Rabu, 22 Desember 2010

111111

DIENTOT DI WC KONTRAKAN(SESAMA PRIA)

By igunsetiawan@ovi.com

submitted December 20, 2010
Translate from:
To
Text Size:

NYATA Ketemu lagi dg igun setiawan 32th di Cikupa Tangerang kosong,delapan,lima, enam,sembilan,satu, dua,sembilan,satu,empat,tiga,tiga. Setelah aq dikcewain bf ku alai baru aku nulis pngalaman hdupku dg sesama cwok.siapa tau ada yg mau jadi bf ku atau mau ngentot ma aku.

Kejadian ini ku alami tgl 7-12-10 tpatnya hari slasa jm 11 siang.jm 10 aku dijmput ma tguh 28th nak pasar kemis didpan pbrik torabika.trnyata teguh anaknya agak kcil tapi tinggi.putih dan cakep.stlah knalan aku dibatwa ke psar kemis tmpat dia ngntrak.trnyata dikntrakanya ada anak dan pmbantunya.trus aku mau ml dimana ya,ku jadi penasaran.ayo gun ikut aku.kmudian aku ngikuti teguh kluar lwat dpur.diluar ku lhat ada 2 kmar mandi/WC.Ayo gun kita msuk mpung gk ada yg lhat.gila kamu..aku tkut ah.ayo aman.kmudian teguh menarik tangan ku msuk WC.gila dlam WC dah ada hnduk,citra n sbun.pdhal WC Itu buat rame2.gun aku dah gk kuat.kmudian teguh lngsung meluma bi2r ku.gila enak bnget.tanpa sdar lidah kamipun menari2 dlam mlut scara brgntian.smbil mlumat bi2r kamipun membuka pkain kami hingga tlanjang bulat.mata tguh mlotot mlihat kntol ku yg bsar.gila kntol kamu diapain gun bisa gdek bnget.teguh lngsung menubruk kntol ku dan menghisapnya.aaaah enak bnget aq gk kuat.smpai tguh ku pepetin ditmbok dan ku entot mulutnya.ah ah ah ah guh mlutmu enak bnget.kntol kamu juga gun.aku suka bnget.aku trus ngentot mulut tguhg.smpai akhrnya guuuh trima pjuh ku.crot crot crooot,pjuh ku muntah dlam mlut tguh dan lngsung diminumnya.sila diluar ada yg mau mandi.kamipun pura2 mandi dan mngguyur badan.stelah mrasa aman kamipun mlanjutkanya.

Aku gntian ngisep kntol tguh.kntolnya kecil tapi dia cakep.stelah kntolnya ngaceng aku pun brhenti.guh entot aku.ok gun aq bosen ma memek.pingin cari yg smpit.kmudian aku nungging kmudian tguhpun mengolesi kntolnya juga lbang pntat ku.kmudian kntolnya ditancapkan dipntatku.jleeeep aaaaak enak bnget.kmi brdua mrintih kenakan pas kntol masuk kepntatku.kmudian teguhpun memompa pntat ku dg kntolnya.gila enak bnget.gun nikmat gun,ah ah ah aaaaah.tguh mengocok kntol ku kntolnya nancap di pntatku,sdang mulutnya mlumat bi2r ku dari blakang.pkoknya enak bnget.bagi yg prnah krasain psti bisa membayangkan btapa enaknya.gun gila enak bnget,aku juga guh.entot trus guh yg dalam.aku suka.gun aku keluar aaaaak,crot crot.pjuh tguh muncrat dlam pntat ku.nerima smburan2 pjuh tguh akupun trangsang lbih nikmat.gila kntolmu kedut2 dlam pntat ku guh.aku gak kuat.aaaaah crot 5x...,akupun muncrat.kmudian tguhpun mencabut kntolnya.setelah kami mandi kamipun keluar WC satu satu biar kalo ada yg lhat gak curiga.

Bagi yg mau isep2an kontol dan entot2an ma aku sms aja kosong,delapan,lima,enam,sembilan,satu,dua,sembilan,satu,empat,tiga,tiga.pasti aku layani.




* Home
* Advanced Search
* Login
* Register
* Contact Us
* Read Blog
* Adult DVDs & Toys
* MenOnTheNet.com HOME

Penyerahan diri Maxmillian untuk dicabuli demi biaya kuliah.

By Julio Fernandez

submitted December 19, 2010
Translate from:
To
Text Size:

MAXMILLIAN

Seperti lazimnya sorang manusia, meskipun aku seorang cowok homosex [gay], aku juga bisa jatuh-hati atau jatuh-cinta [?] tanpa sebab. Kata orang aku terkena panah Amor. Itulah yang aku alami dengan Eliyan. Sebetulnya, nama panjang Eliyan adalah Maxmillian. Tapi di rumah dan di kantor dia dipanggil Eliyan.Seperti umumnya pemuda sekarang,Eliyan kerja sambil kuliah.Entah kuliah di perguruan tinggi dengan status apa. Terdaftar, diakui, terdengar atau sekedar diridhoi. [Ha, Ha, Ha !].

Eliyan kerja dengan status Office Boy.Sebetulnya Eliyan bisa jadi Satpam kalau mau. Tapi dia memilih jadi Office Boy. Di perusahaan kami, banyak Office Boy yang kemudian jadi staf biasa. Eliyan juga berharap seperti itu, apalagi dia bisa komputer dan bahasa Inggris-nya lumayan. Sekali-sekali orang menyuruh Eliyan mengetik dengan komputer atau menjawab surat-surat jika di kantor sedang ada banyak tugas,seperti akhir tahun pada waktu laporan keuangan dan laporan lain-lain harus disusun.

Pada mulanya perasaanku pada Eliyan biasa-biasa saja.Tapi entah kenapa,tiba-tiba saja berahiku pada Eliyan terbit. Jika dipandang-pandang, memang Eliyan berwajah tampan.Tubuhnya juga atletis,putih bersih,dan dari tubuhnya terpancar bau harum.Entah minyak wangi,jamu atau bunga-bungaan apa.Kalau ada kerja lembur [overtime] di hari Sabtu atau Minggu, Eliyan mengenakan baju kaos [T-shirt] dan nyata sekali tubuhnya atletis, ketat, berotot. Terutama bagian lengan-nya - terkesan sesak [kekecilan] , karena bisepsnya yang besar dan atletis. Bisa jadi hal itu yang bikin aku naksir pada Eliyan.Sekali-sekali di dadanya yang ter-tutup T-shirt itu membayang puting susunya yang melenting di puncak bukit dada -nya yang menonjol kedepan dan ditingkah perutnya yang rata!Agh!Mana tahan?

Sejak aku jatuh-hati pada Eliyan,aku sering memberinya uang [tip],tanpa sebab. Sekedar bantu-bantu Eliyan. Meskipun gaji Eliyan lebih besar daripada gaji PNS [Pegawai Negeri Sipil] se-levelnya, tapi aku tahu, gajinya tak cukup untuk bayar uang kuliah.Sejak aku sering memberinya tip, Eliyan jadi "dekat' dengan aku dan kalau di sekitar kami tak ada orang lain,aku sering memeluknya,mengelus-ngelus punggung atau lengannya yang kekar.Dia membiarkan saja aku berbuat begitu. Mungkin dianggapnya "pelukan sayang" atau "elusan sayang" seorang kakak atau seorang teman. Padahal aku amat menikmatinya [Ha, Ha, Ha].

Suatu kali aku menawarkan untuk membayari uang kuliah-nya. Eliyan, mengata-kan sebaiknya aku meminjaminya uang-kuliah.Tapi aku aku insist [berkeras] akan membayarinya - dia tidak usah pinjam dan nantinya tidak usah membayar atau melunasinya. Meskipun mula-mula Eliyan agak ragu - tapi akhirnya dia mau juga -dan mengucapkan terima-kasih.

Sejak aku membayari Eliyan uang-kuliah - hubungan kami "makin dekat". Bahkan aku sering minta Eliyan menginap di rumahku dan kami pun tidur berdampingan. Tentu saja mula-mula aku bersikap biasa-biasa saja [sambil menahan berahiku yang sudah naik otak nyaris tak tertahan]. Setelah itu rutin, Eliyan menginap di rumahku,sambil bantu-bantu membersihkan rumah bahkan kadang-kadang kami masak bareng untuk makan siang pada hari libur - atau untuk makan malam.

Pertama kali Eliyan membantu bersih-bersih dirumahku[menyapu dan mengepel], aku menganjurkannya telanjang-dada. Kataku :

"Dibuka aja bajunya.'Kan gerah kerja pakai baju", mula-mula Eliyan agak ragu. Tapi akhirnya dia buka baju juga. Telanjang dada. Tentu saja berahiku jadi naik ke otak melihat keindahan tubuh Eliyan yang atletis, ketat dan berotot itu! Tidak tampak sedikit pun gumpalan lemak di tubuhnya. Tubuh Eliyan indah sekali! Tak kalah dengan keindahan tubuh bintang film cowok Holywood.Walaupun aku amat terangsang tapi - nafsuku aku tahan-tahan.Kalau aku berbuat yang aneh-aneh aku takut akan "kehilangan" Eliyan yang tampan dan jantan itu. Walaupun dia hanya seorang Office Boy !

Kamar tidurku sejuk, karena aku tinggal di apartemen yang letaknya di lantai 10. Cukup tinggi dan nyamuk tak bisa terbang setinggi itu. Karena itu aku biasa tidur membuka pintu ke balkon dan jendela keluar. Hawa sejuk angin malam terasa segar dan aku suka itu.Kamarku tidak dilengkapi tempat tidur,aku tidur di karpet. Karpet itu terbuat dari bulu-domba, bukan dari karet atau plastik,sehingga terasa hangat tetapi tidak panas jika dijadikan alas tidur.Karena karpet itu cukup tebal, maka aku tak perlu tidur beralas bantal di kepala.Jika Eliyan menginap di rumah ku, kami tidur berdampingan di karpet. Jika aku tidur sendiri [seperti umumnya cowok gay dan para Taruna Akmil] aku tidur telanjang-bulat .

Tapi kalau Eliyan sedang menginap di rumahku aku "terpaksa" tidur mengena-kan kancut. Meskipun kancutku juga rancangannya minim [maximum exposure]. Kancut itu berfungsi sebagai jockstrap [supporter, suspensoir] atau penahan burut [kondor, hernia]. Praktis hanya kontol,biji-peler dan sebagian jembut yang tertutup kain kancut.Kain kancut itu hanya ada di bagian depan.Sedangkan pada bagian samping kiri dan kanan berbentuk rantai logam anti-karat dan bagian belakangnya berbentuk tali-kain yang tebal. Meski kancut itu sangat minim,tetapi cukup baik untuk menahan atau mencegah kondor.Aku bisa mengenakan kancut itu untuk latihan beban atau bahkan jogging - kalau aku mau - tanpa ada resiko biji-peler atau selaput inguinal-ku [kata dokter] jadi kondor. Kancut itu mencekal kuat pada bagian panggulku.Sehingga, kontolku sering jadi tegang terangsang [ngaceng] jika aku baru saja mengenakannya. Tak jarang aku "terpaksa" harus ngeloco untuk mengentengkan rangsangan di kontolku atau kalau aku sedang sendirian aku jadi terpaksa melepaskan kancut itu,telanjang bulat,karena kontol-ku yang tegang membesar itu jadi terasa sesak di kancut yang seminim itu dan terasa agak sakit walaupun bercampur rasa nikmat juga [Ha.Ha.Ha.].

Sejak Eliyan sering menginap dan bekerja bantu-bantu di rumahku, aku sering membelikannya baju,celana, sepatu dan pakaian dalam.Tentu saja aku belikan kancut model yang sama dengan kancutku merk Calvin Klein yang harganya sekitar US $ 30,- atau sekitar Rp 270.000,- Seperti biasa,aku harus memesan-nya dari salah satu negara Eropa,sebab di dalam negeri kancut minim seperti itu tidak dipasarkan.Mungkin tidak laku, karena orang malu jika akan membelinya.

MENELANJANGI ELIYAN

Ketika pertama kali mengenakan kancut itu, Eliyan tidur di sampingku di rumah. Aku bisa merasakan Eliyan gelisah.Mungkin karena, kontolnya jadi tegang dan terangsang. Oleh karena itu aku mencoba "membantunya", kataku :

"Tegang,ya?", Eliyan menjawab tersenyum,tapi dia tidak tampak malu-malu, kata-nya :

"Iya Pak, kancutnya ketat sekali", Lalu kataku lagi, menimpali :

"Ya sudah lepas saja",

Akupun bangkit dari berbaringku dan langsung membantu melepaskan kancut Eliyan - tanpa menunggu persetujuan atau izin Eliyan.Kancut minim itu aku plorot-kan sehingga Eliyan telanjang-bulat dan aku pun langsung menampak kontolnya yang tersunat ketat dan tegang [ngaceng],mencuat ke atas,seperti Rudal Patriot buatan Amerika[atau Rudal Scud buatan Soviet dulu],yang dipakai dalam Perang Irak. Kepala kontolnya[glans penis] merah-ungu berkilat dan lobang kencingnya tampak menganga.Hamparan jembutnya lebat,tebal,hitam,dan tumbuh luas tapi terkesan indah dan jantan sekali! Ditelanjangi begitu Eliyan pun bereaksi dan dia bangkit dari duduknya. Katanya :

"Saya telanjang Pak!",maksudnya dia mau minta maaf bahwa dia telanjang-bulat. tapi aku cepat-cepat menimpali, kataku :

"Nggak apa-apa. Kita sama-sama lelaki".

"Sudah. Baring saja lagi".Eliyan menurut dan dia berbaring lagi.Aku lalu mengatur kedua tangannya agar menyangga kepalanya,sehingga kedua tangannya keatas dan aku bisa melihat kedua belah ketiaknya exposed [terpapar] dan ditumbuhi bulu-ketek hitam - tumbuh rapat dan memanjang di sepanjang lekukan ketiaknya. Terkesan tumbuh tebal. Indah sekali! Aku suka itu!Aku melebarkan kangkangan kakinya.Eliyan dan dia menurut saja. Lalu kataku lagi :

"Aku entengkan sedikit, ya",Eliyan mungkin tidak tahu maksudku.Aku memegang kontol Eliyan setengah menggenggam ringan - Eliyan terbangun seperti terlonjak, katanya :

"Pak....", tapi aku baringkan lagi tubuhnya pelan dan aku melanjutkan pekerjaan-ku merangsang kontol Eliyan. Aku raba, aku raba.. aku elus, aku elus. Aku bisa merasakan kontol Eliyan makin tegang.Pelan aku mainkan sisa-sisa frenulumnya, yaitu bagian di bawah lobang kencingnya. Mungkin masih ada sisa kulit-kulup di bagian frenulumnya yang belum sepenuhnya dipotong-habis waktu Eliyan sunat dulu. Sebab, aku melihat Eliyan menggelinjang kenikmatan. Aku pun mengelus puting susunya yang tampak makin tegang dan melenting. Aku juga tidak lupa meraba lekukan dada dan perutnya. Lalu aku juga menekan panggulnya kiri dan kanan ke arah dalam, sehingga Eliyan makin merasa tambah nikmat di kontolnya.

PEJUH ELIYAN MUNCRAT

Kemudian aku lanjutkan kerjaku merangsang dan mengelus kontol Eliyan yang makin tegang, sehingga urat-urat darahnya mulai terlihat di batang kontolnya. Aku mulai meraba lobang kencingnya dan aku merasakan cairan lengket ! Pasti cairan mazi [pre-cum] Eliyan sudah keluar. Lalu tanpa ragu aku menunduk dan memasukkan kontol Eliyan ke dalam mulutku, mengulum dan mengisap... !Eliyan tampak kaget dan dia tergelinjang seperti mau bangkit dari berbaringnya. Kata-nya :

"Pak...", tapi terlambat....Bersamaan dengan itu aku merasakan pancaran pejuh dari lobang kencing Eliyan:CROOOOOOOT!CROOOOOOOOT! CROOOOOOT! Pejuhnya muncrat dan muncrat lagi, seakan tak ada habis-habisnya. Ketika aku lepaskan kuluman mulutku dari kontolnya,aku masih bisa melihat lelehan pejuh-nya.Akupun menjilati,mengisap,sekalian menelan pejuh Eliyan sampai habis,licin tandas.Sehingga lobang kencing Eliyan jadi bersih dari pejuh !.

EPILOGUE

Sejak kejadian itu, setiap Eliyan menginap di rumahku, aku selalu memain-main-kan dan merangsang kontolnya ! "Tidak lupa" aku juga menggerayangi tubuh Eliyan.Selalu saja aku mainkan kontol Eliyan sampai pejuhnya muncrat !Tetapi aku belum puas. Aku ingin bisa mencabuli pemuda tampan yang "hanya" Office Boy itu setiap hari.Sebab itu aku mengusulkan agar Eliyan mau pindah ke rumah-ku, dengan alasan supaya menghemat biaya kontrak rumah. Aku juga berjanji akan memberi semacam uang-saku atau gaji untuknya. Mungkin karena sudah biasa menginap dirumahku dan tertarik pada uang-saku yang lumayan itu,Eliyan mau juga pindah ke rumahku dari rumah kontrakannya.

Seminggu kemudian Eliyan pindah ke rumahku dan dia aku beri kamar sendiri untuk menyimpan barang-barangnya. Tetapi dia tetap tidur bersamaku di kamar tidurku. Setelah Eliyan pindah ke apartemenku,maka aku pun jadi bisa mencobai lobang-pantat [bool, silit] Eliyan untuk aku sodomi dengan kontolku yang ukuran-nya lumayan besar [tidak kalah dengan ukuran kontol RG pemilik suatu super market]. Itulah pertama kalinya aku merasakan nikmatnya kontolku dijepit oleh otot lobang-pantat [sphinter ani] sesama jenis. Memang Eliyan tampak kesakitan ketika dia sedang tidur menyamping [telanjang bulat, sesudah barusan aku loco kontolnya] - tiba-tiba aku embat boolnya dari belakang. Eliyan setengah menjerit kesakitan :

"AGH ! Sakit Pak!",katanya, tapi aku makin bernafsu untuk menyiksanya dengan lebih sadis lagi! Sekalian aku gampar paha Eliyan dengan tamparan KERASSS ! tangan Brajamusti-ku: "PLAKK! PLAKK!" dan Eliyan berteriak lagi kesakitan :

"Sakit,Pak!Jangan Pak!", tapi nafsuku makin menggila dan kontolku aku pompa-kan, maju-mundur agar dia merasa tambah kesakitan di boolnya - bagaikan aku sedang mengentoti nonok perempuan! Agh! Nikmat! Maju-mundur,maju-mundur, maju-mundur,maju-mundur, diseling dengan tamparan keras di paha kanannya [karena kami berbaring miring ke samping dan disangga bagian kiri tubuh kami] diiringi rintihan kesakitan di mulut Eliyan :

"Agh! Agh Aaaaaaaagh!", tubuh Eliyan basah bercucuran keringat, berkilat-kilat dan terasa licin dalam gesekan-gesekan dengan tubuhku yang juga telanjang-bulat. Eliyan berkeringat karena dia menahan rasa nyeri yang amat sangat di boolnya !

Untuk memuaskan nafsuku memperkosa Eliyan, "tak lupa" aku mengocok-ngocok dan meloco kontolnya. Kontol Eliyan terasa tegang mengeras dalam genggaman tanganku!Agaknya sodokan-sodokan kontolku di bool Eliyan sekaligus menekan-nekan kelenjar-prostatnya [yang letaknya di arah bagian depan lobang boolnya, di belakang saluran kencing di kontolnya] sehingga kontol Eliyan jadi ngaceng tanpa di sengaja !?

Akhirnya aku tak kuasa menahan pejuhku agar tidak muncrat ! Kontolku pun aku cabut dari silit Eliyan. Aku bermaksud memuncratkan pejuhku di belahan silitnya. Agar pejuh Eliyan bisa muncart bareng dengan semburan pejuhku,aku menahan sejenak agar pejuhku tidak muncrat - lalu aku loco-loco batang dan kepala kontol Eliyan kasar.Kemudian secara sinkron dengan locoan tanganku di kontolnya, aku sodok-sodok lagi pelan-pelan kontolku ke silit Eliyan dan.. Agh!.....CROOOOOT! CROOOOOT!CROOOOOT!Pejuhku muncrat keluar diikuti dengan rasa denyutan -denyutan di batang kontol Eliyan yang ada dalam genggaman tanganku. Rupa -nya pejuh kami berdua berhasil muncrat hampir bersamaan - sebab selain ada-nya denyutan di batangya aku juga merasakan lendir lengket keluar [pre-cum, mazie] dari lobang kencing Eliyan.Lalu diikuti semburan-semburan cairan kental: CROOOOT! CROOOOT! CROOOOT! Nikmat sekali ! Nyawaku serasa moksa ke nirwana dan seakan-akan aku mencapai tahap kesunyataan mulia dan menjadi seorang Boddisatwa!

Aku berharap agar selama Eliyan aku biayai kuliahnya, dia tetap mau menyerah-kan diri dan tubuhnya buat pemuas nafsuku,dengan meloco kontolnya,meminum pejuh yang dimuncratkannya, dan menyodomi boolnya! Tentu, dengan sepuas-puas nafsu berahiku ! Ta'i ! Memang aku jadi tambah pengeluaran setiap bulan-nya, tetapi uang bukan masalah bagiku ! Kapan lagi aku bisa menikmati tubuh Eliyan yang tampan, jantan dan atletis itu ? Meskipun dia hanya Office Boy yang sedang kuliah untuk meraih gelar strata-1 [S-1].

[JULIO FERNANDEZ]




Penjaga perbatasan pulau-pulau terpencil dan terluar.

By Julio Fernandez

submitted June 13, 2010
Translate from:
To
Text Size:

OPERASI MILITER DI PERBATASAN

Akhirnya kami tiba juga di tempat penugasan atau pos kami di pulau terluar. Ada beberapa pulau yang harus dijaga. Kesatuan kami adalah kesatuan setingkat kompi atau dalam Bahasa Inggris disebut: company.Markas kompi kami di daerah operasi ini ditempatkan di pulau yang terdepan, terluar atau paling luar. Semua pulau yang berada dalam pengawalan atau penjagaan kompi kami adalah pulau yang tidak berpenghuni tetapi letaknya sangat strategis.

Militer asing dan kapal-kapal asing terutama kapal penangkap ikan dari Thailand - yang semuanya beroperasi illegal mencuri ikan di perairan negara kami,juga tak akan kami biarkan untuk mendekat apalagi mendarat. Kebiasaan dari awak kapal penangkap ikan Thailand biadab ini adalah melepaskan puluhan ular cobra di pulau-pulau terpencil agar orang atau penduduk sekitar tak berani mendatangi pulau-pulau ini.Sehingga mereka dapat leluasa mendarat untuk beristirahat atau mencari air-minum pada waktu mereka mencuri ikan di pulau-pulau ini.

Para nelayan Thailand yang semuanya biadab [dan semuanya (100%) pengidap virus HIV penyebab penyakit AIDS ], juga merupakan sumber-utama penyebaran penyakit AIDS di negara kami. Penyebaran dan penularan AIDS ini terjadi karena para nelayan Thailand biadab sering diam-diam lego jangkar di dekat pelabuhan resmi [walaupun tidak merapat]. Meski kapal mereka tidak merapat di pelabuhan-pelabuhan resmi,tapi mereka di-supply pelacur oleh sindikat yang menyediakan pelacur dari daratan. Pelacur-pelacur ini dibawa dengan kapal dari daratan untuk dientot di atas kapal ikan oleh para nelayan Thailand biadab ini!Ta'i!Para pelacur pasti akan tertular virus HIV - sewaktu dientot para nelayan asing ini - dan setelah mereka kembali ke daratan maka para pelacur ini akan menulari para pelanggan [klien] mereka yang berikutnya.Para pelanggan ini kemudian akan menulari isteri-nya dan orang-orang lain yang mereka entot kemudian,begitu seterusnya!Sebab, laki-laki yang suka melacur umumnya adalah pengentotan, yaitu suka ngentot kapan saja, dimana saja,dan dengan siapa saja ! Ta'i !

Bukan itu saja,tak jarang, kapal-kapal ini juga meninggalkan begitu saja awaknya di daratan [secara illegal],karena sakit atau karena tidak disukai.Awak kapal yang ditinggalkan ini biasanya bukan orang-Thailand,melainkan nelayan warga negara lain yang bekerja di atas kapal ikan Thailand.Terutama adalah nelayan asal dari Myanmar, Kamboja atau Laos.

Orang Myanmar, Kamboja, atau Laos yang ditinggalkan ini kemudian menetap secara illegal di negara kami, bahkan terkadang kawin dengan wanita setempat sambil menyebarkan penyakit AIDS. Selama dalam pelayaran,nelayan-nelayan Thailand ini juga sering menyodomi awak kapal non-Thailand di lobang-pantat-nya.Itulah sebabnya seluruh awak kapal dan nahkoda kapal-kapal ikan Thailand, ketularan virus HIV, penyebab AIDS! Sebab, orang yang disodomi oleh laki-laki pengidap HIV pasti [100%] akan ketularan penyakit AIDS.Karena, lobang pantat yang kecil itu selalu mengalami luka kecil-kecil waktu digesek-gesek oleh gerakan keluar-masuknya kontol yang menyodominya ! Di luka- kecil-kecil itulah virus HIV masuk dari penyodomi ke orang yang disodomi !

Jadi, operasi militer yang dilaksanakan kompi kami adalah operasi militer yang sangat penting. Bukan hanya menegakkan kedaulatan dan menjaga keutuhan negara, tapi juga mencegah penyebaran penyakit AIDS !

AKU DAN BANG VICKO

Namaku Deffry, aku adalah seorang perwira berpangkat Letnan Dua [ Letda - Second Lieutenant ]. Komandan Kompi-ku, biasa aku panggil Bang Vicko adalah seorang perwira berpangkat Kapten [ Captain ].

Aku kagum pada Bang Vicko dan bangga jadi anak buah beliau. Karena Bang Vicko adalah seorang komandan militer yang hebat, berwajah tampan, bertubuh atletis dan punya otak yang cerdas. Sejak aku masih jadi kadet [taruna] di akmil [akademi militer] aku sudah jadi pengagum beliau.Waktu aku masih jadi kadet di akmil, beliau sempat jadi instruktur.Bang Vicko terkenal suka memberi hukuman fisik berat jika kadet yang dilatihnya melakukan kekeliruan!Bukan hanya berupa hukuman fisik,seperti lari lima km atau push up dan sit up ratusan kali. Tapi juga dengan tamparan di pipi, tonjokan diperut atau tendangan. Kami, para taruna yang pernah dilatih Bang Vicko, menyebut tamparannya yang keras [PLAKK! PLAKK!] sebagai tamparan "Brajamusti".Sebab,taruna yang ditampar Bang Vicko dijamin pasti dari mulutnya akan keluar darah!Seperti orang yang sedang makan sirih ! [ Ha..ha..ha..! ].

Bang Vicko juga pelatih karate kami.Beliau suka melatih para taruna di siang hari yang panas terik,di lapangan terbuka! Waktu latihan kami diharuskan buka-baju. Bang Vicko sendiri juga buka-baju. Sehingga, kami para taruna dapat melihat keindahan tubuh Bang Vicko. Otot dadanya amat menonjol ke depan ditancapi oleh sepasang puting-susu yang ketat, tegang dan melenting. Perutnya rata dan kencang serta dihiasi tonjolan otot yang membentuk pola six-packs! Lengannya besar,kekar,dan amat berotot.

Kami semua, termasuk Bang Vicko,mengenakan celana-karate. Terkadang oleh gerakan tertentu, maka di celana karate Bang Vicko [ pada bagian kontolnya ] ada tonjolan yang mengesankan bahwa ukuran kontol Bang Vicko lumayan besar [dalam tanda-tanya]. Pertanyaan ini kemudian terjawab, karena Bang Vicko juga pelatih fisik kami.Maka beliau juga pelatih renang kami,baik untuk renang-militer maupun renang biasa. Jika, pada waktu latihan renang-militer kami berpakaian militer lengkap dengan helm dan senjata, Maka pada latihan renang-biasa, kami harus bertelanjang-bulat - termasuk instrukturnya.Di situlah aku dapat membukti-kan dengan mata kepalaku sendiri bahwa ukuran kontol Bang Vicko memang besar ! Mungkin hanya sedikit lebih kecil dari ukuran kontol kuda Australia atau kuda Arab. Jembutnya tumbuh lebat, hitam, tebal, dan terhampar luas, seakan melatar-belakangi kontolnya yang besar yang juga digantungi oleh sepasang biji-peler yang ukurannya proporsional dengan besar kontolnya ! Seluruh kulupnya sudah habis terkudung [dipotong],waktu Bang Vicko disunat dulu.Sehingga pola sunatnyapun sempurna:high and tight!Apabila oleh suatu hal beliau mengangkat lengannya ke atas untuk melakukan sesuatu,maka kami pun bisa melihat sebaris bulu-ketek Bang Vicko yang tumbuh ringan.Seakan hanya untuk jadi tanda bukti akan kedewasaan dan kelaki-lakiannya yang sempurna.

