. Mmhh yummy, lezat banget kali kalo dijilat. Anaknya kocak & gaul banget, giginya putih bersih and senyumnya gila ... buat gue jadi GR, type latin gitu lah. Tangan, dada & pahanya mengkilat sama keringet. Wah sexy abis jack! Kadang2 gue nyuri2 pandang sambil ngintipin CD dari balik celana pendeknya, gue bisa ngeliat kolor putihnya, bahkan jembut dan bijinya bisa keliatan jelas. Uaah bagus banget, pikir gue.
Lama kelamaan, satu persatu dari mereka minta izin pulang, lantaran udah magrib. Dan akhirnya tinggal gue dan si sexy ini yg akhirnya gue tau namanya Eri, umurnya 18, kelas 3 SMA.
Memecah kebengongan kita berdua Eri nanya: Lu kok jarang keliatan sih disini, laen kali kalo ada waktu dateng gabung dong, kita maen basket bareng deh. Dan gue berkelit: Iya nih, gue kuliah biasanya sampe sore, dan kalo olah raga biasanya gue dikampus. Tapi biasanya gue berenang sih. Cuman kebetulan hari ini gue lagi pengen jogging. Ngedenger gue suka berenang Eri langsung keliatan antusiasnya: Oh lo seneng berenang yah, gue juga sama sih, kapan2 kita berenang bareng yo. Dapet angin seger kaya gitu, langsung aja gue bilang: OK aja, kasih tau aja kapan lo mau, nanti kita pergi bareng, gue ada mobil kok.
Wah perasaan gue seneng juga, kan kalo berenang gue bisa ngeliat badan dan kontolnya. Itu sih emang yg gue harapin. Langsung aja gue tanyain kalo besok juga kita bisa berenang. hehehe
Akhirnya gue ajak Eri ke rumah: Lu gak ngapa2in kan sekarang, kerumah gue yo, banyak nyamuk nih disini. Sebenernya gue gerah pengen mandi, kata Eri sambil nolak. Laen kali aja deh. Tapi tetep aja gue merayu dan gak mau ilang kesempatan: Gue juga mau mandi sih, tapi sebelomnya mau nonton dulu. Mau ikut gak?, Nonton Apa? Tanya Eri lagi. Nonton Bokep lah, hehehehhe (kata gue sambil ngedipin mata). Wah boleh tuh, seru Eri bersemangat. Beneran nih Ri? ya udah ikut deh ....jocking guy...Tapi udah deh maen kerumah, supaya kita bisa lebih kenal lagi.
Akhirnya Eri ngebuntutin gue menuju rumah. Sampe dirumah gue suruh Aan ngambil Coca-Cola dingin dari kulkas. Sambil bawa minuman keliatannya pembokat gue rada2 cemburu juga dan pengen tau siapa yg gue bawa kerumah. Tapi gue kedipin mata sama si Aan, supaya doi tetap tenang and tutup mulut. Gue juga mau memperlihatkan bahwa dirumah ini gue Tuan Rumahnya. Sambil minum Cola gue bawa Eri kekamar, gue pasang AC 26 derajat supaya gak terlalu dingin, soalnya kita barusan keringetan. Gue suruh Eri duduk dibangku depan meja belajar. Sekali sekali dia neguk Cola nya sambil agak celingukan kaku. Akhirnya gue buka computer dan nawarin beberapa permaenan, yg akhirnya dia milih maen tetris. Sekali2 kita ngobrol ngalor ngidul sambil ketawa2. Perasaan gue tambah horny aja, soalnya dia udah ada dikamar gue, dan gue bisa nyium wangi keringetnya yg jantan and sexy.
Sambil malu2 nanya: Dit, mana nih bokepnya? ...hehehe... pengen juga lo liat bokep. (sebenernya gue gak mau ketauan homo, jadi gue cuman ngeliatin bokep streight yg gua dapet dari temen kuliah). Ntar dulu deh, nanti gue liatin, tapi gak banyak loh, kata gue lagi. Tapi lu punya bokep amrik gak? Tanya Eri. Ada nih (sambil ngeluarin dari laci meja), Paris Hilton, udah pernah liat belom? Keren nih. Wah gila ... bagus punya neh! Seru Eri, pasang dong (sambil maksa). Iya... iya..., sabar dulu dong. Mendingan mandi aja dulu, baru kita liat bareng2. Wah Dit, masa gue harus pulang dulu. Gak perlu lah coy, mandi ditempat gue aja, gue ada handuk bersih kok.