Bulu-ketek Bang Vicko mungkin tidak lebih lebat dari bulu-ketek penyanyi Latino Ricky Martin [yang sudah mengaku bahwa dirinya gay] atau bulu-ketek penyanyi Ariel Peter Pan yang ditengarai pernah ngentot dengan Luna Maya dan Cut Tari, bergantian sambil direkam video kamera dan kemudian tanpa sengaja videonya tersebar luas keseluruh dunia melalui internet.Setelah aku melihat sendiri ukuran kontol, kelebatan jembut,dan pola pertumbuhan bulu-ketek Bang Vicko dan aku sudah melihat bentuk tubuh beliau yang atletis,ketat,berotot,maka akupun makin kagum saja pada Bang Vicko !

Sewaktu latihan karate, Bang Vicko selalu menggenggam sebilah rotan. Kalau waktu latihan ada taruna yang melakukan gerakan jurus-jurus karate yang keliru atau dinilai kurang bertenaga,maka tanpa ampun taruna tersebut dihajar dengan pecutnya JEPRET! JEPRET! JEPRET! Hanya dua atau tiga kali, tapi pasti akan meninggalkan lecet berdarah!Uniknya,selesai latihan,ternyata tidak ada seorang taruna pun yang ikut latihan karate siang itu - yang tubuhnya bebas luka lecet !. Artinya, semuanya sempat dicambuk Bang Vicko dengan pecut-rotannya ! Oleh karena itu kami para taruna sering berseloroh jika akan latihan karate dengan Bang Vicko:"Jangan kuatir, semua pasti kebagian". Artinya, semua taruna yang ikut latihan karate siang itu pasti akan kebagian merasakan lecutan cemeti Bang Vicko yang terkenal KERAS [!] sampai tubuhnya lecet berdarah [ Ha..ha...ha..! ].

Ternyata kebiasaan "baik" Bang Vicko untuk memperlakukan para taruna dengan kejam waktu beliau jadi instruktur di akmil masih dipraktekkannya sewaktu beliau jadi Komandan Kompi di suatu kesatuan efektif. Di Kompi kami,yang jadi sasaran perlakuan keras dan kejam Bang Vicko adalah para tamtama baru atau prajurit yang baru masuk [Prada/Prajurit Dua].Dalam suatu briefing di Kompi kami Bang Vicko pernah mengatakan kepada kami para Komandan Peletonnya, katanya :

"Cara yang tepat untuk membentuk seorang prajurit baru menjadi tentara sejati adalah dengan sering-sering memberikan hukuman-fisik dan hukuman-badan yang keras"

Aku amat sependapat dengan Bang Vicko. Sebab, pengalamanku menunjukkan, bahwa teman-temanku yang di SMU/SMA terkenal sebagai berandalan dan suka ugal-ugalan,ternyata dapat segera berubah setelah masuk akmil. Itu tentu berkat lecutan keras, tamparan, pukulan, tonjokan, dan tendangan yang sering mereka terima dari para taruna-senior - pada awal mereka masuk akmil dan masih terus dapat mereka "nikmati" sepanjang mereka duduk di bangku akmil. Makin kejam cara yang digunakan maka akan makin cepat hasilnya. Sebab itu capratar yang masih juga belum berubah dengan cara-cara pembentukan [ penyiksaan ] biasa dapat diberikan cara yang "lebih keras", seperti dengan memberi sundutan api rokok menyala,tempelan besi panas atau sengatan listrik ditubuh[kontol] mereka! Dijamin capratar itu akan menggeliat, menggelinjang, dan menggelepar-gelepar karena merasa amat kesakitan ! Tak ubahnya seperti seekor ikan yang diambil dari dalam air lalu dicampakkan ke darat ! [ Ha..ha...ha..! ]

Bang Vicko juga menanamkan kebersihan dan kesehatan kepada para tamtama baru itu.Para tamtama itu diwajibkan mencukur bulu-keteknya sampai bersih dan merapikan pertumbuhan jembut mereka.Jika ada tamtama yang memelihara bulu-ketek atau jembutnya berantakan maka akan langsung dihukum sepuluh lecutan cemeti yang diayunkan dengan keras sampai kulitnya lecet-berdarah di bokong, paha belakang, betis dan punggung!Sementara itu, para tamtama itu juga wajib untuk sunat [ jika mereka belum sunat ]. Sedang mereka yang sudah sunat tapi pola sunatnya tidak high and tight - maka tamtama itu wajib disunat ulang.Tentu saja para tamtama itu hanya boleh sunat di kesatuan - dengan prosedur sunat militer [tanpa anesthesi]. Sehingga mereka dapat merasakan sendiri nyerinya : "the passage to manhood" - cara militer !.

Jika ada tamtama baru di Kompinya yang akan disunat atau disunat ulang, maka Bang Vicko diberi kehormatan melakukan "keratan pertama",yaitu guntingan awal pada kulup. Setelah itu, penyunatan akan diselesaikan oleh tim kesehatan militer yang bertugas.Supaya berkesan bagi tamtama yang disunat, maka Bang Vicko sengaja akan menyentakkan keratan pertama itu dengan keras dan mendadak : "KRES!". Sehingga si tamtama yang disunat itu tampak keget, tergelinjang dan berteriak karena amat kesakitan : "AAAGH !!!", keras sekali ! [ Ha..ha..ha..! ]

Setelah disunat atau disunat-ulang, para tamtama itu dibiarkan telanjang-bulat selama seminggu oleh Bang Vicko.Maksudnya agar luka-sunat mereka tidak ter-gesek-gesek kain kancut atau celana dan supaya mereka tak banyak bergerak. Dengan demikian luka-sunat mereka akan lebih cepat sembuh.

Supaya mereka tidak "mencuri-curi" untuk mengenakan celana atau kancut,maka pergelangan kaki mereka dirantai dengan rantai-logam yang dapat dikunci.Meski -pun kaki mereka dirantai,mereka masih bisa berjalan dan bergerak bebas,walau -pun mereka tidak bisa mengenakan celana atau kancut ! Sebab, terhalang oleh adanya rantai itu.

DI MEDAN OPERASI

Semua pulau tempat operasi militer kami atau tepatnya yang kami jaga dan kami kawal, tidak berpenduduk.Jadi,saat itu penduduk pulau-pulau itu hanya anggota Kompi kami saja. Agar para anggota tidak bosan dan suntuk, maka Bang Vicko menjadwalkan berbagai kegiatan fisik dan latihan militer. Agar tetap ada yang siap menghadapi segala sesuatu yang mungkin terjadi,maka kami tugas gantian.

Di tempat-tempat strategis kami juga membangun tempat-tempat pengintaian dan tempat "stelling" menggunakan bahan-bahan yang ada. Secara periodik jika ada perahu yang mengantar logistik,maka kami juga minta dibawakan karung-karung untuk diisi pasir.Akibatnya,dari jauh, pulau itu terkesan suatu instalasi militer yang siap tempur.Apalagi semua anggota yang bertugas jaga selalu berpakaian siap tempur.

Pulau-pulau itu cukup aman, kerena tidak dihuni oleh ular atau binatang melata seperti biyawak atau buaya. Sehingga kami aman untuk tidur di luar, di alam terbuka.Angin cukup keras bertiup di pulau itu sehingga relatif di pulau itu tidak ada nyamuk. Karena itu kami sering tidur di luar pada malam hari tidak jarang kami terbangun karean tubuh kami diguyur hujan. Di luar jam dinas, kami sering telanjang-bulat saja, untuk menghemat pakaian dan sekaligus melatih fisik kami agar kami terbiasa hidup di bawah tempaan alam. Meskipun demikian kami taat azas dengan jadwal harian: senam pagi, latihan militer,latihan fisik, latihan bela diri, dan latihan beban dan penyusunan laporan-laporan milter. Untuk sementara kami membuat sendiri barbel berbagai ukuran untuk latihan beban. Listrik hanya dari sumber generator dinyalakan sekitar dua atau tiga jam sehari,sekedar untuk membuat laporan, mengakses TV dan Internet dan men-charge HP.

Aku dan Bang Vicko menempati suatu bivak di suatu bukit yang cukup dekat dengan pantai. Bivak itu jadi markas komando dan komnukasi kami lakukan dari bivak itu.Di sekitar bivak itu ada beberapa pohon rindang.Sebagian pohon-pohon itu kami tebang agar ada sedikit lapangan untuk apel atau kegiatan olah-raga yang disinari cahaya matahari. Di malam hari yang gelap aku dan Bang Vicko sering tidur di lapangan kecil itu sambil memandang langit berbintang kadang-kadang kami juga mendengarkan radio atau menghubungi teman dan keluarga dengan HP kami. Karena disitu sinyal paling bagus. Jika hari sudah mulai gelap, maka setelah melakukan inspeksi seluruh pos di pulau dan menelepon semua kontak di pulau lain maka kami beristirahat - cara militer,yaitu telanjang-bulat !

Aku berbaring di samping Bang Vicko di alas rerumputan,tanpa bantal.Yang bisa kami dengar hanya deburan ombak atau terkadang suara jangkrik atau binatang malam lainnya atau suara hembusan angin-malam. Semuanya berjalan biasa-biasa saja dan baik-baik saja, sampai kira-kira sebulan setelah kami mendarat di pulau itu.

DICABULI BANG VICKO

Malam itu seperti biasa aku dan Bang Vicko tidur di lapangan kecil di dekat bivak. Waktu akan berangkat tidur di lapangan, aku masih sempat melihat ke arlojiku di dalam bivak, saat itu jam 22:00.Kami berdua berbaring berdampingan,telanjang-bulat,dan seperti biasa kami ngobrol dulu.Aku merasa,malam itu Bang Vicko agak lain, dia seperti gelisah dan nada suaranyapun lain.Tapi aku tak berani bertanya, bagaimana pun juga Bang Vicko adalah atasanku.

Kami berhenti ngobrol,tapi aku belum mendengar suara nafas teratur dari Bang Vicko,artinya beliau masih belum tertidur. Tiba-tiba aku merasa atau melihat di dalam sinar bulan......Bang Vicko seperti bangkit....... lalu dia mendekati aku. Aku bersiap bangun dan bermaksud bertanya : "Ada apa Bang ?".Tapi terlanjur aku merasakan pelukan di tubuhku dan lumatan yang amat bernafsu dari Bang Vicko di bibirku. Aku mencium bau harum pasta-gigi dari mulutnya dan aku hafal bau harum parfum deodoran yang bersumber dari kedua belah ketiak Bang Vicko. Itu lah pertama kali aku dipeluk dan diciumi oleh seorang lelaki.Meski waktu itu aku diam saja dan seperti menyerah saja dicabuli atasanku, tetapi aku masih dapat berpikir jernih. Sebetulnya apa yang harus aku lakukan ? Apakah aku biarkan aku dicabuli seperti itu atau aku melawan - demi "harga diriku" ? Akhirnya aku putuskan untuk menuruti nafsu komandanku itu!

Bang Vicko makin bernafsu,dia menggesek-gesekkan kontolnya yang besar dan tegang itu di arah kontol dan jembutku dan aku juga merasakan gesekan nikmat kedua puting susunya yang melenting di dadaku yang telanjang.Akhirnya lengan-ku aku lingkarkan ke punggung Bang Vicko melalui tengkuk Bang Vicko dan dia berusaha membalikkan atau memiringkan tubuhku ke samping dan kemudian aku merasakan bengkekan-bengkekan kedua tangan Bang Vicko di belahan silitku diikuti dorongan-dorongan bernafsu kontol Bang Vicko di arah lobang pantatku.

Aku pun memudahkan "pekerjaan" Bang Vicko dengan cara mengambil posisi memberangkang seperti seekor anjing dan Bang Vicko mengambil posisi berlutut di belakangku.Lalu aku merasakan Bang Vicko melanjutkan entotan kontolnya di lobang pantatku. Sambil tangannya mencari-cari kontolku untuk dirangsang dan dikocok.Lalu aku merasakan nyeri dan perih sodokan kontol Bang Vicko yang sedemikian besar di dalam lobang-pantatku yang sempit dan masih perawan itu!

Kemudian aku merasakan sinkronnya sodokan kontol Bang Vicko di silitku [yang terasa sakit ...!] dengan kocokan tangannya di kontolku.Aku merasakan kontolku menegang dan membesar oleh rangsangan nikmat kontol Bang Vicko di kelenjar prostatku bercampur rangsangan, elusan, dan kocokan tangan beliau di kontol-ku - diiringi oleh suara nafasnya yang memburu.Mungkin karena beliau merasa amat bernafsu!

Sekali-sekali Bang Vicko menghentikan sodokan kontolnya di silitku dan beliau membuat selingan berupa gesekan-gesekan nikmat bagian depan tubuh beliau di punggungku. Aku merasa lengketnya keringat di tubuh Bang Vicko menempel di punggungku.Kemudian sodokan kontol Bang Vicko di boolku terasa semakin cepat dan semakin cepat bersamaan dengan cepatnya kocokan tangan beliau di kontolku ! Aku merasa pejuhku seperti sudah mau keluar dan tak lama kemudian Bang Vicko mencabut kontolnya dari silitku lalu melampiaskan pancaran pejuh-nya di belahan silitku : CROOT! CROOT!CROOT! Sementara aku juga merasa-kan denyutan nikmat terpancarnya pejuhku melalui lobang kencingku : CROOT!CROOOT ! CROOOT ! Agh ! Nikmat juga disodomi Komandan Kompi sendiri !

EPILOGUE ATAU AFTERMATH

Selesai mengentoti silitku,Bang Vicko berbaring lagi di sampingku.Lalu aku mulai mendengar suara nafasnya yang teratur.Beliau sudah tertidur,mungkin kelelahan setelah melampiaskan nafsunya pada tubuh dan silitku [ Komandan Peletonnya ] dan mengentoti lobang pantatku - sekaligus memancarkan pejuhnya.

Keesokan harinya Bang Vicko bersikap biasa-biasa saja, seakan-akan di malam sebelumnya tidak terjadi apa-apa di antara aku dan beliau.Tetapi sejak kejadian malam itu tiap seminggu sekali aku selalu dipeluk diciumi dan kontolnya digesek -gesek di pahaku,di jembutku atau di belahan silitku, sampai pejuhnya muncrat ! Tapi aku tak pernah lagi disodomi !

Aku tak pernah protes atau complain diperlakukan seperti itu.Sudah jadi tugasku membantu dan menyukseskan tugas Komandanku.Kalau aku tidak mau dijadikan sasaran pelampiasan nafsu Bang Vicko, aku khawatir beliau akan melampiaskan nafsunya dengan mencabuli bintara atau tamtama anak buah kami.Itu akan lebih buruk lagi,pasti mereka tidak akan respek lagi pada Komandan mereka. Padahal kami sedang melaksanakan tugas operasi militer yang sangat penting - menjaga kedaulatan dan integritas wilayah negara ! Karena itu,biarlah aku yang menjadi "tumbal".Toh aku memang sangat menikmati pencabulan itu dan aku juga amat mencintai Bang Vicko - Komandan Kompi-ku itu ! Ta'i !

[ JULIO FERNANDEZ ]




Perburuan mencari pendatang-baru untuk memuaskan nafsu syahwat-sejenis.

By Julio Fernandez

submitted April 30, 2010
Translate from:
To
Text Size:

MENCARI ORANG BERSIH

Seperti lazimnya semua cowok-gay atau lelaki-homosex maka aku harus selalu berganti-ganti pasangan sex-sejenis. Itu bukan mauku.Hal itu terjadi karena lelaki memang punya naluri untuk terbang-bebas.Mereka tak mau dikungkung dirumah, seperti perempuan dan setiap hari dijadikan pemuas nafsu pasangan sesama jenisnya.Selain itu lobang-pantat diciptakan untuk saluran keluar ta'i,bukan untuk dientot.Oleh karena itu kalau lobang-pantat terus-terusan dientot dengan kontol, maka lama-kelamaan akan jebol [dobol, rusak]. Jika orang itu meninggal, maka ahli forensik [ahli bedah mayat] dapat mendetreksi bahwa boolnya [silit] itu sering dirojok dengan kontol. Bool yang sering dientot dengan kontol bentuknya akan jadi seperti corong.

Untuk memburu orang bersih yang bersedia dibayar untuk dicabuli biasanya aku mencari di kampus [mahasiswa], di bank dan mall [karyawan atau satpam] atau di lapangan tennis dan dojo [aparat berseragam ].Sekali-sekali aku juga mencari di desa-desa wisata : Kuta, Sanur dan Jimbaran. Yang agak mudah diajak main cabul adalah mahasiswa dan satpam - sebab orang-orang ini sering perlu duit untuk berbagai keperluan hidupnya.Mahasiswa dan satpam yang perlu duit dan "terpaksa" menyewakan tubuhnya, biasanya belum berpengaaman. Waktu akan dicabuli mareka tampak confused [bingung] atau seperti orang pasrah - diapakan saja mau. Apalagi kalau sudah diberi uang-muka. Aku punya orang yang biasa jadi penghubungku atau supplier cowok-cowok yang perlu duit itu -namanya Ives.

Sebetulnya namanya "Yves", nama Perancis dan seharusnya dibaca "Ifs" atau "Ivs",tapi teman-temannya biasa memanggilnya Ives.Tentu saja teman-temannya itu tidak tahu bagaimana cara menyebutkan nama-Perancis itu dengan benar. Ives memang seorang Indo [Eurasia] berdarah campuran Asia-Perancis. Entah mengapa Ives akhirnya jadi calo gigolo seperti itu. Bisa jadi dia hanya sekedar iseng saja atau mau "menolong" orang.Ives sendiri cowok ganteng dan tampang-nya lebih Asia dari pada Eropa.Kulitnya putih-terang tetapi tidak bule, tubuhnya atletis, rambutnya hitam,wajahnya ganteng. Kata teman-teman yang kenal Ives dengan luar-dalam, kontolnya gede : European Size.Sebetulnya Ives pantas jadi aktor pemain sinetron. Mungkin belum ketemu jalannya saja. Meskipun Ives jadi calo, tapi dia tidak pernah mengutip uang dari pelanggan [klien, client] atau pun dari gigolo.Itu yang jadi pertanyaan orang.Sebetulnya Ives mendapat keuntungan apa dari perannya sebagai calo-gigolo itu !

BAGUS ANTARIKSA

Suatu kali aku menghubungi Ives,minta dicarikan cowok untuk main-cabul. Meski aku senari-hari selalu punya seseorang untuk aku cabuli, tapi kali itu aku merasa perlu menghubungi Ives,demi menjaga silaturrahmi dan mengekalkan jejaring atau networking cabul di antara aku dan dia.Waktu itu aku menginap di suatu hotel di Kuta dan Ives sudah menjanjikan bahwa akan ada cowok yang menemui aku.Seorang mahasiswa yang wajah, tubuh dan kontolnya cocok dengan selera rendahku dan akan membangkitkan syahwatku.

Benar juga sorenya ada yang menelepon aku dari reception namanya Bagus dan nama lengkapnya Bagus Antariksa. Entah itu nama samaran atau nama betulan Aku mendengar suara yang mantap dan sexy dari Bagus - jauh dari logat lokal. Aku minta Bagus langsung datang ke kamarku, aku tidak mau ada orang yang melihat aku kedapatan sedang ngobrol dengan Bagus di lobby hotel-sialan itu. Siapa tahu Bagus seorang gigolo terkenal. Aku juga takut kejadian itu ada yang merekam dengan Hp dan rekamannya disebar-luaskan seperti yang dilakukan seorang Tamil-Singapura bejat yang mengedarkan film "Cowboys in Paradise".

"Ting-tong", tiba-tiba aku mendengar suara bel dari pintu kamar: Aku intip dulu dari lobang pengintip di pintu kamar. Berbeda dengan para gigolo-pantai yang biasa berpakaian celana pendek, kaos singlet dan sandal- jepit, waktu pintu aku buka, yang aku lihat adalah seorang pemuda tampan mengenakan baju kaos putih dengan celana blue jeans dan sepatu kulit hitam. Aku langsung terpikat dengan ketampanannya.Lengannya besar dan kekar perutnya rata.Samar-samar aku bisa melihat tonjolan puting-susu di kain baju-kaosnya.Sementara aku bagai tersihir oleh penampilan kelaki-lakiannya. Suaranya yang mantap dan terdengar sexy itu memecah keheningan :

"Selamat sore, Pak.Saya Bagus", dia berkata dengan diiringi senyum yang amat mempesona. Aku mengulurkan tanganku dan aku berlagak seperti seorang yang santun - memperkenalkan diri :" Saya Julio". Seharusnya namaku disebut "Hulio". dengan bunyi huruf J-Spanyol [J dibaca khota] atau "Zyulio" dengan bunyi huruf J-Perancis atau J-Portugis.Tetapi nama "Hulio" atau "Zyulio" terdengar ganjil di negara ini, oleh karena itu aku selalu menyebut namaku "Julio" saja.

Bagus aku persilahkan masuk dan duduk di kursi dan kami berbasa-basi.Dalam hatiku aku berpikir,dari cara berbicaranya,Bagus seperti bukan 'pendatang baru'. Karena tidak ada keraguan atau kejanggalan dalam sikapnya berinteraksi. Atau kah Bagus bersikap seperti itu supaya "laku" dan aku mau "memakai"-nya .Tapi bagaimanapun juga aku jatuh hati pada pemuda yang mengaku mahasiswa umur delapan-belas tahun itu.

AWAL PERMAINAN CABUL

Bagus duduk di sofa yang bisa muat dua orang.Dia menghadap ke arah TV yang sedang menyala.Aku pindah duduk di samping Bagus dan aku dapat merasakan perubahan sikap Bagus. Boleh-jadi dia benar-benar "pendatang baru". Sebab, setelah aku duduk di sampingnya dia tampak mulai canggung. Pelan-pelan aku memegang lengannya yang besar dan kekar. Aku memang seorang yang punya "fetish" pada lengan yang kekar.Bagus membiarkan aku berbuat seperti itu. Lalu aku menggengam tangannya. Aku memang suka menggenggam tangan laki-laki sebab aku jadi merasa dekat dengan lelaki itu dan aku merasa tenteram. Seperti salah satu bait lagu "Kemesraan" yang antara lain berbunyi :.hatiku damai, jiwaku tenteram di sampingmu......

Aku menarik lengan Bagus ke arah dadaku dan aku menciuminya dengan hidung dan wajahku.Ah!Lengan yang jantan dan indah.Lalu tanganku menyusuri lengan-nya dan memainkan jemarinya. Aku melihat Bagus bergidik meskipun dia tetap diam saja.Mungkin Bagus memang bukan homosex,dia lelaki straight yang butuh duit dan terpaksa jual diri ? Pelan-pelan aku melepas baju-kaos Bagus dan dia bersikap kooperatif.Dia membantu aku menanggalkan kaosnya itu. Aku mencium harum parfum dan harum deodoran.Mungkin juga harum minyak rambut dan bau harum sabun mandi. Tapi aku tidak mencium bau badan, bau keringat atau bau ketek !

Baju-kaos Bagus ada di tanganku dan dia sudah telanjang dada. Wajah Bagus seperti termangu, pandangan matanya kosong. Matanya terus memandang ke TV yang volume suaranya hanya lirih dan terdengar samar-samar. Dari jendela tampak hari di luar mulai gelap.Lampu kamar sudah menyala dari sore, sebelum Bagus tiba di situ. Karena itu aku tak perlu menyalakannya lagi....!Tubuh Bagus memang indah!Putih-bersih dengan otot-dada yang amat menonjol kedepan tapi ramping dan atletis.Puting-susunya ketat, tegang, melentng. Jantan dan sangat kelaki-lakian ! Perutnya rata, dihiasi otot perut yang membentuk pola six-packs. Pinggangnya ramping tapi ketat dan terkesan berotot kuat. Melihat tubuh Bagus yang demikian indah aku jadi ingat foto-foto dari para model-lelaki di situs-situs gay di internet yang semuanya tampan, atletis, ketat berotot dengan kontol yang besar dan sunat,berlatar-belakang jembut yang hitam-lebat atau hanya sekedar- nya saja!Pelan-pelan aku mengangkat lengannya keatas untuk "memeriksa" pola pertumbuhan dan kelebatan bulu-keteknya!Bagus membiarkan saja aku berbuat seperti itu.

Bulu-ketek Bagus lumayan lebat,tumbuh di bagian dalam ketiaknya. Seperti pola pertumbuhan bulu-ketek pesinetron Henky Setiawan.Karena bulu-keteknya tidak tumbuh panjang-panjang,maka jika lengannya tidak diangkat keatas tidak tampak bulu-keteknya terjepit di bawah lengannya yang kekar itu. Berbeda dengan bulu-ketek Tommy Tjokro [Metro TV] yang amat lebat dan panjang-panjang, sehingga meskipun kedua lengannya ada di samping badannya tapi bulu keteknya tampak jelas seperti "berantakan".

Aku bangkit sedikit, mendekatkan tubuhku ke dekat Bagus lalu aku memeluk dan menciumi serta melumat bibirnya.Bagus mencoba memeluk tubuhku yang juga kekar [berkat latihan fisik intens setiap hari,tujuh hari seminggu,tanpa jeda]. Dia memeluk aku agar duduknya nyaman dan sofa itu tidak terlalu penun-sesak. Aku terus saja mencipoki ...mencipoki... mencipoki bibirnya.Sekali sekali aku turunkan mulutku untuk menjilati lehernya yang jenjang-berotot[terasa tawar]juga dagunya ke arah ke kiri dan ke kanan.Terasa kesat oleh sisa-sisa rambut yang tercukur rapi dari janggut dan cambangnya. Sementara itu tanganku mengelus-ngelus dan memain-mainkan puting-susunya yang melenting kiri kanan.Agh.Nikmat juga! Bagus tampak mematung ketika dia aku cumbu dan cabuli seperti itu !.

Aku turun ke lantai dan berlutut lalu melepaskan kancing, kait-kait,dan risteling jeansnya, juga sekaligus beserta kancutnya. Aku tarik ke bawah sampai terjela di pahanya dan aku turunkan lagi sampai ke pergelangan kaki.Sekarang Baguspun sudah bertelanjang-bulat.Ternyata kontolnya besar disunat [ketat]. Jembutnya hitam,lebat dan terkesan jantan.Bulu-bulu halus menjalar di bawah pusatnya dan langsung ke bawah "bergabung" dengan hamparan jembutnya. Rambut-rambut yang tumbuh di tungkainya menambah sexy-nya penampilan Bagus yang sudah telanjang-bulat itu!

Aku pun memain-mainkan kontolnya.Aku lirik wajah Bagus dan aku melihat ada sebersit senyum di bibirnya.Mungkin dia geli dan merasa lucu melihat kelakuan-ku itu ! Dimanipulasi begitu, kontolnya jadi ngaceng tegang, mengacung, seperti sangkur terhunus.Agh Jantan sekali ! Aku suka itu! Agar Bagus telanjang-bulat sempurna maka celana jeans dan kancutnya aku lepaskan dari kakinya. Setelah sepatu dan kaos-kakinya aku tanggalkan ! Kemudian aku mulai menjilati kontol Bagus yang besar diameternya. Meskipun Bagus berdarah lokal,tapi aku heran dia sunat. Betul-betul sunat, bukan kulupnya terkelet!Mungkin Bagus dibesarkan di luar tanah leluhurnya - sehingga dia terpengaruh ikut-ikutan sunat ? Atau dia phimosis kulupnya waktu kecil sehingga harus disunat ? Kontol Bagus aku jilat-sedot..jilat-sedot..jilat-sedot. Sekali-sekali aku urut pangkalnya.Lalu panggulnya kiri-kanan aku cekal.Sehingga Bagus jadi tergelinjang, merasa geli di pinggang bercampur merasa nikmat di kontolnya.

Kemudian jari telunjukku aku selipkan di bawah bokongnya dan aku mencari-cari lobang silitnya,setelah dapat,jari telunjukku aku sodok-sodokan ke dalam lobang duburnya dan aku arahkan ke kelenjar prostatnya. Aku merasakan lagi gelinjang dan geliat di tubuh Bagus. Lalu dengan serius aku menjilati dan mengisap kontol Bagus yang berdiameter besar dan disunat ketat itu!Seakan-akan kontolnya aku pompakan kedalam mulutku maju-mundur,maju-mundur, maju-mundur dan dapat aku merasakan ada gelinjang,geliat dan gelisah-resah didiri Bagus!Aku juga lihat tubuhnya agak berkliat oleh keringatnya yang mulai keluar dari pori-porinya dan akhirnya: CROOOOOOOT!CROOOOOOOT!CROOOOOOT!Pejuh Bagus terasa menyembur hangat di dalam rongga mulutku dan ada semerbak bau pejuhnya di tenggorokanku!