Sambil nerusin liat2 sampul bokep, gue buka T-shirt gue yg udah lusuh & basah dan duduk diatas meja belajar percis didepan Eri yg lagi perhatiin gambar2 porno sampul VCD. Sengaja gue angkat kaki biar biji kontol gue keliatan.
Bagus nih bokepnya, si Paris mau aja ngisep kontol kuda gitoh. Cowoknya kan bekas pacarnya dia dulu, tapi sekarang udah engga lagi, dia kan yg nyebarin hasil rekaman mereka waktu ML. Eri nimbalin: Emang cakep nih, gue belom pernah liat body nya lagi telanjang, biasanya di Simple Live dia cuman pake baju2 sexy doang. Pasti memeknya merah banget. Wah so pasti merah banget lah, apalagi digosok2 kontol gede gituh, kata gue. kalo gitu cepetan dong kita liat, pinta Eri. Sebelum kita berlanjut nonton, gue nanya dia: Lu paling seneng ngapain kalo ML? Bisa niru gaya si Paris sama cowoknya. Ah gila lo Dit, gue kan belom pernah ML lagian. Sambil pura2 gak percaya, tapi tetep pengen nyelidikin Eri lebih jauh lagi, gue terus godain: Masa seh?. Gue sih paling suka gaya nungging. Eri makin pengen tau aja: Emang lu sering ML?. Gue pura2 terus terang: Yah gitoh deh (gue gak kasih tau doi padahal gue ML cuman sama cowok doang)....ngomong2 ngomongin jorok gini gue jadi rada ngaceng nih gue. Eri makin pengen tau aja sekarang: Kontol lo gede yah? (sambil ngintip jembut gue dari balik celana). (Sambil ngeremes2 kontol yg udah setengah ngaceng) Lumayan, lu mau liat? Kata gue sambil ngeluarin kontol dari pinggiran celana. Anjing, ini mah raksasa, geude buanget (kata Eri terkaget2). Nggak disunat yah? Gue langsung jawab: Enggak, justru makin enak kalo coli, kerasa banget jack.
Eri bener2 kaget dan napasnya rada tersengal2. Dia mungkin gak nyangka gue berani ngeliatin kontol, dan mungkin dia baru pertama kali ngeliat kontol gede item dan percis didepan dia langsung.
Sambil terus ngerayu, gue nyuruh dia megang kanjut kuda gue yg item: Pegang deh!. Tapi Eri masih ragu2 dan ngomentarin: Jembutnya lebat banget Dit. Liatin dong kontol lo juga Ri, pinta gue. Ah gila lo, enggak ah, gue gak mau. Ya ilah, gak ada yg liat ini, sama2 cowok aja malu, kita gede2an deh. Kalo lo mau kita ngocok bareng sambil jauh2an. Yo, udah deh kalo gitu, kita mandi bareng aja deh, kata gue sambil ngelepas celana short gue, gue emang sengajain telanjang bulet didepan dia, supaya dia gak malu2 lagi. Akhirnya dia mau juga. Iya deh, gue mandi ditempat lo aja, kata Eri. Nah gituh dong, nanti abis mandi kita nyetel VCD. Ya udah kalo gitu buruan deh kita mandi, kata Eri tergesa2.
Gue antara mau perhatiin dan enggak, tapi ternyata iman gue gak tahan, akhirnya gue perhatiin juga sambil degdegan nungguin Eri buka baju dan akhirnya celananya. Kolornya masih tetep dipake. Bukan dong kolornya cepet, paksa gue. Iya iya ah.......
Kaget juga gue, dan degdegan gak menentu waktu Eri buka CD putihnya. Kontolnya bagus banget, panjang disunat. Bulu jembutnya nggak terlalu lebat, tapi tumbuh rapih disekitar kontolnya yg coklat. Hmmm mirip es krim Mc Donald deh. Hati gue sih maunya langsung gue jilat2, tapi gimana, gue masih belom tau dia homo atau bukan. Bodynya kebentuk bagus, kulitnya halus gak ada jerawat sedikitpun. Pantatnya berotot dan berbentuk. Tangan gue pengen banget ngereme2 pantat sexy kaya gitu.
Akhrinya gue pasang shower aer panas, dan kita ganti2an mandi. Sambil curi2 kesempatan didalem kamar mandi yg kebetulan rada sempit kalo dipake berdua (untung bo!), gue sengajain kontol gue ditempel kepantatnya. Tapi Eri gak ada reaksi apa2, kecuali tangannya sibuk ngegosok2 badannya yg sexy. Terus setelah itu gue tawarin dia shampo: Nih shamponya! Oh Thanks Dit! Sambil nyampo kita ngobrol2 soal Video Bokep. Lama2 kontol gue gak bisa kompromi juga, dan sedikit menunjukan kejantanannya. Hhhhm... kontol gue jadi setengah ngaceng. Diem2 Eri memperhatikan juga kontol gue yg mulai membesar. Setelah kita nyuci rambut, gue sodorin dia sabun, dan sekalian nanya: Mau gue sabunin punggungnya? Eri gak jawab apa2, tapi tangan gue langsung nyabunin punggungnya yg mulus. Kontol gue dari setengah ngaceng jadi makin gede aja dan menghadap keatas. Kontol gue cukup gede dan rada bengkok kekiri. Tangan gue gak mampu nyembunyiin kontol segede ini. Eri sebenernya udah ngeliat dari tadi bhw kontol gue udah ngaceng. Kepalang tanggung, gue ajak aja dia ngocok. Tangan gue sambil narikin biji, Ri gue jadi horny nih, ngocok bareng yo. Eri bener2 kaget gue tanya gitu, tapi keliatannya dia juga ketularan gue, kontolnya makin lama makin gede. Gue tanya: Genean mana sama gue? Kontol lo juga udah ngaceng tuh! Eri sambil malu2 jawab: Keliatannya elu punya deh yg lebih gede. Gue berkelit: Nggak ah, sama tuh. Coba deh ukur, ajak gue sambil ngedeketin kontol gue ke kontolnya dia. Jreng...... Eri diem aja waktu kontol gue nyentuh penisnya dia yg udah ngaceng. Gue tarik kontolnya lalu gue taro kontol gue dibawah kontolnya dia. Tuh kan... sama, kata gue.
Gue makin hot aja, tangan gue gak mau gue lepasin dari kontolnya yg sementara gue udah pegang. Sedikit demi sedikit gue tarik kontolnya dan gue locoin. Kontol gue makin ngaceng, dan Eri keliatannya makin keenakan.
Upps... horny banget nih, kata gue. Enak banget yah ngeloco... Eri kadang2 memejamkan matanya, hmm hhmm, ia yah, kenapa yah enak kalo kontol diloco. Ohhh sshh shhh, hmmm, aduuhh.. shhh shh, cllok cllok cllok...
Aduh Ri, enak banget nih. Gue deketin badan gue ke Eri, kontol kita masing2 udah ngeluarin precum banyak banget, licin banget, apalagi dibantu aer anget yg mancur dari shower. Gue ambil kontolnya Eri, gue arahin keatas dan ditempelin ke kontol gue yg udah menghadap keatas. Akhirnya kontol kita bersatu dan pake tangan kanan gue diloco berdempetan. Tangan kiri gue megang pinggangnya, dan pelan2 gue pijet pantatnya. Mulut gue udah deket banget sama mulut Eri yg dari tadi menganga keenakan. Ohhhh... hhhh Ri, enak banget yaach... Lu suka nggak? Eri langsung buka matanya lebar2 dan nanya: Dit, lu gay yah? Anjrit, gue jadi kaget ditanya kaya gitu, tapi gue pura2 tetep tenang: Nggak tau gue gay apa enggak, tapi sekarang gue ngerasa enak banget, gue suka banget, gue juga bisa tiap hari kaya gini. Lu suka juga kan??? Eri terdiam sejenak: Gue juga gak tau tuch Dit, tapi emang enak banget kok, gue juga suka. Gue langsung bales: Ri, boleh gak gue nyium elu? Eri tetep diem, dan mulut gue langsung ngedeketin mulutnya dia, lidah gue keluarin dan pelan2 maenin lidahnya dia. Mata Eri tertutup, keliatannya dia nikmatin hubungan sex ini untuk pertama kalinya. Tangan gue meluk pinggang Eri and Eri juga gitu, lidah kita maen ganas ala french kiss, sementara kontol kita gosok2in satu sama laennya. Setelah itu gue alihkan kontol Eri diantara paha gue dan gue jepit. Gue suruh dia goyangin biar lebih kerasa. Sementara kontol gue ditempel keperutnya.