Belum puas aku menikmati kontol Bagus dengan mulutku...aku pun menelanjangi diriku dan aku buat Bagus berbaring terlentang setengah-duduk di sofa sialan itu.Kemudian aku naik ke sofa itu dan bagian depan tubuhya aku nikmati dengan cara aku gesek-gesekkan dan aku gosok-gosokkan bagian depan tubuhku yang bertelanjang bulat itu ke tubuhnya !Agh!Nikmat juga! Bagus masih saja menuruti kemauanku!Setelah menggesek dan menggosok kontolku ke jembut,kontol,perut, dada dan puting susu Bagus akhirnya pejuhkupun muncrat tak tertahankan lagi: CROOOOOOOT!CROOOOOOOT! CROOOOOOT! Maka skor jadi 1:1. Bagus muncrat pejuhnya aku pun sudah muncrat pejuhnya !

AFTERMATH ATAU EPILOGUE

Sambil merasakan nikmat bercampur kecewa [karena kenikmatanku mencabuli Bagus harus berakhir dengan kemuncratan pejuhku],aku sempat berpikir,berapa aku harus bayar Bagus? Apakah Rp 500.000, - atau Rp 1000.000,- atau lebih banyak lagi..............? Agh ! nantilah selesai main-cabul dengan Bagus akan aku putuskan !

Pantas [reasonable] kalau aku bayar mahasiswa seganteng dan se-atletis Bagus Rp 1000.000,- Apalagi dia menurut saja waktu aku apa-apakan, seperti patung-hidup.Seandainya Bagus lebih aktif waktu aku cabuli,aku malahan mau memberi tambahan Rp 500.000,- sebagai bonus.Jadi, gigolo-amatir itu akan menerima Rp 1,5 juta. Lumayan,bukan? Untuk bayar uang semesteran memang tidak cukup. Tapi untuk biaya makan dan bayar uang kost - mungkin masih cukup. Lumayan, hanya duduk-duduk saja, telanjang, lalu dapat duit. Mungkin yang "agak berat" waktu pejuhnya keluar CROOOT! CROOOT! CROOOT! . Meskipun nikmat juga, bukan ? Ta'i !

[JULIO FERNANDEZ ]



Montir-Montir Nakal

By Homo

submitted January 18, 2004
Translate from:
To
Text Size:

Cerita ini FIKTIF belaka, diilhami oleh sebuah film porno

homoseksual yang dibintangi oleh si seksi Aidan Shaw. Bagi yang

pernah melihanya, pasti tahu jalan ceritanya. Tapi bagi yang belum,

saya akan menceritakannya tapi dengan sedikit bumbu penyedap ;)

Bagi yang ingin kenalan, silhkan tulis ke brycejlover@yahoo.com.

Webpage-ku: www.geocities.com/brycejlover/profileindo.htm

By Endy

Siang itu, saya menyetir mobilku ke sebuah bengkel. Terus terang,

bengkel itu bukan bengkel langgananku. Ayahku yang mengusulkan

bengkel itu. Katanya, para pekerja bengkel itu amat cermat dan

servisnya memuaskan. Jadi, kupikir tak ada salahnya untuk mencoba.

Dari luar, bengkel itu nampak tak jauh berbeda dengan bengkel

lainnya. Tanpa kesulitan, saya menyetir mobilku masuk dan berhenti

di dalam garasi bengkel itu. Begitu saya keluar dari mobilku, tiga

montir pria mendatangiku. Tampang mereka ramah, berwajah tampan bak

cover model. Seragam montir mereka berlumuran oli dan berbau

keringat. Tangan mereka terlihat besar dan kokoh. Dengan ramah,

seorang dari mereka menyalamiku dan berkata, "Saya Adi. Kepala

montir di sini. Dan mereka ini Rudi, dan Parjo. Anda anaknya Tuan

Lamlo?" Saya mengangguk. Entah kenapa, senyuman Adi berubah menjadi

sedikit mesum, seolah dia ingin mneggodaku. Astaga, jangan-jangan

si Adi homo. "Anda tak usah khawatir, kami akan memperbaiki mobil

Anda dalam sekejab," tambah Adi, berdiri semakin dekat denganku.

"Palingan knalpotnya butuh disedot, kemudian disodok. Cairan olinya

akan kami kuras sampai kering, dan menggantinya dengan yang baru,"

kata Rudi, mendekatiku. Entah kenapa, omongannya, meskipun tentang

mobil, berbau seks. Sepintas Adi, Rudi, dan Parjo kelihatan hampir

sama. Tubuh mereka semua tegap dan kekar, mungkin akibat kerja

keras mereka selama di bengkel. Di antara mereka semua Adi-lah yang

paling tampan. Kulit mereka memang sedikit gelap. Saya terlihat

kontras sekali berdiri di sana sebagai seorang Chinese, berhubung

warna kulitku putih mulus. Satu-satunya hal aneh tentang mereka

yaitu mereka kelihatan sangat homoseksual. Mereka gemar saling

meraba. Pria straight takkan suka meraba-raba tubuh pria lain!

"Papa Anda tadi telepon dan mengabarkan bahwa Anda akan datang.

Beliau berpesan agar kami menyediakan servis yang paling

memuaskan," tambah Adi, kini telah berdiri tepat di hadapanku.

Napasnya yang panas terasa sekali di kulit wajahku. "Anda takkan

menyesal dengan servis kami." Para montir itu mengelilingiku dan

mengepungku.

Tiba-tiba Parjo memegangi kedua tanganku dari belakang. Terkejut,

saya berusaha untuk melepaskan diri, namun tangannya terlalu kuat.

Kemudian, Adi maju dan mulai membuka paksa kemejaku. Sekali tarik,

kancing kemejaku lepas dan jatuh ke lantai. Sementara itu, Rudi

berjongkok dan sibuk melucuti celana panjangku. Saya ingin

berteriak minta tolong, namun entah kenapa saya tidak melakukannya.

Celana panjangku sudah terbuka, meski belum jatuh ke lantai. Adi

menyisipkan tangannya ke dalam celana dalamku. Kontolku bereaksi

dan mulai menegang. "...aaahhh... hhoohhh... uuuhh..." desahku

ketika Adi memain-mainkan kepala kontolku. Rasa nikmat mulai

menyerang diriku. Saya tahu saya takkan dapat kabur dari mereka,

maka saya lebih memilih untuk bekerja sama. Lagipula, saya sendiri

juga akan kebagian rasa nikmat itu.

Mengetahui bahwa saya tak lagi meronta-ronta, Parjo melonggarkan

pegangannya. Setelah kemeja dan celana panjangku lepas semua,

keempat montir bejat itu mulai terangsang. Kontolku sendiri masih

terperangkap dalam celana dalamku karena Adi memutuskan akan lebih

seksi untuk membiarkanku memakai celana dalamku. Bergantian,

montir-montir itu menurunkan restleting seragam mereka. Tubuh-tubuh

indah yang dihiasi otot pun mulai bermunculan. Dalam sekejab, di

sekelilingku terdapat tiga pria macho telanjang, masing-masing

dengan kontol ngaceng.

Adi mendekatiku dan mulai meraba-raba sekujur tubuhku. Kontolku

diremas-remas dan bibirku dicium-cium. Sementara Parjo, dari

belakang, mengelus-ngelus punggung dan belahan pantatku. Rudi, tak

mau ketinggalan, mencium-cium kakiku sambil mencoli kontolnya

sendiri. Suasana di dalam bengkel itu menjadi sangat panas dan

bergairah. Saya pun terbawa nafsu dan mulai menikmati seks sejenis

itu. Dari dulu saya memang telah menduga-duga bahwa saya adalah

seorang homoseksual, tapi saya tidak yakin. Kejadian di bengkel itu

mengubah semuanya, meyakinkanku akan homoseksualitasku.

"Cowok Cina ini milikku seorang. Kalian main dengan berdua saja,"

perintah Adi dengan nada penuh kekuasaan. Teman-temannya menurut

dan meninggalkanku. Rudi dan Parjo kemudian sibuk bercinta di

hadapanku. Tanpa malu, mereka saling berciuman mesra bak sepasang

kekasih. Tangan mereka saling meraba dan erangan nikmat pun

terdengar. Kontolku semakin ngaceng melihat perbuatan mesum mereka.

Adi yang sudah tak sabar langsung memalingkan wajahku dan

menciuminya dnegan bernafsu. Bibirnya terkunci dengan bibirku dan

kami mulai saling menjelajahi isi mulut kami. Lidah kami, seperti

ular, saling menjulur masuk, dan terkadang saling bergulat. Air

liur kami bercampur menjadi satu. Bagi orang lain, hal ini mungkin

dianggap jorok, tapi tidak bagi kami yang sedang dilanda nafsu

birahi. "hhhohh...hhhoohh...hhhohhh..." desah Adi, meremas-remas

pantatku.

"ooohhh... Mas Adi.... Hhhoohhh.... Enak sekali," desahku. "Mas

merangsang.... Uuugghh... kontol saya... hhohsshhh.... Saya ingin

bercinta.... Hhhoosshhhh..." desahku seperti seorang pelacur.

"...ngentotin saya Mas...hhhoohh... tolong Mas..."

"Nanti dulu sayang... hhhohhh... Mas Adi minta disepong dulu....

Hhhoohh... ayo donk.... Sepong kontol Mas Adi dulu yah? ...

hhhohh... lalu Mas bakal mengobok-ngobok... aaahhh... lubangmu

dengan...hhhohhh kontol Mas Adi.... Hhhoohhhh..." bisik Adi seraya

meremas-remas dadaku. Aaaahhh... nikmat sekali remasan tangannya

itu... hangat... keras... dan bertenaga. "Ayo.. sedot kontol Mas

Adi donk..." desaknya.

Bagaimana saya dapat menolak permintaan montir tampan itu? Meskipun

saya sama sekali belum pernah mencicipi kontol, saya bersedia

mencobanya. Apalagi kontol Adi sungguh indah dan enak dipandang.

Kontolnya disunat dengan rapi, tak terlihat bekas jahitan,

seolah-olah dia terlahir tanpa kulup. Kepala kontolnya seperti helm

baja, mengkilat-kilat, dan berwarna kemerahan. Denyutan-denyutan

kontol itu membuatnya seperti hidup. Sesekali, setetes precum

keluar dari lubang kontolnya. Dengan patuh, saya berlutut di

hadapannya. Tak ada keraguan sedikit pun dalam diriku ketika saya

memegang bantang kontolnya itu. Nampak Adi tersenyum dan

mendukungku untuk memulai oral servis. Kagum akan kontolnya itu,

saya menciumi kepala kontolnya terlebih dahulu dan menjilati habis

cairan precumnya itu. Mmmm... asin-asin tapi lezat... Saya

ketagihan precum Adi dan ingin lebih banyak lagi. Kontol itu

kukocok-kocok dan kuremas-remas. Beberapa tetes precum mengalir

keluar dan langsung kusedot habis.

Namun itu belum cukup sama sekali. Maka saya pun memasukkan kontol

Adi ke dalam mulutku dan mulai menghisap. Hisapanku memang agak

sedikit canggung, tapi saya berusaha untuk menyenangkannya. Saya

menganggap kontolnya seperti sebatang sedotan besar yang harus

kusedot agar cairan itu masuk ke mulutku. Dan lama-kelamaan,

nampaknya Adi sangat menikmati sedotanku itu. Dia mulai

mengerang-ngerang dan meremas-remas bahuku. Saya hanya dapat

mengeluarkan suara SLURP! SLURP! SLURP! Karena keasyikkan menyedot

kontol itu. Selama itu, celana dalam putihku masih kupakai dan

kontolku terasa sesak sekali di dalamnya. Tentu saja precum-ku

sudah membanjir keluar. Tepat di bagian tengah di depan celana

dalamku, nampak noda cairan precum yang mulai melebar. Adi

melarangku untuk melepasnya. Katanya lebih seksi. Saya hanya

menurut saja, meskipun saya ingin sekali telanjang bulat agar saya

dapat segera mencoli kontolku itu.

Tak jauh dari tempatku, Parjo sedang bersimpuh di depan Rudi sambil

menghisap kontolnya. Kontol Parjo sendiri ngaceng berat dan sibuk

dikocok-kocok olehnya. "hhhoohh... hhhhoohhh... hhhooohh..." Rudi

terus mendesah-desah sambil mencubiti putingnya sendiri. Sementara

Parjo tak dapat berkata apa-apa. Hanya suara lidah dan sedotannya

saja yang terdengar SLURP! SLURP! SLURP! Nafsu birahiku semakin

memuncak menyaksikan tingkah bejat mereka. Dalam benakku, saya

membayangkan ketiga monntir tampan itu pasti sering berpesta seks

sejenis di bengkel mesum itu. Untuk sesaat, saya berharap bahwa

saya pun seorang montir seperti mereka :) agar saya dapat mencicipi

tubuh mereka setiap hari kerja.

Tiba-tiba, Adi mulai menyodokkan kontolnya. Tentu saja saya agak

kaget sebab saya belum siap. Telingaku dijadikan pegangan dan Adi

mengentotin mulutku dengan penuh semangat. Pada saat itu, saya

berhenti menghisap dan hanya membuka mulutku saja, membiarkannya

menyodomi mulutku. Kontolnya dengan membabi-buta menyerang dinding

dalam mulutku dan bahkan menghajar anak tekakku. Alhasil, saya

hampir muntah, tapi tidak jadi. Dikuasai nafsu, Adi terus menyodomi

mulutku. Sodokan kontolnya terasa begitu keras sampai-sampai

kepalaku selalu terdorong ke belakang. "hhhooh... aaaahhh....

Oooohhh.... Aaaahhh...hhhooossshhh..." Wajah Adi nampak serius

sekali, keringat membasahinya. Dadanya yang kekar tampak

bergoyang-goyang sedikit. Kedua putingnya melambai-lambai ke

arahku. Ah... sungguh pemandangan yang merangsang kontol.

Tiba-tiba, Adi menjerit. "AAARRGGHHHH...!!!!" Kontolnya disodokkan

sedalam-dalamnya dan sekuat-kuatnya lalu dibiarkan di sana. Kontol

itu langsung melar, berdenyut-denyut, dan meledak. CCRROTT!!!

CCRROOT!!! CCRROOTT!!! Pancaran pejuhnya memenuhi mulutku dan

langsung kutelan. Sungguh lezat sekali, belum pernah saya mencicipi

minuman seenak itu. "UUUGGHH!!! AAAHHH!!! OOOHHH!!!" Adi memegangi

kepalaku kuat-kuat sementara tubuhnya terguncang orgasme. Saat

semuanya usai, Adi yang tampan itu nampak letih sekali, namun

kontolnya masih ngaceng.

Sementara itu erangan-eranagn keras juga terdengar dari pasangan

bejat Rudi dan Parjo. Nampak Rudi menengadahkan kepalanya ke

belakang, membuka mulutnya lebar-lebar, mata terpejam, tubuhnya

menggeliat-geliat, dan kontolnya menyemprot tak karuan di dalam

mulut Parjo. CCRROOTT!!! CCRROOTT!!! CCCRROOTT!!!!

"AAAAARRRGGGHH!!!... AAARRGGHH!!!... AARARRGHH!!!..." erang Rudi

saat dia sibuk menghabiskan persediaan pejuhnya. Saya menjilati

bibirku, berharap saya juga dapat mencicipi pejuh milik Rudi.

Adi menciumiku dan meremas-remas kontolku. Saya sedikit frustasi,

kenapa dia tak membiarkanku melepas celana dalamku saja? Sambil

menepuk pantatku yang padat, Adi berkata, "Tungging'in pantatmu."

Saya bingung tapi menurut saja. Saya yakin mereka takkan

menyakitiku. Mereka itu hanya ingin ngentot denganku saja. Lalu

saya merasakan benda tajam menggores celana dalamku, tepat di

bagian pantat. SRET! Angin dingin berhembus masuk, menggeletik

anusku. Rupanya, Adi sengaja melubangi celana dalamku agar dia bisa

ngentotin saya tanpa melepas celana dalamku. Saya kecewa sekali

karena saya masih juga tak diizinkan untuk bertelanjang bulat.

"Kamu akan menjadi piala bergilir kami, sayang," bisiknya sambil

mencubiti putingku. AARGGH!!! Tumben, Adi tidak lagi memanggilku

'Anda'.

Rudi cepat-cepat merentangkan sehelai selimut usang di atas lantai

yang kotor dan buru-buru berbaring dia atasnya. Kontolnya yang

ngaceng sengaja dikocok-kocoknya agar ereksinya terjaga. Saya

kemudian didorong ke arahnya. Saya mengerti bagaimana Rudi ingin

mengentotinku. Maka saya merayap ke arahnya dan memposisikan lubang

duburku tepat di atas kontolnya, wajahku menghadap wajahnya. Lalu

pelan-pelan kontol itu pun amblas masuk."AARRGGHH!!!" erang Rudi

saat kepala kontolnya dicekik oleh otot anusku. Saya sendiri juga

mengerang kesakitan saat kontol Rudi memaksa masuk. "UUUGGHHH!!!!"

Adi dan Parjo mengelilingi kami dan menyaksikan pertunjukkan kami

sambil mengocok batang kontol mereka. Suara becek kocokan kontol

mereka bergema dalam ruangan itu.

"AAARRGGHH!!!" erangku ketika kontol Rudi akhirnya PLOP! masuk.

Baru kali ini anusku dingentotin kontol. Tak pernah terpikir bahwa

saya bakal merasakan nikmatnya dingentotin kontol. "AAARRGGHH..."

erangku lagi, memutar-mutar kepalaku. Rasa sakit mendera anusku,

Rudi sementara itu mendorong-dorong kontolnya masuk, menginvasi

anusku. Saya hanya meringis kesakitan sambil berusaha untuk

mengangkat tubuhku sedikit. Namun terasa sulit sekali.

"AAARRRGGHH...!!! UUUGGGHH!!! Sakit, mas... AAAHHH...!!!!"

"...hhhooh...hhohh.. Tahan saja...." Erang Rudi, "Nanti juga...

hhhoohhh enak kok... aaahhhh.... Uuugghhh..." Rudi meraih dadaku

dan meremas-remasnya. "...hhhohh.. saya paling suka... uuuggghh..

dada cowok... hhhososhhh... putingnya kecil...hhhooh... merangsang

sekali... hhhoosshhh..." Keringat mulai membasahi tubuh kami. Gaya

negntot seperti itu sungguh menguras tenaga. Sambil sibuk

mengentotin pantat perjakaku, Rudi menggenggam kontolku yang

terbalut celana dalamku dan mulai mengocoknya dengan kasar. Berdua

kami saling mengerang dan menggeliat-geliat. "AARRRGGHHH...!!!!"

Saya membiarkan diriku dikuasai nafsu jahanam, nafsu antara sesama

lelaki. Namun sungguh nikmat sekali rasanya, tenggelam dalam nafsu

sejenis. Sayaa ingin Rudi menghabisi anusku, menghujamkan kontolnya

sedalam mungkin. "...hhhhoohhh... hhhooosshhh....aaahhh...."

"AARRRGGHH...!!!!" erangku ketika tiba-tiba kontolku berkedut-kedut

dan mulai berkontraksi. Nafsuku yang kutahan sejak tadi akan

meledak sekarang! Kepala kontolku membesar dan memuntahkan pejuh.

CCRROOTT!!! CCRROOTT!!! CCRRROTT!!! Saya mengejang-ngejang dan

menyebabkan kontol Rudi di dalam pantatku ikut mengejang.

"AARRRGGHH!!! UUUGGH!!! OOOHHH!!! AAAHHH..!!!" erangku sat orgasme

menguasai seluruh inderaku. Saya hanya merasakan kenikmatan yang

luar biasa sementara kontol Rudi terus menyodomiku. Celana dalamku

kontan basah semua dengan sperma.

Terpicu orgasmeku, Rudi pun akhirnya keluar lagi, untuk yang kedua

kalinya. CCCRROOTT!!! CCCRROOTT!!! CCCRROOTT!!! CCRROOT!! Tubuhnya

terguncang-guncang dan sodokan kontolnya menghajar duburku tanpa

ampun. "AARRGGHH!!! UUUGGHH!!! HHHOOHH!!! AAHHH!!!" Kami berdua

benar-benar menikmati orgasme kami, sampai pada tetes terakhir.

"AARRRGGhhhhh..."

Dengan lemas, saya mencoba untuk bangkit berdiri. Kontolku mulai

melemas dan bergelantungan, mengeluarkan sisa pejuh. Rudi berguling

ke samping lalu bangkit, masih terengah-engah. Kukira semuanya

telah selesai, namun tiba-tiba Parjo memelukku dari belakang,

kontolnya yang ngaceng terasa sekali bergesekkan dengan pantatku.

"Gantian gue ngentotin loe," serunya. Tanpa membrikanku kesempatan

untuk protes, Parjo langsung menancapkan kontolnya sedalam-dalamnya

dalam lubang duburku. Saya hanya bisa berteriak, "AAARRGGHH!!!!"

Bagaikan binatang buas, Parjo menguasai tubuhku. Gerakan ngentotnya

mula-mula cepat, lalu lambat. Kemudian dia kembali mempercepat

sodokannya, lalu melambat, begitu seterusnya. Saya hanya

menjerit-jerit saat tiba pada ritme cepat, sedangkan ketika measuki

ritme lambat, saya hanya mendesah saja. Parjo memang ahli

mengendalikan ejakulasinya. Gaya ngentotnya yang unik terbukti

ampuh untuk menahan laju orgasmenya. Dingentotin Parjo, membuat

kontolku bangkit kembali. "...hhhoohh... aaahhh.... Hhhoossshhh..."

desahku ketika Parjo melingkarkan tangannya di sekitar batang

kontolku dan mengocok-ngocoknya. Benar-benar nikamt sekali dikocok

sambil dingentotin.

Kata-kata kasar keluar dari mulutnya, "...aaahh... ooohh...

bangsat!... ooohhh fuck you!....hhohhh... ngentot loe!....

hhhohhh... kontol!.... aahhh... pejuh!... aaahh... enak banget....

Hhhoohhh... gue suka ngentotin... aaahhh... cowok Cina kayak loe...

hhhoohh.... Udah putih, mulus lagi... hhohh... homo

lagi....aahhh..." Selama bermenit-menit, dia terus meracau seperti

itu. Suara yang hampir mirip suara tamparan dihasilkan dari

tertumbuknya pantatku dengan tubuhnya, tiap kali Parjo menyodokkan

kontolnya. "AAARRRGGGHHH!!!!" teriaknya, dan tiba-tiba CCRROOTT!!!

CCRROOTT!! CCRROOTT!!! CCRROOTT!!!" Pejuhnya muncrat tak

terkendali, membasahi anusku. Rasanya di bagian dalam tubuhku sudah

terlalu becek dengan pejuh Rudi dan Parjo. Pejuh mereka saling

bercampur di dalam sana. "AAARRGGHH...!!!! UUUGGHH!!! OOOOHHH!!!

AAARRGGHHH!!!" Parjo terus menggenjot pantatku hingga kontolnya

berhenti muncrat.

Sementara itu, tangannya tak henti-hentinya mengocok dan meremas

kontolku dari balik celana dalamku yang basah itu. Meskipun saya

baru saja 'keluar', nampaknya pejuhku akan kembali dimuncratkan.

"AARRRGGGHHH!!!!" erangku sambil mencengkeram pinggangnya.

CCRROOT!!! CCRROOTT!!! CRROOTT!!! Saat pejuhku tertumpah, tubuhku

kejang-kejang dan bertumpu pada tubuh Parjo di belakangku. Dialah

yang dengan sabar memegangiku dan menahan gejolak orgasmeku.

"AAHHHH... UUUHHHH... OOOOHHH... HHHOOSSHHH... AAAHHHH..." CRROTT!

Dan usailah semuanya. Celana dalamku berbau tajam dengan sperma,

dan tentunya lebih basah lagi. Begitu Parjo mencabut kontolnya,

pejuhnya mengalir keluar dan turun ke pahaku. Saya masih

tersengal-sengal dan bahkan tak mampu berbicara.

Tiba-tiba Adi mendekatiku dan mulai menciumiku dari belakang. Saya

tahu apa yang diinginkannya. Dia pun ingin menyodomiku. Meksipun

agak ogah berhubung saya sudah dua kali ngecret, namun saya kasihan

juga padanya sebab sorot matanya nampak memohon sekali. Mau tak

mau, saya biarkan Adi menyisipkan kontolnya masuk ke dalam anusku

yang becek. Mudah sekali baginya untuk masuk. Dan terus terang,

saya hampir tak merasakan rasa sakit apa-apa. Mungkin karena anusku

sudah terbiasa, dan mungkin juga karena banyaknya pejuh yang

melumasi lubangku.

Kembali, saya mendaki sebuah perjalanan menuju puncak orgasme. Adi

pun ingin mengocok kontolku. Dia memaksa kontolku yang lemas itu

untuk bangun sekali lagi. Saya hanya memejamkan mataku sambil

menggeliat-geliat. Rasanya nikmat sekali merasakan tangannya

meremas-remas kontolku. Kembali saya memasrahkan diriku dan

membiarkan Adi mempermainkan kontolku. Sementara itu, pinggulnya

sibuk bergerak-gerak seperti piston kereta api, memompa kontol ke

dalam tubuhku. Kontol Adi merupakan kontol yang terbesar di antara

mereka semua. Berhubung pantatku sudah banjir pejuh, Adi merasa

hangat dan basah sekali menusukkan kontolnya di dalam tubuhku.

"...hhhoohhh.... Aaahhhh.... Aaahhhh....hhhhooossshhh..."

Waktu terus berlalu sampai akhirnya saya merasakan gejala ejakulasi

Adi. Tanpa dapat dicegah, Adi menggeram seperti hewan buas dan

kepala kontolnya mengembang. Sedetik kemudian CCRROOTT!!!

CCRROOTT!!! CCRROOTT!! CCRRROOTT!!! "AARRRGGHH!!!!... UUUHHH!!!...

HHHOOOSSHHH!!!.... AAAARRRGGHH...!!!" Adi menumpahkan seluruh pejuh

yang dimilikinya, napasnya berat dan terengah-engah. Kurasakan

lubang anusku kaku dan menganga. Aliran pejuh masih terus saja

mengalir keluar.

Tiba-tiba, tiba giliranku untuk ngecret. Astaga, mereka benar-benar

ingin menguras persediaan spermaku. "AAAGGHH!!!!" Dan seperti biasa

pejuh tersembur keluar dari lubang kontolku, meskipun tidak

sebanyak yang tadi. CCRROOTT!!! CCRROOTT!!! CCRRROOT!! Namun

orgasme yang kurasakan tetap nikmat. "AAAHHHH!!... OOOOHH1!!...

UUUHH!!!" clana damku sudah tak sanggup lagi menampung spermaku.

Sperma itu pun akhirnya menyerap keluar dan jatuh ke atas lantai,

menciptakan genangan pejuh di sana-sini. Setelah itu, tubuhku

melemas dan Adi harus memapahku. Tak terkatakan betapa letihnya

saya. Anusku menganga lebar, dan menumpahkan semua pejuh yang

tersimpan di dalamnya. Tak ayal lagi, lantai bengkel itu hampir

banjir dengan sperma. Bau seks begitu terasa dan menusuk. Kami

semua berbaring di atas handuk saling berpelukkan. Saya menjadi

pusat perhatian dan berbaring diapit di antara Adi dan Parjo.

Adi nampaknya suka sekali padaku. Tak henti-hentinya dia

menciumiku dan meraba-raba sekujur tubuhku. Selama itu, celana

dalamku masih juga belum dilepaskan padahal celana dalam itu sudah

basah sekali berlumuran sperma. Tanpa perlu dijelaskan, kalian

pasti sudah tahu bahwa tubuh kami semua masih dipenuhi keringat dan

pejuh. Namun, kami tak peduli dna tetap saling berpelukkan. Adi

menciumiku dan berbisik, "Tau gak, sebenarnya papamulah yang

mengatur semua ini."

"Apa?" tanyaku tak percaya. Namun saya masih lemas sekali.

"Benar. Papamu itu langganan setia kami dan kami sering berhomoseks

bareng-bareng. Dia hanya ingin kamu pun merasakannya agar kalain

berdua nanti bisa saling negntot," jelas Adi, tetap memelukku

mesra.

Ternyata papaku cabul sekali. Dia bahkan tega meminta 3montir seksi

ini untuk mengambil keperjakaanku. Tapi tak apa. Saya sendiri kini

sudah yakin akan homoseksualitasku. Nanti, setibanya saya di rumah,

papaku akan merasakan akibatnya. Saya akan mengentotin pantatnya

sampai dia minta ampun. Aaahhh... tunggu



Taruna Angkatan Laut

By Homo

submitted January 11, 2004
Translate from:
To
Text Size:

Cerita di bawah ini FIKTIF belaka, hasil imajinasi mesumku. Meski memakai tokoh 'saya', cerita ini berdiri sendiri, tak ada hubungan dengan cerita-ceritaku yang lain di MOTN. Khusus untuk cerita ini, setting dan tokohnya ASLI, namun cerita ini TAK PERNAH TERJADI :( Silahkan kirim komentar dan ide. Bagi yang ingin kenalan, silahkan juga. Pasti saya balas! :) Webpage-ku www.geocities.com/brycejlover/profileindo.htm.

By Endy

(M/M/M-oral-anal)

Aku kembali mengunjungi warnet Ampera7 untuk memuaskan nafsu homoseksualku. Siang hari, banyak pria gagah berkumpul di warnet itu. Mereka adalah para . Ada yang badannya sangat tegap bak seorang binaragawan, tapi ada pula yang badannya agak tambun. Belakangan ini, aku demam menonton tinju dan fighting. Terutama kalau yang bertanding itu para bule yang berbadan keras. Aku tidak suka kekerasan, namun aku suka melihat tubuh atletis para pria yang sedang bertarung. Ah, sangat jantan dan maskulin.

Siang itu, saat aku asyik melihat foto-foto seksi Mirko Cro Cop (petarung Kroasia K-1) yang sedang bertarung telanjang dada, aku dikejutkan oleh seorang taruna yang kebetulan sedang menemani temannya di warnet itu. Mereka duduk tepat di sebelahku. Pria itu berkata, "Anda suka fighting, yach?" Aku hanya tersenyum malu, diam-diam mencuri pandang. Pria itu mengenakan seragam angkatan laut, tanpa topi. Kulitnya sawo kecoklatan. Wajahnya menunjukkan usia 30an itu nampak ramah. Badannya memang tidak kekar, sedikit berlemak, namun tidak gemuk. Dia memang tidak tampan, tapi juga tidak jelek. Biarpun begitu, tiba-tiba aku menjadi bergairah sekali.

Temannya jauh berbeda dengannya, lebih muda (20an). Tubuhnya lebih langsing namun terlihat padat. Wajahnya sangat tegas dan juga tampan. Melihatnya saja sudah melambungkan imajinasiku ke langit ketujuh. Apalagi kalo diajak bercinta. Perkenalan lebih lanjut membuatku mengetahui bahwa nama pria yang menyapaku tadi adalah Iwan. Sedangkan temannya itu Bram. "Mau gak mampir ke tempatku?" tawar Iwan, tersenyum ramah. "Aku punya banyak foto petarung di komputerku. Kamu pasti suka." Tangannya diletakkan di atas punggungku, membuat jantungku berdebar tak karuan. "Mau banget," jawabku. Diam-diam, penisku mulai tegang, setegang baja.

Singkat cerita, aku pun diajak Iwan dan Bram ke kamar asrama mereka. Banyak taruna ganteng dan gagah yang berlalu lalang. Kemaluanku menjadi semakin tegang dan mulai mengucurkan precum. Di dalam kamarnya, Bram menghempaskan dirinya ke atas ranjang bertingkat bagian bawah. Dengan cueknya, Bram melepaskan pakaiannya dan tidur dengan hanya mengenakan celana dalam putih. Keringat mengucur deras dari sekujur tubuhnya. Nampaknya Bram benar-benar kepanasan. Sekilas, aku mengintip tubuhnya yang mengkilat dengan keringat. Ah, seksi sekali... penuh dengan otot...

"Endy? Lagi ngapain kamu?" tanya Iwan, membuyarkan lamunanku. "Kok dari tadi asyik mandangin badan Bram? Suka yach?" godanya, sambil mencolek pinggangku. Aku terkejut sekali saat Iwan mencolek pinggangku. Untuk sesaat aku mengira kalau dia juga gay, sama sepertiku. Namun, aku segera menghapus pikiran itu, sebab mereka nampak sangat 'straight'. Tanpa menunggu jawabanku, Iwan menyalakan komputernya dan memintaku untuk duduk di depannya. Sesaat kemudian, dia sibuk memperlihatkam foto-foto para petarung lain yang tak kalah ganteng dan kekar dari Mirko Cro Cop. Aku semakin terangsang dan mulai duduk dengan gelisah. Tanpa kusadari Iwan bergeser ke belakangku sambil memencet-mencet keyboardnya. Tangan kirinya diletakkan di atas bahuku, meremas-remasnya dengan lembut. Aku menjadi mabuk kepayang dibuatnya.

"Aku punya gambar-gambar yang lebih bagus dari ini. Mau lihat?" tanyanya. Aku mengangguk saja. Lalu Iwan membuka sebuah folder yang berjudul Cowok. Apa yang kulihat berikutnya membuatku terkejut sekali. Di depan layar komputer, berbaris foto-foto cowok bule bugil. Ada yang berpose telanjang bulat, ada yang berciuman dengan sesama pria, bahkan ada yang saling menyetubuhi pria lain. Jantungku berdebar kencang sekali. Iwan segera menjawab, "Ya, aku gay. Aku ingin berhubungan seks denganmu, manis." Iwan mencium-cium leherku dari belakang. Kedua lengannya yang besar dan kuat menglingkari pundakku. Tangannya menjalari dadaku, meremas-remasnya. Tanpa dapat ditahan, aku mengerang kenikmatan. Aku hanya dapat pasrah, menyadari bahwa sebentar lagi Iwan akan mengambil keperjakaanku. Namun aku tak dapat menyangkal kalau aku amat mengharapkannya.

Tangan Iwan pun mulai menjalar dengan liarnya. Sambil membimbingku berdiri, Iwan mulai memasukkan tangannya ke dalam celana pendekku. Alangkah terkejutnya Iwan mengetahui kalau aku tak memakai celana dalam. Sambil tetap memelukku dari belakang, dia memberikan sebuah senyuman mesum padaku. Mudah baginya untuk menemukan alat kelaminku. Begitu dia menyentuhnya, aku mengerang makin liar. Senjataku sudah mengeras dan membasahi celanaku. Satu-persatu, pakaianku jatuh ke lantai. Dengan lembut, dia memutar tubuhku agar aku menghadap mukanya. Aku kini sudah berdiri telanjang bulat di depannya. Iwan tersenyum sensual sambil menjilat bibirnya. Katanya, "Aku paling suka cowok Chinese yang putih mulus sepertimu. Cocok sekali untuk dingentotin." Iwan nampaknya tak mau berbasa-basi lagi sebab dia segera menanggalkan pakaiannya. Dengan bernafsu, Iwan memelukku. Pelukannya membuatku liar sehingga aku dengan leluasa meraba-raba punggungnya. "Mau tidak 'dipakai' ?" tanyanya sambil memelintir kedua putingku. Aku mengangguk.

Kemudian, terbuai dalam suasana erotis, aku menciumi sekujur tubuhnya, mulai dari leher, turun ke dadanya. Ah.... Aku amat memujanya... Dada milik Iwan memang tidak terlalu keras dan berotot, namun lumayan seksi. Kedua putingnya yang tadi tertidur, kini mulai mengeras seiring dengan permainan lidahku. Sesaat kemudian terdengarlah erangan merdu dari bibir Iwan. Usai menjilati dadanya, aku bergerak menuruni perutnya dan tiba di kemaluannya. Sungguh merupakan kontol terseksi yang pernah kulihat. Panjangnya hampir mencapai 20cm dengan ketebalan yang nyaris melampaui 5cm. Terbakar oleh nafsu birahi, kontol itu berdenyut keras sekali, seolah menuntut servis dariku. Cairan pra-ejakulasinya mulai mengalir dan menetes ke atas lantai. Dengan sigap, aku menangkapnya dengan lidahku. Hmm... sungguh lezat sekali. Iwan hanya tersenyum meyaksikan ulahku. Kontol Iwan memang nampak lezat sekali. Dengan saus pra-ejakulasi yang terus mengalir turun. "Ayo, sayang, hisap kontolku," ujarnya seraya mengelus-ngelus dadaku. Kemaluanku sendiri tegang sekali, minta dipuaskan.

Sambil berlutut, aku menjilati batang kejantanannya dengan antusias. Erangan nikmat Iwan terdengar kencang sekali. Namun dalam suasana erotis seperti itu, hal itu tidak dipedulikan sama sekali. Yang penting, hasrat semua pihak terpuaskan. Kubuka mulutku lebar-leabr dan membiarkan kontol Iwan menerjang keluar masuk. Sesekali aku tersedak namun dengan sigap, aku dapat kembali mengikuti irama sodokan kontolnya itu. "...aarrgghhh..." erang Iwan, matanya terpejam rapat. Cairan pra-ejakulasi Iwan terasa bagaikan cairan ternikmat di dunia. Rasanya agak asin dan terasa licin di lidah. Iwan memang sungguh merupakan seorang pejantan, sebab cairan itu mengalir tanpa henti. Seperti bayi yang menyusu, aku terus menghisap kepala kontolnya demi mendapatkan cairan itu lebih banyak. Aku memperkuat sedotanku dan Iwan pun mengerang keenakkan.

Asyik memeras kontol Iwan dengan bibir dan lidahku, aku tak menyadari bahwa seseorang sedang berdiri di belakangku. Aku baru tersadar saat orang itu membelai-belai punggungku. Ternyata orang itu adalah Bram. Dari sudut mataku, aku mengintip dan mendapatkan Bram telah telanjang bulat. Kontolnya tegang, basah, dan meninggalkan noda di lantai. Sejujurnya, Bram jauh lebih ganteng dan berotot dibanding Iwan, namun Iwan sendiri memiliki aura kelaki-lakian yang tak dapat kutolak. Bram menggosok-gosokkan kontolnya ke punggungku, sambil berciuman dengan Iwan. Sesaat kemudian, Bram bergeser, mendekat pada Iwan sehingga kontolnya berada tepat di depan mulutku yang penuh dengan kontol Iwan. Bram memukul-mukulkan kontolnya yang berliur itu ke pipiku. Mau-tak mau, aku melepaskan kontol Iwan dan menggantikannya dengan kontol Bram.

Pada dasarnya, kontol mereka kelihatan hampir sama. Namun, kontol milik Bram nampak lebih besar. Mungkin Karena pemiliknya adalah pria yang berotot. Begitu kontol Bram mendarat dalam mulutku, aku langsung dihadiahi dengan berliter-liter cairan kelaki-lakiannya. Aahh... enak sekali... Aku menyedot, menghisap, menjilati, dan menggigit kontolnya. Aku mengkhayalkan kontol mereka berada di dalam liang duburku secara bersamaan.... Pasti akan terasa asyik sekali... Seolah-olah dapat membaca pikiranku, Iwan berkata, "Sabar saja, sayang. Nanti kamu akan mendapatkan kedua kontol kami di dalam pantatmu." Iwan mengocok-ngocok kontolnya sambil menikmati caraku menghisap kontol temannya itu. "Kami akan mengisi perutmu dengan sperma kami, sampai kamu kebanjiran. Kamu mau kan?" Saya hanya mengangguk sambil terus menikmati kontol terlezat yang pernah kuhisap. Menghisap kontol memang hobiku. Daripada menghisap rokok, lebih baik menghisap kontol. Lebih enak, segar, dan sehat.

Bram nampaknya larut dalam hisapan mautku. Sambil mengerang tertahan, dia memejamkam matanya rapat-rapat dan terus memaju-mundurkan kepalaku. ".... Aarrgghhh.... Yeah... hisap terus kontolku.... Yeah.... Seperti itu... lebih kuat lagi, sayang.... Aarrgghh...." erangnya. Aku terus menghisap batang itu dengan bersemangat. Sesekali, aku meraba-raba pelernya dan juga dada bidangnya yang perkasa. Aahhh.... Iwan yang tak mau ketinggalan, menggosok-gosokan cairan pra-ejakulasinya ke mukaku. Aku tahu keinginannya. Maka dengan adil, aku menghisap kontol mereka berdua secara bergilir. Sementara aku menghisap kontol Iwan, tanganku mengocok-ngocok penis Bram. Dan begitu sebaliknya. "AArrgghh..."

Tiba-tiba, Bram menjauhkan kontolnya dariku. Dia berkata, "Saatnya untuk dingentotin." Tangannya menepuk pantatku keras-keras. Jantungku berdebar-debar. Dari dulu memang saya sering membayangkan nikmatnya disodomi, namun aku belum pernah mencobanya. Bagai domba yang digiring, saya digiring ke tempat tidur. Kedua pria perkasa itu akan segera merenggut keperjakaanku. Iwan membaringkan tubuhku ke atas ranjang dengan mesra sambil tetap menciumi bibirku. Tubuhku terbaring telentang dengan kedua kaki terkangkang lebar-lebar sementara Iwan berdiri tepat di pertengahan selangkanganku. Bram berdiri di samping ranjang dan segera mendorong kepala penisnya masuk ke dalam mulutku. Dengan lahap aku menghisap batang itu kembali. Aahh, nikmatnya. Cairan pra-ejakulasi tak henti-hentinya mengalir keluar dari lubang kencing milik Bram.

Dengan penuh nafsu, Bram meremas-remas dadaku sambil mengeluarkan kata-kata kotor. "... yeah... hisap kontolku... loe suka kontolku, 'kan? Yeah... hisaplah seperti seorang penghisap kontol yang baik.... Buat gue ngecret di mulutmu... hisap kontolku..." Kontolnya didorong lebih dalam lagi, sampai-sampai kepala kontolnya mengenai dinding kerongkonganku. Kontan saya tersedak, namun Bram tak sudi melepaskanku. Sebaliknya, dia makin bernafsu, seakan-akan senang melihatku tersiksa seperti itu.

Aku hampir kehabisan napas namun tetap berusaha sekuatnya untuk mengikuti ritme sodokan kontol Bram. Sementara itu, Iwan meraba-raba perut dan kemaluanku. Dengan lembut, dia berkata, "Jangan takut, takkan sakit, kok. Yang penting, jangan dilawan. Biarkan saja kontolku masuk. Santai saja." Tiba-tiba, aku merasakan sesuatu yang besar dan basah sedang berusaha membuka paksa lubang pantatku. Pelan namun pasti, benda itu mulai bergerak masuk ke dalam anusku. Sakitnya tak terlukiskan. Untuk pertama kalinya, bibir anusku terbuka lebar dengan paksa, perih sekali. Aku merasa seakan-akan bibir anusku akan sobek seperti plastik yang terkoyak. "AARRGGHHH...!" tangisku. Namun tangisan and eranganku tak dapat keluar dengan bebas sebab mulutku tersumpal kontol Bram yang besar dan lezat itu. Hanya suara-suara eranan tertahan yang tak jelas yang terdengar.

Akhirnya kepala kontol Iwan telah masuk seluruhnya ke dalam tubuhku. Anusku mencengkeram batang kejantanannya kuat-kuat, tak ingin melepaskannya. Meskipun anusku berdenyut-denyut tak karuan, namun aku sangat menikmatinya. Rasa sakit itu bercampur dengan kenikmatan. Kenikmatan yang kuperoleh dari kontol seorang lelaki. Iwan hanya tersenyum mesum melihat kenikamtan yang jelas tergambar di wajahku. Dia tahu benar seperti apa sifatku. Sifat itulah yang sering dia temukan pada diri semua pelacur. Dia tahu benar betapa aku menikmati keberadaan kontolnya di dalam tubuhku. Setetes cairan pra-ejakulasi menetes di dalam duburku dan mengalir masuk ke dalam ususku. Aku hanya dapat mendesah kenikmatan sambil tetap menghisap kontol Bram.

Tanpa memberi aba-aba, Iwan mulai menggenjot pantatku. Dipompakannya penisnya yang besar itu masuk-keluar, masuk-keluar, masuk-keluar, terus menerus. Semakin lama, pompaannya semakin kuat, seakan ingin menanamkan seluruh batangnya ke dalam tubuhku dan 'menghamiliku' dengan benih-benihnya. Tubuhku berguncang-guncang dengan hebat, seiring dengan sodokan kontol Iwan yang makin bertenaga.

Bram nampak mulai bernafsu. Wajahnya mulai berubah kemerahan, menahan sesuatu. Rupanya Bram sudah berada di ambang orgasme. Sebentar lagi dia akan segera ngecret. "... oh sial... gue mau keluar... aarrgghh.... Yeah.... Telan semuanya... telan air mani gue... TTEELLAANN...!!" Begitu kata TELAN habis diucapkan, kontolnya menggembung besar di dalam mulutku dan mulai menembakan spermanya. CROT! CROT! "AARRGGHH...!!", teriaknya, "...AARRGGHH..!! UUGHH..!! OOHH...!! YEAH!!!... AARRGHH...!! OOHH...!!" Tubuh Bram terguncang-guncnag dan bergetar hebat. Setiap tembakan pejuhnya mengirim listrik bertegangan seribu volt ke seluruh tubuhnya. CROT! CROT!

Iwan yang sedari tadi asyik menggenjot pantatku, rupanya terangsang habis oleh orgasm kawannya itu. Seperti reaksi berantai, Iwan mulai menunjukkan gejala-gejala akan kelaur sebentar lagi. "...aakkhh... aku.... Kkellu... AARGHH...!! UUGGHH..!! OOHH...!! AARRGGHH...!! UUGGHH...!! AARRGHH...!!" Iwan terus-menerus mengerang sambil menembakan cairan kejantanannya, membanjiri ususku. CROT! CROT! CROT! CRET! Aku sendiri terasa penuh, mengerang penuh kenikmatan.

Bram yang masih merem-melek oleh karena orgasmnya yang luar biasa itu langsung memegangkan kontolku dan mengocok-ngocoknya. Tak ayal lagi, aku pun keluar, dalam beberapa detik saja. "...oohh... AARRGHH..!! OOGGHHH...!! AARRGHH...!!" CROT! CROT! CROT! Spermaku bermuncratan ke mana-mana, mengenai tubuhku, tubuh Iwan, ranjang, dan tentunya tangan Bram. Badanku menggelepar-gelepar, lubang anusku mencekik kepala kontol milik Iwan yang masih berada di dalam. Kontol Iwan pun melemas begitu tetes terakhir dari pejuhnya menetes keluar. "AAhhh..."

Iwan jatuh menimpa tubuhku dengan lembut, sambil menyisirkan jari-jarinya pada rambutku. Aku sendiri hanya dapat bernapas terengah-engah, letih tapi puas sekali. Bram tak mau ketinggalan. Setelah mengeringkan kontolnya dengan cara menggosok-gosokkannya pada mukaku, Bram berbaring di ranjang dan memelukku. Kami bertiga saling berangkulan, bermain lidah dan bibir. Air liur kami saling bercampur, namun rasanya nikmat sekali. Tangan Bram and Iwan menjamah tubuhku dan mengusap-usap cairan sperma yang menempel pada badanku. Kurasa, aku mulai jatuh cinta pada mereka berdua...

TAMAT


2 Abang Tukang Bangunan

By Homo

submitted January 8, 2004
Translate from:
To
Text Size:

Cerita di bawah ini FIKTIF belaka, hasil imajinasi mesumku. Meskipun memakai tokoh 'saya', Cerita ini berdiri sendiri, tak ada hubungan dengan cerita-ceritaku yang lain di MOTN. Silahkan kirim komentar dan ide. Bagi yang ingin kenalan, silahkan juga. Pasti saya balas! :) Webpage-ku www.geocities.com/brycejlover/profileindo.htm.

By Endy

M/M/M-double fuck

Sejak masa puber, saya telah menyadari homoseksualitasku. Di mana saja dan kapan saja, saya selalu memuaskan pandanganku dengan menikmati tubuh indah para lelaki. Diam-diam saya berharap bakal ada pria homo yang menyadari keberadaanku dan mau ngentotin lubang pantatku yang ketat dan menikmati kulitku yang putih mulus. Kebetulan, orangtuaku sedang menyewa para tukang bangunan untuk meninggikan lantai. Rumahku memang langganan banjir dan sudah saatnya untuk mengakhiri semua itu dengan meninggikan rumah. Maka sejak hari Senin, rumahku selalu penuh kesibukan. Berhubung orangtuaku kerja, maka saya selalu diminta menjaga rumah. Tentu saja saya setuju!

Sejak jam 8pagi, dua orang pekerja bangunan sedang sibuk memulai pekerjaannya. Tampang mereka jantan sekali. Meskipun kulit mereka agak gelap akibat sinar matahari, namun mereka terkesan macho sekali. Nama mereka Ujang dan Udin. Ujang lebih tua, sekitar tigapuluhan sedangkan Udin lebih muda. Nampaknya mereka teman baik. Diam-diam, saya sering mengintip mereka bekerja. Kunikmati tubuh telanjang mereka yang berotot and berkilauan akibat keringat yang tertimpa cahaya matahari. Aaaahh... Andai saja saya dapat meraba tubuh mereka. Lalu sebuah ide mesum muncul di benakku. Kebetulan, mereka sedang beristirahat di teras samping, tepat di luar kamarku sambil bercanda dan minum kopi. Tak susah bagi mereka jika mereka ingin mengintip jendelaku.

Maka saya pun menelanjangi diriku dan berbaring di ranjangku. Kontolku sudah menegang duluan, membayangkan apa yang akan terjadi berikutnya. Kuambil Men's Health Indonesia edisi Januari 2004 di mana aktor tampan Marcelino Lefrandt berpose telanjang dada. Sambil memandangi wajah Marcelino dan juga tubuhnya yang berotot, saya mulai memainkan kontolku. Sengaja kusuarakan erangan tertahanku agar Ujang dan Udin mendengarnya. "....aaahhh.... oooohhh....mmmm... uuuhhhh... hhoohhh..." Dan mereka mendengarnya!

Dari sudut mataku, saya mengintip ke arah jendela. Ujang dan Udin, dengan mulut ternganga, memandangiku lekat-lekat. Sengaja kumiringkan majalah Men's Health agar mereka dapat melihat objek fantasi mesumku. Kudengar Ujang berbisik, "Gile banget! Dia homo, Din. Lihat aja, masak dia coli sambil liatin foto cowok." Tapi beberapa saat kemudian, mereka menghilang. Saya kecewa sekali, tapi berhubung tanggung maka saya meneruskan masturbasi.

Tiba-tiba pintu kamarku terbuka lebar-lebar. Di sana berdirilah Ujang dan Udin. Keduanya telah bugil dengan tubuh masih bersimbah keringat. Untuk pertama kalinya, saya berkesempatan untuk melihat kontol mereka yang tegang berdiri. Panjangnya sekitar 15cm, cukup lumayan untuk kontol cowok macho. Kepala kontol mereka yang ungu kemerahan menatapku dengan tajam. Tanpa bicara, mereka berdua mendekatiku dan naik ke atas ranjangku. Udin mengambil Men's Health dari tanganku dan membuangnya ke atas lantai sambil berkata, "Loe gak butuh cowok di majalah buat muasin loe. Loe cuman butuh kami berdua."

Jantungku berdegup kencang, gugup sekali. Namun saya juga amat senang karena rencanaku berhasil. Ujang mengusap-ngusap dadaku dan meraba-raba tubuhku. Di matanya jelas terpancar nafsu birahi yang menggebu-gebu. "Loe putih dan mulus. Gua paling suka cowok Cina." Ujang memiringkan kepalanya lalu memaksakan sebuah ciuman pada bibirku. Tentu saja saya tak menolaknya. Dengan nafsu yang tak kalah besar, saya menciuminya. Berkat tontonan VCD gay porno, saya tahu cara mencium seorang pria. Dengan nafsu, kulumat bibir bawahnya dan kupaksakan lidahku masuk. Ujang pun nampaknya ahli dalam berciuman. Begitu bibirnya menangkap lidahku, tanpa ragu, dia langsung menyedotnya. Aaahhh nikmat sekali. Tidak ada rasa jijik sedikit pun meski saya harus bertukar air liur dengan Ujang.

Sementara itu, Udin memposisikan kepalanya agar dia dapat menghisap kontolku. Berhubung kontolku tak disunat, dia harus menarik kulit khitanku ke bawah terlebih dahulu. Kepala kemerahan yang basah dengan precum pun muncul. Sebutir precum nampak menyembul keluar dari lubang kencingku yang sempit. "Mmmm... seksi sekali," Udin berkomentar. Lalu dengan lahapnya, kontolku ditelannya dalam-dalam. Saya hanya dapat mengerang keenakkan saat kurasakan kepala kontolku yang amat sensitive bergesekkan dengan dinding dalam mulutnya. Aaahhh.. hangat dan basah.

Ujang menghentikan ciumannya. Dengan pandangan penuh nafsu, dia mengontrol kepalaku dan membimbingnya turun. Saya amat memuja tubuhnya. Cepat-cepat kujilati tubuh kekarnya yang penuh keringat itu. Benar-benar tubuh maskulin yang amat sempurna, bagaikan patung Yunani kuno. Sungguh sulit dipercaya tubuh indah seperti itu adalah milik seorang abang tukang bangunan. Dadanya kujilati dan sempat kukulum salah satu putingnya yang berwarna coklat tua. Dapat kurasakan bulu-bulu halus di putingnya menggelitik mulutku. Aaahh... nikmat sekali.

Ujang nampak puas dengan servis jilatku. Tubuhnya berkilauan dengan air liurku, dan dia pun makin ngaceng. Kontolnya menusuk-nusuk tubuhku, seolah ingin melubanginya. Saya tahu apa yang dia mau. Maka tanpa ragu, saya pengulum kontolnya. Begitu bibirku mengatup di antara batang kontolnya, bau khas laki-laki menusuk hidungku. Jelas sekali Ujang malas membersihkan kontolnya. Bu pejuh kering bercampur dengan keringat serta air kencing berpadu menjadi satu. Saya merasa seperti disihir. Tanpa takut dan ragu, saya mulai memompa kontolnya dengan mulutku. Kuberikan servisku yang terbaik. Kujilaiti kepala kontolnya, lalu lubang kontolnya, dan juga bagian bawah kepala kontolnya. Ujang mengerang-ngerang kenikmatan, sambil meremas-remas dadaku. "AARRGH!! Ya, hisap terus kontol gua.. Hisap gue... kontol Ujang memang yang terbaik... ayo, hisap yang kuat... aaaarrrgghh..."

Mendengar erangannya, saya menjadi semakin terangsang, apalagi Udin masih asyik menghisap kontolku. Ah, tak terbayang nikmatnya menghisap kontol cowok sambil dihisapin pula. Kontolku terus berdenyut, dan melelehkan cairan precum. Semuanya habis dijilat Udin yang haus akan cairan kelelakianku. SLURP! SLURP! Begitu bunyinya. Semakin lama Udin mengjisap kontolku, semakin besar keinginanku untuk ngecret di dalam mulutnya. Tekanan di dalam biji pelerku makin besar dan pelan-pelan pejuhku mulai mengalir naik. Astaga, sebentar lagi saya akan ngecret! Nafasku mulai memburu dan nampaknya Ujang dan Udin mengetahuinya. Dengan cekatan, Udin menekankan jari-jarinya tepat di bawah kontolku kuat-kuat. Dan pada saat itu pula, saya ngecret. "MMPPHH!!!... UUUGGHH!!! MMMPPPHHH!!! MMMMMPPPPHH!!!" Orgasme mengguncang tubuhku. CRROOTT!! CCRROOTT!! Kurasakan kontolku menembakkan pejuh berkali-kali, namun aneh, kenapa tak ada pejuh yang mengalir keluar. Setelah semuanya berakhir, saya terduduk lemas, tapi saya tetap menghisap kontol Ujang dengan semangat. Udin sibuk menjilati sisa precum pada kontolku. Erangan-eranganku tadi tertahan oleh kontol Ujang yang tersumpal di dalam mulutku. Erangan-eranganku bergetar-getar di dalam rongga mulutku dan merangsang kontol Ujang.

Tak pelak lagi, kini giliran Ujang untuk menumpahkan cairan kontolnya. "UUGGHH!! Bangsat! Gue mau ngecret... bersiaplah..." Dengan penuh tenaga, Ujang memegang kepalaku lalu pinggulnya didorong maju sehingga kontolnya nyaris menyumbat kerongkonganku. "AAAARRRGGHHH!!!!!" Dengan jeritan yang memekakkan telinga, Ujang pun menumpahkan semua isi biji pelernya tepat ke dalam kerongkonganku. CCRRROOTT!!! CCRROOTT!!! CCCRROOTT!!! Saya tak perlu menelannya sebab kepala kontolnya langusng menembakkan pejuhnya ke dalam perutku. Cairan hangat kental dari kontolnya meluncur turun kerongkonganku. Rasanya erotis sekali. Sambil mengejang-ngejang, Ujang menghentak-hentakkan pinggulnya dan tetap mengerang. "UUUGGHH... AAAGGHH.... OOOOHHH... AARRGGHH..." CRRROTT!!! CCRROOTT!!! CRROOTT!!! Dan akhirnya semuanya selesai. Tapi semua belum berakhir.

Udin memeluk tubuhku dan menggulingkannya. Dia lalu segera berbaring di samping tubuh telanjangku secara menyamping. Tubuhku menghadap ke arah lain dengan pantatku menghadap kontolnya. Tiba-tiba, dengan bernafsu, dia memelukku dan menarik tubuhku kuat-kuat. "AARRGGHH!!!" teriakku. Udin sendiri hanya menyuarakan "MMPPHH!!!" saat kontol besar miliknya menghujam masuk ke dalam lubang pantatku yang masih perjaka. Tanpa ampun, kepala kontol itu menarik lubang anusku lebar-lebar. Kesakitan, saya meronta-ronta namun Udin memegangku dengan kuat. Ujang terangsang sekali melihat rasa sakit yang kualami; kontolnya kembali ngaceng. "AARRGHH!! Sakit, bang!... Ampun," tangisku. Namun Udin tak mempedulikanku.

Sambil tetap menyodomiku, dia berusaha untuk berkata di antara helaan napasnya. "Loe suka 'kan... UGH! Kontol gue di dalam loe... ARGH! OOHH! FUCK YOU! Gue ngentotin cowok Cina... ARGh!" Saya hanya dapat pasrah. Rasa sakit di anusku semakin bertambah parah saja. Kontol Udin menghajar pantatku tanpa ampun. Air mataku terus mengalir keluar, rasanya sakit tak terkira. Namun aneh, saya malah menyukainya. Udin sedang memakai tubuhku untuk kepuasan seksualnya. Entah kenapa, tapi pikiran itu malah membuatku semakin terangsang. Selama beberapa saat, saya merasa seperti akan buang air besar. Tekanan dalam ususku bertambah besar. Llau saya teringat akan sebuah artikel yang kubaca bahwa ketika pertama kali disodomi, perasaan palsu itu memang muncul karena usus tertipu dan mengira kontol yang sedang menyodomi itu adalah kotoran manusia.

Tiba-tiba kontol Udin mengenai sesuatu jauh di dalam tubuhku. "AARGGHH!!!" erangku. Begitu organ itu tersentuh, tiba-tiba saya merasa 'kesetrum'. Gelombang orgasme yang luar biasa menyapu seluruh tubuhku, seakan-akan saya sedang orgasme. Ujang menatapku dengan mata berbinar-binar, ingin mencicipi pantatku, namun Udin tak mengizinkannya sebab dia sedang sibuk ngentotin saya. Maka Ujang pun menemukan ide hebat.

"Din, loe berbaring di bawah dan dia di atas. Lalu gue bakal bergabung dengan loe," katanya. "Gue pernah liat adegan ini di film bokep homo. Dan keliatannya enak, tuh."

"Gile loe. Tapi boleh jugam, tuh," sahut Udin terengah-engah.

Saya agak takut mendengar ide Ujang, namun saya juga terangsang. Doble-fuck terdengar erotis. Sakit tapi nikmat. Maka Udin pun berguling sambil tetap menyodomiku. Kini dia berada di bawah dan saya menimpa tubuhnya. Kontolnya masih tertanam di dalam lobang pantatku, memompaku tanpa ampun. Pada saat tulah, Ujang menimpa tubuhku. Bibirnya menempel pada bibirku dan pria bejat itu kembali menciumiku. Sambil mencium, Ujang memposisikan kontolnya tepat di bawah kontol Udin yang sedang sibuk memompaku. Tiba-tiba Ujang memaksakan kontolnya masuk. Kontol itu, dibantu oleh cairan precum, mulai membuka luang anusku lebih besar lagi. Kurasakan lubangku tertarik semakin leabr, seakan ingin robek. "AAARRRGGGHHH!!!!!!" erangku, sakit sekali. Hal itu tidak mudah sebab lubangku ketat sekali. Ujang hampir frustasi namun dia pantang mundur. Pelan tapi pasti, kontolnya membor lubangku. Begitu ada celah, kepala kontol Ujang menyelip masuk dan terus memaksa masuk. "AAARRGGHH!!! Ampun, Bang!" tangisku lagi.

"SSSttt... Diam aja. Nikmat sekali kok. Bayangkan dua kontol gede di lobang loe. Enak lagi," bujuk Ujang. Namun saya tetap menjerit dan menjerit. Akhirnya PLOP! Kontol Ujang masuk! Kini lubangku terasa penuh sekali. Kedua kontol itu berebut tempat di dalam anusku, sesak sekali rasanya. Udin dan Ujang pun mendesah keenakkan. Kemudian, secara bergantian, mereka memompa pantatku. Ritme mereka adalah jika Udin menusuk masuk, maka Ujang akan menarik keluar; dan begitu sebaliknya. Mereka kompak sekali sampai-sampai saya terlena dibuatnya. Rasa sakit itu pelan-pelan memudar. Sungguh nikmat sekali!!! Satu lubang ketat diisi DUA KONTOL sekaligus! Bayangkan! Tubuhku terguncang-guncang, mengikuti irama sodokan kontol mereka. Tubuh Ujang yang besar dan berotot menimpa tubuhku dan menahannya di sana. Kira-kira setengah jam berlalu. Mereka memang sengaja menahan laju ejakulasi mereka untuk memperlama permainan. Oh, mereka sungguh tahu cara memuaskan sorang gay 'bottom' sepertiku. Namun, semua hal mesti berakhir, begitu pula permainan panas ini.

Kontol Udin mulai berdenyut-denyut tak karuan. Denyutannya menggesek-gesek kepala kontol Ujang dan memicu denyutannya. Berdua mereka mengerang-ngerang seakan-akan sedang dalam kesakitan yang teramat sangat. Ekspresi muka mereka pun menunjukkan rasa sakit. Namun mereka tidak kesakitan sama sekali. Sebaliknya, mereka sedang dilanda rasa nikmat yang amat teramat sangat. Rasa nikmat yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata.

"UGH! Oohh... hhoosshh... oooohh...aaahhh... gue...ooohh... mau kke.. hhooshh... keluar," erang Udin, kedua tangannya mencengkeram pinggangku kuat-kuat.

"Aaahhh... gue juga...oooohhh...hhooossshh... uugh..." balas Ujang. Semakin lama, tubuh telanjang Ujang yang menggairahkan itu semakin menekan tubuhku. Tak ayal lagi, perutnya yang kotak-kotak itu menggesek-gesek kontolku. Kontolku terperangkap dan tergesek-gesek mengikuti sodokan kontolnya. Secara tak langsung, Ujang sedang men-coli kontolku dengan perutnya!

"ARGh! Gue sampe," teriak Udin dan muncratlah pejuhnya. CRROTT!!! CCROOTT!!! CCRROOTT!! "AAAAAARRGGHH...!!!! Erangnya, panjang sekali seperti lolongan serigala. Kepala kontolnya menggembung sedikit dan terus-menerus menembakkan pejuhnya. Kontan saja perutku dibanjiri cairan lava putih yang mendidih. Ejakulasi Udin memicu ejakulasi Ujang. Pria ganteng itu pun mulai mengejang-ngejang dan berteriak-teriak. "UUUGGHH!!! OOOHHH!!!!" CRROOTT!!! CCRROOTT!! CCRROOTT!!! Tubuhnya berguncang-guncang dan gerakannya memicu orgasmeku. "AAARRRGGHH...!!!!" erangku saat kepala kontolku mulai menembakkan pejuh. CCROOTT!!! CCROOTT!!! CCRROOTT!!! Pejuhku tersemprot mengotori tubuhku dan tubuh Ujang. Berhubung pejuhku amat banyak, sebagian mengalir turun dan mengotori ranjangku serta tubuh Udin yang berada di bawahku. Bertiga kami mengerang-erang, terguncang-guncang, dikuasai nafsu homoseksual. "AAGGHH!!! UUUGGHH!! OOOHH!!!! AAAHHH!!!!" Dan semuanya berakhir beberapa saat kemudian. Tubuh kami basah dengan keringat bagaikan mandi uap, dan kami kesulitan menghela napas. Rasanya capek sekali, namun juga nikmat. Kami puas sekali. Terutama Ujang dan Udin, karena mereka akhirnya dapat mencicipi enaknya ngentotin cowok Chinese sepertiku.

Begitu Ujang mencabut kontolnya, pejuhnya meleleh keluar dari lubang pantatku. Dan saat saya mengangkat tubuhku, kontol Udin terlepas diikuti dengan lelehan pejuh yang jauh lebih banyak lagi. Perutku menggembung karena pejuh, rasanya penuh sekali. Ujang tersenyum nakal padaku. Tanpa dikomando, Udin dan Ujang mengangkat tubuhku lalu mereka membawaku keluar kamar dan masuk ke kamar mandi. Di sana, saya terpaksa harus berjongkok bermenit-menit hanya untuk mengeluarkan pejuh mereka dari lubang pantatku. Setelah itu, kami mandi bertiga sambil saling meraba-raba. Tak ayal lagi, kontol kami pun ngaceng lagi.

"Waduh, tegang lagi nih," keluh Ujang, matanya mengerdip nakal padaku. "Mau lagi?" Langsung saja, saya mengangguk. Tanpa basa-basi lagi, mereka kembali menyodomiku. Masih dengan double fuck tapi kali ini smabil berdiri. Saya hanya dapat mengerang-erang, nikmat sekaligus keskitan, sambil berpegangan erat-erat pada tubuh Ujang ketika Ujang menancapkan batangnya ke dalam tubuhku. Sementara itu, Udin menyodok lubangku dari belakang. Aahhh nikmatnya double fuck! Tak lama kemudian, kami pun mencapai klimak dan... AAARRGGHH!!! UUUGGHH!!! OOOHH!!! AARRGGHH!!! Pejuh mereka kembali membanjiriku. CCRROT!! CCROOT!!! CCRROOTT!!! Oh sungguh hari yang tak terlupakan!

TAMAT




Budak Seks Pekerja Bangunan 1

By Homo

submitted September 13, 2003
Translate from:
To
Text Size:

by Endy

==================== Cerita ini fiktif belaka, hasil rekayasa dari fantasi mesumku. Cerita ini adalah cerita gay sex berbahasa Indonesia pertamaku. Banyak melibatkan gay seks, pejuh, erangan nikmat, dan juga cowok2x bugil. Buka celana kalian, keluarkan kontol yang menggiurkan itu, santai saja, dan nikmati cerita ini sambil mengocok kontol kalian. Saran, kritik, komentar, atau cuma sekedar ingin berkenalan, silahkan kirim email ke BryceJLover@yahoo.com. Terima kasih :) ====================

Bab 1 : Hak Milik Supri

Sejak masa puber, saya sudah tahu kalau saya berbeda dengan para pria lainnya. Saya menyukai sesama lelaki. Tapi karena saya jarang keluar rumah, saya kurang berinteraksi dengan para pria di luar sana. Sebagai pelampiasan, saya sering masturbasi sambil melihat koleksi foto cowok bugil yang kudapat dari internet, hasil copian di warnet tiap minggu. Fantasi terbesarku adalah diperkosa oleh laki-laki jantan berbadan bagus. Saya tak pernah menyangka bahwa fantasiku akan terwujud sebentar lagi...

Pagi itu, saya sedang berjalan-jalan di sekitar lingkungan tempat tinggalku untuk mencari angin pagi. Seperti biasa, sambil berjalan, kusapukan pandanganku mencari laki-laki ganteng untuk mencuci mata. Sesosok tubuh pria pribumi bertelanjang dada menangkap perhatianku. Tubuhnya terlihat sangat bagus dari belakang. Memang tidak sebagus tubuh binaragawan, namun tetap saja menggiurkan. Pokoknya cocoklah kalau dia memutuskan ingin menjadi model sampul Men's Health Indonesia. Warna kulitnya agak gelap, namun dengan tubuh seseksi itu, dia nampak semakin menarik. Otot-otot punggungnya terbentuk lumayan, nampaknya dia adalah seorang tukang bangunan atau semacamnya. Sesekali, dia menengokkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, tanpa sengaja memberiku kesempatan untuk melihat wajahnya. Nampaknya dia tak terlalu tua, sekitar 30an. Tampangnya sangat jantan, tegas, dan "beringas". Tapi wajahnya lumayan menarik juga. Perlahan-lahan, batang kontolku mulai berdiri. Di dalam otakku yang mesum, kubayangkan nikmatnya diperkosa olehnya. Ooohhh.... Saya lalu memutuskan untuk berjalan tepat di belakangnya. Kapan lagi bisa ketemu lelaki menggiurkan seperti ini? Telanjang dada lagi ;)

Setelah beberapa menit kuikuti, tiba-tiba dia berbelok arah dan masuk ke dalam sebuah gang kecil. Dengan tekad membara, kuikuti dia seperti seorang mata-mata. Gang itu sepi sekali. Tak ada satu pun orang di sana. Semakin kuikuti, saya menjadi semakin takut namun gairahku malah semakin tinngi. Kontolku telah basah oleh "precum" dan cairannya telah membasahi bagian depan celena pendekku yang tipis.

Tiba-tiba, pria itu berhenti. Otomatis, saya berhenti juga. Pada saat dia membalikkan tubuhnya dan memandangku, jantungku serasa ingin lepas. Saya takut sekali. Bagaimana jika dia sampai tahu bahwa saya mengikutinya. Namun pria itu hanya tesenyum. Senyuman itu nampaknya seperti senyuman seorang penjahat. "Mau apa loe ngikutin gue?" Nada bicaranya terdengar agak tak ramah.

Saya hanya terdiam saja. Saat saya tertunduk, kulihat benjolan basah besar di celanaku. "Gawat", pikirku, "dia pasti melihatnya... aduh, bagaimana ini?"

Pria itu mendekatiku. Entah kenapa, saya hanya berdiri terpaku di situ. Saya mulai gemetar ketakutan, namun ketakutanku hanya menambah gairahku. Dalam hatiku, saya berharap dia akan memperkosaku. Saya rela memberikan keperjakaanku padanya.

"Loe suka liat badan gue, yach?" tanyanya setelah mengamati benjolan di celanaku. Tangan kanannya bergerak menyapu dada bidangnya. Dadanya yang agak gelap diremas-remas. Tak ayal lagi, putingnya mulai menegang menjadi sangat lancip.

Gairahku menjadi tak terbendung lagi. Ingin rasanya saya memintanya untuk menyodomi pantatku, namun saya terlalu takut.

"Loe suka ini?" tanyanya lagi, kali ini agak terdengar menantang. Dia berjalan semakin dekat... dekat... dan dekat, hingga akhirnya wajahku hampir menyentuh lehernya (Dia lebih tinggi dibanding diriku). Menundukkan kepalanya sedikit, dia berbisik, "Pengen diperkosa nggak?"

Saya hanya terdiam. Air liurku rasanya susah sekali ditelan.

Tangannya meraih turun dan memegang benjolanku dengan kasar. "Kontol loe pasti bagus. Gue paling suka ama kontol yang gak disunat..." Setelah puas meraba-raba daerah terlarangku, dia meraih resleting celananya. Dengan sekali tarik, resleting itu terbuka dan kepala kontolnya menyembulkan diri untuk memberi salam.

Namun saya menjadi semakin takut. Palkon (kepala kontol) pria itu begitu besar dan ukuran itu hanya ukuran sewaktu masih lemas. Bagaimana jika kontolnya terangsang? Saya mulai berpikir untuk menolak kesempatan ini. Saya memang ingin dingetotin, tapi bukan oleh kontol kuda. Saya bersiap-siap untuk kabur namun dia dapat membaca pikiranku. Sebelum saya sempat bertindak, kedua tangannya telah mencengkeram bahuku dengan sangat kuat.

Sambil menatap kedua mataku dalam-dalam, dia berkata, "Loe gak bakal ke mana-mana. Kalo loe berani kabur tau teriak, gue akan sumpah gue bakal ngabisi nyawa loe dengan kedua tangan ini..." Cengkeramannya dipererat untuk menegaskkan maksudnya.

Saya sungguh tak berdaya. Pada saat dia membawaku ke tempatnya, saya hanya dapat mengikutinya. Tak ada kesempatan untuk kabur karena dia tetap memegangi bahuku. Kontolnya masih bergoyang-goyang di luar resleting celananya, mengikuti irama jalannya. Akhirnya kami sampai di sebuah rumah kumuh, tak jauh dari gang tempat dia menangkapku. Dari luar, rumah itu nampak tak terawat dan agak gelap. Dengan kasar, dia mendorongku masuk. Pria itu ikut masuk, setelah mengunci pintu untuk memastikan saya tak dapat melarikan diri. Rumah itu memang kumuh sekali. Sinar matahari hampir tak dapat masuk. Suasana di dalam rumah kecil itu remang-remang. Lantainya terbuat dari semen halus, ruangannya hanya ada dua, penerangannya tak memadai, jendelanya hanya ada satu, hampir tak ada ventilasi, dan tak ada perabotan selain beberapa meja dan kursi kayu. Saya terhentak. Ruangan ini lebih tepat disebut sebagai ruang tahanan bawah tanah, tempat para tentara menyiksa musuh-mush mereka... Apa yang akan dilakukan pria itu terhadapku, tanyaku dalam hati.

"Buka baju loe," perintahnya. "Cepat!!!" sambungnya, agak kasar dan tak sabaran.

Beberapa saat kemudian, saya berdiri tanpa sehelai benang pun di hadapan pria itu. Kontolku mengeras bak pelat baja. Kolam "precum" terbentuk di atas palkonku yang tertutup kulup. Pakaianku kutaruh di pojok ruangan itu. Pria itu melahap tubuhku dengan tatapan bernafsu. Kontolnya yang masih tergantung di luar mulai hidup. Pelan-pelan namun pasti, kontol itu memanjang, mengeras, dan membesar. Tak lama kemudian, kontol itu telah mencapai ukuran maksimum. Panjangnya kira-kira 25cm. Dan keliling batang kontolnya sekitar 15cm. Sungguh besar kontol yang dia miliki, seperti kontol kuda penjantan. Agar lebih nyaman, pria itu melepas celananya sehingga kini dia pun berdiri telanjang bulat. Tak ada rasa minder sedikit pun di wajahnya. Dia bangga dengan tubuhnya dan juga dengan kontolnya.

"Sini loe." Dengan kasar dan bernafsu, dia menarik tubuhku mendekat padanya. Tanpa memberiku waktu untuk berpikir, dia melumat bibirku sambil merangkul tubuh telanjangku. Kontol kami saling beradu dan cairan kenikmatan membasahi tubuh kami. Untuk sesaat, rasa takutku menghilang. Pada saat saya sedang terbuai oleh kenikmatan sentuhannya, dengan sigap dia merantai tanganku dan menariknya sekuat mungkin. Tubuhku terangkat ke atas. Dia terus menarik sampai akhirnya kontolku berada tepat di depan mulutnya. "Ini yang gue suka... kontol berkulup... mmm..." Kontolku langsung disantap olehnya. Dengan liar, dipermainkannya lidahnya. Saya hanya dapat meronta-ronta kenikmatan sambil mengerang-erang. Bagiku, ini sama sekali bukan pemerkosaan. Namun, saya kemudian menyesal telah berpikir demikian...

Saya hampir saja keluar, namun pria itu menghentikan aksinya, Nampaknya, dia cukup puas dengan "precum" yang kuhasilkan. Rantai yang mengikat kedua tanganku dilepaskannya. Saya langsung dibawa ke sebuah meja kayu dan ditelentangkan di sana. Kedua tangan dan kakiku diikat pada kaki-kaki meja. Khusus untuk kakiku, Supri mengikatnya sedemikian rupa sehingga kakiku ngangkang dan memperlihatkan lubang ngentot yang kumiliki. Iaktannya benar-benar kuat. Saya tak dapat bergerak! Terlentang pasrah di sana menunggu nasib. Nasib seorang budak homo.

"Untuk apa tubuhku diikat seperti ini?" tanyaku, khawatir.

"Untuk dingentotin... untuk apa lagi?" tawanya, bernada mengejek. "Mulai saat ini, loe adalah budak sex gue. Budaknya Supri. Loe musti muasin nafsu seks gue, dan juga ngecret sebanyak yang loe bisa. Gue paling suka liat budak seks gue ngecret dan mengerang kesakitan akibat dingentotin."

Kali ini, saya benar-benar ketakutan. Pria yang bernama Supri ini nampaknya tidak main-main.

Supri berjalan mengelilingi meja sambil meraba-raba tubuhku. Sentuhannya hanya membuatku semakin gila dengan gairah. Dia lalu berhenti di depanku. "Buka mulut loe, homo!" serunya. Tanpa kubantah, langsung kubuka mulutku dengan senang hati. Kontol kuda itu lalu meluncur masuk. Rasanya besar sekali, mulutku serasa ingin pecah. Kepala kontolnya bergerak maju dan mendesak langit-langit mulutku. Cairan asin mengalir keluar dari lubang kontolnya dan masuk ke dalam mulutku. Rasanya nikmat sekali. Namun sebelum saya dapat menikmatinya, Supri menarik kontolnya mundur. Sesaat kemudian, kontol itu bergerak maju lagi, lalu munder, maju, mundur. Dan begitu seterusnya. Untuk mengimbangi kepalaku, Supri memegang kepalaku menyamping agar dia lebih leluasa memperkosa mulutku. Saya hanya dapat mengerang nikmat sambil sesekali tersedak dan hampir kehilangan napas. "Yeah.... hisap terus... aaahhh.... Homo emang paling tau nyenengin cowok...." katanya sambil tersengal-sengal. "... uuugghh.... AAAHHHH... loe adalah budak homo gue.... milik gue seorang... aaahhh.... nikmat sekali.... oohhh yah..... OOOHHHH.... ahhhhh..." Erangan-erangan nikmatnya sebentar pelan, dan sebentar keras. Saya sendiri mulai suka diperlakukan seperti itu. Namun mendadak, Supri semakin panas. Erangan-erangannya semakin keras dan terdengar seperti sedang kesakitan. "AAARRGGHH... OOOHHH... Siap-siap, homo... Pejuh gue mau keluar.... aaahhh.... OOOHHH... Telan ini...!!!... AARRRGGHH...!!! OOOHHH..." Dan dengan itu, kontol Supri pun memuntahkan isinya. Crrooott... crroooot... croooot... Cairan putih kental dan hangat itu membanjiri mulutku. Dengan lahap, kutelan semuanya tanpa sisa. Oooohhh cairan kelaki-lakian Supri memang sangat lezat... nikmat sekali.... "UUGGHHH... aaahhh.... oohhh..." Kontol Supri menembakkan pejuhnya selama kurang lebih sepuluh kali, lalu berhenti. Keringatnya menetes membasahi wajahku. Pria jantan itu lalu mengelus-ngelus wajahku seolah sedang berterima kasih.

Saya tersenyum puas sambil memejamkan mataku. Tak dapat dipercaya kalau saya telah melakukan oral sex dengan pejantan itu. Kukira saya dapat beristirahat, namun tiba-tiba kurasakan tangan Supri menjalar ke pahaku. Sewaktu kubuka mataku, Supri telah berdiri di depan kontolku. Dengan bernafsu, Supri membasahi jari-jarinya kemudian jari-jari basah itu dimain-mainkan di lubang anusku yang masih ketat. Ketika jari-jari itu menekan masuk ke dalam anus, rasanya agak nyeri dan sakit. Apalagi ketika Supri memutar-mutarnya. Katanya, dia perlu melonggarkan sedikit lubang pantatku sebab lubangku terlalu ketat. Lama-kelamaan terasa nyaman dan nikmat. Saya mulai terbuai...

"Aaa!!! Apa itu?!" teriakku. Rasanya luar biasa sakit. Sesuatu yang jauh lebih besar tiba-tiba menghujam masuk. Tersadar olehku kalau benda itu adalah kontol Supri. Ya, tidak salah lagi, pikirku. Benda itu besar dan panjang, hangat, agak basah di bagian ujungnya dan berdenyut-denyut. "AAAhhh...!!! Sakit..." erangku.

"Diam loe, homo! Loe adalah budak seks gue dan loe musti mau gue ngentot. Sebentar lagi, loe udah bukan perjaka lagi..." tawanya riang. "Jarang sekali bisa perkosa cowok homo yang masih perjaka.... aahhh... nikmatnya...." Supri menarik jari-jarinya keluar dan menusukkan kontolnya lebih dalam lagi. Saya mengerang semakin keras. Sakitnya bukan kepalang. Rasanya seperti hendak terbelah dua saja. Lubang pantatku menganga lebar, tersumbat oleh kontol kuda itu. Air mata mengalir dari mataku, saya telah diperkosa oleh Supri. Pada saat itu, saya benar-benar menyesal telah meminta permohonan konyol macam itu, namun sudah terlambat untuk menyadarinya. Supri mulai menggenjot pantatku. Masuk, keluar, masuk keluar... Seiring dengan irama genjotannya, saya menangis dan mngerang. Lubang duburku benar-benar panas dan perih. Saya berusaha untuk berontak namun tali itu mengikatku terlalu kuat.

"AAAGGHH!!" teriakku lagi. "Ampun, bang... aacchhh... sakit... ampun, Bang...." tangisku. "AAACCHH!!!" Namun tangisku tak dihiraukannya. Malah Supri menjadi semakin beringas dan liar.

"OOHHH... lubang loe ketat sekali.... AAAHHHH... lebih ketat dibanding memek... UUGGhh... mimpi apa gue semalam... aahhh... bisa dapatin homo kayak loe.... AAAAHHHH..." sahutnya di sela-sela aktivitas ngentotnya.

Saya terkejut ketika menyadari bahwa saya menikmati rasa sakitku. Rasa sakit akibat diperkosa Supri itu terasa sangat nikmat. Gesekan kontolnya dengan dinding dalam duburku mengirim sinyal-sinyal nikmat ke otak mesumku. Perlahan namun pasti, saya terhanyut dalam irama ngentotnya.

Supri nampaknya mahir sekali dalam urusan ngetot-mengentot. Dia bisa melakukannya dalam ebrbagai versi. Pertama dia bisa melakukannya dengan sangat lambat. Menusukkan kontolnya sampai masukd alams ekali lalu dicabut seluruhnya. Kemudian, kontolnya itu dihujamkan lagi tanpa ampun dan kemudian ditarik lagi. Begitus eterusnya dan semuanya dilakukand alam tempo lambat. Sungguh sakit, menyiksa, namun nikmat bagiku. Kedua, Surpi bisa mengentotinku dengan sangat cepat seperti laju kereta api express. Saking cepatnya, tubuhku terguncang-guncang dan lubangku terasa mulai berdarah. Ketiga, Surpi dapat memutar-mutarkan kontolnya di dalam anusku. AAAHHHH.... nikmatnya....

"aaahhh.... homo.... ooohhh... ngentot.... AAARRGHHH..!!!! nikmatnya.... aaahhh..." erang Supri. Sekujur tubuhnya bsah dengan keringat. Rambutnya pun basah. KEringatnya jatuh membasahi tubuhku yang juga mulai berkeringat. Sisa pejuhnya yang tadi dia keluarkan sedikit terlumur di badanku.

"...lagi, Bang.... lagi..." mintaku, terengah-engah.

"Wow, lihat ini... budak homoku akhirnya menunjukkan kulit aslinya.... aaahhh... gue tau.... loe pasti suka.... ooohh... dientotin ama kontol gue.... ngentot!..... ARRRGHHH..." Supri kemudian memegang kontolku yang telah banjir dengan "precum"ku dan mulai mengocoknya. Kontolnya masih terus memompa tubuhku. "ngecret, ngecret, ngecret..." ulangnya berkali-kali, seperti mantra. "OOOHHH!!!"

Saya tidak kuat lagi. Saya harus ngecret. SAya harus mengeluarkan pejuhku.... Pejuh seorang homo... "AAARRGGHHH...!!!! OOOHH!!!... AAAHHHH!!!... UUUGHHHH!!!!... OOOHHHH!!!!" Saya terus mengerang-erang seperti orang kesetanan. Tubuhku menggelepar-gelepar seperti tersengat listrik, tersengat orgasme hebat. Mengalami orgasme hebat sambil terikat di meja dengan sebuah kontol super di dalam pantat rasanya NIKMAT sekali!!! AAARRRGGHH...!!!! Pada saat yang sama, Supri pun berorgasme.

Begitu saya ngecret, lubang duburku menutup secara refleks dan mencekik kontol Supri. Kontan saja, kontol itu pun menyerah dan memuntahkan laharnya untuk yang kedua kalinya Crot!!! Crot!!!! Crot!!!! "AAARRRRGGGHHHH!!!!!!!....." Dengan jeritan yang keras sekali, seperti lolongan serigala yang terluka, Supri pun ngecret. Badannya mengejang-ngejang dengan dahsyat. Pejuhnya, seperti air bah, membanjiri lubang ngentotku. AAhhh.. hangat... Tubuh kami berdua dikuasai oleh setan orgasme dan setan nafsu seks. Saya baru pertama kali itu mengalami orgasme yang sedemikian hebat.

Akhirnya orgasme itupun usai. Supri menjatuhkan tubuhnya di atas tubuhku. Pejuh yang kusemprotkan menodai perutku dan perutnya. Rasanya enak sekali ditimpa oleh pria segagah Supri. Afterplay kami diisi dengan tidur-tiduran seperti itu selama beberapa menit. Setelah Supri berhasil mengumpulkan tenaganya kembali, dia bangun dan menciumiku dengan mesra. Kontolnya telah melemas di dalam anusku dan tergelincir keluar dengan sendirinya. Pejuhnya yang bersarang di dalam anusku juga ikut mengalir keluar seperti tetesan air keran.

Supri pun berkata, "Mulai saat ini, loe adalah budak gue. Kapan pun gue panggil, loe musti datang. Kalo nggak, gue bakal beberin semuanya ke orang se-RT biar semua tau loe homo." Lanjutnya lagi, "Loe musti bersedia nyedot kontol gue, minum pejuh gue, dingentotin gue, dan juga ngelakuin apapun yang gue suruh. Ngerti?"

Saya hanya mengangguk lemah.

"Loe adalah homo gue. Hak milik Supri. Gak boleh ada cowok lain yang ngentotin loe, kecuali gue yang suruh. Mengerti?"

"Ya, Bang," sahutku lemah.

Tepat pada saat itu, pintu rumah Supri digedor-gedor oleh seseorang. "Supri! Bukain dong. Ini kami," teriak seseorang.

"Wah, kebetulan, nih," seru Supri kegirangan. "Saatnya mamerin budak homo gue ke temen-temen gue." Supri bergegas membuka pintu. Namun sebelumnya, dia berpaling padaku yang masih terikat telanjang berkeringat dan berpejuh dan berkata, "Bersiap-siaplah, karena pesta akan segera dimulai" ...

(bersambung) ===============

Bagaimana nasibku selanjutnya? Apakah saya sanggup melayani semua teman Supri? Apa saja yang akan mereka lakukan padaku? Nantikan saja bagian 2 dari Budak Seks Pekerja Bangunan yang berjudul Pesta Seks. Yang pasti, lebih seru, lebih panas, dan lebih banyak gay seks.

Jakarta, 28 Desember 2002 Copyright 2002 Endy




3 Some

By pangeran212

submitted April 12, 2007
Translate from:
To
Text Size:

Aku terus sibuk mengatur lalu lintas. Tak ku pedulikan peluh yang sejak tadi membasahi tubuh kekarku. Memang sudah 3 tahun aku menjalani kehidupan ini sebagai polisi. Dan memang sangat menyenangkan. Menjadi polisi adalah cita-citaku sedari kecil. ”Priiiit....!!”Aku membunyikan peluitku. Seorang pengendara motor tidak memakai helm. Pengemudi motor itu berhenti dan mendekatiku. Ku lihat wajahnya pias karena ketakutan. ”Anda tahu kesalahannya kan ?”tanyaku berusaha menampakkan kewibawaanku sebagai polisi. Ku pandangi wajahnya yang begitu tampan, membuatku tergoda. Aku tak tahu, kenapa setiap melihat lelaki tampan, hati ku selalu tergoda. Seperti halnya saat ini, pengemudi motor yang diperkirakan mahasiswa itu sangat tampan. Bibirnya merah dan tipis. ”Aku tidak pakai helm, pak...,”jawabnya. Aku menjelaskan pasal yang telah ia langgar. Aku periksa surat motornya, dan aku nyatakan motornya harus ditilang. Dan ini bukan untuk pertama kali aku menilang motor atau mobil orang. ”Motor anda harus ditilang... ”Jangan Pak. Berapa yang harus aku bayar...,”rengeknya mengharapkan belas kasihan. Keinginanku terhadap dirinya, membuat aku tak ingin melepaskannya begitu saja. Biasanya kalau pemilik kendaraan yang aku tilang telah memberi uang, maka dengan begitu mudah aku bebaskan. Tapi, kali ini aku punya ide. Ketampanan dan postur tubuhnya yang atletis membuatku ingin menjebaknya dalam permainanku. Akua tak ingin, hanya dalam khayalan saja. Ini saatnya keinginanku menjadi suatu kenyataan. ”Aku tak menerima sogokan. Motor anda harus ditilang,”ku lihat wajahnya semakin pucat karena ketakutan. ”Tolong Pak, itu bukan motor ku....aku.... ”Tapi, peraturan tetap peraturan... Sekali lagi ku pandangi wajahnya yang begitu tampan. Terlihat ada belahan di dagunya. Hidungnya mancung dengan alis yang menaungi mata besarnya berwarna hitam pekat. ”Begini saja..., motor ini dengan terpaksa aku bawa. Kamu bisa mengambilnya malam ini di alamat ini,”Aku memberikan kartu namaku padanya. Ku lihat pemuda itu pergi dengan lunglai. Aku hanya tersenyum. Aku tak mungkin melepaskan begitu saja pemuda tampan itu. Ku lihat KTPnya yang aku ambil. Namanya ADIYASA PRATAMA. Usianya baru 23 tahun. Empat tahun di bawah usiaku.

*****

Aku gelisah sendiri. Aku hanya mondar mandir tak karuan. Aku sengaja tak membuka pakaian seragamku. Sebab, aku harus tampil formal. Ku lihat arlojiku telah menunjukkan pukul 21.00. Hatiku bertanya-tanya, apakah pemuda yang bernama Adiyasa itu akan datang malam ini ? Aku sangat menginginkannya. Aku ingin memeluk dan mengecup bibirnya. Dan...aku akan memainkan kepunyaannya dan menggagahinya. Itu yang ku inginkan darinya. Adiyasa.... ”Tok...tok....!!” Bunyi ketukan pintu itu membuat aku berdebar. Aku membuka pintu dengan harapan pemuda itu yang datang. Ternyata dugaanku salah. Yang ada di hadapanku Riyaz, teman dekatku. Ku lihat ia juga masih mengenakan seragam, dan tampak gagah. Riyaz, juga tampan. Namun aku tak berani jika menyalurkan keinginanku dengan teman seprofesi. Aku takut perbuatanku terbongkar. ”Apa aku boleh masuk ?”tanya Riyaz dengan senyumannya yang memikat. ”Tentu saja boleh... ”Aku baru pulang dari Indramayu. Boleh aku menginap di sini ?”tanyanya sambil menjatuhkan pantatnya yang sexy di sofaku. Aku kebingungan. Bagaimana aku ingin melaksanakan rencanaku terhadap Adiyasa. Aku berdo’a agar Adiyasa datang besok malam saja. ”Kenapa kamu kelihatan bingung ?”tanya Riyaz. ”Aku heran, kamu tumben ke sini. Mau nginap lagi ?”Aku tersenyum. Duduk di sisinya. ”Lagi kesepian...,”Riyaz mendongakkan kepalanya dengan kedua tangannya dibelakang pundak. ”Emang isteri kamu kemana ?”Aku tahu Riyaz sudah menikah 2 bulan yang lalu. ”Ternyata punya istri itu nggak enak...,”desahnya kemudian. ”Kenapa ? ”Banyak keinginan dan memuakkan,”Ujar Riyaz sambil menatapku penuh arti. Aku jadi heran. ”Boleh kan aku nginap di sini ?”tanyanya penuh harap. Aku mengangguk tanpa berani menolak. Pikiranku tertuju dengan rencanaku terhadap Adiyasa. Aku dan Riyaz berbincang banyak. Aku sangat menikmati senyumnya. Hingga aku berandai-andai, jika Riyaz mau mengerti perasaanku menuntut untuk dilampiaskan. Apalagi saat Riyaz mulai menyinggung masalah hubungan intim. ”Hubunganku dengan isteri memburuk, saat aku.... ”Kenapa ?”Ku lihat ada mendung di wajah Riyaz. ”Aku bingung untuk memulai ceritanya,”Riyaz tersenyum hambar. ”Semoga aku bisa bantu... ”Baiklah... Melihat wajah Riyaz, untuk sesaat aku melupakan Adiyasa. Kini di benakku, apakah aku bisa memeluk dan menggagahi Riyaz. Ia tampan dengan tubuh kekarnya, sangat merangsang, membuat kepunyaanku horny. ”Setiap kali aku akan berhubungan, kepunyaanku langsung loyo. Padahal sebelumnya sempat ereksi.... ”Mungkin kamu lagi capek, atau nggak konsentrasi,”ujarku menimpali. ”Aku takut... ”Taku bagaimana ? ”Aku takut impoten...,”keluhnya kemudian. ”Boleh aku lihat punyamu ?”tanyaku memberanikan diri. Penasaran juga aku jadinya. ”Boleh...,”jawabnya membuat hatiku kegirangan. Ku lihat ia mulai membuka ritsluiting celana coklat seragamnya. Aku menantinya dengan dada bergemuruh. Riyaz melorotkan celananya tanpa malu-malu. Aku terpana dibuatnya. ”Lihatlah...,”Riyaz menunjukkan penisnya yang masih loyo. ”Apakah kamu bisa mengobati orang yang impoten ?”tanyanya kemudian sambil menatapku penuh harap. ”Aku coba,”jawabku sambil mulai mengelus dan mengusap penisnya. Aku merasakan bermimpi bisa memegang penis Riyaz. Tidak !! Aku tidak bermimpi. Ini kenyataan !! Aku benar-benar merasakan kehangatan menyentuh telapak tanganku. Aku merasakan denyutan di batang penisnya yang mulai ereksi. Aku senang melihatnya. ”Ereksi....,”desisku. ”Teruskan, Rif...,”Riyaz kenikmatan. Penisnya semakin mengeras dan aku bisa mengira-ngira panjangnya bisa mencapai 18 cm. Aku jadi bernafsu melihatnya. Kepala penisnya tampak mulai mengkilap oleh mani. Aku tahu Riyaz terangsang. Aku memberanikan diri mulai mengulum dan menghisap penis Riyaz. Ini untuk pertama kali dalam hidupnya melakukan hal itu. Rasa asin dan gurih menyentuh lidah dan tenggorokannya. Mata Riyaz merem melek sambil menikmati servis yang ku berikan. Penisnya keluar masuk di dalam mulutku. Aku berdiri dan kami saling memandang. Dari melihat tatapan matanya, aku bisa memahami, kalo Riyaz ingin aku menggagahinya. ”Kamu tidak impoten, Yaz. Keinginan sexualitas mu menuntut untuk sesama jenis,”ujarku. ”Benarkah ?”Ada binar di matanya. ”He-eh,”Aku menganggukkan kepala sambil tersenyum. ”Maukah....malam ini kamu melayaniku ? Aku ingin sekali...,”pintanya yang membuatku senang. ”Tentu saja, Yaz. Aku juga membutuhkanmu malam ini...,”bisikku sambil memeluk Riyaz. Dan ia menyambut pelukanku. Kami saling berciuman. Ku lumat bibirnya dan lidah kami menari-nari mengikuti desahan nafas. Tangan Riyaz mulai merayap ke selangkanganku. ”Celanamu dibuka ya ?” Pinta Riyaz. Aku menganggukkan kepala. Ku biarkan, Riyaz jongkok dan membuka celana coklatku. Hingga ia mendapatkan penisku mengeras tepat di depan wajahnya. Tak urung penisku pun ia emut. Aku merasakan kenikmatan tiada tara. Kenikmatan yang selama ini ku inginkan. Pengalaman pertamaku yang tak mungkin aku lupakan. Dalam sekejap aku dan Riyaz telah telanjang bulat. Posisi kami pun sudah 69. Aku begitu asyik menghisap dan mengulum penisnya yang mengeras bagai kayu. Urat-urat di sekitar batang penisnya menyembul menampakkan keperkasaannya. Aku sangat menyukainya. Di lubang penisnya cairan mani yang tampak bagai dipernis mengkilap. Sebaliknya, Riyaz dengan liar menghisap dan mengemut penisku. Enak dan nikmat sekali yang ku rasakan. Aku benar-benar blingsatan di buatnya. Rasa-rasanya tak tahan lagi aku ingin memuncratkan spermaku. Namun aku ingin spermaku muncrat di lubang anus Riyaz yang pasti sempit dan enak. Itulah yang kubayangkan saat ini. ”Riyaaz....,”bisikku. ”Ada apa ??”tanyanya menghentikan aktivitasnya terhadap penisku. ”Aku...aku ingin fucking kamu, boleh ?? Riyaz memandangku. Kami saling menatap penuh makna. Ku lihat wajah tampan Riyaz tersenyum. ”Kamu telah berjasa buatku, Rif. Aku tak mungkin menolak...,”jawabnya sambil melingkarkan tangan kekarnya ke leherku. Aku pun membalasnya dengan hangat. Kami saling berciuman. Lalu aku mulai menindih tubuh Riyaz. Penis kami saling bertemu dan bergesekan satu sama lainnya. Sangat nikmat sekali. Kemudian kedua kaki Riyaz aku angkat dan dibuka lebar-lebar. Ku lihat, lubang anusnya tertutup oleh bulu-bulu yang menggairahkan. Nafsuku semakin meledak-ledak. Ku sibak bulu-bulu itu hingga lubang anus Riyaz dengan mudah ku pandang. Betapa lubang anus itu idamanku selama ini. Aku mendekatkan wajahku ke selangkangannya dan mulai menjilat buah penisnya yang menggelantung, lalu turun ke bawah tepat di lubang anusnya yang harum. Lidahku mulai menari-nari di sekitar lubang anus itu, bahkan ujung lidahku mulai menyusuk ke dalam lubang anus yang indah itu. ”Ahhhh....ohhhh !!”Riyaz menggeliat kegelian. Aku yakin ia merasakan kenikmatan. ”Kamu tidak jijik, Rif ?”tanyanya sambil menahan kegelian. ”Tidak. Aku malah menyukainya...,”ujarku sambil kembali menjilat lubang anusnya.

****

Aku telah melumuri penisku dengan minyak zaitun yang tadi sore aku beli. Sehingga tampak penisku mengkilap bagai dipernis. Kemudian tak lupa aku melumuri juga lubang anus Riyaz dengan minyak zaitun tersebut. Ini bertujuan, agar aku dengan mudah memasukkan penisku ke dalam lubang anus temanku itu. Jariku mulai menari-nari dan keluar masuk mempermainkan lubang anus Riyaz. ”Auuhh...!!”Riyaz menggelinjang bagai cacing kepanasan. Riyaz mengambil posisi menungging. Pantatnya yang kenyal berisi sangat menggodaku. Aku mulai mengarahkan penisku ke lubang anus Riyaz yang mengkilap karena telah ku lumuri dengan minyak zaitun. Dan perlahan-lahan, kepala penisku mulai menyentuh dan memasuki lubang kenikmatan itu. ”Akhhh...ss...sakiiit....,”Riyaz merasakan perih. Aku tak mempedulikan lagi erangan itu. Penisku terus ku tekan masuk. Terasa sempit dan seret. Tak dapat ku ungkapkan dengan kata-kata betapa nikmatnya. Kini seluruh penisku telah amblas masuk. ”Sss...saakitt....Rif....,”keluh Riyaz. Matanya merem melek. Aku mulai menghentak-hentak bagai memacu kuda. Penisku mulai masuk keluar mengaduk-aduk lubang anus Riyaz. Di ruangan kamar itu yang ada hanyalah suara desah dan erangan kami. Inilah untuk pertama kalinya aku melakukan hal ini. Dan khayalan-khayalanku menjadi kenyataan. Ini yang selama ini ku inginkan. Kenikmatan yang tiada duanya. Aku semakin keras menghentak-hentak. Pantat sexy ku turun naik seirama dengan desah dan erangan. Tak ku pedulikan Riyaz yang kesakitan. Penisku semakin cepat keluar masuk di lubang anusnya. Lama kelamaan tak kudengar lagi erangan Riyaz, kini yang hanya terdengar desahan. Aku mendekapnya tanpa menghentikan aktivitas penisku. Lehernya ku pagut, dan lidahku menyapu belakang telinga Riyaz. ”Terus...teruuuusss....auuuuh !!”desah Riyaz. Aku tahu, kini ia merasakan kenikmatan. Hentakan ku semakin cepat dan kuat. Aku merasakan ada sesuatu yang akan dimuntahkan penisku. Desirannya terasa dari ubun-ubun hingga ke bagian selangkanganku. Ku benamkan penisku dalam-dalam hingga amblas semuanya. Aku ingin memuntahkan spermaku ke dalam lubang anus Riyaz yang nikmat. ”Aku mau keluarrr...,”bisikku ke telinga Riyaz. Ku lihat ia tersenyum. Tubuhku mulai mengejang. Ku dekap erat-erat tubuh Riyaz. Aku tak tahan lagi untuk bertahan. Hingga akhirnya..... ”Creeettt....crooott !!”Spermaku menyembur keluar memenuhi lubang anus Riyaz. ”Aaahhhhh.....nikmaaatt....,”Aku memuntahkan semua spermaku hingga tuntas. Tubuhku mulai loyo. Namun aku tak mau mengeluarkan penisku dari lubang anus Riyaz. Aku sangat betah dan menikmatinya. ”Sekarang giliran aku...,”pinta Riyaz. Aku pun mencabut keluar penisku. Aku sangat capek bagai orang yang habis dikejar anjing. Aku berbaring terlentang. Ku biarkan Riyaz mulai mengangkat kedua kakiku dan lidahnya menari-nari di lubang anusku. Geli dan nikmat yang ku rasakan. Desah nafasnya menghangatkan selangkanganku. Penisku yang tadi mulai loyo, tiba-tiba berdenyut-denyut dan kembali mengeras. Ku lihat, Riyaz mulai melumuri lubang anusku dengan minyak zaitun, lalu jarinya mulai keluar masuk. Dari mulai satu jari hingga tiga jari masuk ke lubang anusku. Aku berusaha menahan sakit. Kakiku diangkat, hingga pantatku naik. Riyaz mulai mengarahkan penisnya ke lubang anusku. Aku memejamkan mataku. Dan tiba-tiba ku rasakan sesuatu yang keras menghantam membuatku terlonjak kesakitan. ”Aaakhhh..!!”Aku berusaha menahan rasa perih di anusku. Aku berusaha menikmati gesekan penis Riyaz yang keluar masuk menghentak-hentak penuh nafsu. ”Rif...pantatmu enaaak...oohhhh, ini benar-benar syurgaa.... ”Augh....uuhhh !!”Aku hanya bisa mengerang. Hantaman penis Riyaz semakin cepat. Tubuhku bagaikan cacing kepanasan dibuatnya. Penisku menegang, ada kenikmatan mengalir perlahan ke sekujur tubuhku. Sambil menghentak-hentak, Riyaz melumat bibirku. Deru nafasnya bagai serigala kelaparan. Riyaz benar-benar gagah. ”Aku...mau keluarr....Rif,”bisiknya ke telingaku. Aku tersenyum. Apalagi sambil menghentak-hentak, tangan Riyaz dengan nakal mengelus penisku yang sudah ngeceng dari tadi. Hentakan Riyaz semaking keras, membuat aku meringis. Aku tahu, Riyaz tak tahan lagi untuk menyemprot spermanya ke dalam lubang anusku. Dihujamnya dalam-dalam sambil memelukku dengan erat. Kurasakan Riyaz menggigit leherku sambil mengerang. ”Aaaaakh.....uuuuuh !! ”Croot...crooot...!!”Riyaz menumpahkan spermanya yang banyak ke dalam lubang anusku. Ku rasakan kehangatan di lubang anusku. Membayangkan semuanya, membuatku horny. Riyaz masih tetap mengocok penisku, hingga akupun orgasme. Kami tersenyum puas. Riyaz mengecupku berkali-kali. ”Kamu telah membuatku bahagia, Rif. Aku baru menyadari, sesungguhnya ini yang aku butuhkan.... ”Aku pun bahagia...sayaang...

*****

Aku terjaga saat pintu rumah diketok beberapa kali. Begitupun Riyaz. Aku dan Riaz segera mengenakan pakaian. Aku masih terasa capek. Ku coba menyisir rambutku, agar tak kelihatan acak-acakan. ”Siapa, Rif ?” Tanya Riyaz. Aku hanya menggelengkan kepala. Aku meninggalkan Riyaz yang masih di kamar. Saat ku buka pintu, ku lihat wajah tampan tersenyum penuh hormat. Pemuda itu datang juga. Untuk beberapa saat aku telah melupakan janjiku pada pemuda ini. Adiyasa kini berdiri di depanku. ”Maaf, terlambat Pak. Tadi aku nyasar.... ”Mari masuk...,”Aku berusaha tetap menjaga wibawa sebagai polisi. ”Apa aku boleh mengambil kembali motor ku ?”tanyanya setelah duduk. Aku memberanikan diri memandang wajah tampannya. Bibirnya yang merah sangat menggodaku untuk mencium dan melumatnya. ”Boleh. Ikut aku sekarang...,”ujarku. Aku mengajak Adiyasa ke kamarku, lalu dengan paksa aku memeluk tubuhnya. Riyaz tersenyum melihat apa yang ku lakukan. ”Apa-apaan ini ??”Adiyasa kaget. Ia berusaha menepis pelukanku. Ku lihat Riyaz juga mulai memeluk Adiyasa yang meronta-ronta. Aku dan Riyaz bekerjasama mencopot semua pakaian yang melekat di tubuh Adiyasa. Nafsu telah membuatku semakin ganas. ”Lepaskan aku !! Aku lelaki normal !! Lepaskan !! ”Layani kami....sayaang... Riyaz mengeluarkan borgol, sedangkan aku membaringkan tubuh Adiyasa di ranjang. Memang agak sulit, karena Adiyasa terus meronta. Namun, karena aku dan Riyaz telah dimabuk nafsu, akhirnya kedua tangan Riyaz berhasil diborgol dalam keadaan miring. ”Kamu hebat, Rif. Dapat dari mana cowok ganteng ini ?”Tanya Riyaz sambil membuka kembali pakaiannya. ”Nanti aku ceritakan. Kita nikmati dulu tubuh yang sudah bugil ini,”ujarku yang penuh nafsu melihat tubuh Adiyasa. ”Kalian polisi bejat !!”Bentak Adiyasa dengan sorot mata yang penuh amarah. ”Tenang ganteng, kamu akan ketagihan....,”ujarku mulai menindih tubuh Adiyasa. Sejak melihat pemuda ini aku memang mengkhayal bisa menikmati tubuh kekarnya. Aku dan Riyaz kembali telanjang bulat. Kami berdua ingin mengefuck Adiyasa secara bergilir. Penis kami masing – masing sudang ngeceng kembali mengeras siap untuk bertempur. Wajah Adiyasa tampak pias ketakutan. ”Jangan kalian lakukan !! Ku mohon...aku lelaki normal !!”Adiyasa memelas. Aku mengangkangi wajah Adiyasa, mulut pemuda itu aku sumpal dengan penisku. Penisku mulai keluar masuk di mulut Adiyasa. Enak banget. Sebaliknya kulihat Riyaz sibuk menghisap penis Adiyasa. Setelah puas menghisap penisnya, Riyaz mengangkat kedua kaki Adiyasa, aku segera beralih memegang kedua kaki itu. Sehingga Riyaz dengan leluasa menjilat lubang anus yang masih virgin itu. Aku ingin sekali melihat dengan jelas bagaimana penis Riyaz memasuki lubang anus itu. “Riyaz...cepetan masukin, biar aku yang megang kakinya !!”Pintaku. ”Eh...pelumas yang tadi mana ? Tanya Riyaz. ”Ku mohoon...jangaan...”pinta Adiyasa. Kakinya meronta-ronta, aku berusaha memegang dengan erat. Riyaz sudah memulai mengoles lubang anus Adiyasa dengan pelumas. Jari-jarinya mulai menusuk masuk. Aku terangsang berat. Penisku tegang bagai kayu.. ”Cepetan Riyaz !! Masukin penismu !! Riyaz mulai mengarahkan penisnya ke lubang anus Adiyasa. Aku jadi tidak sabaran ingin melihatnya. Adiyasa meronta-ronta. Perlahan-lahan penis Riyaz yang sudah dilumuri pelumas itu mulai perlahan-lahan menerobosi liang anus yang masih serat itu. ”Aaaagghhhh...sss...ssaakiiit....aoowww !!”Adiyasa menjerit. Ku lihat penis Riyaz berhasil masuk dan mulai keluar masuk. Aku dan Riyaz tak mempedulikan lagi erangan kesakitan Adiyasa. Ku lihat ada bercak darah petanda hilangnya kevirginan Adiyasa. Riyaz terus memacu bagai menunggang kuda. Ku lepaskan kaki Adiyasa yang kini hanya pasrah pada kenyataan. Pemuda tampan itu hanya mampu mengerang menahan sakit. Hentakan Riyaz semakin cepat dan keras, wajahnya mulai memerah. Aku tahu Riyaz hampir mencapai puncaknya. ”Aaaahhhh....aku...maau...keluaaar....!! Crooot...crooot !!”Riyaz memuntahkan spermanya yg kental ke dalam lubang anus Adiyasa. Riyaz menarik keluar penisnya. Ada bercak darah melekat dipenisnya. Aku tersenyum, melihat Riyaz lunglai. Ku suruh Adiyasa memiringkan tubuhya, lalu salah satu kakinya aku angkat. Penisku mulai ku arahkan ke lubang anusnya yang mengkilap karena pelumas dan sperma Riyaz. Dengan sekali hentakan penisku masuk ke liang anus. Adiyasa kembali menjerit. Dengan posisi miring aku menghentak – hentak penisku keluar masuk. Sungguh nikmat tiada tara. Beberapa menit kemudian aku merasakan sesuatu mengalir dari penisku. Ku hentak dalam-dalam dan ku tumpahkan spermaku memenuhi ruang sempit anus Adiyasa. Spermaku bercampur dengan sperma Riyaz. ”Croooot...croooot !! Aaaaahhhh !! Nikmaaat......!!





Tukang Ketoprak

By moreno

submitted March 16, 2007
Translate from:
To
Text Size:

SELESAI KULIAH Saya moreno 24 thn, saya baru saja menyelesaikan kuliah, saya kuliah diperguruan tinggi swasta yang bisa dibilang kampus elit. Saat saya kuliah saya kost karena jauh dari rumah, bukanhanya jauh saja alasan saya kost,masih ada alasan lagi yang lainnya, salah satu nya adalah saya korban dari perceraian orang tua, ibu dan bapak saya bercerai saat saya kuliah disemester awal, dan akhirnya mereka menikah dengan pasangan baru nya masing2. selesai kuliah saya mengambil keputusan utuk tinggal sementara dengan ibu saya itu dikarenakan ibu saya belum mempunyai anak dari suami baru nya, sehingga ibu dan suaminya sangat sayang pada ku, ibu tinggal dirumah suami barunya didaerah margonda depok, satu komplek yang tergolong mewah. Ibu saya sangat senang mendengar keputusan saya untuk tinggal sementara dengannya. Sampai akhirnya saya diberikan kamar yang fasilitasnya sangat baik. AWAL KEJADIAN Malam setelah kedatanganku dirumah mama(begitu saya memanggil ibu) mama memberikan saya hadiah saya diizinkan ganti mobil yang saat ini saya pakai dengan mobil pilihan saya, tentunya saya sangat menyukainya, dan mama menjanjikan besok mama & om fatir (nama suami mama) akan pulang kantor lebih cepat dan akan mengajak saya ke dealer mobil untuk melihat-lihat mobil, akhirnya saya pun menyetujuinya. Selesai makan malam bersama saya langsung naik keatas kekamar saya, dengan hati gembira saya tertidur dikasur yang empuk. Esok paginya saat saya bangun rumah dalam keadaan sepi hanya tinggal mbok idah (pembantu mama) yang ada dirumah, saya turun dan langsung minum susu yang ada dikulkas, “pagi den, maaf den sarapannya sudah dingin apa aden mau saya masakan makanan baru?” begitu pembantu yang sudah tua bicara padaku, “ tidak usah mbok trma kasih, saya tidak lapar kok, mama dan om fatir sudah brangkat mbok?”, “sudah denkalo nyoya dan tuan brangkat kantor itu slalu pagi, den tadi nynyo pesan katanya aden jam 1 siang disuruh rapih-rapih karena tuan fatir mau jemput mw pergi katanya.”, aku baru ingat oia hari ini aku akan mendapatkan mobil baruku. “iya mbok makasih ya mbok, eh mbok kok rapih mau kemana?” “ “ saya mau belanja den kepasar, karena nyonya suruh mbok masak sayur asam katanya kesukaan aden ya.., misi den, oia den kalo aden laper saya belum pulang biasanya ddepan rumah suka ada mangkal, ketopraknya enak kok den, aden beli saja”. Simbok pun pamit pergi kepasar “iya mbok hati2 ya.”. Jam menunjukkan jam 8 pagi tak terasa perut saya mulai lapar, saya menunggu ddepan teras rumah untuk menunggu kedatangan yang dibilang mbok tadi, tak lama gerobak biru berhenti depan rumah spontan saya memanggil “bang...ketoprak satu” Abangnya pun berhenti, mungkin karena jarak teras kejalan sangat jauh sehingga abangnya kembali bertanya “satu maz?” akhir kupikir dari pada teriak2 lebih baik saya keluar, saya menghampiri tadi,” satu maz, jagn pedas, pakai piring maz aja’, sambil saya duduk di bangku teras luar rumah saya melihat wajah tadi, dia mempunyai badan yg besar sangat atletis, mempunyai kulit putih, rambutnya panjang keriting kebawah tapi saat itu diikat, hatiku berkata, “gaya juga nih , baru liat gw ada model gini”, saat saya sedang melamun saya dikejutkan dengan dcolek oleh tadi, “ada apa maz”? “pakai kerupuk ga”?saya jawab kembali “pakai maz”, dan akhirnya ketoprak siap ku makan, saat saya makan diluar itu berkata, “ br bngun tdur nih maz”, “ oiya kok tau aja maz, masih kusut ya” “ga kok, Cuma itu burungnya keliatan” smbil menunjuk kearah burung saya. Astaga saya baru inget saat tidur saya hanya menggunakan celana pendek yang transparant, “oh iya saya lupa gant, mklum dah lapar banget” begitulah ku jawab sambl menghilangkan rasa malu. “saya baru liat maz disini, br datang ya maz?” “iya saya anaknya yg punya rmh ini, mmng br pindah saya kesini” sambil mengembalikan piring yang kosong ke maz tadi, karena badan ku pegal saya sambil memutarkan pinggang. “kenapa maz, pegal2? Mau saya bantu pijat ga?” itu sambil menghitung kembalian. “mangnya maz bisa mijat apa?” saya bertanya dengan penuh semangat, kebutulan sudah lama saya tidak dipijat. “bisa maz biasanya orang2 komplek juga suka minta saya pijat” “wah boleh dedh maz, tp gmn dgn dagangan maz?” tanyaku kembali “ah gampang maz saya taro gerobak saya dulu dirmh nti saya kembali lagi, lagian ketopraknya jg sdh habis” “tapi lama ga? Siang saya mw pgi” gumamsaya “ ga maz sayakan tinggal dkampung belakang komplek”. Sambil menarik gerobak untuk pulang. “yaudah cepat ya maz”..sambil saya masuk kedalam rumah dan duduk kembali diteras halaman rmh smbil merokok, tak lama it kembali lagi, “masuk maz” itu masuk kerumah, tak lama si mbok datang, “mbok tolong siapin donk, saya mw dipijat niyh sama maz ”. “baik den, aden mw dipijat diman? Di kolam renang ato druang keluarga?’. “dikamar saya saja mbok, minyak nya ada ga mbok? Tolong siapain ya mbok” “baik maz.”, saya pun mengajak tadi untuk kekamar saya diatas, sampai dikamar saya langsung terlentang untuk siap dipijat. Tak lama itupun berkata, “maaf maz gimana kalo celananya dibuka saja, biar lebih fresh ‘ kata . Lalu ku jawab “ wah bugil donk?”, “ga usah malu maz, ktkan sm2 laki2, biar si mbok ga msk, boleh pintu saya kunci?”, yasudalah kunci saja.”.. pun pergi untuk mengunci pintu, sedangkan saya sdang membuka celana yg saya knakan, saat itu saya sudah telanjang bulat, tapi tetap saja burung saya dalam keadaan lemas. “wah badan maz bagus ya, sangat proporsional” puji dia “bisa aja maz ini”. Sambil dipijat kami smbil ngobrol dan akhirnya saya mengetahui nama tadi, namanya sandi dia berusia 27 masih lajang dia membiayai dua adikny yg msih kecil2, karena kdua orang tuanya sudah tdk ada. “maaf maz, sekarang terlentang”, suruh sandi si yg beralih profesi menjadi tukang pijat. “akirnya saya terlentang, wah saya jadi malu karena burung saya akan terlihat jelas oleh si sandy. “ga usah malu2 maz, kt sma2 laki2”, kata sandy, akhirnya saya berbalik. Sndy pun melanjutkan pijatannya dari kaki sampai paha dan naik keselangkangan, serentak saya pun mulai geli dan sedikit terangsang, ini mengakibatkan burung saya menjadi konak, “ besar juga ya puny ma, pasti rajin disalurkan” ledek si sandy. “bisa aj niy maz....dah lama lagi maz ga disalurin” sambil sedikit tertawa, sandy pun kembali meledek, “wah maz boleh dipegang ga maz, saya gemas liahtnya salian mau ukur besar mana punya saya sm punya maz” saya kaget mendengar sandy bicara it, tp fikir saya ah sandy hanya mw ukur, “boleh2 aja”, sandy pun mulai memegang batang burung saya, “akh...maz tangannya hangat banget, jd horny niyh, “ sandy hanya tersenyum sambil memegang, “gmana maz gedean punya siapa saya ato maz sandy?” dengan senyum dia berkata” masih gedean punya saya mazz” “ah bohong masa siyh, ?” Tak berkata2 sandy langsung membuka celana dan mngeluarkan kontolnya, sial hati dia bnr2 besar dan panjng. “ benar ga maz? “lo maz sandy kok ngaceng juga?” tanya ku sambil tertawa. Dengan polos dia berkata “saya horny liat punya maz...” “mw saya kocokin ga maz?” tanya smbil kembali duduk, “boleh2 itung2 diurut” jawabku. Dia pun mulai menaik turun kan tangan nya dibatang kontol saya, “akh...akh...akh...enk maz...yg kuat maz..”, desah ku, Dan akhirnya sandy mengulum kontolku, “akh...hangat,,,akh...” dan saya tak kuat lagi dengana permainan sandy yg lihai memainkan kontol saya dengan lidahnya, dan akhirnya...crot....crott...crott...akh...akh........sperma ku tumpah smuanya didalam mulut sandy, dan sandy buru2 menelannya, “gimana maz, puas ga?” tanya sandy, “gila lo maz, lo minum pejuh gw?”,,,,,”iya..maz enak abis maz ganteng siyh putih lg, maaf maz saya boleh ngocok juga?” karena sandy telah menservis saya alangkah tdk adil kalo sya tdk mengizinkan”iya boleh tapi gw ga mau bantuin ya maz”,....”gpp maz saya sendiri aja...” akh..akh desah sandy dan akhirnya crotttt....crottt...pejuh nya tumpah berceceran mengenai badan saya..”maaf maz..maaf ...”, “yasud gpp, tinggal saya lap dan mandi, “, “sebantar maz jgn dilap biar saya saja yang mengelapnya.” Astaga dia menjilati smua pejuh yg ada dibadan saya....”sudah maz tinggal mandi. “ saya punlangsng kmar mandi dan mandi, sandy sedang berberes2 pakaiannya. Saat saya kluar dia hanya diam dan menunduk,”kenapa lo maz, kecapekan?”...”ga maz sy malu sm maz”...smbil sya menggunakan g-string saya berkata “gpp asal lo jgn bilang siapa2 lgan gw puas bgt kok” smbil saya membuka dompet, dengan memberikan dua lembar uang seratus ribuan “ga usah maz, uang dapat dicari tp kenikmatan kyk gini sy blm pnah merasakan”....dia menolaknya, dan pamit pulang. Setelah sandy kluar kamar saya jadi bertanya pada hati saya, kenapa saya sangat menikmati kejadian tadi ya? Apakah saya gay? Lalu bagaimana dengan pacar sya? Bersambung................................................

Saran kritk ke morenoabrar@yahoo.com




Tukang Ketoprak bag 2

By moreno

submitted April 26, 2007
Translate from:
To
Text Size:

Setelah kejadianku dengan tukang ketoprak itu, aku selalu saja beralasan minta dipijat dengan nya. Walaupun kenyataannya aku hanya mengharapkan seks saja dengannya, namun pengalaman ku ini ga kalah okenya.

Masih inget dengan papa tiriku??????? Setelah aku diberikan mobil baru oleh papaku, aku jadi semakin dekat dengannya. Bahkan aku tak segan-segan lagi untuk curhat dan bermanja-manjaan dengannya. Papa tiriku jauh lebih perfect dibanding dengan papa kandung ku, ia mempunyai badan yang sempurna, ditambah dengan ketampanan nya membuat aku tidak malu berjalan denganya. Kulitnya putih bersih dan selalu wangi walau setelah bekerja seharian. Entah kenapa aku jadi suka mencuri-curi pandang ke arahnya apalagi kalau ia hanya menggunakan piyama nya. Tubuhnya begitu surga untuk dilihat, terbesit dipekiranku...alangkah nikmatnya jika bisa tidur dengan...namun karena aku masih simpati denganya makanya aku belum berani kearah yang lebih jauh, lagaian belum ada kesempatan...hahahaha.......

Kesempatan yang tidak pernah ku duga.......

Pagi hari kamar ku diketuk oleh ibu ku....ternyata ibu ku mau pamitan untuk menginap dua hari di malaysia. Ibuku hanya meninggalkan aku dengan kissing saja, tanpa meninggalkan uang saku. Ah bt rasanya ga puny uang.....tiba2 HP ku bunyi oh pesan dari mama, ternyata mama telah mentransfer uang kerekeningku dengan jumlah yang lumayan besar untuk dua hari. Aku senang dan aku bls smsnya. Setelah aku nerima sms aku lanjutkan tidurku..........sampai akhirnya jam 11 siang kembali kamarku diketuk kini giliran si embok . . dia menyuruhku untuk mandi dan makan. Akhirnya aku turuti lagian juga sudah siang banget...pikir ku..... Selesai mandi aku turun untuk makan. Dan ternyata papa tiri ku sedang baca koran diteras, aku pikir mama ku ke malaysia dengan papa tiri ku ternyata tidak. Aku hampiri papa ku yang sedang duduk tadi...”siang om.....lagi baca koran niyh? Aku pikir om ikut mama ke malaysia...”. “siang anak ku, iya lagi baca2 aja abis suntuk nonton TV mulu, om kemalaysianya besok saja sekalian bareng mama pulang abis kalo berangkat sekarang om malu kan teman2 mama yang kemalaysia perempuan smua, kamu baru bangun? Sudah makan?.”. “ooh.......belum om belum makan belum lapar. Om rencananya hari ini mau kemana?”. “om ga kemana2 ga ada acara soalnya, kalo kamu?”. “saya rencananya mau jalan kecitos cuci2 mata, om ikut yuk aku hanya sendiri kok, pacarku lagi ujian jadi ga bisa ikut”. “oh kalo kamu sendirian boleh tuh om ikut dr pada dirumah”. “ok kalo gitu om siap2 gih”. “yaudah om kekamar dulu ganti pakaian”....papa tiriku bangun dan kekamarnya, dan tidak berapa lama keluar. Oh my god ganteng sekali papa tiriku kini dia menggunakan kacamata hitam aku langsung berkhayal gimana ya kalo seandainya aku bisa tidur dengan papa tiriku, dan melakukan seks dengannya, aku kaget saat papatiriku merangkul aku.”hey lamunin apa? Pasti lamunin jorok...hahahhaa”. “ga kok aku terkejut aja, om gaul juga ya”........”yuk kita berangkat pakai mobil om ato kamu?”...”kan aku yang ajak om jalan jadi aku yang menservice om.” Kami berangkat dengan mobilku, sepanjang jalan aku hanya mencuri2 pandang kerah papa tiriku. Dan kami sampai dicitos, “kamu mau nyari apa disini?”. “kita keatas ya om, aku mau lihat2 celana jeans.” . “oke..oke...”. kami keatas smpai diatas aku memilih sebuah celana jeans...”bagus ga om...?”. papa tiriku menghampiriku” bagus kok, mending kamu coba dulu cocok ga?” “iya aku coba dulu, yuk om” aku sengaja mengajak papa tiriku ke fitting room. Dan smpi diruang itu aku langsung membuka celana ku. Papa tiriku diam saja, tapi ada yang aneh dia selalu melihat kerah kelamin ku, dan sengaja aku tegur.” Kenapa om liatin begitu suka ya om sama celana dalam ku? Ato...”.”ga celana dalam kamu lucu, ato apa? Kok ga dilanjutin”. “ato suka sama isinya”. Ups aku kaget kok aku bisa bicara kayak gitu. “kalo om suka isinya gmana?”.ternyata om menjawabku dengan senyum nakal.”kalo suka ambil aja om”. Ternyata om langsung memegang penis ku yang sudah tegang.”punyamu besar om suka, nanti dirumah om coba ya?”...aku mengangguk,akhirnya...datang juga kesempatan ini.......”kamu keberatan kalo panggil om dengan sebutan papi? Abis kalo ditempat umum kamu panggil om kamu seperti brondong yang sedang kencan dengan om2 nya...hahaha”. “ok papi”.....dia teresnyum....dan kami memutuskan untuk pulang karena sudah sama2 horney....sepanjang jalan om hanya memandangi ku, sesekali ia mengelus penis ku.....”papi jangan nanti aku ga konsen”. “papi sudah tidak sabar”.....sampai dirumah aku menyuruh siembok naruh barang2 ku yang ku beli diruang pakaian, dan aku menuju kamar, sebelum nya aku bisik sesuata “papi abis ganti baju kekamarku ya.” “tenang ga usah kamu suruh”..sekitar 10 menit aku menunggu dikamar hanya degan g-string ku saja, akhirnya pintu kamar ku diketok pasti papi”.”papi lama banget siyh”...papi ku hanya menggunakan piyama yang transparan tanpa celana dalam sehingga senjatanya nampak “ayo kita lnjutkan yang tadi.” Papi langsung membuka bajunya dan celanaya. Kami saling berciuman...akhh.....hangat nya ciuaman papa tiriku...dilanjutkan ketempat tidur..kami berpelukan yang erat sehingga kami benar2 menyatu, sehabis itu kami saling oral......penis papi ku besar dan panjang sehingga membuat ku semakin horney.”papi fuck aku pi...aku dah ga tahan”.” Iya sayang aku siap ya...” akhir nya kontol papi ku diarahkan ke anus dan blesep........masuklah kontol jumbo keanus ku dan mulai bergoyang.....................akh...................akh................nikmat.......fuck me....fuck me........terus....papi aku suka lebih kencng lagi....papi......... Kamu suka ...syang...lobang mu enak........................papi dah ga tahan mau keluar.....akh...........akh.............crot.........................crrrrottttttttttttttttttttttttt..........sesaat anus ku hangat kena tumpahan air surga yang berasal dari kontol papi...papi keliahatan lemas...tapi aku belum kluar...namun papi menarikku keatas badannya....ngocok sayang.......tumpahin sperma mu dibadan papi......ayo....jangan ragu................akhirnya aku kocok...dan papiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii aku mau kluarrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr...nikmat.........crotttt...crottttt sperma ku membasahi seluruh badannnya...dan akhirnya kami terlemas dan tertidur.......................jembut...kontol...enakkkkkkkk

Saran...kritik mail ke morenoabrar@yahoo.com Nantikan kisah kelanjutannya.......ML dengan saudara tiri..................



!!! Pesta Bujang buat Ronnie !!!

By abeh

submitted March 16, 2007
Translate from:
To
Text Size:

Jum’at menjelang tengah malam, aku sekeluarga (istri dan putra semata wayang kami) berangkat menuju sebuah kota kecil di Selatan Jawa Tengah sebelah timur, ke tempat dimana mertuaku tinggal. Sengaja kupilih waktu tersebut, selain agar perjalanan lebih lancar juga agar sabtu pagi kami sudah sampai di tempat tujuan. Pada hari minggu ini, mertuaku akan melangsungkan pernikahan putra bungsunya, semua keluarga besar harus berkumpul karena hajatan kali ini merupakan hajatan terakhir bagi keluarga mertuaku, mengingat yang akan dikawinkan adalah Ronnie, putra bungsu mereka. Istriku hanya tiga bersaudara. Kakaknya perempuan dan sudah dinikahi oleh seorang tentara bernama Herman, beberapa tahun sebelum aku menkahi istriku. Maka jadilah hajatan kali ini menjadi hajatan terbesar bagi keluarga mertuaku, padahal sebenarnya hajatan kali ini hanya bersifat mengantarkan pengantin laki-laki ke keluarga pengantin perempuan.

Tak perlu kuceritakan bagaimana perjalanan kami. Hari Sabtu pagi kami sudah tiba di tempat mertuaku tinggal. Aku memang sedikit ngebut semalaman. Di situ sudah berkumpul seluruh keluarga besar, paman, bibi, pak de, bu de serta seluruh keluarganya sudah berkumpul. Pada malam harinya, jika di kediaman pengantin perempuan dilakukan midodareni, maka di rumah pengantin laki-laki diisi dengan pengajian, sebagai pengantar bagi pengantin laki-laki menuju gerbang kehidupan barunya dengan berbagai macam wejangan dan petuah..

Usai acara pengajian, kami semua beristirahat, supaya pada acara hajatan besok pagi bisa lebih segar. Meskipun rumah mertuaku cukup besar, namun karena orang yang berkumpul sangat banyak, sehingga rumah itu pun tidak mampu lagi menampung kami semua. Selain pengantin, hanya kaum perempuan dan anak-anak saja yang tidur di dalam rumah. Para lelaki dewasa tidur di serambi depan dan samping rumah dengan dialasi tikar dan karpet secukupnya. Dingin memang, tapi dalam kondisi darurat seperti ini, tidur dimanapun jadilah.

Aku sendiri sebenarnya agak susah kalau harus tidur beramai-ramai seperti ini. Maka, sementara orang-orang lain bersiap-siap untuk tidur, dengan ditemani segelas kopi panas aku beranjak dengan niat ingin duduk-duduk di balai-balai di bawah pohon mangga yang berada di samping namun agak jauh dari rumah sambil menunggu kantukku benar-benar datang. Kalau siang tempat ini biasa dipakai nongkrong anak-anak muda, karena sejuk dinaungi oleh rindangnya dedaunan. Pada malam hari, tempat ini gelap karena jauh dari lampu-lampu rumah, sehingga orang-orang yang berada di beranda rumah tidak tahu apa terjadi di tempat itu, sedangkan dari tempat ini justru bisa melihat dengan jelas situasi di sekitar rumah.

Di tempat itu ternyata sudah ada saudara-saudara istriku yang lain yang katanya sama-sama sulit tidur juga. Ada Herman, suami kakak iparku. Ada Yanto, adiknya Herman yang juga suami saudara sepupu istriku. Ada juga Ronnie, si calon pengantin, yang ternyata turut gabung juga. Maka jadilah kami berempat terlibat dalam obrolan seru, namun tentu saja dengan suara yang direndahkan karena takut mengganggu orang-orang yang beranjak tidur.

Semakin lama obrolan kami semakin seru. Yang berawal dari obrolan biasa-biasa saja, mengenai pekerjaan, anak, dsb, lama-lama menjurus ke obrolan seputar selangkangan. Kami saling menceritakan bagaimana sepak terjang di tempat tidur, berbagi tips urusan ranjang, dan segala sesuatu berbau sex lainnya. Hawa dingin yang menusuk, dan isi obrolan yang menggoda libido, tentu saja membuat selangkangan terasa panas akibat banyak aliran darah yang masuk ke penis. Ronnie, sang calon pengantin, tentu saja menjadi obyek olok-olok kami.

“Ngobrolnya biasa aja donk Ron, tangannya ga usah masuk ke kolor gitu,” seloroh Herman melihat Ronnie mulai meraba-raba selangkangannya.

“Ah… nggak… ini dingin…., kalo di dalem kolor anget.. enak…” kata Ronnie bela diri.

“Koq anget? Emang kontolmu ngaceng Ron?” Tanya Yanto

“Nggak! Biasa aja,” Ronnie cepat menjawab tapi tampak malu-malu

“Coba kupegang,” kataku sambil cepat meraih selangkangan Ronnie. Waktu itu Ronnie berkain sarung dan sepertinya di dalaemnya pakai celana pendek. Ronnie berusaha menghidar, namun tanganku lebih cepat meraih selangkangannya. Dan aku bisa merasakan batang kemaluan Ronnie keras sekali. Rupanya dia sudah membayangkan enaknya malam pengantin besok.

“wah… bener, ngaceng,” kataku tanpa melepaskan peganganku dari kemaluan Ronnie, malah batang kemaluan Ronnie kuelus pelan-pelan. Ronnie sendiri nampak sedikit kegelian. Tangannya agak menarik tanganku ke depan dan menarik pantatnya ke belakang iagar tangaku terlepas dari kemaluannya. Tapi tentu saja usaha tersebut tidak berhasil.

“Gede ga kontolnya?” Tanya Herman, sambil tangannya nimbrung mengelus-elus kontol Ronnie. “Wuih… lumayan juga,” katanya lagi.

Kontol Ronnie emang lumaya gede sih.

“Ah… mas udah donk…,” pinta Ronnie, “geli..,” katanya

“Geli apa enak…???” goda Herman. “Latihan Ron, besok malem pasti lebih enak lagi,” imbuhnya.

Herman malah lebih gila dari aku. Kalo aku mengelus-elus kontol Heri di luar celana pendeknya, tangan Herman malah masuk ke dalam celana, kontol itupun dielus-elusnya di sana.

“Gila kalian!! Udah-udah!!! Tar kalo kontolnya muncrat, si Ronnie udah ga perjaka lagi dah…!!” Yanto yang sedari tadi Cuma nonton melerai.

“Iya nih… udah donk…,” Ronnie serasa dibela.

“Gapapa… Itung-itung pesta bujang,” kataku. Melihat Herman yang berani mengelus-elus kontol Ronnie di dalam celananya, keberanianku pun bertambah. Kusingkap kain sarung Ronnie dan kupelorotkan celana pendeknya, hingga batang kontol Ronnie yang mengacung keras, nampak jelas ke permukaan. Kontolnya panjang, sekitar 18 senti-an dengan lingkaran yang cukup besar, lumayan mantap untuk digenggam. Warnanya coklat muda dengan kepala licin kemerahan, mengacung tegak dan lurus. Rambut yang cukup lebat tumbuh di bagian pangkal. Badan Ronnie memang ditumbuhi bulu-bulu cukup banyak baik di wajah, dada, tangan kaki dan paha. Bahkan baru kami ketahui sekarang, tarnyata bulu dadanya nyambung ke bulu kemaluan. Aku dan Herman masih terus bergantian mengelus-elus batang kemaluannya.

“Mas jangan….,” pinta Ronnie memelas namun agak mendesah. Aku tahu, dia tidak betul-betul ingin hal itu dihentikan. Sepertinya dia juga menikmati elusan-elusan yang kubuat bersama Herman.

“Mas Herman juga tititnya ngacung, koq ga diapa-apain?” protes Ronnie yang menyadari kalo Herman juga sama ngacengnya dengan dia. Waktu itu Herman pake kain sarung tapi ga pake apa-apa lagi dibaliknya yang membuat kontol ngacengnya terlihat dengan jelas. Tangan Ronnie meraih dan menggenggam kemaluan berbalut kain sarung milik Herman.

Herman sama sekali tidak menolak, batang kontolnya dipegang oleh Ronnie. Bahkan dia sedikit melakukan gerakan maju mundur seolah-olah sedang mengentot lingkaran yang dibuat oleh tangan Ronnie. Dengan jail, aku menarik turun kain sarung Herman agar ikatannya terlepas.

Ronnie rupanya satu fikiran denganku. Dia sedikit melepaskan genggamannya, sehingga dengan sekali tarik kain itu sudah jatuh ke bawah. Maka jadilah tubuh bagian bawah Herman telanjang. Kontolnya mengacung keras dengan agak sedikit miring ke kiri. Panjangnya sedkit lebih pendek dari milik Ronnie, paling sekitar 15 senti-an, tapi lingkarannya benar-benar ekstra besar.

Tangan Ronnie hampir-hampir tak mampu menggenggam batang itu. Saya jadi membayangkan bagaimana bentuk kemaluan istrinya setelah didobrak oleh batang sebegitu gedenya.

Seolah-olah ingin membalas perlakuan Herman sama dia, Ronnie pun mengelus-elus batang kontol Herman. Herman dan Ronnie akhirnya terlibat saling elus batang kemaluan. Herman, yang entah karena lebih terangsang atau memang punya keberanian lebih disbanding Ronnie, mengambil inisiatif untuk memeluk Ronnie. Tangan kirinya mengocok pelan kemaluan Ronnie, sedangkan tangan kanannya meremas-remas pantat Ronnie.

Aku yang nggak kebagian, cuma membantu melucuti pakaian mereka berdua sampai mereka berdua telanjang bulat.

“Curang kamu Be, orang kamu telanjangin, kamu sendiri ga mau buka baju,” Yanto yang sedari tadi tidak ikut nimbrung, tiba-tiba meluk aku dari belakang. Tangannya sigap menyergap selangkanganku dan meremas-remas kemaluankua yang masih berada dibalik celana panjang yang kukenakan. Aku membiarkan apa yang diperbuat Yanto padaku, bahkan ketika bibirnya yang dihiasi kumis yang sedang tebalnya mulai menciumi tengkuk dan leherku. Aku hanya semakin merapatkan punggungku ke dadanya dan meremas-remas rambutnya. Daging pantatku bisa merasakan kalau dibalik celana piyamanya, kontol Yanto sudah mengacung keras.

Aku tak lagi bisa memperhatikan apa yang diperbuat Herman dan Ronnie. Aku terlalu sibuk melayani ganasnya birahi Yanto, yang diam-diamnya ternyata sangat memuncak. Aku membalikkan badan supaya kami berhadapan waktu dia mulai berusaha memagut bibirku. Kami pun berciuman sangat dalam, saling mempermainkan bibir dan lidah. Yanto ternyata memiliki keahlian luar biasa dalam berciuman, beruntung aku pun memiliki kemampuan yang sama sehingga berhasil mengimbangi permainan mulutnya.

Meskipun lidah kami sangat sibuk menarik, menjulur, menjilat dan berputar-putar, tak berarti tangan kami diam. Yanto dan aku saling meremas dan menggesek, kemudian berusaha untuk melucuti pakaian masing-masing. Agak sulit memang melucuti pakaian sambil berpelukan erat, apalagi aku masih memakai celana jeans bahkan masih pake ikat pinggang. Tapi sesulit apapun, akhirnya kami berhasil telanjang bulat tanpa melepaskan pelukan dan pautan lidah kami. Setelah telanjang bulat, Yanto agak mendorong badanku agar telentang di balai-balai, lalu badan kekarnya menindihku dari atas. Kembali dia menciumi leher dan belakang kupingku. Lalu pelan-pelan wajahnya turun ke dada. Rasanya nikmaaat bangeeet….. batang kemaluanku kugesek-gesekkan ke kulit perutnya.

“Aaaaarrrghhh……..” tiba-tiba aku menderang rintihan kenikmatan. Rupanya rintihan itu dating dari pasangan Herman dan Ronnie. Ronnie yang sama sekali belum memiliki pengalaman bercinta, rupanya tidak tahan menerima kenikmatan yang dia terima dari Herman. Pejuhnya muncrat ketika Herman baru hendak mengulum batang kontolnya. Maka tak ayal lagi, pejuh kental dan banyak milik Ronnie pun nyemprot persis ke wajah Herman. Aku dan Yanto yang sempat terhenti sejenak cuma tersenyum. Aku tahu pasti Herman pasti kecewa karena Ronnie muncrat duluan, tapi… apa peduliku. Aku kembali berkonsentrasi pada permainanku dengan Yanto. Yanto masih asik menjita-jilat putting susuku. Kuusap-usap rambutnya. Kemudian dia turun menjilat-jilat perutku, rasanya enaaak… banget, aku semakin terangsang. Sekilas kulihat Herman berusaha membangkitkan kembali libidonya Ronnie dengan mencium-cium dan meremas-remas sekujur tubuhnya. Tapi Ronnie tampak kelelahan, dia hanya telentang tak berdaya diliputi berjuta kenikmatan yang mungkin baru pertama kali ini dia rasakan. Ah… betul-betul perjaka tulen, sama sekali tak punya pengalaman bercinta, fikirku.

Sampai di daerah sekitar selangkanganku, Yanto semakin menggila. Dijilat-jilatnya batang kontolku ke atas ke bawah, Aaaaahhhhhhh…… rasanya seperti melayang di surga. Lalu Yanto mempermainkan lidahnya di kepala kontolku. Huh….. rasanya segenap kenikmatan mengalir di sekujur tubuhku. Perlahan-lahan disesapkan batang kontolku senti demi senti. Tapi tentu saja, kontolku yang sepanjang 17 senti dengan keliling 15 senti-an itu tak bisa masuk seluruhnya ke mulutnya. Dikeluarkannya lagi kontolku dari mulutnya, lalu disesapnya lagi perlahan-lahan. Betul-betul perbuatan seorang yang sudah professional, membuatku seperti melayang-layang. Layanan oral istriku saja tak mampu menghasilkan kenikmatan sedahsyat ini.

Sejenak kulirik apa yang tengah dilakukan Herman dan Ronnie. Herman berlutut dekat wajh Ronnie dan menyodorkan kontolnya yang berukuran raksasa itu ke wajah minta dihisap. Ronnie yang rupanya sama sekali belum pernah melakukannya berkali-kali tersedak. Aku jadi ingat ketika pertama kali kuminta istriku melakukan oral sex, seperti itu pula lah kejadiannya.

Sementara itu, Yanto semakin asyik mengeksplorasi kemaluanku. Dijilatnya setiap senti batang kontolku, sedikit dihisap-hisapnya buah pelirku. Bahkan Yanto pun sampai menjilati lubang pantatku, hal yang sama sekali tak pernah dilakukan istriku walau aku meminta dia untuk melakukannya. Ah….. kenikmatan yang luar biasa.

Sementara itu, Herman yang merasa kasihan sama Ronnie, beranjak meninggalkan Ronnie dan membiarkannya beristirahat. Dia kemudian menghampiri Yanto dari belakang. Diremas-remasnya pantat Yanto lagi nungging dari belakang. Sesaat konsentrasi Yanto terpecah, karena kaget. Dikeluarkannya batang pelerku yang sedang memenuhi mulutnya. Tapi setelah tahu bahwa yang meremas pantatnya adalah Herman, kakaknya sendiri, dilanjutkannya kulumannya di kemaluanku.

Herman berjongkong di sisi balai-balai menghisap-hisap batang kontol Yanto. Tapi tak kuperhatikan apa yang dilakukan Herman pada Yanto. Aku lebih konsentrasi pada apa yang Yanto lakukan padaku. Konsentrasi Yanto mulai terpecah. Hisapan dan permainan lidahnya tak lagi sesedap sebelumnya. Maka kugoyangkan pinggangku ke kiri dan ke kanan, lalu kubuat gerakan memutar, kuanggap mulut Yanto sebagai memek istriku yang lagi menunggangi aku dari atas.

“Aaarrrghhh….,” tiba-tiba kudengar Yanto mengerang. Rupanya dia kesakitan, karena dari belakang Herman sedang berusaha memasukkan batang kontolnya yang super gede itu. Aku membiarkan Yanto berkonsentrasi dulu dengan anusnya. Bahkan aku bangun, dan sambil duduk kubantu mengocok-ngocok kontol Yanto agar dia lebih terangsang, supaya otot anusnya bisa lebih rileks menerima entotan Herman.

Setelah kontol Herman benar-benar masuk, dan Yanto sudah agak terbiasa dengan keberadaan kontol Herman di lubang anusnya, aku berlutut di hadapan Yanto dan menyodorkan batang kontolku untuk kembali dia hisap. Yanto sama sekali nggak keberatan.

Herman bergerak sangat teratur mengeluarmasukkan kontolnya. Kadang dia bergerak memutar, kadang bergoyang kri kanan. Badanya tertelungkup di atas punggung Yanto yang seperti sedang merangkak. Matanya terpejam, betul-betul hanyut dalam kenikmatan, sedangkan tangannya melingkari pinggang Yanto dan mengocok-ngocok kontol Yanto membantunya mendapatkan kenikmatan juga. Konsentrasi Yanto betul-betul terpecah. Dia sama sekali tidak menghisap kontolku. Dia hanya mengerucutkan mulutnya agar kontolku tetap berada di dalamnya. Maka kugenjot mulut itu untuk mendapatkan kenikmatan juga.

Satu menit, dua menit, sampai sepuluh menit kami bertahan dalam posisi itu. Sementara itu kami bertiga semakin hanyut dalam kenikmatan. Setelah dua puluh menit kami lalui, rupanya Herman sudah tak tahan lagi. Berkali-kali dia mengerang dan menceracau. Aku memberi aba-aba supaya Herman bisa bertahan sebentar lagi, biar kami bertiga bisa muncrat bareng-bareng.

Mulut Yanto kugenjot semakin cepat, sampai berkali-kali dia tersedak. Aku jadi kasihan sama Yanto, maka kukeluarkan kontolku dari mulutnya dan kukocok sendiri di depan muka Yanto. Sementara itu, Herman juga mengeluarkan batang kontolnya dari anus Yanto dan mengocoknya cepat di atas pantat Yanto. Yanto sendiri kemudian berbalik dan tidur telentang sambil mengocok kontolnya sendiri. Herman berlutut di dekat pahanya, sedang aku berlutut di atas kepalanya. Bertiga-tigaan kami ngocok kontol masing-masing.

Crooot… crooot…. Crooot… tiba-tiba kontol Herman memancarkan pejuh kentalnya dalam beberapa tembakan tepat ke atas dada Yanto yang disertai lenguhan kenikmatan dari Herman. Aku sendiri merasakan tubuhku mengejang dan crooot….. crooot…. Croot… aku dan Yanto muncrat dalam waktu yang hampir bersamaan. Pejuh kami bertiga bercampur dialasi dada dan perut Yanto. Ah…. Sedapnya…

Sementara Ronnie, si calon pengantin, terlelap tidur dalam keadaan masih telanjang, enatah karena kelelahan atau keenakan.




Sodomi yang membikin lobang pantat jebol!

By Theodore Erick James

submitted February 26, 2007
Translate from:
To
Text Size:

BOOL UNTUK SALURAN TA'I

Sodomi adalah suatu perbuatan dimana benda tumpul [juga termasuk kontol]dimasukkan ke dalam lobang pantat. Benda yang dimasukkan bisa berupa bagian tubuh manusia [kontol], bisa juga benda lain seperti dildo [kontol buatan], botol atau kayu.

Kata "sodomi" berasal dari kata "sodom" nama kota yang ada dalam cerita "Sodom and Gomorrah" yang disebut dalam Kitab Suci,yaitu cerita tentang dua kota yang dikutuk Tuhan dengan bencana sebagai hukuman karena penduduknya suka melakukan sex sejenis [sodomi].

Padanan kata untuk kata "sodomi" adalah "monon". Sodomi sering dilakukan oleh cowok homosex dan juga narapidana yang ada dalam penjara. Karena di penjara para narapidana tidak bisa melakukan hubungan sex dengan lawan jenis maka seringkali melakukan melakukan hubungan sex sejenis melalui lobang pantat atau bool dengan sesama narapidana! Hubungan sex di penjara ini ada yang dilakukan dengan sukarela tetapi ada juga yang dilakukan dengan paksa [perkosaan].

Lobang pantat tidak diciptakan untuk dientot dengan kontol atau benda lain,melainkan dicipta-kan untuk saluran ta'i! Oleh karena itu sodomi merupakan perbuatan melawan kodrat.Dalam Bahasa Malaysia,sodomi disebut juga sebagai "perbuatan sungsang" yang dalam Kitab Suci disebut sebagai perbuatan yang dilakukan oleh kaumnya Nabi Luth.

Sodomi amat berisiko mengakibatkan terjadinya penularan penyakit kelamin dan penyakit AIDS karena lobang pantat sangat sempit sehingga sewaktu kontol diembatkan ke dalam lobang pantat itu terjadilah luka-luka kecil baik di bool yang diembat [insertee] maupun di kontol si pengembat [insertor]. Luka-luka kecil di bool insertee mau pun dikontol insertor merupakan tempat yang baik untuk terjadinya penularan penyakit. Tidak aneh jika angka penularan AIDS pada Waria [banci atau bencong] di Jakarta sangat tinggi, yaitu di atas 25%.Artinya dari tiap 4 orang bencong,satu orang di antaranya sudah mengidap penyakit AIDS!Karena itu jika Pembaca MOTNES sering ngentot dengan Waria,sebaiknya segera periksa darah. Siapa tahu Anda sudah ketularan AIDS atau Hepatitis C! Apa lagi kalau Anda ngentot tanpa mengenakan kondom di kontol Anda! Sodomi yang dilakukan secara sering dan dalam waktu lama dapat mengubah bentuk saluran lobang pantat[bool]menjadi seperti corong! Oleh karena itu jika dilakukan otopsi atau bedah mayat pada jenazah dapat diketahui apakah jenazah itu pada masa hidupnya sering disodomi boolnya atau tidak! Sewaktu masih hidup pun seseorang yang sering disodomi bisa dilihat dari bentuk boolnya! Ta'i!

Aku sendiri sebetulnya tidak suka disodomi atau menyodomi bool orang. Jika aku melakukan sodomi biasanya hanya sekedar untuk "mebahagiakan" atau "menyenangkan" partner sexku saja!Aku lebih suka "blow job" [mengisap kontol orang]. Karena filosofi cowok homosex adalah merampas kenikmatan sex dari cowok lain yang disukai.Untuk itu maka kontol partner sex sejenisnya yang jadi sasaran "perampasan kenikmatan".

DISODOMI DENGAN KEJAM

Biasanya aku disodomi oleh abang-abang militerku [Bang Jeffry dan Bang Alex}.Itupun untuk memuas-kan nafsu sadis mereka.Karena mereka tahu bahwa disodomi itu sakit! Suatu kali waktu aku akan dicabuli Bang Jeffry berdua Bang Alex,aku pernah memohon agar aku tidak disodomi.Tapi Bang Jeffry membentak :

"DIEM LU!", sambil menampar pipiku PLAKK! Keras sekali.

Malam itu aku bukan hanya disodomi dengan kontol Bang Jeffry, tetapi lobang pantatku juga disodok dengan botol dan dildo berduri! Sebagai hukuman!

Beliau berdua juga memasukkan elektrode ke dalam lobang pantatku dan mengalirinya dengan listrik [setrum] sehingga aku menggelinjang dan merasa mules-mules tidak karuan! Abang-abang militerku tertawa-tawa senang melihat aku kelojotan dan kesakitan seperti itu!Ketika pejuhku muncrat tak tertahan akibat kelenjar prostatku dalam boolku terkena setrum, beliau berdua juga tanpa ragu menyetrum lobang kencingku!AAGGGH!Sakitnya bukan main sampai aku terlonjak-lonjak!Melihat aku jadi blingsatan karena kesakitan,kedua abang militer-ku makin asyik dan malah terus mengulang-ngulang sengatan listrik di lobang kencingku sampai aku hampir saja pingsan karena amat kesakitan!

Sejak saat itu aku tidak berani untuk mohon agar tidak disodomi. Bukan karena aku takut pada Bang Jeffry,tetapi aku tidak mau lobang pantatku jadi dobol akibat disiksa dengan bermacam-macam benda tumpul dan disetrum. Sampai kira-kira seminggu setelah disiksa Bang Jeffry macam itu,lobang bool -ku masih sering mengeluarkan darah segar!

MENYIKSA SAMPAI BERDARAH-DARAH

Bang Jeffry mau pun Bang Alex memang suka sekali melihat darahku mengalir dan rasanya belum pernah aku dicabuli beliau-beliau berdua tanpa mengalir-kan darah!Beliau-beliau itu juga selalu memegang pecut[cambuk,cemeti] kalau sedang mencabuli aku.

Setiap "perintah" selalu diikuti dengan lecutan cemeti yang KERASS [!] yang mengakibatkan lecet berdarah di kulitku! Kalau aku sedang dicabuli, aku bukan disuruh melakukan sesuatu tetapi aku selalu dipaksa melakukan sesuatu!

Tapi justru aku amat sangat menikmati perlakuan seperti itu. Aku benar-benar merasa diperlakukan secara militer oleh abang-abang militerku itu!

Apalagi penampilan kedua abang militerku itu luar biasa gagah, jantan, tampan, menawan dan rupawan.

Baik Bang Jeffry maupun Bang Alex bertubuh kekar atletis dan berotot indah sekali. Mereka ramping berkat jogging yang 5 km tiap hari ditambah push up dan sit up 1000 kali sehari [pagi 250X, siang 250X, sore 250X dan malam 250X].Itupun masih di- tambah latihan karate, latihan renang, latihan beban dan binaraga yang intensif.Tidak heran jika beliau berdua bertelanjang bulat tubuhnya tampak teramat indah, menawan dan merangsang! Apalagi kontol beliau-beliau besar dan disunat ketat!Otot -otot dadanya amat menonjol ke depan dan dihiasi dengan sepasang puting susu yang ketat melenting, ditingkah oleh-otot perut yang rata bertonjolan, membentuk six packcs! Pendeknya jika berhadapan dengan beliau berdua yang ingin aku lakukan ada-lah berlutut dan menyerahkan tubuh, darah dan nyawaku untuk diapakan saja [submission] oleh kedua perwira militer yang luar biasa itu!!

Jika terpandang olehku lengan beliau berdua yang besar, kekar dan berotot, maka tak ada hal lain yang aku inginkan selain merasakan lecutan cemeti yang diayunkan dengan keras ketubuhku oleh lengan -lengan yang berotot kekar itu:JEPRETT! JEPRETT! JEPRETT! Terasa pegal, pedih, perih di tubuh dan kulitku yang bilur, lebam, biru, lecet berdarah, akibat dihajar pecut seperti itu! Tetapi jiwaku merasakan nikmat yang luar biasa dan nyawaku terasa moksa ke Nirwana! Beliau berdua tidak ada hubungan keluarga dengan aku dan beliau-beliau bukan abangku. Tetapi aku suka menyebut mereka "abang militerku", karena mereka memang militer [perwira militer] dan aku juga memanggil mereka dengan panggilan "Abang", panggilan yang lazim di kalangan abituren AKMIL [Akademi Militer] kepada para senior mereka!

Jika salah seorang abang militerku, Bang Jeffry atau Bang Alex[atau kedua-duanya] sedang berada di apartemenku, maka aku seperti bukan pemilik apartemen itu.Karena beliau-beliau lah yang akan mengatur apa yang harus aku lakukan. Yang pasti aku harus membatalkan semua janji-janjiku dengan siapa pun juga dan aku tidak boleh meninggalkan apartemen sampai beliau berdua itu meninggalkan apartemenku.Selanjutnya apartemenku akan dikunci dari dalam dan kuncinya disimpan oleh beliau-beliau.

Akupun tak diizinkan berpenutup selembar benang pun juga - aku harus telanjang bulat!Karena Bang Jeffry dan Bang Alex jika di apartemenku juga hampir selalu bertelanjang buat saja atau hanya mengenakan kancut minim yang "maximum exposure".

Terkadang beliau-beliau hanya mengenakan kancut minim yang biasanya dipakai untuk pose binaraga atau hanya mengenakan jockstrap[supporter] saja! Biasanya aku terus menerus disekap dalam kamar, diborgol dan dirantai dengan mulut dibekap dengan cellotape dan tidak diberi makan dan minum.

Pernah juga aku disekap dalam lemari yang sempit, gelap dan pengap dalam keadaan telanjang bulat, diborgol dan dirantai!

Pecut, bogol, rantai, dan berbagai alat penyiksa memang tersedia lengkap di apartemenku dan kedua abang militerku itu tahu bahwa aku menyimpan alat -alat penyiksa dan beliau berdua tahu dimana aku menyimpan benda-benda sialan itu!

MINUM PEJUH DAN AIR KENCING

Supaya aku tidak mati atau jatuh sakit karena dehidrasi akibat tidak makan-minum, maka aku pun dipaksa minum air kencing dan minum pejuh beliau-beliau.

Beliau berdua masih mau "berbaik hati" kepadaku, karena aku disuruh minum kencing langsung dari kontol beliau berdua,tidak dipaksa minum kencing dari ember atau wadah lainnya.Sehingga aku tidak merasa jijik!

Tehniknya adalah,jika Bang Jeffry[atau Bang Alex] ingin kencing, aku dipaksa berlutut dan membuka mulutku lebar-lebar[mangap].Lalu beliau memasuk-kan kontol beliau ke mulutku dan mengeluarkan air kencingnya langsung kedalam kerongkonganku.Kalau air kencing yang dikeluarkan banyak,maka aku pun jadi gelagapan sampai tersedak [keselek] dan air kencing yang sedang aku isap tumpah-ruah tercecer kelantai.Untuk "kesalahan" itu aku dihajar dengan lecutan cemeti yang KERAS[!] sampai-sampai kulit-ku sobek!Atau segera saja aku disundut dengan api rokok menyala atau besi panas!Agh!Pedihnya bukan main! Selama disekap itu aku digantung dengan tangan ke atas atau pernah juga aku digantung dengan kepala ke bawah - seperti kalong atau kelelawar. Tentu saja aku jadi pusing dan muntah-muntah!

Dalam keadaan tergantung bertelanjang bulat itu lah aku dihajar dan disiksa dengan bermacam-macam siksaan di luar batas-batas perikemanusiaan.Tapi siksaan-siksaan itu bagiku terasa teramat jantan, sadistik dan juga militeristik!Sehingga meskipun terasa sakit,nyeri,pedihnya bukan main tapi nyawa -ku terasa moksa ke Nirwana menuju Jannah - Surga Firdaus Darussalam.

Disaat sedang dicambuki,selain aku merasa nikmat aku juga merasa pedih perih,sehingga aku merasa lecut cemeti yang keras itu merupakan "transfer enersi positif ketubuhku dan darahku" dari tubuh Bang Jeffry maupun Bang Alex!

Lecutan cemeti yang diayunkan dengan amat keras dan sekuat tenaga otot-otot karate abang-abang militerku merupakan "makanan" pembukaan [l'hoere d'ouvre]. Setelah menghajar aku dengan lecutan cemeti sampai kulit tubuhku penuh bilur, lebam dan lecet berdarah, barulah beliau terangsang untuk mencabuli aku. Maka aku dipaksa terlentang di atas meja atau di atas tempat tidur[telanjang bulat] dengan kedua kakiku terangkat sehingga lobang pantatku jadi exposed [terpapar, tersaji] dan beliau-beliau bisa dengan leluasa mengentoti boolku dengan kontol beliau-beliau atau menyodomi boolku dengan benda apa pun juga yang beliau-beliau sukai, seperti botol, dildo atau pun benda tumpul lainnya dari besi,kayu atau dari plastik!

Jika sedang disiksa begitu aku dilarang berbunyi atau bersuara, meskipun merasa amat kesakitan. Suara apa pun juga yang keluar dari mulutku akan berakibat aku disundut dengan besi panas atau api rokok menyala sebagai hukuman.Begitu juga kalau aku kaget tergelinjang karena amat kesakitan,bisa berakibat aku dihukum dengan sengatan listrik di kontol,biji peler,puting susu atau lobang pantat-ku!

Terkadang beliau-beliau tidak puas menyiksa aku dalam kedaan tergantung statis! Sebagai variasi aku diturunkan dari tiang siksa lalu aku dipaksa merayap dalam rumah dan dalam keadaan telanjang bulat dengan kedua tangan ditelikung, diborgol, dan pergelangan kaki serta paha dirantai! Sukar sekali bergerak dalam keadaan telungkup, terikat dan terantai begitu!.

Maka untuk "membantu" supaya aku "bersemangat" untuk merayap-maju,punggung,bokong,paha belakang dan betisku dilecuti dengan cemeti : "JEPRETT! JEPPRETT! JEPPRETT!".Terasa pegal, pedih, perih, nyeri di sekujur bagian belakang tubuhku.

Beliau berdua juga amat suka mengentoti mulutku dengan kontol beliau-beliau yang besar bak ukuran kontol kuda Australia atau kontol kuda Arab itu! Aku harus mengulum, menjilat dan mengisap kontol beliau-beliau sampai pejuhnya muncrat dan aku diwajibkan menelan semua pejuh yang dimuncratkan keluar mau pun yang kemudian meleleh-leleh di lubang kencing maupun yang berceceran di lantai atau tercecer di tempat lain!

Kalau Bang Jeffry dan Bang Alex berkeringat tubuh -nya akibat asyik menyiksa aku dengan tenaga yang intens atau karena hawa memang sedang panas atau juga karena beliau-beliau baru selesai olah raga, aku juga dipaksa menjilat keringat beliau-beliau dengan lidahku.Selanjutnya aku juga wajib menjilat kedua belah ketiak beliau serta lobang pantat beliau[rimming].Pendeknya aku benar-benar diperlakukan seperti tawanan perang [Prisoner Of War - POW] atau budak belian!

LOBANG KENCING DISODOK KAWAT

Siksaan yang aku anggap teramat kejam dan sadis adalah menyodok lobang kencingku dengan kawat! Bang Jeffry sangat hobbi menyodok lobang kencing-ku dengan kawat.Untungnya Bang Jeffry masih mau "berbaik hati", yaitu supaya lobang kencingku tidak kena infeksi,kawat yang akan dipakai untuk menyodok lobang kencingku direndam dulu dalam alkohol. Sesudah lobang kencingku disodok kawat seperti itu,selalu saja air kencingku jadi merah seperti air cucian daging karena bercampur darah, selama seminggu!

Begitu juga kalau aku dipaksa onani setelah lobang kencingku disodok kewat,selalu saja pejuh-ku yang keluar jadi bercampur darah segarr!

Bang Jeffry dan Bang Alex juga suka menyiksa aku dengan hukuman-fisik, yaitu memaksa aku push up dan sit up sampai ratusan kali dan selalu dibawah ayunan cemeti yang keras! Luka lecet yang timbul akibat lecutan cemeti itu terasa perih jika kena keringat. Aku selalu ditargetkan untuk push up 500 X dan jika aku tidak sanggup mencapai target maka sisanya akan dibayar dengan lecutan cemeti lagi yang diayunkan dengan KERAS[!] di punggung, bokong dan pahaku.

Jika aku hanya mampu push up 300 kali, maka aku akan dicambuk 200 kali sebagai tebusannya. Jika aku hanya mampu sit up 250 kali maka aku harus menebusnya dengan lecutan cemeti 250 kali.Begitu aturan yang dibuat abang-abang militerku yang teramat kejam dan sadis tapi juga amat jantan dan sangat militeristik itu!

Setiap kali selesai disiksa aku masih dibentak dan dipaksa onani :

"SEKARANG NGELOCO LU!"

Maksudnya supaya aku benar-benar bisa menikmati siksaan sadis dan hajaran kejam yang baru aku rasakan!Dengan demikian aku benar-benar terbentuk jadi seorang masochist[yaitu orang yang mendapat -kan kepuasan sex setelah disiksa dengan kejam oleh partner sexual-nya!].

Beliau-beliau tidak puas kalau aku melakukan onani hanya sekali. Biasanya aku dipaksa onani beberapa kali, sampai kontolku lecet akibat ter-lalu banyak dikocok! Kalau pejuhku sudah tidak bisa keluar lagi karena pejuhku sudah habis dan biji pelerku sudah kosong, beliau-beliau tidak ragu memaksa aku onani dengan Rheumason atau Balsem.Sehingga kontolku jadi memerah dan terasa panas dan amat pedih! GILA!

DISUNDUT ROKOK MENYALA DAN BESI PANAS

Bang Alex adalah seorang perokok. Beliau selalu menyiksa aku sambil merokok,telanjang bulat.Rokok menyala yang sedang diisap sekaligus berfungsi sebagai alat siksa.Sekali-sekali tubuhku disundut rokok sehingga aku terkaget menggelinjang karena kesakitan.Bang Alex senang melihat aku menderita. Jembutku juga sering dibakar dengan api rokok!

Jika Bang Alex tidak puas menyiksa aku dengan api rokok,beliau mengganti alat siksanya dengan besi yang dipanaskan sampai merah membara lalu tanpa ampun disundutkan ke tubuhku.Tentu saja aku jadi terlonjak kaget kesakitan dan kepanasan. Tanpa sadar aku berteriak : "AAAAGHH!!!" keras sekali, karena amat kesakitan!

Karena aku bersuara maka Bang Alex merasa berhak dan perlu menghukum aku dengan lecutan-lecutan keras puluhan kali di punggung,bokong dan pahaku sampai kulitku lecet-lecet berdarah dan bahkan tak jarang ada yang sobek!

Bang Jeffry dan Bang Alex belum puas menyiksa aku kalau belum "mengobati" luka-luka di tubuhku [akibat siksaan beliau-beliau]dengan alkohol dan yodium tinctur! Luka terbuka dioles alkohol - apa lagi yodium tinctur, akan terasa PANAS DAN PEDIH! Sehingga aku jadi menggelinjang dan menggeliat kesakitan! Melihat aku tergelinjang kesakitan aku dibentak lagi :

"DIEM LU! JANGAN BERGERAK LAGI! NANTI GUA BUNUH LU!"

Setelah membentak begitu,beliau-beliau mengulangi olesan-olesan pedih pada luka-lukaku.Mataku jadi mendelik dan badanku berkeringat karena menahan rasa amat sangat kesakitan!Tapi aku tidak berani menggelinjang lagi!

Untunglah Bang Jeffry dan Bang Alex sudah "cukup puas" jika bisa menyiksa aku selama 24 jam penuh. Setelah itu aku akan dibebaskan dan beliau-beliau berlalu dari apartemenku dan kembali ke kesatuan masing-masing. Di kesatuan tempur mereka, mereka diizinkan menyiksa anak buah mereka sepuas-puas-nya.Pokoknya, asal jangan sampai cacat atau mati saja!

Hak dan kesempatan itu tak pernah disia-siakan beliau berdua.Beliau berdua adalah perwira suatu pasukan khusus dan beliau berdua sudah terkenal sebagai perwira yang kejam, sadis tidak berperi kemanusiaan kepada bawahannya!Tetapi juga sangat dihormati, disegani dan sekaligus ditakuti anak buah!

ANTICLIMAX

Luka-luka yang diakibatkan siksaan Bang Jeffry dan Bang Alex memerlukan waktu lama untuk bisa sembuh, yaitu 3 sampai 6 bulan.Luka bakar akibat sundutan rokok atau tempelan besi panas biasanya lama sembuhnya! Oleh karena itu Bang Jeffry dan Bang Alex hanya dapat menyiksa dan menghajar aku untuk melampiaskan nafsu sadis dan nafsu sex sejenisnya 2 - 3 kali setahun, yaitu tiap 4 - 6 bulan.

Untuk selebihnya mereka harus melampiaskan nafsu-nya kepada anak buah atau kepada tahanan militer yang berada di bawah kekuasaan beliau-beliau!

Sewaktu cerita cabul, bejat, sialan, dan ta'i ini ditulis, Bang Jeffry dan Bang Alex berpangkat Mayor dan belum menikah!Nafsu sadis dan nafsu sex sejenis terfiksasi di otak beliau-beliau sewaktu beliau berdua masih jadi Taruna Akademi Militer!

Kebiasaan menyiksa para Plontos,Capratar [Calon Prajurit Taruna] dan Taruna Yunior sewaktu beliau masih jadi Taruna Senior telah membentuk beliau berdua menjadi perwira yang kejam dan sadis tidak berperikemanusiaan. Dorongan untuk melampiaskan nafsu sadis itulah yang secara periodik harus dipuaskan! Antara lain kepadaku, kepada tahanan militer,kepada bawahan beliau berdua dan kadang-kadang kepada para siswa,jika beliau berdua jadi pelatih di suatu pelatihan militer!Jantan bukan?!

[MAZIE DAN PEJUH]

3 komentar:

  1. hot bitch luna maya fucked by ariel bastard peterpan, dokter pribadi Luna Maya menyatakan bahwa Luna Maya positive terinfeksi HIV/AIDS, terlihat dari memeknya yang bengkak setelah dientot ariel, dan bau busuk yang keluar dari memeknya sangat mengganggu aktivitasnya sebagai artis porno. para kru stasiun TV RCTI, SCTV, TRANSTV, dan Indosiar membenarkan hal itu, setelah pengambilan suting untuk film porno terbarunya yang akan dirilis tahun ini. foto serem memek luna maya
    foto1
    foto2
    foto3
    foto4
    foto5

    BalasHapus
  2. apa gua harus koprol trus bilang "WOW GITHU !
    =))

    BalasHapus
  3. Pingin dissodomi cara brutal,ada gak?

    BalasHapus