Ohhhh hmmm nikmat banget, badan Eri mulai dari leher, dada, perut gue jilat2. Dia cuman kegelian dan minta terus. Dan akhirnya kontol yg dari tadi gue pengen jilat ada didepan idung gue. Gue maenin bijinya dan mulut gue langsung ngejilat batangnya, sekali2 gue kenyot abis....
Enak Ri? cllokk cllokl . Hmmm enak banget Dit, terusin dong.....Tunggu, lu nungging deh sekarang, gue pengen ngejilatin bool lu. Tanpa babibu lagi Eri langsung ngasih lubang pantatnya, dan gue jilatin mulai dari pinggiran duburnya yg rada berbulu sampei silitnya. Kadang2 silitnya gue buka, dan lidah gue masukin sebisanya. Dia cuman bisa mengerang2 keenakan.
Ri, sekarang isep kontol gue dong! Eri langsung jongkok dan ngisep penis gue yg bengkok ini. Nah sekarang gue udah pasti, bahwa Eri sebenernya juga punya darah gay, dia juga suka cowok. Pantesan dari tadi dilapangan basket, kadang2 dia ngeliat keselangkangan gue. Wah hati gue bener2 happy, apalagi Eri udah ada didepan gue sambil ngejilatin kontol.
Setelah lama dia ngisep kontol, badannya gue angkat keatas, gue juga udah gak tahan lagi pengen orgasmus. Ri, gue pengen muncrat nih, mani gue udah gak bisa gue bendung lagi. Dit, gue juga udah gak tahan nih. Sambil melintir dan mijet2 putingnya, terus kita hadap2an, dan tangan kanan masing2 dengan senjatanya. Kocokan kita makin keras dan cepat aja.
Yahhh yahhh, ohhh, pphh phh yeaah....Dit cium gue dong! Eri pengen banget gue cipok, tapi gue sengaja gak mau ciuman, karena gue pengen ngeliat mukanya dia pas lagi orgasmus. Itukan horny banget.
Mhhh... ohhh ohhh ohh, clllk clllk clllk, bunyi kocokan kontol dua orang yg lagi ngocok. Eri gue udah mau keluar nih..... Dit gue juga bentar lagi keluar.....Ri, muncratin diperut gue yah.... Iyahhhh iyaahhh Dit... ohhhhhh ohhhhh Aduh gue keluar nih.... ahhhhhhh ahhhhhh ahhhhh ahhhhhh. Ribut banget suara kita berdua yg lagi bareng2 orgasmus. Hmmmmm ohhhhhh hhhh hhhhh hhhh hhhh.
Aduh Ri, enak banget, lemes banget ....Beneran nih Dit, gue puas banget.... elu juga puas kan. Puas dong jawab gue spontan. Sambil ngebelai2 rambut Eri dan tangan kiri masih mijet2 pantatnya, gue sempetin nanya: Ri, kalo abis mandi, kita maen lagi yu. Nanti pantat lo gue jilatin deh. Eri sambil tetep malu2 bilang: boleh aja....
Ngomong2 lu mau nggak gue entot? Tanya gue. Ah...gimana tuh? Tanya Eri. Bukannya nggak bisa. Ohhhh tenang deh, nanti gue jilatin dulu biar rilex. Yah gak tau ah, bantah Eri, tapi liat aja nanti.
Dengan mesra gue bisikin kekuping Eri: Mau gak lu kita maen bertiga? Hahhh, sama sapa? Tanya Eri. Eh...mau gak, kalo mau kita panggil pembantu gue, kata gue. Ahh...apa mau dia? Tanya Eri lagi. Mau lah.... elu kan cakep banget, pasti deh dia mau. Akhrinya Eri bilang: yah coba aja, kalo dia mau kenapa enggak....
So, ini kisah nyata gue. Sementara gue tulis sampe sini dulu, nanti gue sambung lagi dengan cerita kita maen bertiga sama Aan, pembantu gue.
See you then. Didit

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar