Selasa, 21 Desember 2010

new cerita

LUBANG PANTAT DAN MULUT SAMA-SAMA ENAK DIENTOT(HASRAT GAY)

By igunsetiawan@ovi.com

submitted November 17, 2010

Translate from:

To

Text Size:

KISAH NYATA.Ketemu lagi dengan igun setiawan 32 tahun anak cikupa tangerang.kalao ada yang mau ngentot sama aku kirim aja ke kosong,delapan,lima,enam,sembilan,satu,dua,sembilan,satu,empat ,tiga,tiga.mau tua,muda,jelek,cakep kurus dan gendut gak apa2.yg pnting mau diajak entot2an he he......

Kjadian ini kualami tgl 15-11-2010 tpatnya hari snin jam 19.waktu itu aku janjian ktmu dg robi 37th anak bali yg tgl di serpong tangeran.setelah aku tmui roby ditorabika aku ajak dia kekntrakanku.robi brtubuh gmuk pasti empuk buat dientot.he he... Sampe dikntrakan kami langsung berciuman,mlumat bi2r dan brguling2 dilantai krna sama2 dah nafsu bnget.kami menelnjangi tbuh kami sndiri2.gila gun aku mau dapat pisang supir ni.gede bnget kntolmu mantap.kontol kamu lucu rob gak disunat.akukan bali gun.kmudian kamipun saling tndih lumat bi2r dan kadang lidah ku aku main2kan ke rongga mulut robi.bgitu juga dg robi.wah pkok nya rasanya enak bnget.desahan2 mulai kluar dari mulut kami.

Gun entot mulutku gun.aku pngin kntolmu mencabik2 tnggorokanku.gila doyan kntol juga ni anak.ok sayang.kmudian aku tdurkan robi mulutnya aku jejelin kntolku kdua tngannya aku pgang dg tanganku.wok ak ak ak gun yg dlam gun.kntolmu enak bnget.aaaah mlutmu enak rob kntolku trasa basah bnget.gila robi kntol ku maju mundur dalam mlutnya bahkan smpai ketnggorokanya.tapi dia gk apa2.cuma kdang mau muntah.tapi trus ku jejeli kntol.smpai akhirnya aq gk kuat lagi nahan nikmat.aaaak crot,crot..,pjuhku berkali2 nembak dalam tnggorokanya.gila pjuhku lngsung ditlanya kyak minum susu.kmudianku cbut kntolku dan kami brdua trsenyum.aku lmat bi2rnya smbil menjilat sisa pjuh dimlutnya.

Stlah kami bristirahat dan nafsu kami datang lagi aku suruh robi nungging.aku olesi pntatnya dan kntol ku dg plicin.dua jariku ku msukan ke lubang pntatnya.rob pntatmu anget bnget aku suka.aaak,kmudian 3 jari aku msukan dan kuputar2 dalam pntatnya.aku tsukan lbih dalam.aaaaak gun enak bnget trus gun aku menikmatinya.aku juga suka pntatmu rob anget bnget. Stelah puas aku arahkan kntolku kepntatnya bleeees aaaah gila pas msuk nikmat bnget.gila gun kntolmu enak bnget aku suka entot aku gun ah ah ah ah nikmat bnget.aku terus memompa pntat robi.kulihat robi menggit jari smbil meraung2 menahan nikmat.smpai akhirnya gun aku keluaaaaaar aaaaak bnsat nikmat bnget crot crot,gila kntol ku trjepit pntat robi enak bnget.roooob aq juga keluar,aaaaaak bangsat enak bnget crot crot crot.....kmudian tbuhku roboh menindih robi nafas kami trsengal2 tapi nikmat bnget. Ada yg mau kosong, delapan,lima,enam, sembilan,satu,dua, sembilan,satu,empat, tiga,tiga.aku tunggu



singing in the rain

By safenias@yahoo.com

submitted November 15, 2010

Translate from:

To

Text Size:

Perumahan Taman Setiabudi Indah di Medan sedang banyak membangun rumah mewah, bangunan setengah jadi ataupun tahap finishing gentayangan sepanjang jalan. Beberapa bangunan hanya dipagari seng, atau terbuka sama sekali, pemiliknya belum punya cukup dana untuk menyelesaikan rumah tersebut. Di bangunan-bangunan seperti itulah tukang-tukang jualan makanan bergerobak beristirahat melepas lelah atau tukang-tukang beca berkumpul. Rumahku terletak di Taman Setiabudi Indah, dari jalan raya di depan ke rumahku kira-kira satu kilometer lebih sedikit, turun dari kendaraan umum aku jarang naik beca, sering jalan kaki menuju rumahku. Sore itu seperti biasa berawan, tapi aku tetap saja jalan kaki, biasanya hujan selalu turun malam hari. Aku baru saja berjalan sekitar 300 meter dan tiba-tiba breeeeesss… ! Hujan turun dengan deras, aku berjalan lebih cepat dan akhirnya berlari kencang mencari tempat berteduh. Aku melihat sebuah rumah setengah jadi dengan pagar seng tidak terkunci, segera saja aku masuk dalam keadaan basah kuyup. Bangunan itu kosong melompong, lantainya masih tanah, dindingnya belum dilapis semen. Baju dan celana kulepas, kuperas lalu kugantung di sebuah tali yang terpentang di kusen jendela belakang. Aku melihat sebuah sudut tersembunyi dengan talang bercucuran air hujan, aku lantas mandi hujan seperti waktu kecil dulu. Tanpa aku sadari sebuah gerobak ketupat masuk, tukangnya juga mencari tempat berteduh, mungkin dia sudah sering datang dan tahu tempat ini kosong. Hujan semakin deras, suara pagar seng berderit-derit ditimpa angin dan hujan, aku berhenti mandi dan memeras celana dalamku, lantas masuk ke dalam. Betapa terkejutnya aku melihat seorang lelaki sedang telanjang bulat menghadap ke api unggun di lantai tanah, tanpa sadar aku berteriak karena kaget, lelaki itupun jadi kaget ikut berteriak. Akhirnya kami berdua tertawa terbahak-bahak sambil saling menunjuk, karena sama-sama kaget dan telanjang. Lelaki itu lantas mengambil sebuah kardus, merobeknya dan mempersilahkan aku duduk : ”nggak usah malu-malu, udah tanggung Bang” katanya. Kami duduk bersila di depan api unggun kecil menghangatkan badan, aku bersidekap sambil mengepit kontolku yang menciut kedinginan. Aku mulai memperhatikan lelaki ini, rambutnya berantakan basah kuyup, berkulit gelap, badannya agak kurus, mukanya manis tapi tirus, kakinya juga biasa saja, yang istimewa dadanya berbulu halus sampai ke bawah, perutnyapun bagus. Last but not least kontolnya dalam keadaan dingin seperti ini panjang dan lumayan besar. Kami saling berkenalan dan bercerita, namanya Joko, orang Jawa kelahiran Medan, umurnya baru 20, tapi wajahnya kelihatan lebih tua. Ia putus sekolah, pernah jadi kenek bis, tukang bangunan akhirnya jualan ketupat sayur, ia sudah sering mampir di bangunan ini beristirahat. Dari ngobrol sederhana yang sepele kami mulai mengarah pada cerita yang mesum, terlebih aku penggemar kontol yang sangat penasaran ingin melihat perkakas Joko hidup dan membengkak. Angin berdesir kencang sehingga aku menjadi kedinginan, aku menggigil, menekuk lutut bersidekap mendekat ke api “wuih…..anginnya bikin aku menggigil, kamu dekat-dekat sini biar aku hangat” kataku pada Joko, ia tertawa lantas duduk bersila di belakangku “nikh biar lebih anget” katanya sambil memelukku dari belakang “suka pijet nggak” sambungnya. “Pijet boleh, peluk boleh apa aja boleh, asal bikin aku nggak kedinginan” jawabku. Joko mulai memijat-mijat tanganku, badannya menempel di punggungku “gawat nikh bisa bangun punyaku” kata Joko sambil terus memijat. “Bangunin aja aku pengen liat segede apa punyamu” sahutku, ia terkekeh, tangannya meraba kontolku “punyaku pasti lebih besar dari ini” kata Joko, darahku berdesir, genggaman tangan Joko membuat kontolku jadi hidup. Aku menjulurkan tanganku ke belakang mencari-cari alat kelamin Joko, tanpa basa-basi Joko mengarahkan tanganku ke kontolnya “nikh…..mulai hidup Bang…..gede khan !!” serunya senang. Burung Joko semakin hidup, semakin keras dan semakin bengkak, tanpa malu-malu aku membalikkan badan dan ngangkang menyelonjorkan kakiku di atas pahanya. “udah sering ya ?” tanyaku pada Joko, yang ditanya dengan enteng menjawab “orang miskin macam aku Bang mana sanggup beli perempuan, kalau mau yang gratis mana ada perempuan nengok ?....yah paling main sama sesama jenis yang sama-sama kesepian” Dalam hatiku pas bener nih, aku penggemar kontol anak muda, nafsu mereka masih menggelegak, alat vital mereka masih kenceng-kenceng, fantasi mereka juga tinggi, pokoke pas deh dengan kebutuhanku. Burung Joko makin keras, rasanya pengen banget aku sedot-sedot, tapi aku jaga gengsi juga, burungku mulai berasa nikmat dikocok-kocok tangan Joko yang kasar. Dengan reflex aku mengocok burung Joko makin cepat, barangnya makin keras, Joko mulai mendesis-desis keenakan. Sedang aku asyiik mengocok sambil melamun Joko berdiri “Bang pindah yuk ke belakang aja, ada bale di sana, enak kita main ! begini tanggung !” tanpa disuruh dua kali aku ikut berdiri dan mengikutinya ke belakang. Di dapur yang seperempat selesai itu ada sebuah bale-bale dari bamboo dan papan triplex, alasnya dilapis kardus. Joko kelihatan sudah bernafsu tapi dia juga agak malu, jadi aku berinisiatif memeluknya berdiri, aku menyuruh dia menjilat pentilku “jilat dulu Jok, bikin aku nafsu, nanti aku puasin kamu” kataku, Joko menurut menjilati pentilku, tanganku mengocok burungnya, lidahku menjilati telinganya. Jilatan Joko semakin ganas, pentilku disedot penuh nafsu, tangannya menggerayangi kontolku, ditarik, diremas, dikocok nggak karuan. “Abang main biasa gaya gimana ?” Tanya Joko sambil menggigit pentilku “sedot-sedotanlah, sodomi mana aja yang pas, terserahlah !” aku menjawab, Joko berhenti mengisap pentilku, ia berdiri menatapku “wah…..mau aku ! sudah lama aku nggak nembak di sini” ujarnya sumringah sambil mengelus pantatku. “hmmmmmm……rejeki nih” sambungnya lagi mesra, Joko memelukku dan mencium bibirku….cup cup cup….lantas bibirnya menggigit bibirku dan saling melumat, berkulumlah kami berdua, berpelukan erat, badan kami saling bergesek, terasa sekali burung Joko ngaceng, hangat keras di perutku. Hujan masih saja turun lebat, angin berderak-derak, bale-bale yang kami naiki juga ikut berderak-derak, aku menindih Joko sambil menggesek-gesekan batang kontolku, Joko mengimbangi pelukanku dengan rangkulan penuh nafsu, bibir kami tetap saling melumat. Joko mengangkang dan menaikkan kedua lututnya, kontolku menyentuh biji pelirnya, lembut dan membuat aku semakin bergelora. Birahiku sudah memuncak, aku berdiri mengangkat paha Joko, kontolku dengan jinak mengarah ke lubang anus Joko, dengan sekali tekan kontolku masuk ke dalam lubang kenikmatan itu, rasanya seperti terbungkus lemak yang bergerigi. Joko mengendurkan dan menyempitkan anusnya…ooooh terasa kontolku seperti digigit dan dikunyah-kunyah, badanku merinding, terlebih ketika Joko menggoyang-goyangkan pantatnya kekiri kekanan, aku semakin bernafsu, aku menekan dan menarik kontolku dengan irama tetap, jembutku bergesek dengan bijinya, Joko jadi liar, ia merintih-rintih sambil menarik kedua pantatku. “lebih keras Bang…lebih cepat…..lebih cepat” dan aku menggerakkan pinggulku semakin cepat, tekan tarik tekan tarik sepuas hatiku, kontolku menghujam lubang anus Joko semakin cepat dan semakin kasar “oooooooh……..hhhhhssss……..ooooooh” Joko berkali-kali mengeluh, matanya dipicingkan, badannya bergerak-gerak mengikuti goncangan dan sodokan kontolku. Suara bale-bale semakin ribut berderit-derit seakan mau rubuh. Rasa nikmat menjalar dari ujung kaki sampai kepalaku, jantungku berpacu sangat cepat, aku menggoyangkan pinggulku semakin cepat, tanganku meremas-remas dada dan pentil Joko seperti kucing mencakar tanah. Nikmat……nikmat….sungguh nikmat ngentot berdiri diiringi suara hujan……aku menikmati ekspresi wajah Joko yang kesakitan dan ia menikmati sodokan kontolku. Akhirnya aku tidak tahan lagi, aku menekan kontolku ke dubur Joko sekuat-kuatnya…creeeeet creeeeeeeeeeeet airmaniku menyembur hangat di dubur Joko. “uuuuuuuughhhhhh…….!!!!!!” Aku terpekik keenakan, disaat demikian Joko memainkan otot duburnya, kontolku serasa dijepit gusi dan dikunyah-kunyah…..”aaaaaahhhhhh!” aku menjerit ngilu tapi nikmat. Aku ambruk ke atas dada Joko, aku menciumi bibirnya, mendesakkan lidahku ke rongga mulutnya, iapun membalas penuh semangat. Kini Joko berdiri dan minta dilayani, dengan cepat ia membaringkan aku, kedua kakiku diangkat disandarkan dibahunya, ia meludah dan mengoleskannya di anusku, kontolnya digenggam dan disodokkan ke duburku, tapi terlalu besar, susah masuk, ditekan dua kali tetap susah masuk “Bang nungging saja” perintah Joko si tukang ketupat sayur, aku nurut lantas nungging. Bleeeessss……….bleees dan bleeeebbbeeeeeeeessssssssss…….kontol Joko masuk dengan susah payah. Wuuuiiih……badanku kontan rasanya meriang……kontol Joko terasa sangat besar dan berat dalam anusku, seketika rasanya perutku sesak dan hangat. Perlahan-lahan Joko menggoyang-goyangkan pinggulnya, halus dan hati-hati, aku masih dapat menikmati rasanya, tapi rupanya nafsu Joko semakin tinggi, semakin bergairah, ia bukan saja mempercepat geraknya tapi juga meremas-remas perut dan alat vitalku…..”aaaaauuuuw…!!” jeritku, Joko semakin sinting, gerakannya sekarang seperti jarum mesin jahit…..semakin cepat dan semakin keras, sodokannya membuat aku hampir pingsan. Lubang anusku terasa panas, betul-betul hebat tukang ketupat ini, muda, kuat goyangnya, gede pula kontolnya…..setiap hari seperti ini duburku bisa longgar. Hampir sepuluh menit aku digarap Joko, aku sudah hampir menarik duburku dari sodokan kontol Joko, aku menyerah, kehabisan tenaga, tapi Joko semakin gila “ssssssshhhh …….ssshhhhh…….nikmaaaaaaaaaat………….Baaaaaaaaaannnngggggg !!!!!!!!!” Joko mendesah dan meringkik…….creeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeetttttttttttttttt !!!!!! akhirnya meledak juga pertahanan Joko, dengan pelukan teramat kuat Joko menjepit badanku, kontolnya ditekan habis-habisan di anusku…….”oooooh….oooohhh !! ia mencapai ejakulasi penuh kejantanan. Kami berdua terkulai lesu, nafas kami berdua terputus-putus, kami berpelukan seketat-ketatnya, Joko berbisik “nikmat sekali Bang…..sudah 2 tahun aku nggak nembak di lubang pantat, pantat Abang enak kali, rapat, bisa bikin aku jatuh cinta !” lantas ia menciumku berkali-kali. Hujan masih lebat, kami berdua mandi berdua di bawah talang, tanpa sabun, hanya saling menggosok, saling menggoda dan bercanda. Aku dipeluk-peluk Joko dari belakang, kontolku dimain-mainkannya lagi, akhirnya burungku tegang, aku minta Joko mengisapnya tapi ia menolak “jangan sekarang donk…disimpan buat besok !” katanya, gantian dengan iseng aku jongkok, kontol Joko aku isap-isap, aku jilat-jilat. Di bawah semburan air talang alat vital Joko dengan cepat berdiri lagi, aku semakin jalang, aku klomot kepala kontol Joko, yang punya kontol mengerang-ngerang keenakan, kegelian. Alat vital Joko semakin keras, berdiri tegak, warnanya yang kehitam-hitaman membuatku semakin nafsu, tapi aku menahan diri. Setengah kontol Joko tergenggam dengan telapak tangan, setengah lagi kumasukkan mulut , kumainkan dengan lidah sambil kukocok-kocok dengan cepat. Birahi Joko menjadi-jadi, ia juga menggoyangkan pantatnya maju mundur, aku sengaja membuat Joko terpancing untuk ejakulasi dua kali. Disaat ia makin semangat aku berhenti “Bang….ayolah…..sudah ndak tahan aku nikh !” rengeknya, “simpan donk buat besok…..” balasku menjawab. Aku lari ke dalam menghindarinya, Joko mungkin kesal, ia mengejarku, menangkap lenganku “ayolah Bang…sudah tanggung ! ayo Bang sedikit lagi tumpah air maniku !” ia merengek-rengek minta dilayani. Sementara itu hujan semakin kecil, angin masih bertiup kencang dan hari mulai gelap. Aku kasihan sama Joko, lagipula kapan lagi aku ada kesempatan main sama dia, akhirnya aku jongkok di lantai tanah, kontol Joko yang masih tegak itu aku jilati lagi, aku klomot dan masukkan dalam mulut. Batang kontol itu aku gigit-gigit dan kumainkan dengan lidah “iiiiiiiiiiiih……iiiiiiihhh” Joko mengikik keenakan, lantas dia mengayun badannya maju mundur, kontol itu terasa panjaaaaaaaang dan besaaaaaar dalam mulutku, meski demikian aku juga merasa sangat nikmat dapat mengisap alat vital Joko. Sebentar kemudian Joko memekik panjang “Baang ooooooooohhhhhh……..Baaaaaaang…..!!!!! sperma tukang ketupat sayur meledak di dalam rongga mulutku…..crrreeeeeeeeeeeeeeeeeet…creeeeeeeeeeeeeeeeeeet….ccccreeeeeeeeeeeet !!!!!!! rasanya asam-asam legit kental gurih sangit…..wuih uenak tenan ! kulahap kontol Joko mencari sisa-sisa sperma yang melekat dan batang kontol Joko aku genggam dan kujilat-jilat sampai bersih. Yang punya kontol meringkik kegelian “udah…udah…udah…..geli Bang….geli…..! Aku puas membuat Joko ejakulasi dua kali, Joko juga puas, ia mencium pipiku lantas ia menggeleng-gelengkan kepalanya “mimpi apa aku semalam, dapat teman ngeseks mulus begini, mainnya enak pula…..aku puas kali Bang, aku mau bermalam sama Abang, biar kutiduri badan mulus Abang sampai pagi” ia memujiku, aku sambil tersenyum menjawab : “Kapan-kapan kalau rumahku kosong, aku cari kamu, kamu boleh menginap dan kita main sampai pagi” Kami lantas mengambil pakaian kami yang setengah basah, sambil saling berciuman, mengulum mesra. Kemudian Joko memelukku lagi “indahnya Bang ngeseks sama Abang sambil hujan-hujanan” ia tersenyum manis sekali. Hujan masih rintik-rintik, kami segera berpisah, aku setengah berlari menuju rumahku sambil bernyanyi-nyanyi, Joko menunggu hujan benar-benar berhenti. Ini hari yang indah, teramat indah, aku senang berhubungan badan dengan Joko. Aku masih sempat berhubungan badan lagi dengannya, 3 kali di tempat yang sama dan sekali di kamarku, ketika semua penghuni rumah pergi ke Malaysia. Semenjak aku pergi ke Nias aku tidak lagi bertemu dengan Joko, si tukang ketupat sayur, pemuda yang menggagahiku di bawah hujan lebat, tak akan kulupakan spermanya yang gurih, sangit dan alat vitalnya yang panjang, besar yang sudah membuat anusku longgar.



Mempraktekkan gaya-hidup naturalis di rumah Rodriguez.

By Juan Carlos Aragon

submitted March 15, 2009

Translate from:

To

Text Size:

RODRIGUEZ

Jika aku berada di Jakarta atau Denpasar, jarang sekali [hampir tak pernah] aku jumpa dengan orang Spanyol. Sekali-sekali aku jumpa Latino dari AS [Amerika Serikat] atau dari Amerika Selatan,tapi bukan orang dari Semenanjung Iberia [jazirah yang menjadi lokasi negara Spanyol dan Portugal].Satu-satunya orang Spanyol di Jakarta yang aku kenal baik adalah Rodriguez.

Rodriguez sudah lebih dari sepuluh tahun tinggal di Indonesia.Mula-mula dia bekerja sebagai coach [pelatih] sepak-bola.Kemudian kontraknya diextend sampai berkali-kali. Menurut Rodriguez dia sudah jatuh-cinta pada Indonesia dan statusnya sebagai WNI [Warga Negara Indonesia] sedang diproses.Aku perhatikan bahwa Rodriguez orang-kaya.Entah dari mana hartanya.Apakah dari gajinya sebagai coach? Ataukah dia memang anak orang-kaya dari sononya? Aku tak pernah tanya. Yang pasti Rodriguez punya tanah luas di hinterland Jakarta yang di dalamnya dibangun sebuah sasana olah-raga. Sebagian dari fasilitas yang ada di sasana olah-raga itu dapat dimanfaaatkan umum, meskipun hanya oleh orang-orang tertentu [exclusive],utamanya orang-asing dari kalangan corps diplomatik. Aku kenal Rodry [nama panggilan Rodriguez] juga karena aku pernah diajak teman,main tennis dan berenang di sasana olah-raga itu.

Karena sudah tinggal di Indonesia lebih dari satu dasa-warsa, maka Rodry sudah banyak menyesuaikan diri dengan budaya Indonesia.Sebagai contoh,Rodry sudah bisa cebok dengan air setiap kali barusan berak atau kencing.Sebelumnya dia hanya membersih -kan lobang-pantatnya dengan tissue sehabis berak dan tiap-kali habis kencing dia tidak cebok!Arti-nya lobang kencingnya dibiarkan saja mengandung tetesan air kencing!Entah siapa yang mengajarkan Rodry cebok.Bahkan Rodry juga sudah sunat.Sunat-nya semurna [high and tight].Tidak ada lagi kulup yang tersisa.Semuanya sudah habis terkudung waktu dia disunat!

Berbeda dengan orang-bule pada umumnya yang jorok -jorok,maka Rodry juga sudah biasa bersih! Rodry mandi dua-kali sehari,rajin ganti baju,dan rajin gosok gigi.Jadi, badannya tidak pernah bau-ketek dan mulutnya juga tidak pernah bau-jigong! Kalau Rodry masih seperti bule pada umumnya yang bau dan jorok,aku pasti tak mau berteman dengan dia! Jijik!

Panggilan Rodry diberikan oleh teman-temannya di Jakarta. Panggilan itu kurang tepat, sebab nama Rodriguez adalah nama keluarga [family name atau surname],nama depannya adalah Salvador.Jadi nama lengkap temanku itu adalah "Salvador Rodriguez". Salvador adalah nama-depan dan juga nama-baptis. Salvador artinya Juru Selamat. Tetapi dia tidak keberatan dengan nama-panggilan Rodry itu

Untuk mengelola sasana olah-raga itu Rodry hanya dibantu: Aza[Azahari] dan Yulio,dua orang remaja yang berumur sekitar enam-belas atau tujuh-belas tahun.Untuk merawat tanah dan fasilitas yang luas itu, Rodry mempekerjakan penduduk sekitar lokasi itu!

Kata Rodry,sasana itu belum lama dibangun. Rodry sudah lama bercita-cita membangun sasana seperti itu, tapi terbentur peraturan bahwa orang-asing tidak boleh memiliki tanah di Indonesia.Waktu peraturan itu dicabut,barulah Rodry bisa membeli tanah dan mewujudkan cita-citanya.

RESEP AWET MUDA

Meskipun Rodry orang bule,tetapi dia punya wajah tampan dan penampilan menarik [atletis,ketat,ber- otot]serta awet-muda.Aku suka menggodanya dengan mengatakan bahwa mungkin dia pakai susuk. Karena orang-bule biasanya "boros wajahnya" [cepat tua]. Rodry hanya tertawa saja waktu aku ledek begitu. Menurut Rodry,dia memang rajin menjaga penampilan -nya. Tapi dia tidak menyebut-nyebut soal susuk!

Susuk adalah butir logam emas yang secara mistik dimasukkan ke salah satu bagian tubuh seseorang dan dikatakan bisa memberikan efek tertentu, pada orang tersebut,seperti jadi awet-muda dan punya penampilan menarik[attractive].Biasanya perempuan -lah yang memakai susuk.Dengan maksud agar suami-nya tetap menyukainya.Tapi kalau seorang lelaki ingin memakai susuk, ya sah-sah saja!

Rodry usianya belum terlalu tua,mungkin sekitar 35 - 38 tahun.Tapi untuk seorang laki-laki bule, tampangnya kelihatan sepuluh tahun lebih muda. Aku pernah tanya pada Aza [yang hubungannya amat dekat dengan Rodry, mungkin seperti kakak-adik atau ayah-anak], mengapa Rodry bisa berpenampilan awet-muda. Meskipun Aza masih remaja [enam-belas tahun] dia sudah pandai menjawab, katanya :

"Mungkin karena Papa hidupnya santai".

Aza memanggil Rodry dengan panggilan "Papa". Bisa jadi Aza memang sudah diadopsi jadi anak-angkat Rodry.Umur Rodry terpaut sekitar dua-puluh tahun dengan Aza.Nama Aza, panggilan anak angkat Rodry, adalah kependekan dari nama Azahari.

Karena aku teman dekat [sahabat] Rodry,aku juga dekat dengan Aza, anak-angkatnya yang sedang ber-tumbuh remaja itu. Aza berdarah asli Indonesia dan tak punya darah bule sama-sekali.Dalam usia -nya yang remaja itu Aza sudah menampakkan garis-garis ketampanannya.

Sejak kecil dan mula-pertama Aza ikut Rodry, Aza sudah sering ikut Papa-nya latihan fisik,seperti jogging tiap hari,berenang dua kali seminggu,push up dan sit up 1000 kali sehari. Aza juga sudah hobby olah-raga permainan,seperti: basket, sepak bola, volley, tenis, dan bulu-tangkis. Maklumlah semua sasana olah-raga yang merupakan bagian dari ada di rumah Papa-nya! Bela-diri juga termasuk kegiatan yang disukai Aza.Sedangkan untuk latihan beban,Aza baru mulai ikut latihan sejak dia umur enam-belas tahun, sesuai dengan teori ilmu olah- raga yang dianut Papa-nya.Akibat berbagai latihan -fisik intens seperti itu,maka tak heran jika di usianya yang masih muda-remaja tubuh Aza sudah "jadi" atau "hampir jadi".

GAYA-HIDUP NATURALIS [BERTELANJANG-BULAT]

Pada mulanya aku tidak mengerti apa yang dimaksud dengan "hidup santai",seperti yang dikatakan Aza merupakan "resep awet-muda" Papa-nya. Waktu aku coba menanyakan hal itu pada Aza,dia mengatakan :

"Papa menjalani hidup santai seorang naturalis".

Karena aku belum paham juga mengenai keterangan Aza itu, aku minta Aza menjelaskan lagi apa yang dimaksud dengan "hidup santai seorang naturalis", tanpa-ragu [dan tanpa-malu] Aza mengatakan bahwa Papa-nya lebih sering telanjang-bulat saja jika berada di rumah.Bahkan Aza juga mengatakan diri- nya sendiri juga mempraktekkan cara hidup Papa-nya - yang dikatakannya "santai" dan "sehat" itu!

Aku tidak terkejut dengan cerita Aza itu. Orang-bule memang suka bertelanjang-bulat.Itulah sebab-nya di Eropa, Amerika, dan Australia selalu ada pantai-nudis [nudist beach]. Selain itu biasanya lelaki bule memilih untuk tidur telanjang-bulat saja pada malam hari.Pada musim dingin, meskipun telanjang-bulat mereka tidur berselimut.Tapi pada musim panas,mereka tidur tanpa selimut: telanjang -bulat!

Masalah bertelanjang-bulat bukanlah masalah besar bagi orang bule [No big deal!].Karena itu ketika aku tanyakan pada Rodry - sahabatku itu, tentang pandangannya mengenai gaya hidup-naturalis [yaitu istilah "ilmiah" untuk gaya-hidup-nudis]. Dengan tenang dan tanpa beban, dia mengatakan bahwa dia penganut gaya-hidup naturalis itu! Bahkan dia mengajak aku masuk ke bagian dalam rumahnya yang merupakan "enclave"[tempat terpisah] untuk hidup dengan gaya naturalis.

Bagian dalam rumahnya itu mencakup kolam-renang dan suatu halaman berumput dimana Rodry dapat leluasa bertelanjang-bulat. Selain itu, ada juga bagian halaman yang tidak berdinding dan tidak beratap tetapi ditutupi dengan kasa-nyamuk.Disitu Rodry [dan Aza?] dapat leluasa tidur bertelanjang -bulat tanpa terganggu nyamuk atau binatang lain. Enclave itu berpagar cukup tinggi dan tidak dapat diintip dari luar.

Waktu aku diajak ke enclave itu aku diperkenalkan pada seorang remaja yang tampak sedang membersih-kan enclave itu bertelanjang-bulat.Tubuhnya yang atletis tampak berkilat-kilat bersimbah-peluh, sehingga lekukan otot tubuhnya yang atletis dapat dilihat dengan jelas dan bermakna.

Otot dadanya menonjol ke depan dihiasi sepasang puting-susu yang tegang-melenting,perutnya tampak kencang dan rata berhiaskan otot-otot membentuk six-packs.Kata Rodry dalam bahasa Indonesia yang lancar [tapi berlogat-bule] memecah kesunyian :

"Ini Yulio yang mengurus enclave ini. Dia juga naturalis",sambil berkata begitu [tanpa terlihat Rodry merasa jijik]Rodry mengelus-ngelus punggung Yulio yang bercucuran keringat.Yulio yang sedang bertelanjang-bulat menghentikan pekerjaannya,dan memandang kami sambil tersenyum.Kontol remajanya yang tersunat-ketat dan berukuran-besar, tampak "menunduk", tapi cukup-berisi[setengah ngaceng].

Kemudian aku lihat sendiri, Rodry menggosok-gosok -kan atau mebarutkan telapak-tangannya yang basah oleh keringat Yulio itu ke permukaan lengan-kiri-nya! Tanpa ada kesan jijik di wajah Rodry!

Biji-peler Yulio tampak membulat, bergantung di bawah kontolnya yang besar dan berlatar-belakang jembut yang hitam, lebat, dan tumbuh luas! Yulio adalah pemuda yang tampan dan atletis!Waktu Yulio menghapus peluh yang mengalir di dahinya maka dia mengangkat tangannya ke atas!Ketika itu aku dapat melihat pola pertumbuhan bulu-keteknya yang lebat berwarna hitam, tetapi terkesan indah dan jantan!Seakan-akan jadi bukti kedewasaannya dan kelaki-lakiannya yang sempurna dalam usianya yang masih belia itu. Aku pun jadi terangsang melihatnya!Mau tidak mau,suka tidak suka, kontolku jadi ngaceng melihat bulu-ketek Yulio yang hitam-lebat itu...!Ta'i!

Yulio sama-sekali tidak tampak risih atau malu bertelanjang-bulat di hadapanku, orang yang baru dikenalnya atau bahkan tidak dikenalnya itu.

Melihat Yulio yang muda-remaja,tampan dan atletis dengan tubuh telanjang-bulat dan berkilat-kilat oleh keringat itu,ingin rasanya aku memeluk tubuh -nya, melumat bibirnya, lalu mengisap kontolnya yang besar dan tersunat ketat itu!

Menurut Rodry,Yulio masih bersekolah di SMU/SMA. Saat itu, ketika aku jumpa Yulio,umurnya sekitar tujuh-belas tahun. Yulio tinggal di rumah Rodry dan mengerjakan tugas-tugas-nya di rumah Rodry di luar jam sekolah dan Yulio mendapat imbalan upah untuk pekerjaannya itu. Apakah status Yulio itu sebagai pegawai, pembantu,atau anak-angkat Rodry aku tidak sempat tanya pada Rodry!

Menurut Aza,Rodry sering mengundang teman-teman-nya sesama naturalis,untuk acara-acara tertentu di enclave-nya,baik sekedar ngobrol, main-musik, main-kartu,barbecue, berenang atau olah-raga lain -nya yang dapat dilakukan di enclave itu seperti main bola-volley. Tentu saja semuanya itu mereka lakukan dalam keadaan telanjang-bulat.Karena itu mereka hanya bisa main bola-volley. Jika mereka main olah-raga keras seperti sepak-bola,bisa-bisa biji-peler mereka kondor semua[burut,hernia,turun -berok].

KEKECEWAAN AZA

Sekitar dua-minggu setelah kunjunganku ke rumah Rodry dan enclave-nya itu, tiba-tiba saja Aza menelepon aku. Katanya dia ingin segera bertemu aku.Tapi karena saat itu aku masih di Dili, Timor Leste,aku baru bisa menemuinya seminggu kemudian.

Rupanya Aza hanya ingin menceritakan kepadaku bahwa dia tidak ingin lagi tinggal bersama Rodry. Sebab,kata Aza, pada suatu siang dia memergoki Rodry [ayah angkatnya itu] sedang mencabuli Yulio pada silit Yulio! Atau tepatnya Rodry mengentoti lobang-pantat Yulio dengan kontolnya! Apakah Aza cemburu pada ayah-angkatnya yang sempat dipergoki -nya sedang mengentoti Yulio? Ataukah Aza muak melihat apa yang dilakukan Rodry? Tak jelas bagi-ku! Tetapi, sungguh, Rodry memang tidak bermoral melakukan pencabulan-remaja sampai dilihat anak-angkatnya sendiri! Sama seperti cerita cabul ini yang juga tak bermoral!Saat Aza jumpa aku itu,dia tinggal di hotel dan kabur tanpa pamit dulu pada Rodry - ayah-angkatnya.Tapi Aza sempat meninggal-kan surat yang isinya Aza pergi untuk selama-lama -nya dan agar Rodry tidak mencarinya!

Aku mengajak Aza untuk tinggal di rumahku saja. Aku suka Aza,karena dia tampan.Tapi Aza mengata-kan dia ingin pulang kerumah orang-tuanya di Jawa Timur.Aku menganjurkan agar Aza istirahat dulu di rumahku,untuk menenangkan pikiran! Aku merencana- kan kelak,seminggu kemudian, setelah Aza "tenang" aku akan mengantarkannya ke rumah orang-tuanya di Jawa Timur.

AZA MINTA DIENTOT

Seminggu sebelum Aza "tenang" itu,Aza tampak amat rewel dan reseh,seperti anak-kecil.Karena itu aku tanyakan baik-baik pada Aza apa sebetulnya yang dia inginkan.Ternyata Aza "haus" kasih sayang dan belaian serta entotan seorang lelaki.Oleh sebab itu demi kebahagiaan Aza,aku terpaksa mencabuli-nya. Walaupun Aza baru berumur enam-belas tahun, tapi ternyata dia sudah jagoan sex-sejenis.Boleh jadi dia diajari [dididik] ayah-angkatnya - sang naturalis bejat itu!

Dengan memuaskan hasrat-syahwat Aza, aku bukan bermaksud mencabuli anak di bawah-umur,tapi niat-ku semata-mata untuk "menolong" Aza.Meskipun aku harus mengakui bahwa bagaimanapun juga aku amat menikmati "tugas-mulia" itu! Ta'i!

Setelah aku entot silitnya sekali, ternyata Aza minta-lagi dan minta-lagi. Mungkin karena setiap kali Aza aku entot boolnya, kontolnya sekalian aku kocok dengan tanganku,sampai pejuh remajanya keluar.Dalam usianya yang baru enam-belas tahun itu ternyata pejuh Aza sudah keluar. Kata Aza :

"Saya mulai mimpi basah setengah tahun yang lalu"

Agaknya,itulah sebabnya Aza doyan sekali dikocok kontolnya.Maklum, dia baru setengah-tahun keluar pejuh!Aza sedang senang-senangnya ngeloco[onani], Belakangan aku mendengar dari mulut Aza sendiri bahwa boolnya memang sudah sering dientot Rodry ayah-angkatnya.Selanjutnya, Aza mengatakan bahwa dia membatalkan niatnya untuk pulang ke rumah orang-tuanya.Alih-alih dia minta agar diizinkan tinggal di rumahku.Tentu saja aku sama-sekali tak keberatan! Kapan lagi aku bisa mengentoti lobang-pantat seorang remaja-tampan, berusia enam-belas, dengan gratis? Ta'i!

EPILOG

Sejak Aza memutuskan untuk tinggal rumahku, dia mempraktekkan "gaya-hidup naturalis". Aza selalu bertelanjang-bulat saja jika sedang di rumah.Aku tak keberatan! Sebab, Aza memang tetap saja enak dipandang meskipun di sedang telanjang! Tubuhnya bagus, kontolnya besar dan jembutnya lebat, tapi tertata rapi[trimmed].Aza hanya berpakaian kalau dia akan keluar rumah atau akan sekolah.Di depan pintu apartemenku selalu tersedia celana boxer dan T-shirt, untuk dipakai Aza, kalau dia harus membuka pintu depan dan menemui tamu.Aza juga aku minta untuk tetap melanjutkan sekolahnya di suatu SMU/SMA tempat dia sekolah sewaktu masih tinggal dengan Rodry. Aku juga sudah menghubungi Rodry untuk menyampaikan bahwa Aza aman di tempatku dan Rodry tidak keberatan.Sebab, Rodry percaya aku!

Aza hobby merawat rumah. Setiap pagi Aza sesudah bangun tidur, dia langsung membersihkan rumah [menyapu dan mengepel],mencuci pakaian, menyiap-kan sarapan.Semuanya itu dilakukan dalam keadaan telanjang-bulat.Sebetulnya itu semua adalah tugas Firman [pembantu rumah-tanggaku],tapi Aza merasa OK-OK saja mengerjakan itu semua! Bahkan, Firman juga diajari Aza untuk mempraktekkan gaya-hidup naturalis [bertelanjang-bulat],yang dikatakannya "sehat" dan "santai" itu. Firman sendiri belum biasa untuk telanjang-bulat sepanjang hari. Dia hanya telanjang-bulat kalau dia sedang berada di kamarnya dan waktu dia tidur-malam!

Aza dan Firman,kelihatannya cocok dan bukan tidak mungkin mereka juga sering melakukan hubungan sex -sejenis.Aku juga tidak keberatan!Biarlah mereka berdua menikmati hidup yang hanya sekali ini! Itu hak mereka! Sedangkan aku sendiri dapat memilih Aza atau Firman,kapan saja aku mau!Mereka berdua juga tampak amat menikmati kalau mereka sedang aku cabuli!

Kadang-kadang aku khawatir juga,kalau-kalau nanti apartemenku kena-kutuk! Sebab,ketiga penghuninya doyan mengentoti-bool sesama laki-laki [sodomi], seperti halnya penduduk kota Sodom dan Gomorrah. Penduduk kota Sodom dan Gomorrah dikutuk dengan bencana-alam karena semua penduduknya [yang laki-laki] amat menyukai sex-sejenis {sodomi]! Kata "sodomi" [sodomy] berasal dari nama kota "Sodom" itu!

Aza dan Firman juga suka sekali mengisap kontol-ku,minum pejuhku dan menjilati tubuhku waktu aku sedang berkeringat!Yaitu sewaktu aku baru kembali ke apartemen sesudah jogging atau latihan-fisik lainnya,seperti fitness atau latihan-beban di gym apartemen! Aku biarkan mereka gantian menjilati tubuhku yang berkeringat dan mengisap kontolku sampai pejuhku muncrat berceceran tak tertahan!.

Kalau Aza ingin mengisap kontolku dan mencucup keringat tubuhku, maka Aza harus minta jatahnya pagi hari. Sedangkan Firman boleh minta malam hari.

Kalau Firman minta menjilati tubuhku yang sedang berkeringat, maka malam itu aku push up dan sit up dulu ratusan kali [1000 kali].Sampai peluhku membanjir!Sedangkan untuk pejuh,aku mampu untuk mengeluarkan pejuh beberapa kali sehari [tiga sampai lima kali sehari] asal kontolku dikocok-kocok dulu [diloco] atau dijilat dan diisap-isap dulu! Ta'i!

Aza memanggil aku "Daddy",kadang-kadang disingkat "Dad".Tiap pagi,saat aku akan berangkat jogging, Aza selalu mengingatkan aku, katanya :

"Dad, nanti keringatnya jangan dikeringkan, ya? Aza mau jilat. Keringat Daddy gurih!", maka aku akan menjawab :

"Ya, Sayang!".

Aku memang sayang pada Aza. Aku sering memanggil- nya dengan panggilan "Aza-Sayang" atau "Sayang" saja! Meskipun fisik dan kontolnya sudah dewasa. Bahkan dia sudah tumbuh jembut, bulu-ketek, dan sudah keluar pejuh,tapi Aza masih sering bersikap seperti anak-anak. Maklumlah dia masih berumur enam-belas tahun!Umur Aza belum mencapai tujuh-belas tahun - apalagi delapan-belas tahun!

[JUAN CARLOS ARAGON]



Masuk ke bagian dalam kios penjual souvenir.

By Juan Carlos Aragon

submitted September 3, 2008

Translate from:

To

Text Size:

BALI DAN TIMOR LESTE

Bali adalah surga souvenir. Ada berbagai jenis souvenir yang dapat dibeli di Bali,mulai dari baju batik, bahan batik, tenun ikat [?], patung maupun kerajinan[handy craft] lainnya.Di samping harganya relatif murah, kualitasnya pun baik.

Menurut informasi teman dan kenalanku di Bali, kunjungan turis ke Bali jadi amat merosot setelah terjadinya Bom Bali I dan Bom Bali II. Akibatnya berbagai jenis bisnis di bidang turisme, termasuk bisnis souvenir juga merosot.

Aku bekerja di suatu organisasi yang berada di bawah naungan PBB [Perserikatan Bangsa-Bangsa]di Dili, Timor Leste. Jika aku sedang week end ke Bali, maka favoritku adalah mencari cowok [laki-laki] untuk main cabul [sex sejenis] dan mencari souvenir untuk koleksi atau untuk hadiah [oleh-oleh].

Aku adalah Warga Negara Amerika [US Citizen] yang lahir di Singapura dan berdarah campuran Melayu, Cina, Spanyol.Disamping itu aku juga Warga Negara Australia,karena aku pernah cukup lama tinggal di Australia. Dengan demikian aku punya dwi-kewarga- negaraan atau bi-citizenship.Suatu hal yang dapat [dimungkinkan] terjadi karena aku berdarah bule dan berpenampilan bule.Jika aku bertampang Asia, tentu hal itu tidak akan dimungkinkan. Mengingat kebijakan Australia yang diskriminatif terhadap orang Asia [apalagi orang Afrika].Meskipun resmi-nya kebijakan-putih [white policy] di Australia sudah tidak berlaku,tapi kenyataannnya kebijakan biadab itu masih diterapkan juga sampai cerita tak bermoral ini ditulis!Maklumlah karena negara Australia dibangun oleh para imigran-paksa yang terdiri dari bandit dan penjahat dari Inggris yang dibuang atau diasingkan ke Australia. Ta'i! Tidak heran jika dalam sejarah Australia tercatat pemusnahan jutaan penduduk-asli Australia yang oleh orang kulit-putih-anjing disebut sebagai orang aborigin itu.Bahkan sejarah Australia juga mencatat penculikan penduduk asli dari kepulauan Pasifik untuk dijadikan budak di perkebunan tebu di Australia Utara.Tentu saja perbuatan keji-babi -anjing itu hanya dapat dilakukan oleh manusia- manusia kulit-putih-biadab penghuni Australia - ta'i itu! Setan!

Aku belajar bicara, membaca, dan menulis Bahasa Indonesia di Timor Leste.Aku bisa cepat belajar Bahasa Indonesia, karena aku punya dasar-dasar Bahasa Melayu yang aku peroleh di Singapura di masa kecilku. Bahasa Indonesia aku perlukan di Timor Leste karena sebagian besar mitra-kerjaku[counter part] lebih suka dan lebih comfortable berbahasa Indonesia daripada bahasa Portugis [yang tidak mereka kuasai] atau bahasa Tetum[yang masih primitif] atau bahasa Inggris [yang kurang mereka kuasai].

Karena di Dili praktis tidak ada apa pun yang menarik untuk dinikmati maka aku hampir selalu menghabiskan liburan akhir mingguku untuk sekedar bertualang ke kota-kota lain di luar Timor Leste.

Penerbangan keberbagai kota di Indonesia,Malaysia dan Singapura hanya makan waktu beberapa jam saja dari Dili.Karena itu aku jadi leluasa berkeliaran di akhir minggu [week end] untuk memuaskan nafsu sex sejenisku dan melampiaskan nafsu sadisku!Apa lagi uang bukan masalah bagiku. Dengan jabatanku sebagai Representative[Country Director],maka aku digaji besar.Meskipun praktis organisasi tempatku bekerja tidak punya kegiatan yang bermanfaat bagi rakyat di Timor Leste.

Karena aku mendapat gaji besar maka akupun mampu berkeliaran kesana kemari dengan maksud mencari laki-laki untuk diajak main cabul - sex sesama jenis!

WEEK END DI BALI

Dalam suatu liburan week endku aku berjalan-jalan di salah satu desa-wisata di Bali.Ada beberapa desa-wisata terkenal di Bali.Antara lain adalah Kuta, Sanur, Jimbaran, dan Legian.

Di salah satu sudut jalan di seberang hotel aku tertarik masuk kesuatu kios[kiosk] yang berjualan souvenir. Yang membuat aku tetarik untuk masuk bukanlah souvenir yang dijualnya,melainkan justru penjualnya.

Penjualnya adalah seorang pemuda remaja yang aduhai tampannya. Dia bertubuh tinggi, ramping, dan atletis.Dadanya bidang,sehingga seakan-akan mengundang aku untuk berada dalam pelukan nikmat-nya. Wajahnya tampan dengan garis-garis kelaki-lakian yang memukau. Lengannya amat atletis dan berotot yang membawa aku berkhayal berahi sado-masochistik!

Agh!Betapa nikmatnya jika tubuhku yang telanjang bulat dihajar kerass dengan cemeti oleh pemuda berlengan kekar dan atletis itu : CETARR! ...maka bilur-lecet pun akan membias dikulit tubuhku yang telanjang - memberikan shock,getaran,dan perasaan pedih yang teramat nikmat - bagaikan ruhku [roh, sukma] yang moksa ke nirwana mencapai kesunyataan mulia Sang Boddisatwa! - Sadhu, sadhu, sadhu! Pemuda itu mengenakan baju-kaos [T-Shirt] putih dengan celana jeans biru, kakinya beralas sandal jepit dari kulit. Lengan bajunya terkesan sesak [kekecilan] oleh lengannya yang kekar berotot dan tonjolan otot tubuhnya membayang di baju-kaosnya yang ketat.Bahkan kedua puting susunyapun tampak membayang di kain baju-kaosnya dan terkesan ke-duanya tegang dan melenting. Perutnya yang rata memperindah penampilannya yang amat kelaki-laki-an itu!

Jantungku jadi berdebar-debar dan aliran darahku seperti berdesir-desir.Mau tidak mau, suka tidak suka,kontolku ngaceng,tegang dan mengeras,ketika aku berhadapan dengan pemuda yang indah, jantan, dan kelaki-lakian itu. Mungkinkah pemuda itu seorang bidadara[bidadari lelaki] yang turun dari surga di Pulau Dewata?Demikianlah ketika itu aku berkhayal dan bertanya sendiri dalam benakku!

Maka aku pun berpura-pura melihat-lihat souvenir yang dijual pemuda itu dan aku membeli tiga buah T-shirt Bali, masing-masing ukuran[size] : M, L dan XL.

Waktu itu aku adalah satu-satunya pelanggan,oleh karena itu aku bisa mengajak pemuda tampan itu ngobrol.Dia mempersilahkan aku duduk dan kami ber -dua duduk berhadapan dipisahkan oleh sebuah meja kecil. Sambil ngobrol, sekali-sekali aku mencuri pandang wajahnya yang tampan,lengannya yang indah dan dadanya yang amat menonjol ke depan dibalut baju-kaos ketat itu. Kontolku makin mengeras ber-ada dekat-dekat pemuda itu.Dengan susah-payah aku menjaga konsentrasiku sambil merasakan nikmat di jiwa, badan dan terutama di kontolku! Hidungku mengendus[mencium] bau harum parfum yang mungkin terpancar dari baju-kaos atau tubuhnya. Harum parfumnya [Etiennne Aigner?] makin meningkatkan gairah dan berahi di dalam sukmaku.

Selama ngobrol itu aku berhasil mengorek info tentang diri pemuda itu yang ternyata bernama Doni, katanya dengan jenaka :

"Nama saya singkat,empat huruf saja D..O..N..I".

Aku juga tidak mau kalah!Aku meniru dan menukas:

"Nama saya juga empat huruf juga Y..U..A..N..", padahal seharusnya namaku ditulis dengan huruf "J"[Juan] dan dalam Bahasa Spanyol dibaca "Huan".

Tetapi di Indonesia maupun di Timor Leste aku selalu menyebut namaku "Yuan".Supaya orang-orang tidak bingung[confused] dengan bacaan dan tulisan Spanyol itu.

"Oh.Sama seperti currency Cina",kata Doni dengan jenaka.

Ternyata Doni orangnya humoris. Aku makin sayang saja pada Doni.Menurut Doni dia orang Jawa Barat [Sunda?] tetapi lahir dan besar di Jakarta. Doni sekolah D-3 Pariwisata dan bekerja serabutan di Bali.Kadang-kadang Doni jadi tour-guide,kadang-kadang jadi driver[supir] sambil dia menjaga kios pamannya, bergantian dengan temannya - seorang pemuda lain.

Aku bahkan sempat memuji tubuhnya yang indah dan menanyakan bagaimana caranya Doni membentuk dan melatih tubuhnya. Doni tersipu-sipu dan hanya menjawab :

"Ah! Badan Bapak juga bagus. Pasti Bapak lebih tahu cara latihannya".

BAGIAN DALAM KIOS

Kios itu terdiri dari dua bagian.Di bagian dalam ada ruangan lain yang digunakan untuk menyimpan stock[persediaan] barang dagangan dan juga untuk keperluan lain seperti makan dan sholat.Bahkan di bagian dalam juga ada kamar mandi dan WC. Dari ruangan dalam kios itu ada jendela yang menghadap ke laut dan angin semilir yang sejuk bertiup ke dalam kios itu melalui jendela yang terbuka itu. Doni tidak keberatan aku masuk ke ruangan dalam kios itu dan aku pura-pura memandang ke laut dari jendela. Sementara itu berahiku sudah memuncak!

Kami berdiri berdampingan di depan jendela. Aku pun memulai "move"-ku dan aku berpura-pura tanpa sengaja meletakkan tanganku di bahu Doni.

Doni memang orang baik.Aku orang yang baru saja dikenalnya dibiarkan meletakkan tangan dibahunya yang kekar itu.Lalu tanpa malu-malu aku berbisik ke telinga Doni :

"Doni ganteng, ya?"

Kemudian dengan cepat aku merengkuh tubuhnya dan perlahan aku mencium pipinya.Doni diam saja! Dia tidak marah, protes atau melawan. Doni terdiam sambil tetap memandang laut.Aku terus menciuminya sambil berdiri. Karena Doni diam saja, maka aku pun mulai melumat bibirnya. Doni masih saja mem-biarkan aku melumat, mencipok dan mengenyot bibir dan mulutnya yang indah,ranum,jantan dan kelaki-lakian itu.Aku merasakan nikmat,keras dan kenyal tubuh Doni yang terlatih itu di tubuhku bagian depan!

Lalu semua berjalan dengan lancar.Aku memeluk dan menciumi wajah,leher dan mulut Doni sambil tangan -ku aku masukkan ke bagian dalam T-shirtnya dan aku gerayangi tubuh-jantannya yang ketat.

Air ludah dan mulutku harum permen-pastilles. Karena sebelumnya aku memang ngobrol dengan Doni sambil mengunyah pastilles yang juga aku tawarkan pada Doni dan Doni memang mengambil dan memakan-nya.

Suasana romantis dua insan sejenis itu terasa makin indah dengan semerbak bau harum parfum kami berdua.Maka percabulan itu makin membara. Apalagi pintu keluar ruangan dalam itu aku tutup dengan cara mendorong dan menghempaskannya dengan kaki-ku.

Kami berdua sudah buka baju.Karena aku tadi sudah sempat melepaskan T-shirt Doni dan juga T-shirt-ku.Akupun menciumi dan menjilati tubuh Doni yang ketat,berotot, jantan dan kelaki-lakian. Puting susunya aku main-mainkan dengan jemariku,lalu aku jilat.Begitu juga ketiaknya yang berbulu-ketek ringan itu aku jilati.Aku [seperti biasa] kembali dapat merasakan rasa asin keringat di ketiaknya dan rasa pahit deodorannya.

Melihat Doni seperti pasrah begitu,berahiku makin menggila dan membara! Kait-kait celana jeans-nya aku lepaskan,risletingnya aku turunkan. Kemudian celana dan sekalian kancutnya aku pelorotkan ke bawah sehingga aku bisa menampak kontol dan biji pelernya yang besar, indah dan berlatar belakang jembutnya yang hitam, lebat, indah, dan ...tumbuh luass itu!

Kontolnya besar, disunat ketat! Kepala kontolnya [glans-penis] mulai memerah ungu dan tampak mulai berkilat. Kontol Doni sudah mulai tegak dan sudah mengeras.

Aku berlutut untuk menikmati dan "menghormati" benda-surga yang diciptakan untuk kenikmatan para lelaki [dan para perempuan] dan terutama untuk kenikmatanku!Maka akupun mulai menjilat,mengulum, mengelus, merangsang, dan memain-mainkan kontol Doni dengan tanganku. Aku merasakan tangan Doni membelai rambut dan kepalaku.Aku merasa disayang oleh Doni dan Doni sayang padaku. Maka aku pun membalas kasih-sayang Doni padaku dengan memberi-kan lumatan,jilatan,isapan,kocokan yang senikmat mungkin buat Doni!

Aku merasakan Doni memperkuat pijakan kedua kaki-nya di lantai,karena jilatan dan isapanku makin intens.Sekali-sekali jari telunjukku juga memijat bagian-bagian di sekitar pantat dan lobang pantat Doni. Aku sempat melihat Doni juga sekali-sekali merangsang puting susunya dengan jarinya. Lalu Doni mulai mengeluh dan melenguh seperti kerbau yang sedang memamah biak : MMMPH..MMMPH..MMMPH!

Aku merasa Doni makin gelisah.Gerakan panggulnya seperti mengikuti gerakan mulut dan kepalaku maju mundur, dengan kontolnya sebagai sumbu [as], dan akhirnya Doni seperti mau memberitahu aku :

"Pak. Saya mau keluar"

Tetapi jilatan, isapan, kocokanku pada kontolnya tetap aku lanjutkan!Sampai akhirnya : CROOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOT!

Pejuh Doni muncrat keluar .. keluar ..dan keluar! Pejuhnya aku jilat, aku isap, aku telan ke dalam ususku, ke dalam tubuhku! Agh! Nikmat dan jantan sekali rasanya. Semerbak bau pejuh Doni justru menambah suasana dalam kamar sempit itu, terasa jantan dan kelaki-lakian! Bau pejuh pun tercium semerbak di ruangan itu. Aku menunggu sampai seluruh pejuh Doni dikeluar-kan dan tiap lelehan aku jilat lagi dan aku jilat lagi sampai lobang kencing Doni, di ujung kontol-nya, benar-benar bersih dari lelehan pejuh.

Doni memang lelaki hebat dan pria sejati,pejuhnya banyak,kental,dan terasa nikmat di lidah dan di dalam kerongkonganku! Belum pernah aku merasakan pejuh senikmat pejuh Doni!

Aku bersyukur tercipta sebagai homosex! Aku juga bersyukur tercipta jadi cowok berdarah campuran Eurasia yang tampan,sehingga Doni membiarkan aku mengisap kontolnya.Aku bersyukur bertemu dan ber-kenalan dengan Doni hari itu! Sehingga aku dapat merasakan surga-nirwana yang turun ke tepi pantai Pulau Dewasa atau merasakan sukmaku yang moksa ke nirwana mencapai kesunyataan mulia, seakan aku telah menjadi Boddistawa! Sadhu, sadhu, sadhu!

EPILOG

Aku membereskan celana dan kancut Doni dan juga memakaikan lagi baju-kaosnya.Aku juga mengenakan-baju kaosku lagi.Aku mematut-matutkan baju kaos, celana dan rambut Doni agar dia rapi dan tampan kembali seperti semula! Aku bisikkan kata-kata:

"Aku sayang Doni. Aku cinta Doni!", tetapi Doni diam saja. Wajahnya yang semula jenaka,saat itu terdiam.Mungkin dia kaget dan nanar setelah sadar bahwa dia baru saja melakukan sex sejenis. Oleh karena itu aku menyelipkan uang US$ 300,-[sekitar Rp 2.700.000,-] ke saku celana jeans-nya.Kemudian aku cepat-cepat berlalu dan pulang kehotel dengan membawa seribu kenangan indah tentang Doni, juga tentang kontolnya dan tentang pejuhnya!

Pada kunjungan yang berikutnya ke Bali,aku ingin jumpa Doni lagi.Tetapi terlanjur aku jumpa Bagus Dharma - lelaki lain yang tidak seindah Doni tapi aku pernah bermain cabul dengannya dan aku tahu bahwa kontol Bagus besar sekali [lebih besar dari kontol Doni]. Mungkin kontol Bagus Dharma sama ukurannya dengan kontol RG,yang mantan pengusaha jaringan-rantai toko swalayan terkenal di Jakarta dulu! Ah! Mana tahaan!

Maka,tidak heran jika aku pun kemudian main cabul lagi dengan Bagus Dharma.Aku bukan hanya mengisap kontolnya,tetapi kami saling isap dan juga saling sodomi lobang pantat. Sehingga kami berdua sama-sama nikmat dan sama-sama puasss!Meskipun lobang pantatku kemudian terasa agak perih karena Bagus Dharma menyodokkan kontolnya yang besar dengan kasar dan intens ke silit-ku! Maklumlah saat itu dia sedang amat sangat bernafsu! Tapi aku rela, aku ridho,aku ikhlas! Demi Bagus Dharma-ku yang amat aku cintai seperti juga aku mencintai Doni!Ta'i!

[MAZIE DAN PEJUH]



Main cabul dengan pemuda petugas mobil rental.

By Juan Carlos Aragon

submitted August 31, 2008

Translate from:

To

Text Size:

TURIS CABUL

Sebagai tujuan wisata,Bali juga merupakan tujuan wisata sex kaum wanita.Perempuan Eropa, Amerika, Jepang, banyak yang datang ke Bali mencari lelaki gigolo yang mau dibayar untuk mengentoti mereka. Bahkan gigolo di Bali tidak ragu menawarkan diri [tubuhnya] pada perempuan asing [perempuan bule atau Jepang], kalau-kalau perempuan itu berminat menyewa tubuhnya untuk dinikmati.Jika perempuan itu sudah biasa menyewa gigolo untuk pasangan ngentot, tidak jarang mereka tanya dulu :

"Are you Balinese?",artinya:"Loe orang Bali atau bukan?".Biasanya perempuan-perempuan asing hanya mau ngentot dengan cowok Bali saja.Mungkin karena kebanyakan cowok Bali tidak sunat [kulup,un-cut] atau karena alasan lain[?].Aku juga pernah dengar juga bahwa banyak cowok Bali yang kuat ngentot-nya. Mampu beberapa kali sehari.Yach! Siapa yang tidak ingin melakukan hubungan sex[apakah itu sex -sejenis ataupun sex-lain-jenis] dengan laki-laki yang mampu mengeluarkan pejuh beberapa kali dalam sehari? Pasti nikmat sekali dan puasss sekali, bukan? Agh! Ta'i! Kontol! Pejuh! Jembut!

Di Bali,di samping ada gigolo yang biasa melayani perempuan,tentu saja ada gigolo yang mau melayani lelaki atau juga melayani lelaki atau perempuan [bi-sex].

Meskipun aku sudah sering ke Bali dan sebagai seorang lelaki homosex aku sudah sering merasakan nikmatnya main cabul dengan cowok Bali, tapi aku belum dapat merasakan sesuatu yang berbeda antara main sex sejenis dengan cowok Bali ataupun dengan cowok non-Bali. Sama saja! Sama-sama nikmattt!!!. Salah satu lelaki Bali yang tubuh [dan jiwanya] pernah aku nikmati adalah Bagus Dharma.Aku jumpa Bagus di suatu perusahaan rental mobil. Sebetul-nya kantor cabang [dari organisasi PBB tempatku bekerja] di Bali juga punya dua mobil dinas yang boleh aku pinjam kapan saja aku mau.Tetapi hari itu aku mengantar seorang temanku turis bule dari Jerman yang mau menyewa mobil buat beberapa hari.

Di tempat sewa mobil itu aku jumpa Bagus yang memang punya tampang bagus dan tubuh bagus. Dasar aku cowok gay yang tak tahu malu,saat itupun aku langsung saja jatuh-hati pada Bagus yang memang aduhai indahnya itu.Bagus berwajah tampan dan ber -kulit coklat-jantan, lengan atasnya besar dan kekar,sehingga lengan bajunya terkesan sesak dan lengan bawahnya menunjukkan hasil latihan beban yang intens. Terus terang kontolku jadi ngaceng berada dekat-dekat Bagus yang tampan,jantan, dan menawan itu! Walaupun pada awalnya yang aku ragu-kan adalah apakah Bagus sunat atau tidak.

Bagus aku ajak ngobrol agak lama.Untuk memuaskan mata,telinga,kontol,dan hatiku,dengan berada di dekat-dekat dia. Semula aku hanya tahu namanya Bagus.Karena orang-orang yang ada di tempat sewa mobil itu memanggilnya dengan panggilan : "Gus".

Karena aku sering ke Bali, aku sudah tahu kalau di Bali ada lelaki dipanggil "Gus", biasanya dia dari kasta Brahmana. Gus singkatan dari Bagus, kependekan dari Ida bagus - semacam gelar untuk Brahmana laki-laki. Dari obrolan itu aku tahu nama lengkap Bagus ada lah Ida Bagus Dharma dan hal-hal pribadi lainnya. Ternyata Bagus baru satu bulan tinggal di Bali. Sebelumnya Bagus tinggal dan besar di Jakarta.Dia kuliah di Bali dan bekerja sambilan bantu-bantu pamannya yang punya rental mobil.

Selama ngobrol dengan Bagus,aku merasa nyambung. Baik dalam hal topik pembicaraan,maupun perasaan. Aku merasa ada empati dan simpati di antara kami berdua. Aku merasa damai dan tenteram berada di dekat-dekat Bagus. Seperti lirik lagu Indonesia berjudul "Kemesraan" yang menjadi lagu Indonesia favoritku : ....hatiku damai, jiwaku tenteram di sampingmu...!

Meskipun aku seorang karateka,bertubuh besar dan ukuran Eropa yang hobby main kasar dan keras,tapi aku selalu saja merasa tenteram dan damai jika berada di samping laki-laki besar, kekar,atletis, dan tampan yang aku kagumi dan cintai seperti Bagus.

Kebetulan kantor rental mobil itu tidak terlalu sibuk hari itu. Sementara temanku turis Jerman sialan itu sudah berlalu, aku tetap nongkrong di situ ngobrol dengan Bagus dan menikmati keindahan penampilannya - keindahan wajah dan tubuhnya.

Akhirnya aku berhasil minta[menyewa] Bagus untuk menemani aku keliling Bali dengan mobil rental yang aku sewa dari situ. Meskipun Bagus baru satu bulan pindah ke Bali, tetapi dia sering pulang kampung ke Bali dan hafal jalanan antar-kota di Pulau Dewata itu.

Agar aku bisa puas menikmati kebersamaanku dengan Bagus,aku sengaja memperpanjang kunjunganku untuk seminggu lagi.Sebagai Country Director tentu saja aku punya kewenangan dan kesewenang-wenangan buat menyatakan bahwa aku perlu tinggal seminggu lagi di Bali.Basis kantorku dan tempat kerjaku ada lah di Dili[Timor Leste].Maka aku menelepon stafku di Dili dan mengatakan bahwa aku harus menghadiri pertemuan [rapat?] dengan pengungsi Timor Leste di Bali.Tentu saja aku hanya mengarang.Aku memang sudah menjadi pejabat PBB [United Nations] tulen, yang ciri-khasnya adalah pembohong dan pemalas!

Kebetulan staf-ku di Dili yang orang Timor Leste umum-nya bodoh semua, sedangkan yang orang bule atau orang non-Timor Leste juga tidak akan pernah peduli dengan apakah aku ada dikantor atau tidak. Yang penting mereka dapat gaji besar dan mereka memang tidak pernah kerja dan tidak pernah mampu bekerja apa pun juga. Sama dengan semua staf PBB yang ada di seluruh dunia sialan ini. Ta'i!

Karena itulah Kurt Waldheim yang mantan Perwira SS[Perwira Nazi] berhasil dipilih jadi Sekretaris Jenderal PBB,Ahmadou Mochtar Mbow yang koruptor berhasil terpilih jadi Direktur Jenderal UNESCO, dan Paul Wolfowitz dipilih sebagai Presiden Bank Dunia[World Bank,suatu badan PBB].

Paul Wolfowitz yang mantan Dubes AS di Jakarta dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri AS,akhirnya dipecat sebagai Presiden Bank karena terbukti dia menyalahgunakan wewenang dengan cara memberi gaji lebih-besar pada seorang staf cewek Bank Dunia yang dipacarinya dan bukan tidak mungkin sering dientotinya juga! Ta'i! Dasar bule-Yahudi bejat tidak bermoral!!!

PEMUDA YANG PERCAYA DIRI

Keesokan harinya sesuai dengan perjanjian, Bagus datang ke hotelku. Hari masih pagi sekitar pukul 07:00 Waktu Indonesia Tengah. Aku mengajak Bagus menemani aku makan pagi di coffee shop hotel itu. Selesai makan pagi aku mengajaknya berenang di kolam renang hotel.Seperti biasa,masalahnya Bagus tidak membawa celana renang.Tetapi kebetulan aku punya satu set celana renang baru berbagai ukuran yang memang biasa aku bawa,kalau-kalau ada teman yang perlu. Bagus aku suruh mencoba.

Saat itu aku kagum dan bangga kepada Bagus.Atas rasa percaya dirinya[PD] dan sikap kelaki-lakian-nya.Bagus adalah pemuda yang percaya diri!Karena dia langsung saja membuka pakaiannya dihadapanku.

Tanpa malu dan tanpa ragu, Bagus lalu telanjang bulat untuk mencoba celana renang model kancut bikini yang minim dan "maximum exposure" itu. Saat itulah aku dapat melihat dengan mata-kepala sendiri keindahan tubuh Bagus.Otot dadanya amat menonjol ke depan dan ditancapi sepasang puting susu yang jantan-kelaki-lakian,tegang melenting.

Perutnya rata tapi membentuk six-packs. Semuanya itu pastilah hasil dari latihan fisik dan latihan beban yang intens. Kontol Bagus, besar dan [aku bersyukur] bahwa ternyata Bagus sunat dan sunat-nya pun "high and tight". Di bawah kontolnya ber-gantung sepasang biji peler yang besarnya serasi dengan ukuran batang kontolnya! Jembutnya yang hitam dan lebat tumbuh luas, jadi latar belakang keindahan kontol dan biji pelernya yang jantan! Bagus seperti dapat membaca pikiranku.Entah apa sebabnya dia berkata :

"Aku sunat waktu umur tujuh belas.Orangtuaku juga nggak tahu".

Aku tidak bereaksi.Walau aku ingin juga membahas tentang sunat, suatu topik favoritku. Tetapi aku harus berpura-pura tidak berminat pada kontolnya! Gengsi,dong!Padahal aku sudah ingin sekali untuk mengisapnya!

Waktu Bagus mengangkat tangannya keatas,aku dapat melihat bulu-keteknya yang hitam tumbuh memanjang di dataran ketiaknya. Indah dan tampak merangsang sekali!

Kebetulan kancut size-L[Large] yang dicoba Bagus pas sekali.Penampilan Bagus jadi tambah sexy.Aku pun berbasa-basi pada Bagus :

"Sudah dipakai saja.Kita langsung berenang.Nanti aku ambilkan jas untuk berenang".

Yang aku maksud dengan jas untuk berenang adalah semacam kimono atau kamer-jas dari bahan kain handuk putih yang biasanya dipakai penghuni hotel untuk menutup tubuhnya waktu berjalan dari kamar ke kolam renang. Jas semacam itu selalu tersedia di kamar hotel di Bali - tiap kamar dua stel.

MENGISAP KONTOL BAGUS

Aku berjalan ke arah lemari lalu aku melepaskan pakaianku dan mengenakan kancut-renang.Waktu itu aku masih dalam keadaan ngaceng berat karena baru dihadapkan pada keindahan dan ketelanjangan tubuh Bagus yang jantan,sempurna,dan memukau itu!Kancut -renang yang kupakai sama modelnya dengan kancut yang dipakai Bagus.Hanya beda warna. Aku memang suka sekali memakai kancut-minim yang "maximum-exposure",karena tubuhku bagus,atletis,berotot! Selain itu dengan hanya memnkai kancut-minim aku merasa seakan sedang bertelanjang bulat, nikmat!

Tubuhku benar-benar "jadi" [terbentuk], atletis dan berotot! Semua itu berkat latihan fisik dan latihan beban intens yang aku lakukan secara rutin,sistematis,dan progresif,setiap hari, sejak aku berumur enambelas tahun.Itupun masih ditambah dengan lari pagi 5 km setiap hari. Latihan fisik seperti itu disertai konsumsi aphrodisiac [zat penambah potensi gairah sex] seperti MACA, telah membuat nafsu-berahiku selalu menggebu-gebu tidak tertahankan,dan jika dilampiaskan nikmatnya bukan buatan! Aku mengambil jas-renang dari lemari.Tapi pikiran -ku sudah galau dan kacau.Aku tidak bisa berpikir jernih lagi,jantungku terasa berdebar-debar dan aliran darahku seakan berdesir-desir.Kedua puting susuku terasa tegang, melenting,ketat dan nikmat!

Bagus "terpaksa" harus aku jadikan sasaran untuk pelampiasan nafsu,gairah,dan berahiku yang sedang memuncak itu! Aku masih mampu berjalan mendekati Bagus dari arah belakang dengan maksud untuk menyerahkan jas -renang yang sudah aku pegang dari tadi. Tubuhnya yang besar dan kekar itu membuat tubuhku seakan bergidik dan bergetar.

Bagus ketika itu sedang berdiri menghadap ke arah jendela kamar yang sedang terbuka lebar.Dia hanya mengenakan kancut-renang yang baru dicoba tadi.

Alih-alih menyerahkan jas-renang itu,aku malahan tertarik memeluk tubuhnya dari belakang. Bagus kaget tergelinjang dan berkata setengah tertawa :

"Geli ..Pak!"

Aku malahan meraba puting susunya yang ketat dan rabaanku itu membangkitkan rasa nikmat di kalbu-ku yang sedang berahi itu!

Tubuhku sama tinggi dengan tubuh Bagus sehingga aku leluasa untuk memeluknya. Aku mencium bau harum parfum deodoran dan juga parfum lelakinya yang mungkin sesudah mandi pagi dia semprotkan ke baju dan tubuhnya!

Pelukan tubuhku yang nyaris telanjang pada tubuh Bagus yang juga hampir telanjang itu menyebab-kan aku dapat merasakan ketat, keras, dan kenyal-nya tubuh Bagus, cowok Bali yang sudah sunat itu! Kemudian aku berlutut dan memlorotkan kancutnya ke bawah sampai terjela setengah paha : kontol, biji-peler dan jembutnya sudah kelihatan olehku!

"Jangan Pak! Saya mau diapain", kata Bagus. Tapi dia tidak menahan tanganku untuk tidak memlorot-kan kancutnya kebawah.Aku diam saja dan aku mulai mengisap kontolnya yang besar dan disunat ketat itu tanpa izinnya. Mengisap kontol memang suatu kegiatan yang jadi favoritku,apalagi kontol cowok yang aku kagumi!

Bagus membiarkan saja aku menikmati kontolnya.Dia bahkan agak mengangkangkan kakinya, seperti mau memperkuat atau meperkokoh pijakan kakinya diatas lantai. Tapi Bagus masih sempat berkata :

"Lho, katanya mau berenang. Jadi nggak?"

Aku tidak menjawab dan meneruskan saja menjilati dan mengisap kontol Bagus yang makin mengeras, tegang, dan mengacung! Kepala kontolnya [glans penis] tampak memerah-ungu dan jadi berkilat oleh jilatan lidah dan ludahku.Tanganku sekali-sekali mengocok kontol Bagus untuk menambah-nambah rasa nikmatnya.

Kedua puting susu Bagus tampak makin melenting saja,apalagi sekali-sekali puting susunya aku raba dan aku pijit dan pijat! Agh! Nikmat!

Tidak berapa lama kemudian Bagus mulai gelisah, dia mulai mengeluh dan melenguh seperti kerbau sedang memamah biak : MMMPH..MMMPH..MMMPH. Pasti dia sedang merasa amat nikmat di kontolnya. Lalu dia seperti ingin menyodok-nyodokkan kontolnya ke dalam tenggorokanku sampai aku hampir tersedak [keselek].Dengan cara begitu Bagus ingin menambah rasa nikmat di kontolnya dan .... kemudian Bagus seperti ada sesuatu yang penting dan darurat,dia berkata :

"Aku mau keluar Pak....",tapi tidak aku hiraukan. Kemudian.. CROOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOT!Pejuh Bagus muncrat keluar, nikmat, dan banyak. Semua pejuhnya aku isap,jilat dan telan ke dalam ususku. Ceceran pejuhnya yang berlepetan di jembut dan pahanya aku biarkan saja mengering sendiri.

EPILOG

Pagi itu kami tidak jadi berenang dan tidak jadi keluar. Kami melanjutkan main cabul di kamarku. Ternyata Bagus memang kuat [seperti juga mythos yang berkembang tentang cowok Bali].Bagus keluar pejuh lima kali hari itu. Yang dua kali pertama adalah aku yang isap.Berikutnya,dua kali lagi dia menyodomi lobang pantatku! Yang sekali lagi, dia muncrat waktu silitnya aku embat dengan kontolku, sambil tanganku tak putus-putus mengocok kontol-nya, sampai pejuhnya muncrat! Ta'i!

[KONTOL]




Pengalaman sex pertamaku

By Rony Coolz

submitted March 14, 2009

Translate from:

To

Text Size:

Ini adalah cerita ku yang pertama. Selama beberapa bulan mempelajari cerita yang ada di MOTN baru ada keberanian untuk menulis cerita ini. Ini adalah cerita ku pada saat aku SD klas 6

Perkenalkan namaku Rony richardo(blasteran indo(batak-cina-n dikit dari amrik)),saat itu aku sekolah diSD neg dan ada keluarga yg bru dtg dan memiliki seorang anak 2 tahun lebih muda.

Sebenarnya awalnya aku gak suka melihat dia,orangnya menyebalkan dan nakal sekali,tapi apa mau dikata aku telah dipercaya ortunya untuk membimbingnya. Namanya adalah irwin.

Setelah berhari-hari mengenalnya ternyata ia mulai bersikap baik terhadapku hingga kami sama-sama SMP tapi beda sekolah,rumah kami ada dalam 1komplek yang sama jadi bisa saling bertemu.

Suatu ketika saat sore hari kami bermain bola dilapangan dekat lapangan golf kami merasa letih dan capek,lalu ia mengajak untuk berenang disalah satu kolam disitu,dan aku katakan gak usah dech takutnya ada ular. Tapi ia malah mengtakan aku penakut,lalu aku pun memberanikan diri untuk berenang.

Kami pun berenang ternyata teman kami yang lain pun ikut berenang,kami saling sembur-semburan dan lempar-lemparan lumpur,saat bermain aku merasa ada yang memegang selangkanganku tepatnya kontolku tapi tidak ada siapapun didekatku. Saat aku tangkap tangan itu ternyata irwin sedang menyelam dan memegang kontolku. “sakit tau” “sakit apa keenakan” ya jelas sakit”

Beberapa minggu kemudian dia mengajak aku mandi dikolam itu lagi dan saat itu ia juga memegang selangkanganku lalu aku balas untuk memegang selangkangannya juga. Ternyata ia sedang ngaceng. Saat itu dia mengajak ku bermain petak umpet dalam air,aku tutup mata dan ia menyelam saat aku buka dan kucari dia aku bingung dia sembunyi dimana lalu aku merasa ada sesuatu yang menarik celana dalam ku dan mengulum kontolku ah itulah pertama kalinya kontolku diemut sama orang lain.

Lalu aku tangkap dia dan aku berkata “kok kamu emut peler q sich” “munk gak boleh yach” akupun tertegun dan ia pun berkata “gak usah takut ini untuk variasi aza kok” Setelah itu aku bingung atas apa yang terjadi,jujur aku seorang yang straight,tapi kok diemut gitu terasa enak. Lalu Kami pun pulang

Suatu hari irwin mengajakku untuk berenang,saat berenang kamipun saling remas kontol satu sama lain,itu bukan hal yang aneh lagi bagi kami. Setelah 2 jam renang kamipun pergi keruang bilas,lalu karena sakit perut aku pun masuk kekamar mandi. Yang sedang kosong lalu setelah buang air terdengar ketokan pintu dan aku berteriak ”siapa?” “ini aku irwin” “oh tunggu ya” aku pun membuka pintu dan ia pun masuk “loh kok masuk,gak mandi dishower az kah???” “showernya penuh kita mandi disini aza” “oh gitu yach” “kamu malu mandi bareng,orang sama laki juga” “bukannya gitu tapi gak enak aza kalo mandi barenk apa kata orang nanti” “kok kamu pikirin orang,orang aza gak ada mikirin kamu,udah kita mandi aza” “ya udah terserah aza” kamipun sama-sama mandi tapi kami masih memakai celana dalam “ron kamu mo gak nolongin aku” “tolongin kamu apa?” “kontolku gatal kamu mo gak kulum kontolku?” “wah kamu udah stress ya,masa aku harus kulum kontolmu” “kok gak mau sich,ya udah kalo gak kamu diri disitu” sambil menunjuk atas bak mandi yang kecil. Lalu irwin membuka celana dalam ku,lalu keluarlah senjataku walaupun tidak besar(karena saat itu aku SMP dan memiliki tinggi yang gak bisa dibanggakan yaitu 140 cm) sekitar 8cm.

Tanpa tedeng aling-aling ia mengulum kontolku saat itu aku memang uncut.

Akupun Cuma bisa menikmati,dan merancau “ohh win...... enaknya..... jhhaanghan khenaa ghighi yah......oooouuhhhh”

selagi mengulum kontolku irwin juga melakukan sambil ngocok sendiri

akupun semakin lama semakin merancau “oohh mhhaayy god whhiin enhaakk bhanghet.....” lalu terasa ada yang mo keluar

“whin ....akhu...... udah.... mhau.... kelhuar......”

“mmpphhh” sambil menunjuk kemulutnya

karena tidak tahan lagi

“CCRRROOOOTT.............CCRROOTT.......CCRROOOTTTTTT”

3 kali semprotan kutembakkan kedalam mulutnya.

Aku pun terkulai lemas,tapi ia masih membersihkan kontolku dari pejuh dan ia pun mengeluarkan pejuhnya “CROOOOOOOOOOOOOOT! ..................CROOOOOOOOOOOOOT! ......................CROOOOOOOOOOOOT! .....................CROOOOOOOOOOT!”.

kamipun tersenyum puas.

Lalu kami membilas tubuh kami dan keluar dari kamar mandi dan memakai dan irwin masih sempat-sempatnya mengemut kontolku,untung saat itu pintu ruang ganti tertutup dan aku pun menembakkan pejuh untuk kedua kalinya. Lalu setelah membersihkan kontolku dengan handuk kami berpakaian dan keluar.

Inilah sepenggal cerita yang aku miliki,masih banyak cerita lainnya, saya masih penulis pemula dan baru memasuki dunia ini. Bila Anda memiliki pesan, kesan, ide cerita,cerita-cerita gay lainnya,atau mau kenalan dan lain-lain silakan langsung saja kontak saya di rony_menzcoolz@yahoo.com




aku mencari pekerjaan.

By bumi ayudhia

submitted February 12, 2009

Translate from:

To

Text Size:

Sudah 2 bulan ini aku menganggur. Sebelumnya aku bekerja di sebuah perusahaan swasta besar sebagai graphis disainer.Sebenarnya aku juga sudah mulai bosan dengan pekerjaan ini karena sudah lima tahun aku bekerja di perusahaan itu. Untunglah aku diberi pesangon yang lumayan besar, sehingga aku tidak terlalu berat menjadi pengangguran. Aku di pecat oleh atasanku, Mr. Anil yang berkebangsaan India. Sebenarnya ini adalah masalah pribadi antara aku dan Mr. Anil. Aku kepergok Mr. Anil sedang berciuman di WC dengan Antonio. Antonio bekerja di bagian Accounting, dan dia adalah pacar Mr. Anil. Kabarnya istri Mr. Anil yang cantik dan juga berkebangsaan India itu sudah tahu adanya hubungan suaminya dengan Antonio. Tapi dia tak minta cerai. Kabar burung mengatakan bahwa Antonio sering menginap di Apartemen Mr. Anil dan melakukan threesome dengan suami istri India itu. Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa sebenarnya Antonio lebih sering tidur dengan Sang istri karena Sang suami punya banyak pacar lelaki.Padahal aku sudah lebih dari dua tahun berhubungan dengan Antonio. Tak ada Teman2 sekantor yang mencurigai hubungan kami karena aku bukan type pria feminim, dan tak ada yang tahu tentang ke gay anku, kecuali beberapa orang yang pernah kunikmati kontolnya. Kantor terakhir yang kumasuki untuk mengahtar surat lamaran hanya menjanjikan akan memanggilku via telepon bila tenagaku memang dibutuhkan. Aku berjalan ke tempat parkir tempatku memarkir mobilku. Dipintu keluar aku berpapasan dengan seorang pria yang berpakaian necis. Kami hampir bertubrukan. tapi map yang kubawa jatuh ke lantai sehingga isinya bertebaran. Spontan kami berdua jongkok memunguti ketas2 dari mapku yang berceceran di lantai. "Mau melamar kerja, mas? Tanyanya mendahului. "iya, mas. Mas juga mau melamar?"aku balik bertanya. "Oh, enggak, kok. Saya cuma habis ketemu teman yang bekerja di sini. Kenalkan nama saya Rado. Kantor saya di seberang sana". katanya sambil menunjuk gedung tinggi di seberang jalan.' "Saya Bumi!" jawabku singkat. Akhirnya kami terus mengobrol di kantin yang ada di bawah gedung itu. Rado memang pandai menarik simpati lawan bicaranya. Semua hal sepertinya diketahuinya. Mulai dari olahraga, politik, sampai hiburan dia tau banyak. Usianya sekitar 30 tahun. Hanya terpaut 2 tahun lebih tua dariku. Ternyata dia mau membantuku untuk bisa diterima di perusahaan yang barusan kumasuki karena manager HRD nya adalah teman kuliahnya di Yogya dulu. Kebetulan rumahnya dekat rumah Rado. Kalau mau aku bisa diantar menemui manager itu nanti malam. Akhirnya sore itu kami langsung ke rumah Rado. Kami mengobrol sampai malam. Ternyata sang manager temannya itu langsung tugas keluar kota malam itu sehingga aku gagal menemuinya malam ini.Rado sudah hidup mapan. Dia belum menikah dan tinggal sendirian dengan hanya ditemani seorang keponakannya yang masih kuliah.Jam 9 malam sang keponakan pulang dari kuliahnya. Jantungku berdesir ketika diperkenalkan olehnya. Di depanku berdiri seorang pemuda tegap yang tampan. Siapapun yang melihatnya akan langsung jatuh hati dan ingin memeluknya.Tubuhnya tampak berbentuk indah meskipun masih terbungkus pakaian. Napsu homoku muncul. Aku harus mendapatkan pemuda ini.Karena rumahku jauh, Rado menawarkan untuk menginap di rumahnya. Tentu saja aku terima tawaran titu. Segera kutelepon Karina istriku mengabarkan bahwa aku menginap di rumah teman karena mobilku mogok. Tak ada bengkel yang masih buka. Sebenarnya aku merasa berdosa telah sering membohongi Karina demi pelampiasan napsu bejat homoku. Tapi apa dayaku untuk menolak kenikmatan yang tiada taranya? Aku dipersilahkan untuk mandi agar berasa segar. Tanpa sungkan aku mandi di kamar mandi di dalam kamar Rado yang cukup besar. Tengah aku asik menyabuni tubuhku yang telanjang bulat, Rado masuk .Dia juga sudah telanjang bulat. malahan kulihat kontolnya sudah setengah ngaceng. Tubuhnya cukup bagus untuk pri seusianya. Kontolnya juga bagus bentuknya. Dia bilang badannya serasa gatal karena belum mandi.makanya dia ingin cepat2 mandi dan tak sabar menungguku selesai mandi. Tiba-tiba dia memelukku dari belakang.direnggutnya batang kontolku dengankedua tangannya. Diremas remasnya sampai kontolku ngaceng. Aku tak mengira kalau dia begitu bernapsu denganku. karena sejak tadi dia selalu menatapku dengan penuh napsu. Tak kutampik hawa napsunya. Kubalikkan badanku lalu kami berpelukan dan berciuman di bawah air yang mengucur dari shower.Kontol kami saling beradu. kami gesek2kan ke perut masing2. Tengah asyik kami berciuman,Keponakan Rado yang bernama tony masuk ke kamar mandi. Dia hanya mengenakan handuk dan melepas handuk nya sehingga aku dapat melihat keseluruhan tubuhnya yang atletis seutuhnya tanpa ditutupi apa-apa.Aku sangat surprise, apalagi saat dia menghampiri kami dan bergabung mandi bersama kami. Dia ikut memeluk kami. Bergantisn kami bertiga saling berciuman. Ketiga kontol kami yang ngaceng saling beradu. Ketiganya hampir sama besar dan panjangnya. Aku merasa bersyukur mendapat kenikmatan seperti ini tanpa harus bersusah payah mencoba dan merayu.Ternyata Rado dan tony adalah sepasang kekasih yang selalu berburu lelaki untuk melakukan threesome. Tanpa mengeringkan badan, kami bertiga keluar dari kamar mandi untuk kemudian ketiga lelaki telanjang bulat itu bergumul diatas tempat tidur. Berbagai posisi mereka lakukan.Jam sudah menunjukkan angka 3. Berarti sudah 5 jam ketiganya melampiaskan hawa napsu homo mereka. Berkali-kali sperma hangat keluar memuncrat dari ketiga kontol itu.Tak ada kata lelah apalagi bosan bagi ketiganya. Aroma keringat dan sperma berbaur jadi satu memenuhi kamar itu.Kini ketiga lelaki telanjang bulat itu bergeletakan di atas tempat tidur. Ketiganya saling berpelukan. Bumi berada di tengah. Sementara Rado dan Tony memeluk Bumi dari kiri dan kanannya seolah takut akan kehilangan Bumi.Saat itu jsm menunjuk ke angka 6.



Blitzkrieg !

By safenias@yahoo.com

submitted November 28, 2010

Translate from:

To

Text Size:

Halo-halo pencinta cerita homo ! Ini laporan pandangan mata, fresh report dari Dili, “kota sejuta kontol” Sore tadi bersama teman-teman saya pergi ngopi ke Area Branca, atau Pasir Putih, daerah tepi pantai dengan pasir yang warnanya putih. Areanya tidak besar, paling-paling hanya sepanjang 1 km, tapi di sore hari kota Dili tampak cantik dari sana, bukit-bukitnya terlihat biru dan kelabu seperti lukisan. Kami datang berdelapan, ada teman yang olahraga lari ada yang berenang, yang malas bergerak macam saya duduk-duduk ngopi di sebuah café ; Timor Top namanya. Sambil ngobrol dengan teman-teman mata saya memandang kejauhan, seorang anak lelaki sedang berlari memakai stelan celana dan kaos warna biru pekat. Makin dekat makin jelas, anak itu ganteng sekali !! Wajah Mestizo ! campuran Portuguese dan Timor Leste, kulitnya tidak terlalu hitam, rambutnya ikal, badannya tinggi dan padat. Dadanya bidang, pokoknya serba baguslah ! Siapa sangka anak itu berhenti terengah-engah di Timor Top, ia duduk sebentar di salah satu kursi dan lari ke belakang. Lamaaaa anak itu tidak kelihatan, mata saya mencari-cari kemana gerangan anak itu berada, tapi anak itu sudah hilang, ya sudahlah kalau jodoh pasti ketemu lagi ! Kira-kira 15 menit kemudian seorang teman perempuan kebelet pipis, dia minta saya mengantarnya ke toilet, kami berdua lantas pergi ke sebuah bangunan baru, kamar mandi umum agak jauh di samping café. Teman saya masuk bagian perempuan dan saya masuk bagian lelaki untuk cuci tangan. Beberapa pintu berderet di dalamnya, di atas salah sebuah pintu tergantung celana pendek dan kaos warna biru, milik siapa lagi tentunya kalau bukan milik si pemuda yang tadi berlari. “Maaan….” Terdengar teman saya memanggil, saya buru-buru keluar menemui teman saya, rupanya ia sudah selesai. Hati ini bimbang ! bagaimana caranya supaya saya tetap berada di situ, akhirnya saya dapat akal bulus “Lan, aku pengen buang air besar, tapi kamar mandinya lagi di pakai orang, kamu duluan deh, nanti aku nyusul !” kata saya agak berbisik. Lanny segera berjalan pergi, saya masuk lagi ke dalam hati-hati. Dari kamar mandi yang dimaksud tidak ada suara, sunyi saja. Pelan-pelan saya masuk kamar mandi sebelahnya dan naik ke atas tangki closet, saya intip, ternyata anak itu sedang duduk di closet sambil masturbasi pakai sabun. Saya sudah nekad, saya ketok kamar mandinya keras-keras, terdengar suara air di siram dan pintu lantas di buka sedikit. Pintu kamar mandi langsung saya dorong, saya masuk ke dalam dan menguncinya dengan cepat. Tanpa bicara saya membuka baju dan celana, pura-pura ikut mandi :”Mana sabun…cepat” kata saya pendek, anak itu mungkin heran atau ketakutan, ia mengulurkan sabun. Air digayung saya siram dan juga badan anak laki-laki itu, saya bersabun dan saya sabuni badan anak itu. Ia diam saja melongo heran. Lantas saya mengusap alat vital saya dengan sabun dan mulai mengocoknya, anak itu seperti keheran-heranan “Ayo terusin ngocoknya, tenang aja” kata saya sambil mengusap kontolnya dengan sabun, kontolnya sekejab saja berdiri, tidak terlalu panjang tapi diameternya membuat hati deg-degan. Anak itu bengong saja kontolnya dikocok-kocok, kontolnya semakin keras, urat-uratnya semakin menonjol seperti varises. Saya sudah semakin tidak tahan, alat vital anak itu saya siram dengan air supaya bersih, saya buru-buru jongkok dan langsung saya jilat-jilat kepala kontolnya, batangnya saya masukkan mulut. Paha dan pantatnya saya rangkul dan saya dorong maju mundur, terasa kontol anak itu semakin keras. Semenit dua menit mulut dan tangan saya bergerak aktif kemudian anak itu mulai bergerak, tangannya memegang kepala saya dan pantatnya ikut maju mundur. Tak lama kemudian kaki anak itu bergetar hebat, pantatnya di dorong kuat-kuat menekan mulut saya…………srooooooooooooot…sroooooooooot !! semprotan hangat dan kental menyerbu mulut hingga kerongkongan saya. Glek….glek….glek ! semua langsung saya telan habis. Tanpa bicara kami berdua langsung mandi bersih-bersih, saya mengenakan pakaian dan meninggalkan anak lelaki itu sendirian, saya keluar dengan tenang. Kembali berkumpul dengan teman-teman meneruskan acara ngopi sambil ngobrol, tidak ada yang tahu saya habis berhomo ria. Sex kilat di kamar mandi barusan selesai dalam waktu tidak lebih dari 8 menit.






Akademi Fantasi Gay; Rekrutmen

By kontolgatal

submitted March 10, 2004

Translate from:

To

Text Size:

Koh Tjiang memanggilku untuk menyampaikan maksudnya memperluas bidang usaha bar&pub miliknya di bilangan Mangga Besar, yaitu menambah side wing eksklusif untuk gay. Untuk itu ia merasa perlu untuk melakukan seleksi ketat terhadap calon "waiter paripurna" yang akan mengisi lowongan tersebut, dan ia menetapkan beberapa syarat agar aku dapat mencarikan tepat sesuai keinginannya serta berjanji akan memberikan segala sesuatu bantuan finansial padaku dalam upaya seleksi tersebut. Aku setuju saja, lagi pula pekerjaan di kantorku saat ini tak menjanjikan apapun tentang masa depan, hanya sebagai pembantu umum saja yang tidak mempunyai jenjang jabatan, i'm quit. Waktu yang diberikan untuk seleksi tersebut sekitar satu atau dua minggu, dibutuhkan 6 orang lelaki muda usia dibawah 20 tahun, kuat, berbagai warna kulit, putih - kuning - sawo - hitam, tinggi badan tak kurang dari 170 cm, dan yang terpenting adalah kontolnya gede dan tidak keberatan mau diapakan saja. Apabila telah di seleksi, Koh Tjiang minta agar ke 6 calon waiter tersebut untuk dihadapkan terlebih dahulu kepadanya untuk diseleksi lagi olehnya secara "pribadi" sebelum masuk ke masa training terhadap rekruitment tersebut.

Dasar bi sex babi rakus! aku mah udah tahu aja apa kira kira isi seleksi pribadi yang dimaksud oleh Koh Tjiang, tapi tak mengapa, yang penting aku juga dapat bagian tentunya dan yang terpenting lagi bagiku tentunya hidupku lebih terjamin di banding kerja sebagai pembantu umum di kantor. Karena bila rekruitment memuaskan selanjutnya masa training waiter paripurna semacam Akademi Fantasi Gay juga akan dipercayakan kepadaku bersama tim yang udah dipersiapkan oleh Koh Tjiang untuk itu, bahkan tempat trainingnyapun sudah ada yaitu rumah bertingkat tiga milik Koh Tjiang di bilangan Tanggerang lengkap dengan sarana fitness dan pelbagai pernik untuk keperluan training. Semula aku tak punya gambaran bagaimana caranya mendapatkan lelaki muda yang dimaksud, namun ketika dalam perjalanan pulang kekamar kostku dari bar Koh Tjiang barulah aku dapatkan ide setelah melihat sekelompok pedagang asongan muda belia yang berkerumun di perempatan lampu merah dan mulai malam itu akupun hunting. Di perempatan Senen, banyak sekali pilihan tinggal mendekati satu persatu menanyakan kesediaan mereka dan memberikan gambaran pekerjaan dan penghasilan yang akan diperoleh apabila ia bersedia dan diterima dalam masa rekruitment, gaji 1 juta seminggu bersih, makan - minum - kamar ditanggung, siapa yang nggak tergiur terhadap tawaran tersebut.

Pedagang asongan yang satu itu menarik perhatian ketika aku duduk memperhatikan kelompok anak muda di perempatan Senen. Badannya langsing, tinggi, sawo matang, dan yang terpenting ketika dia kencing sembarangan aku lihat kontolnya cukup gede dan panjang. Aku mendekatinya dan mulai pdkt

"Cil, mau kerja enak nggak ? bla... bla... bla..

"Syaratnye ape?" tanyanya

"Kalo ukuran kontol loe lagi ngaceng segede ini, kemungkinan loe dapat keterima" kataku padanya sambil menunjukkan penggaris 20 cm kepadanya yang sememang sudah aku siapkan untuk dibawa sebagai alat bantu aku ketika menyeleksi calon. Kontol ngaceng ? Koh Tjiang tidak memberikan syarat tersebut ? Tapi aku tentu tak ingin kehilangan peluang untuk menyalurkan hobby homo jahanamku, kesempatan emas ketika masa rekruitment itu aku dapat mengelus menggenggam dan kalau perlu mengemut kontol calon sebanyak mungkin, dasar homo edan doyan kontol! Dia setuju, kemudian kami berdua beranjak ke belakang bangunan toko dan anak muda pedagang asongan tersebut mulai mengeluarkan kontolnya, ngloco, aku menanti dengan penggaris, dia ngloco, aku masih menanti, ngloco lagi tapi nggak ngaceng maksimal.

"Lama banget, loe bisa ngaceng nggak, Cil?"

"... b.. b.. bisa mas"

"Sini Cil, gue bantu isep biar cepat ngaceng"

"... ???"

"Kontol elo mau diukur kagak?"

"Eh... ma... mau mas" anak itu mendekat menyerahkan kontolnya yang setengah ngaceng untuk aku emut... akh, nikmat. Lobang kencingnya aku kilik kilik dengan ujung lidahku sampai dia menggelinjang menggeliat kegelian, kepala kontolnya aku jilat, batang kontol sampai kepangkal, biji pelernya aku kulum dengan penuh perasaan sampai anak tersebut mulai mendesis mendesah mengerang keenakan. Kontolnya yang aku telan abis sampai ke pangkal, deep throat, mulai berdenyut denyut di dalam mulutku dan sesaat sebelum dia muncrat aku mengukur panjang kontolnya dari pangkal batang kontol sampai ke ujung kepala kontol, busyeeet... lebih dari 20 cm

"Elo keterima, nama loe siapa"

"Nggghh... A.. Adi, mas... arrggghh!" sambil muncrat dia menjawab pertanyaanku

"OK, tanggal 20 bulan ini, ketemu di terminal Kali Deres, bawa kartu namaku ini" Malam itu ada 12 anak muda yang aku seleksi, kontol mereka satu persatu semuanyaku kemut abis sampai muncrat crat craaat, dan ada 2 anak muda lagi yang keterima setelah Adi yaitu Bonar anak Batak dan Fred anak Manado, ketiganya dengan kontol gede ukuran lebih dari penggaris yang aku bawa.

Demikianlah selanjutnya malam demi malam aku selusuri jalanan kota Jakarta, mencari calon peserta Akademi Fantasi Gay, hingga akhirnya kudapatkan 6 orang yang dimaksud jauh lebih cepat dari waktu yang ditargetkan oleh Koh Tjiang. Puluhan kontol anak muda aku selomoti, berbagai ukuran, cut dan uncut, berbagai warna kulit dan yang pasti kesemuanya sangat bernafsu ketika mengentoti mulutku maklumlah lelaki muda belia dengan gejolak semburan hormon jantan yang menggelegak, dan pejuh mereka juga umumnya kental legit anget dalam jumlah yang melimpah ruah. Yang menarik dari pengalamanku dalam melakukan seleksi ini adalah bahwa hampir 80% anak muda yang aku dekati tak menolak ketika aku minta mereka untuk mengeluarkan kontolnya, hanya 20% yang menunjukkan raut muka keheranan dan menggelengkan kepala atas ajakanku untuk bergabung dalam Akademi Fantasi Gay tersebut, dan hanya ada beberapa anak yang terbirit birit lari ketika aku tawarkan untuk mengemut kontolnya, he…he…he. Cokro, anak Cina miskin pinggiran Jakarta, Don anak Ambon hitam manis serta Edmond anak Papua, melengkapi koleksi calon peserta Akademi Fantasi Gay yang kini telah berkumpul di terminal Kali Deres masing masing membawa kartu namaku dan dengan minibus kami pergi untuk menghadap big boss, Koh Tjiang, untuk mengikuti seleksi tahap akhir terhadap hasil rekruitmentku. Tentunya aku telah memberikan briefing terlebih dahulu kepada mereka agar jangan sampai ada yang syok bila diperlakukan tak senonoh oleh Koh Tjiang, sambil memberikan penekanan tentang gaji 1 juta seminggu bersih yang akan diberikan oleh big boss bila beliau merasa puas terhadap penampilan mereka.

Satu per satu mereka masuk ke ruang seleksi Koh Tjiang, ruangan cukup luas dengan kamar mandi terbuka, mereka diharuskan mandi telanjang di bawah shower yang tersedia, sabun wangi, shampoo, sikat gigi, dan handuk bersih. Koh Tjiang duduk di sofa bersama aku memandang penuh nafsu ketika anak muda tersebut mandi telanjang dihadapannya, dan setelah mengeringkan tubuh mereka disuruh mendekat tanpa busana untuk diraba dielus dan diukur kembali kontolnya. Bila Koh Tjiang setuju maka mereka diberikan seragam Akademi Fantasi Gay berupa kaos buntung ketat dan celana boxer tipis membayang, tanpa celana dalam tentunya!

Pakaian lusuh dan peralatan kumuh mereka semuanya ditinggalkan disitu, yang nantinya bila ada peserta Akademi yang gagal mereka dapat kembali pulang dan mengambil hak miliknya tersebut. Adi warna merah, Bonar warna jingga, Cokro warna kuning, Don warna hijau, Edmond warna biru dan Fred warna ungu. Lengkaplah warna pelangi, bendera gay, semua calon sangat memuaskan Koh Tjiang memujiku abis dan untungnya babi bi seks itu tak melakukan perbuatan tercela apapun terhadap mereka kecuali sekadar meremas remas gemas kontol gede mereka yang sudah terlebih dahulu aku seleksi sehingga rata rata mereka diatas standard yang ditetapkan oleh Koh Tjiang. Namun setelah keenam calon peserta selesai di seleksi dan keluar ruangan, Koh Tjiang segera memelukku menciumi mulutku ala French Kiss teramat dalam dengan ganas dan buas, kontolnya yang masih berkulup ngaceng berat keluar dari celananya dan...

"Isepin kontol wa, kaga tahan neh"

"Euleuh euleuh, Koh Tjiang tadi jaim ye"

"Uda ah banyak bacot, wa pengen entotin lo"

Koh Tjiang menggerayangi tubuhku, melucuti seluruh pakaianku dengan gemas sampai kancing baju dan ristsleting celanaku brodol semua dan posisi 69 kontolku diemutnya aku mengemut kontolnya setelah itu dia menjilati lobang pantatku sampai basah kuyup oleh air liurnya, kontolnya yang gede menghajar lobang pantatku tanpa ampun mendengus dengus sambil menjilat mengisap terkadang menggigit kuduk dan bahuku , kecipak kecipok kecipak kecipok suara kontolnya yang basah oleh air liur dan pre cum keluar masuk kelobang pantatku, doggy style, sementaranya tangannya meloco kontolku... sampai kami berdua muncrat dan muncrat lagi dan muncrat craat craat.

Masih dengan minibus yang sama aku bersama 6 anak muda calon peserta training menuju rumah yang telah dipersiapkan untuk menjadi kampus Akademi Fantasi Gay, aku memandang puas kearah mereka berenam lelaki muda gagah perkasa terbalut rapi dan sexy dalam warna warni seragam Akademi, hasil rekruitmentku tak satupun gugur dari seleksi awal dan kontol serta lobang pantatku mulai berdenyut denyut lagi licin basah anget oleh sisa pejuh Koh Tjiang yang mengalir perlahan membasahi celana minta untuk dipuaskan membayangkan masa training bersama mereka... arrrgggh! (bodo ah, ...CD gw udah basah neh)



Akademi Fantasi Gay; Masa Training

By kontolgatal

submitted March 10, 2004

Translate from:

To

Text Size:

Ke enam calon terpilih memasuki kampus Akademi Fantasi Gay. Seragam kaos buntung ketat dengan celana boxer tipis membayang, Adi kulit sawo matang pakaian warna merah, Bonar sawo matang pakaian warna jingga, Cokro kulit kuning pakaian warna kuning, Don kulit hitam pakaian warna hijau, Edmond kulit putih kuning pakaian warna biru dan Fred kulit hitam pakaian warna ungu. Warna warni pelangi, bendera gay, ditubuh lelaki muda peserta Akademi siap menjalankan pelatihan selama 3 bulan sementara menunggu bangunan side wing bar&pub milik Koh Tjiang selesai dibangun. Adapun silabus pelatihan sederhana saja, mereka diharuskan untuk setiap hari melatih otot tubuh mereka dibawah bimbingan instruktur fitness homo tulen, Gugun, pemuda ganteng sama sekali nggak doyan memek, dagu dan cambang kehijauan bekas cukuran, berlesung pipi tubuh berotot berbentuk segi tiga dengan otot pantat bulat kencang menggugah selera, anak buah Koh Tjiang juga.

Kepada mereka diberikan injeksi hormon Testosteron selang sehari oleh tenaga paramedik yang ditunjuk dan dipercayai Koh Tjiang, dan makanan penuh gizi daging telur susu melimpah ruah setiap hari dimasak oleh juru masak Hok Eng, banci piaraan Koh Tjiang juga tuh, dan aku... bertugas untuk melatih mereka agar nantinya dapat menjadi seorang "waiter paripurna" yang handal dalam melayani semua kebutuhan lahir batin pelanggan bar&pub gay sehingga keuntungan akan sangat banyak dihasilkan dari kegiatan tersebut, maklumlah seorang bajingan gay homo sejati akan sangat royal bila sudah kepincut dan Koh Tjiang sangat jeli menangkap peluang tersebut. Kampus Akademi Fantasi Gay dijaga oleh 2 satpam setiap shift, makhluk jantan berotot menggelembung homo tulen jagoan ngentot berkontol gede nggak pernah pake celana dalam ketika berseragam ketat putih biru, membuat aku sering pusing berkunang kunang ketika melihat mereka bertugas, apalagi kerap kali aku memergoki mereka sambil berdiri lengkap dengan seragam mengentotin Hok Eng yang sedang memasak di dapur, lantai dasar. Dapur, laundry, gudang logistik, kamar tidur tempat istirahat petugas dan kamar jaga satpam ada disana.

Lantai 2 adalah kamar peserta, sebuah kamar besar dimana ke 6 peserta tidur bersama dilantai beralaskan kasur dengan kamar mandi yang tak berpintu sehingga siapa saja dapat melihat siapa saja yang mandi, berak atau ngloco dikamar mandi dan sebuah ruang besar tempat peserta bersantai, makan sambil nonton tv dan DVD home theatre. Lantai 3, tempat fitness lengkap segala peralatan untuk membentuk otot tubuh dan melatih stamina dengan beberapa sepeda statik dan treadmill. Sebuah kamar berisi segala macam alat sado masochist, tali rantai gelang, kondom bergerigi dildo berbagai ukuran, alat cambuk, tiang gantungan, balok kayu X, serta berbagai pernak pernik lainnya yang namanya sendiri susah untuk diingat. Lantai atas merupakan lantai terbuka, tempat jemur pakaian atau menjemur peserta bugil telanjang bulat akar kulit mereka terbakar matahari, tanned, penuh tanpa ada bekas celana tercetak dikulit pantat. Halaman lumayan luas, lapangan volley, kolam lumpur, dan track jogging mengelilingi pinggir dalam pagar. Sebuah kompleks bangunan kampus yang sangat mewah apalagi menurut ukuran peserta yang berasal dari kalangan bawah.

Minggu pertama kegiatan aku arahkan untuk menjalin tali persahabatan diantara mereka sehingga tidak ada lagi hambatan psikologis apapun diantara mereka, 8 jam latihan fitness dan ketahanan stamina, 8 jam tidur istirahat dan 8 jam tersisa aku gunakan untuk memberikan masukan bagaimana menjadi seorang "waiter paripurna" yang diharapkan. Injeksi hormon testosteron ditambah makanan yang bergizi penuh pada 6 orang pemuda sehat gagah perkasa aku sulut nafsu birahi dengan memutar VCD bokep straight, bagaikan menyiram bensin ke api, kontol mereka ngaceng berkobar kobar dibalik boxer tipis membayang membentuk tenda.

Bergantian mereka pergi ke kamar mandi untuk ngloco menumpahkan luapan nafsu yeng udah menggelegak memuncratkan pejuhnya disana diiringi erangan tertahan. Masih malu malu untuk ketahap lebih lanjut tapi aku yakin dalam tempo hitungan jam kamar ini akan dipenuhi dengan suara desahan erangan dan teriakan orgasme mereka, dan lantai kamar inipun akan basah licin penuh ceceran pejuh mereka. Setelah beberapa VCD bokep straight selesai sebagai penutup aku tayangkan VCD bokep gay favoritku, dan sambil mereka aku ajak untuk melakukan ngloco bareng, mutual masturbation, aku ngloco dengan penuh kenikmatan didepan mata ke 6 pemuda yang terpana melihat adegan yang aku mainkan... crrooth... crrooth... arrggh... muncratan demi muncratan pejuhku berhamburan kuarahkan kepada mereka satu persatu diiringi teriakan fuck me... oh shit, fuck me harder... arrggh, fuck me... yang berasal dari tayangan dua orang gay ngentot dengan ganas di VCD

Gugun, pelatih fitness bersamaku menuntun mereka kearah itu, kepasrahan keterbukaan total tanpa merasa canggung satu sama lainnya, sesama lelaki yang lagi naik birahi, saling menerima dan saling memberi kenikmatan dunia melambungkan khayal moksa ke nirvana. Hari ini setelah latihan fitness berat mereka dibawa kelantai atas untuk berjemur sambil melanjutkan latihan. Badan mereka telah basah kuyup oleh keringat dari ujung kepala sampai ke ujung kaki membuat baju dan celana boxer tipis mereka lengket abis ke kulit tubuh, mencetak setiap lekukan dan tonjolan otot serta tonjolan kontol dan biji peler mereka tampak jelas. Setelah pelajaran mutual masturbation berhasil dengan sukses mereka sudah semakin akrab dengan sesama, kini aku menyuruh mereka melakukan push up 69, aku memberikan contoh dengan berbaring telentang dilantai dan Gugun melakukan push up diatasku dengan posisi terbalik, mulutnya menyentuh bagian tonjolan kontolku dan mulutku menyentuh bagian tonjolan kontolnya ketika dia menurunkan tubuhnya, berulang kali naik turun push up diatas tubuhku. Mereka sangat cepat belajar, tiga pasang push up 69 dengan badan berkilat basah kuyup berkeringat, otot tubuh menggelembung karena latihan berat, celana boxer tipis membentuk tenda akibat kontol ngaceng berat karena berulang kali tersentuh mulut demikan pula aku dan Gugun juga ngaceng berat melihat mereka melaksanakan dengan patuh instruksi kami. Dan ditengah panas matahari di lantai atas itu pula aku memberikan pelajaran saling oral dengan dalih saling membantu teman melepaskan beban yang berat, didepan mereka berenam aku mengoral kontol Gugun sampai dia menggigil mengejang muncrat abis kedalam tenggorokanku demikan pula sebaliknya Gugun mengoral kontolku sampai aku muncrat. Dan dengan baik pula pelajaran saling mengoral itu bergantian diikuti oleh peserta Akademi Fantasi Gay tersebut, aje gile.

Pelajaran demi pelajaran yang berhubungan dengan aktifitas pemuasan hasrat binatang seorang gay tulen aku berikan kepada mereka, dan keenam peserta Akademia itu sangat cepat dan lihai bahkan lebih bersemangat dan menggebu gebu mengikuti kelas yang aku berikan menyerap segala trik dan permainan seks berkelas itu. Badan merekapun tumbuh kekar dengan cepat akibat rangsangan injeksi testosteron dan makanan bergizi tinggi, demikian pula kontol mereka semakin gede dan kekar apalagi setiap hari aku melakukan latihan penis enlargement sambil mengoleskan minyak lintah hutan yang aku peroleh terus dari seorang mantan kuli logging. Celana boxer tipis mereka hampir tak dapat lagi menutupi kontol mereka dengan baik, dan merekapun sudah tak lagi memperdulikan apakah kontolnya tertutup atau tidak karena mereka sudah saling mengenal luar dalam, disamping itu latihan dan permainan yang diberikan oleh Gugun dan aku membuat pakaian mereka sudah robek disana sini menampilkan tonjolan otot tubuh kekar mereka. Cokro, pemuda Cina miskin yang paling minim sisa pakaiannya, kaos buntungnya hampir tinggal rangka saja dan celana boxernya hanya tinggal secarik kain tergantung diband pinggang celana menutupi kontolnya yang naujubille gedenya sekarang hampir sepergelangan tanganku diameternya sedangkan selebihnya bugil.

Don, pemuda Ambon hitam manis kini semakin hitam berkilat karena sering dijemur matahari menjadi seorang pemuda yang paling kekar dan paling berotot, dadanya sangat bidang dengan otot pectoralis mengembang sempurna menggelembung dihiasi pentil item gede melenting menggugah selera dan kalau lagi ngaceng kontol gede item berurat miliknya sangat indah karena tegak sempurna hampir menyentuh kulit perutnya yang six pack itu. Adi cowok Jawa sawo matang tak kalah menggiurkan selera setiap homo tulen seperti aku, tubuhnya yang ketat berotot dengan nafsu ngentotnya yang luar biasa, nggak ada capek capeknya itu anak mengentot menggiliri teman temannya satu persatu hampir setiap hari, kepala kontolnya bila mengembang sempuna kaya ikan cupang lagi marah, melebar memerah dengan lobang kencingnya yang gede enak untuk dikilik dengan lidah. Celana boxer tipisnya robek dibagian kontolnya itu sehingga kemanapun dia berjalan kontol gede coklat mengkilap miliknya gelantungan bergoyang kekiri kekanan mengikuti setiap langkahnya tanpa sedikitpun dia risih sehingga merasa perlu untuk menutupnya. Kalau Bonar pemuda Batak yang jantan itu lain lagi, selain badannya yang juga tumbuh gede berotot, biji pelernya itu mana tahaan... gede banget kaya 2 buah granat bergandengan, tergantung keluar dari robekan diselangkangan celana boxer jingganya, paling senang kalau biji pelernya dikulum kulum dijilat diiemut.

Beberapa kali Koh Tjiang datang inspeksi ke kampus Akademi Fantasi Gay miliknya itu, setiap kali pula dia disuguhkan aksi erotik peserta training apakah berupa pertunjukan masturbasi, pertunjukan mandi kucing dan Koh Tjiang tak dapat menahan diri untuk ikut serta, pertunjukan sodomi, threesome, double penetration, gang bang sampai SM bondage jockstrap. Setiap kali pula Koh Tjiang menyampaikan kekagumannya akan kemajuan yang dicapai oleh peserta Akademia, dan yang terpenting adalah berlembar lembar 100 ribuan dihamburkannya sebagai tips pada setiap kunjungan inspeksinya itu. "Lu bokis banget deh, bikin bagus itu anak" sambil ngentotin Cokro, Koh Tjiang memujiku

"Wa pengen yang lain ngentot bareng, panggil ya" masih menghajar pantat Cokro yang nungging, Koh Tjiang minta peserta Akademia lain untuk menghunjamkan kontol mereka pada setiap lobang yang tersedia, mulutnya dan Cokro disumpal denan kontol Adi dan kontol Bonar, lobang pantat Koh Tjiang minta diembat kontol berotot milik Don, Edmond disuruh menjilatin kontol Cokro dan sisa kontol serta biji peler Koh Tjiang yang nggak masuk kelobang pantat Cokro dan Fred, gila juga juragan Koh Tjiang ini

"Pled... you kasi masuk Coklo kasi masuk pantat wa you punya kontol bareng kontol wa" dia minta Fred melakukan double penetration bergantian, kelobang pantat Cokro yang sedang dientotnya dan kelobang pantatnya sendiri yang sedang dientot Don. Gugun sedang habis habisan bergulat telanjang bulat dengan Hok Eng banci juru masak, sampai Hok Eng teriak teriak kesakitan campur keenakan atas entotan kontol Gugun, sementara aku sendiri sedang terpesona memandang orgy hasil anak didikku dengan Koh Tjiang bakal boss mereka, sementara itu dua kontol kekar gede milik satpam berotot yang masih lengkap dengan seragam putih birunya yang ketat itu keluar masuk bergantian terkadang berbarengan masuk kedalam lobang pantatku yang sudah menguak lebar "Lebih enak dari memek euy"

"Iye ye, lebih ketat, lebih ngempot ye" komentar kedua satpam jahanam yang sedang mengaduk aduk isi lobang pantatku dengan buas dan ganas (arrggh, gw mo mancrut... udahan dulu ye)




Akademi Fantasi Gay; Sentuhan Akhir

By kontolgatal

submitted March 10, 2004

Translate from:

To

Text Size:

Masa training hampir berakhir, sudah 3 bulan ke 6 akademia berada dalam kampus dan tak satupun tereliminasi oleh karena kemampuan mereka sangat baik dalam menerima latihan yang diberikan olehku, Gugun dan Koh Tjiang sangat teramat puas pada performance mereka, terutama setelah orgy yang dilakukan mereka bersama Koh Tjiang. Penampilan para akademia harus mendapat sentuhan agar layak jual pada pelanggan dan akan memberikan customer satisfaction yang tinggi, betapapun lihainya permainan yang mereka sajikan namun bila tidak diimbangi dengan penampilan yang layak jual maka upayaku akan tidak optimal, begitulah aku mencari tahu kesekitar kampus kira kira dimana aku mendapatkan orang yang dapat melakukan sentuhan akhir pada peserta. Akhirnya aku temukan sebuah salon yang memungkinkan untuk mewujudkan impianku merubah penampilan para akademia, sebuah salon yang lengkap menyediakan jasa penataan rambut, tatoo dan body piercing.

Agar tidak terlalu mencolok perhatian orang maka kuputuskan membawa sepasang demi sepasang peserta akademia untuk diperbaiki penampilannya di salon tersebut, Adi dan Bonar mendapat giliran yang pertama, rambut dipotong ala mutakhir diberi cat dan highlight, anting ditelinga kiri Adi dan tatoo permanen didada kanan demikian pula Bonar minta anting di kedua pentilnya yang melenting dan tatoo permanen melingkar dikedua lengan, kuku tangan dan kaki dirawat diberi cutex ala David Beckham, metroseksual... ahh, pangling melihat mereka setelah selesai didandani di salon itu. Banci pemilik salon merasa tak perlu dibayar jasanya asal diijinkan untuk dientotin oleh Adi dan Bonar, kenapa tidak? aku sampaikan permintaan banci pemilik salon itu kepada mereka berdua dan...

"Ahh... aww... aaaii... fuck me harder, oh shit!"

"Empotan pantatnya yahud banget" teriak Adi

"Oh, shit!, fuck me harder, please... ai aaiii"

terdengar sudah rintihan dan teriakan erotik banci pemilik salon ketika kontol Adi dan Bonar menghajar lobang yang ada ditubuhnya dan aku juga mengentotin anak buah banci pemilik salon yang juga terangsang berat ketika melihat permainan bossnya bersama Adi dan Bonar secara live di kamar salon tersebut. Tiga hari berturut turut aku membawa peserta akademia kesana dan tiga hari itu pula lobang kenikmatan pemilik salon dientot habis habisan oleh anak buahku. Cokro dan Don dihari kedua, Cokro minta kontolnya ditatoo gambar naga, hal itu mengharuskan dia tetap ngaceng selama tiga jam ketika seniman tatoo melaksanakan pekerjaannya dan... aku kagum pada hasil latihanku selama ini pada Cokro, tiga jam terus menerus dia sanggup dapat mempertahankan kontolnya ngaceng tegak tanpa pernah merasa lelah. Kepala naga di kepala kontolnya dan badan naga meliuk liuk dibatang kontol serta berakhir dengan ekor naga di jembutnya. Bila telah selesai dan kontolnya kembali lemas maka kulup kontolnya akan menutupi kepala naga tersebut dan akh... bila kontolnya kembali ngaceng kepala naga menyeruak membuka kulupnya seakan siap menerkam mangsa, sebuah animasi luar biasa tercipta dari tatoo naga dikontol Cokro. Demikian pula Don, ia minta sebuah cincin baja dipasang pada frenulum kontolnya sehingga sangat kontras baja putih dengan kontol gede item milik Don dengan tatoo matahari bersinar melingkari pusarnya. Edmond dan Fred dihari ketiga, potongan rambut punk, anting dihidung dan tatoo fuck me harder dengan panah menuju lobang pantat menghiasi bokong Fred. Mereka memberikan servis berkali kali pada banci pemilik salon sampai terengah engah minta minta ampun karena kedua anak didikku tak mengenal lelah menghajar banci tersebut dengan segala macam gaya entotan yang diperoleh semasa training di kampus akademia.

Seragam akademia yang berupa kaos buntung dan celana boxer tipis membayang yang sudah nggak karuan lagi bentuknya karena robekan dan aus kini diganti dengan seragam bar&pub, ada beberapa jenis seragam bar&pub Koh Tjiang yang sudah dipersiapkan untuk mereka yang di disain penata busana di Jakarta dengan sangat apik berdasarkan jam layanan bar&pub dan tema pada hari layanan, bukan main gagahnya mereka. Aku berani bertaruh tak akan ada satupun pengunjung bar&gay homo ini yang tidak akan runtuh imannya melihat penampilan sexy ke enam anak didikku. Betapa tidak, mulai dari pakaian lengkap jas dengan dada bidang berotot mereka terbuka penuh sampai pakaian yang paling minim yaitu cawat lycra warna stabilo hanya menutupi kontol; mulai dari kaos buntung ketat dengan celana jeans stretch menampilkan keindahan lekuk dan tonjolan otot kaki dan otot kontol sampai dengan seragam sado masochist leather & belt celana kulit pantat terbuka.

Semua peserta didik dilatih untuk versatile, artinya siap mengentot dan siap dientot, macho top dan sweet bottom, soft core maupun hard core, dan untuk teknik melayani makanan minuman pengunjung bar&pub seorang manajer F&B dari hotel berbintang telah melatih mereka sehingga saat ini ke 6 peserta akademia sangat cekatan untuk hal tersebut. Manajer F&B yang ternyata homo tulen penikmat kontol gede itu juga mengajarkan bagaimana mereka dapat menyendokkan es krim dari gelas pelanggan dengan kontol ngaceng dan menyuapi es krim yang ada di kontol mereka langsung ke mulut pelanggan tanpa tumpah mengotori baju pelanggan. Ketika praktek menyendokkan kontol ber es krim maka manajer F&B, Gugun dan aku bertindak seolah pengunjung bar. Aku sangat terharu melihat ke 6 anak didikku saat ini, sebentar lagi mereka akan keluar dari kampus Akademia Fantasi Gay untuk menjalankan tugas mereka di bar&pub milik Koh Tjiang.

Mereka sedang bersuka ria menghajar mengentotin seorang satpam slave berbadan kekar masih lengkap dengan seragam satpamnya yang ketat yang robek berdarah disana sini akibat hajaran cemeti berduri anak didikku, Johan Pahlawan alias Pria Sejati, dia tergantung nungging dengan rantai di tiang SM, dua kontol bergantian mengentotin lobang pantatnya sampai berdarah darah dan dua kontol lagi berlomba lomba mengentotin mulutnya yang terkuak lebar, sedangkan Fred masih terus menghayunkan cemeti berduri ketubuh satpam slave itu sambil ngloco

"Ctaar... arrggh, ctaaar... arrggh, ctaar..."

"Lobang pantatmu enak banget satpam homo anjing"

"Isepan loe maut banget, dasar bajingan doyan kontol"

dan Don mengencingi bekas cambukan tersebut membuat satpam itu terpekik karena perih namun bibirnya masih menyungging senyum karena sangat menikmati siksaan seksual yang diberikan oleh ke enam anak didikku.

Aku flash back kondisi mereka saat pertama kontol mereka aku emut di sudut sudut kelam kehidupan jalanan kota Jakarta, badan kurus lusuh tak terurus, mata sayu tanpa cahaya menatap masa depan yang tak tentu arah, selalu jadi korban pelecehan seksual atau setidak tidaknya menjadi pemuas dahaga waria jalanan yang nggak laku nggak dapat kontol pelanggan... "keciiaaan deh lo!"; kini mereka menjelma menjadi enam orang pemuda metroseksual yang tampan kekar berotot, siap melayani permainan seks yang berkelas dan cekatan dalam menjalankan tugas. Wajah mereka cerah dengan tatapan mata yang bersinar menatap masa depan yang cerah setidak tidaknya jauh lebih terjamin dibanding beberapa bulan yang lalu. Tergantung anda juga wahai pembaca MOTN yang gay sejati, berbagi kebahagiaan dengan mereka di bar milik Koh Tjiang di bilangan Mangga Besar, tentunya dengan bonus kontol gede pilihan anda... mau khaaan??? (hmm, gw lagi pengen dildo neh... atawa ada yang mau ngasi kontol beneran?)




Akademi Fantasi Gay; Yudisium

By kontolgatal

submitted March 11, 2004

Translate from:

To

Text Size:

Minggu depan para peserta akademia akan mulai bertugas di bar&pub milik Koh Tjiang di bilangan Mangga Besar Jakarta, berarti kampus Akademi Fantasi Gay akan kosong entah untuk berapa lama aku belum mendapat order lain dari Koh Tjiang. Upacara yudisium untuk melepaskan para akademia akan segera diselenggarakan di kampus, kami sudah merencanakan sedetil mungkin tahap demi tahap jalannya upacara agar dapat menjadi kenangan tersendiri bagi semua fihak yang selama ini telah mengikuti membantu menuntaskan kurikulum Akademi Fantasi Gay termasuk para peserta akademia yang sukses mengikuti pelatihan tersebut tanpa ada yang tereliminasi.

Tiga hari sebelum hari H, kami sudah melakukan pertandingan olahraga antar peserta dan pengajar serta pembantu di kampus akademia... ya tentunya pertandingan olahraga berbau kejantanan yang berakhir dengan pesta seks sesama. Gulat lumpur di kolam lumpur yang ada dihalaman kampus menjadi pertandingan yang amat meriah karena sekujur tubuh kontestan penuh lumpur dari ujung kepala sampai keujung kaki, bergumul mengadu kekuatan otot dikolam lumpur menghasilkan pertunjukan yang sangat erotik karena dua tubuh lelaki perkasa berotot dengan pakaian robek berlumur lumpur basah saling merenggut menjatuhkan dan mengunci lawan dengan tujuan untuk ngloco kontol lawam hingga muncrat ditengah arena berlumpur diiringi sorak sorai penonton, yang duluan muncrat diloco adalah yang kalah dan pemenang boleh mengentotin yang kalah atau menyerahkan yang kalah kepada penonton yang ditunjuk untuk melaksanakan entotan terhadap yang kalah. Aku berhasil menjatuhkan Edmond dan mengentotin lobang pantatnya dengan kontolku yang berlumpur, tapi Gugun, pelatih fitness gay itu babak belur dihajar kontol Adi.

Permainan volley bugil dilapangan volley juga cukup mengasyikkan, melihat lelaki jantan berotot mengkilap berkeringat mengejar memukul dan mensmash bola dengan kontol dan biji peler gede geluntang gelantung kesana kemari mengikuti irama langkah pemain volley dan lebih mengasyikkan lagi karena tim yang menang mendapat hadiah untuk menyodomi lobang pantat secara bersamaan terhadap tim yang kalah, dan tim aku kalah dari tim peserta Akademia yang muda perkasa maka kontol gede milik Cokro yang bergambar tatoo nagalah yang mengaduk aduk lobang pantatku saat itu. Belum lagi permainan panko, panco kontol, dimana dua lelaki beradu kekuatan otot lengan diatas meja sementara dua orang lelaki lain mengisap kontol pemain panco sampai ada yang muncrat lebih dulu atau lengannya tertekuk kalah maka dialah yang kalah dan berhak mendapat hukuman seperti biasa yaitu dientotin oleh pemenang, aku dan Hok Eng menjadi tim pengisap kontol dan saat itu satpam yang nama Johan Pahlawan tertera dibaju satpamnya yang ketat muncrat lebih duluan akibat emutanku dikontolnya sehingga dia mendapat hukuman dientot lawannya yang menang, Bonar, yang mengentoti dia sambil berkali kali melakukan belting dipunggungnya dengan buas, baju seragam satpam robek dan dibalik robekan baju tersebut kulit satpam itu tampak memerah dan berdarah darah , anehnya si satpam tampak amat sangat menikmati hajaran Bonar ditubuhnya yang kekar itu terlihat kontolnya kembali ngaceng keluar dari celana biru miliknya dan muncrat berkali kali diiringi dengan desahan dan erangan erotis pula.

Hari Minggu yudisium dilaksanakan, Koh Tjiang sebagai boss Akademi Fantasi Gay melantik mereka, ke 5 peserta berbaris rapi, dengan pakaian Akademia yang lama... hampir tak nampak lagi bentuk pakaian seragam yang utuh. Don dan Fred hanya mengikat batang kontol mereka dengan secarik kain celana boxer yang tersisa, selebihnya bugil. Adi dan Edmond hanya memakai sisa krah leher kaous buntung dan band celana boxer dipinggang, selebihnya bulat bugil. Satu persatu mereka dipanggil kehadapan Koh Tjiang, melepaskan pakaian akademia yang lama, bugil, jongkok mengisap kontol Koh Tjiang, kemudian bergeser kearah kontol aku dan kontol Gugun yang berdiri disamping Koh Tjiang dan seperangkat pakaian kerja di bar&pub dalam koper diserahkan kepada mereka oleh Hok Eng dan mereka kembali kedalam barisan menenteng koper tersebut dalam keadaan bugil, demikianlah satu persatu akademia menyelesaikan acara yudisium sampai ke 6 nya kembali membentuk barisan sambil menenteng koper yang berisi pakaian kerja berbagai rupa yang akan dipakai oleh mereka ketika bekerja di bar&pub milik Koh Tjiang. Acara resmi penutupan Akademi Fantasi Gay dihadiri rekan kerja Koh Tjiang dari Bandung, Semarang, Surabaya dan Denpasar yang sengaja datang karena tertarik untuk membuka bar&pub sejenis dikota mereka, aku lega karena berarti aku masih dapat job dari Koh Tjiang untuk mendidik calon peserta Akademi Fantasi Gay dan kontol dan lobang pantatku segera berdenyut denyut kembali membayangkan masa rekrutment nanti dimana aku akan berhadapan lagi dengan puluhan atau bahkan ratusan kontol ngaceng ngkali? kontol dan biji peler anak muda dibawah 20 an tahun yang ingin mendapatkan kerja dengan gaji yang memadai sebagai "waiter paripurna" dari bar&pub gay milk rekan kerja Koh Tjiang.

Acara jamuan diakhiri dengan acara untuk tamu Koh Tjiang diberi kehormatan memilih lulusan yang diinginkan mencicipi tubuh waiter paripurna lulusan Akademi Fantasi Gay, desahan erangan dan lenguhan orgasme berulang ulang fantastis menggema diruang Akademi ketika pergumulan terjadi antara lelaki muda perkasa berotot tegap yang sudah sangat terlatih dengan para tamu dan Koh Tjiang sendiri, aku dan Gugun saling entot "Lobang pantat loe enak banget, koq masih seret"

"Gue pake akar dildo dari hutan"

"Dildoin gue dong" pinta Gugun

"Nih, gue dilodin elo" kataku sambil mengentotin lobang pantat yang dedel dower milik Gugun kebanyakan diembat peserta Akademia Fantasi Gay selama 3 bulan penuh dengan kontol gede ngaceng milik gue terlebih dahulu sebelum akhirnya gue masukin akar dildo dari hutan pedalaman pemberian kuli logging kepadaku dulu ketika aku adventure ke lokasi logging dan setelah lobang pantat Gugun menyempit kembali, aku embat lagi dengan kontol gede ngaceng milikku demikian berulang ulang kali sampai fajar menyingsing di ufuk Timur.

(ngloco lagi aaahh.. ada yang mau ngloco bareng?)





Akademi Fantasi Gay: Zero Hour at Ground Zero

By kontolgatal

submitted March 12, 2004

Translate from:

To

Text Size:

Jam 00.00 pada hari Minggu pembukaan bar& pub milik Koh Tjiang di bilangan Mangga Besar. Undangan telah berdatangan hadir, aku melihat tokoh gay Indonesia dari Surabaya juga hadir malam itu dan banyak selebriti, pejabat, mantan pejabat, pebisnis, profesional muda dan juga atlit yang hadir malam itu. Acara dimeriahkan oleh sekelompok grup entertainer gay yang sudah kondang di Jakarta dengan penari dan penyanyi yang kerap kali mengisi acara besar di republik ini dipimpin oleh sang pengasuh yang istrinya lari pulang kembali ke negaranya karena memergoki suaminya yang gay berat itu lagi nyepong kontol supirnya sambil lobang pantatnya diembat oleh kontol sebesar terong ungu milik satpam yang bertugas dirumahnya, dia datang dikawal oleh bodyguardnya yang pemuda jantan tegap gagah. Adapula bodybuilder nasional yang nggak kawin punya banyak klub fitness di seantero Jakarta datang bersama teman gaynya sesama bodybuider dengan memakai baju super ketat memamerkan otot tubuhnya, demikian pula seorang militer berpangkat tinggi yang pernah mengeluarkan kontolnya di depan wartawan ibukota datang hadir bersama ajudannya yang muda gagah, bankir putih gendut bersama rekannya sesama bankir, bintang layar kaca dan penyanyi pop Indonesia dan banyak lagi yang aku tak kenal satu per satu. Mereka duduk di bar&pub bercengkerama satu sama lain, ada enam meja besar di dalam bar yang masing masing meja berisi 8 buah kursi dan semuanya penuh berisi tamu Koh Tjiang sejak jam 22.00, makanan dan minuman dengan cekatan dihidangkan oleh lulusan Akademi Fantasi Gay angkatan I, aku kembali terharu melihat hasil anak didikku yang malam itu mulai resmi bekerja setelah menempuh gemblengan di kampus akademia selama tiga bulan penuh.

Alunan musik live dengan penyanyi bergantian mendendangkan lagu mengiringi makan malam pembukaan bar&pub, "waiter paripurna" berseragam jas dengan dada terbuka lebar menampilkan otot dada dan otot perut mereka yang ketat membawa nampan makanan dan minuman melayani para tamu malam itu menjelang pembukaan resmi pada jam 00.00. Mata para tamu jelalatan ngiler memandangi anak didikku seakan ingin menelan mereka hidup hidup, akh... dasar homo anjing geladak, nggak bisa lihat lelaki bagus langsung ngiler mau menerkam mangsa. Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana siku pemimpin grup entertainer itu seolah olah tak sengaja menggesek gesek tonjolan kontol Cokro dengan tersenyum mesra, demikian pula seorang presenter mtv yang meraba bagian dalam paha Adi yang gempal penuh ketat ketika berpura pura meminta sesuatu padanya, sementara bodybuilder Indonesia yang kaya raksasa itu kegelian ketika tonjolan kontol Don mengelus kuduknya saat Don membantunya memasangkan serbet dipangkuan bodybuilder tersebut... dasar manusia munafik, rutukku dalam hati, berpura pura tampang suci bersih tak bernoda setia pada pasangan homo padahal dalam hati huh berani bertaruh semua kontol dan lobang pantat tamu undangan Koh Tjiang udah berdenyut denyut minta dientot abis oleh "waiter paripurna" didikanku. Lho aku koq jadi begini ya, cemburu nih yeee...

Penari dari grup entertainer sedang beraksi menjelang pukul 00.00, kelemak kelemek penari pria membuat aku mual, bukan tipeku seorang lelaki berpenampilan gemulai melebihi gemulai kelompok memek, namun aku tahu bahwa ada juga homo yang menyenangi tipe tersebut, ya sudahlah biarkanlah mereka demikian. Koh Tjiang berdiri dikelilingi oleh penari pria grup entertainer kondang memberikan kata sambutan dan ucapan selamat datang kepada para tamu undangan pembukaan bar&pub gay miliknya, tepuk tangan meriah membahana diseantero ruangan tersebut dan tiba tiba ke 6 "waiter paripurna" menyeruak masuk kedalam ruangan dan masing masing naik keatas ke 6 meja bundar, mereka sudah berganti pakaian dan malam itu berpakaian sangat minim, hanya selembar cawat segi tiga kecil penutup kontol berwarna stabilo bahan lycra sesuai dengan tema pada malam pembukaan "Lycra Night".

Diatas meja yang masing masing dikelilingi oleh 8 pasang mata melotot terbuka lebar dan 8 mulut ternganga mereka "waiter paripurna" melakukan gerakan erotik diiringi oleh musik live yang hingar bingar, sementara penari grup entertainer mengiringi penampilan anak didikku itu di panggung dan turun juga mengitari ke 6 meja dimana diatas meja gerakan erotik waiter paripurna semakin hot semakin sexy dan cawat lycra semakin menggelembung mengikuti bentuk kontol mereka yang mulai ngaceng akibat gerakan tersebut. Koh Tjiang dengan bangga memperkenalkan ke 6 orang tersebut dan menyebutnya sebagai aset yang paling berharga dari bar&pubnya dan menyampaikan juga bahwa tema akan berubah setiap malamnya, 5 hari dalam seminggu kecuali Senin dan Selasa para waiter akan melayani pengunjung sesuai tema dan secara berkala show spesial pada waktu tertentu seperti cum shot show, bareback fucking show, nude wrestling show, SM show dan gang bang show akan di selenggarakan di bar&pubnya itu. Tepuk tangan semakin meriah dan aku melihat para tamu undangan mulai menjamah hidangan utama malam itu kontol gede ngaceng terbalut lycra minim dan lembaran uang tip mulai mengalir pada waiter paripurna dari setiap tamu undangan. Bahkan dimeja Bonar dan Fred, tamu dimeja itu secara bergiliran menyepong penuh nafsu kontol Bonar dan kontol Fred yang sudah mencelat keluar dari balutan cawat lycra, sementara lobang pantat Edmond bergantian pula para tamu melakukan rimming dan menyodokkan jari bahkan ada yang sampai melakukan fisting... gila beneeeer. Di keremangan lampu itu aku melihat pula sesama tamupun mulai melakukan aksi pada kontol pasangannya, menggenggam membelai mengelus bahkan menyepong, ada pula yang french kiss dengan rakus dan ketika musik mulai melantunkan lagu dansa para tamu turun dengan pasangannya masing masing dan bagi yang tak punya pasangan maka penari gay grup entertainer akan menemani berdansa.

Lampu semakin redup semakin redup waiter paripurna sudah turun dari meja membaur dengan para tamu dan aku sendiri akhirnya mendapatkan pasangan seorang atlit senam nasional. Dia memelukku mesra menciumi leherku menjilati bibirku dan kontol kami saling beradu saling mengesek sampai ngaceng berat mengeluarkan pre cum, dia membalikkan tubuhku dan memelukku erat mesra dari belakang sambil tetap menciumi menjilati bahkan mencupangi kudukku leherku dan tonjolan kontolnya yang udah keluar dari ritesleting celananya tegak ngaceng dengan perkasa digesek gesekan keselangkanganku membuat aku menggeliat menggelinjang geli dalam pelukan tangannya yang kekar berotot. Alunan musik romantis dengan suara serak basah penyanyi malam itu membuat suasana bar&pub yang tadi riuh suara kini senyap ditingkahi dengan desahan erangan dan lenguhan erotik dari pasangan gay yang tengah berdansa sambil bermesraan bahkan dibeberapa sudut ruangan bar&pub tampak remang dikeredupan lampu mulai melanjutkan permainan ketingkat yang lebih seru lagi, bergumul penuh nafsu melepaskan gejolak birahi yang sudah mendidih sampai keubun ubun, atau seperti diriku saat ini berdansa didalam pelukan erat nan mesra seorang pesenam nasional yang kontol ngacengnya saat ini sudah tertancap dalam mengisi lobang pantatku, bagian pantat celanaku dirobeknya sehingga kontolnya yang gede itu dengan leluasa merojok lobang pantatku karena aku tak memakai CD.

Berdansa perlahan dengan kontol gede didalam lobang pantat aiiih... nikmaaat. Bodybuilder Indonesia di kerubuti penari gay grup entertainer, mengelus setiap lekukan otot tubuhnya, bahkan seorang penari bergantungan memeluk lehaer bodybuilder tersebut dengan kedua kaki penari melingkari pinggang bodybuilder dan kontol bodybuilder bergantian masuk kedalam lobang pantat penari yang bergantung padanya dan masuk kedalam mulut penari lain yang tengah berjongkok menjilati sisa batang kontol bodybuilder yang nggak masuk kedalam anus penari entotannya itu. Sementara pemimpin grup entertainer tersebut dengan jari jemari serta kukunya yang terawat dengan apik sibuk menggenggam meremas kontol Adi dan kontol Cokro yang bergambar tatoo naga, bibirnya yang sensual berlipstik mulai menyelomoti kontol Cokro yang gedenya naujubilah sementara tangannya yang satu lagi menggenggam kontol gede item milik Adi mengarahkannya kelobang pantatnya untuk disodomi oleh Adi, tanpa malu dan canggung seorang kader bangsa anak bekas pemimpin doggy style dientot oleh waiter dari depan dan dari belakang, najis homo bangsat doyan kontol... pantes bininya lari terkencing kencing kembali kenegara asalnya melihat kelakuan suaminya kaya anjing geladak nggak pilih bulu, pokoknya kontol gede langsung embat. Mantan pejabat yang kaya tante sun hampir dituntut di luar negeri akibat menggerayangi room boy sedang terengah engah dientot oleh Don sehingga kalung emasnya yang gede kaya rantai leher anjing berkilauan bergerak kesana kemari mengikuti irama hajaran kontol item gede milik Don dilobang pantat dedel dower milik mantan pejabat tersebut sementara mulutnya terbuka lebar dikencingi oleh pemain band peniup terompet yang udah nggak tahan melihat kelakuan mantan pejabat tersebut, rasain loe...

"Gue mo keluarrrhh sayang..." bisik mesra pesenam yang sedang mengentotinku sambil berdansa perlahan mengikuti irama

"Keluarkan aja dalam lobang pantatku... arrgghh" jawabku sambil menikmati denyutan kontol pesenam itu didalam lobang pantatku "Shh... ohh... shit, fuck you... crrootth... crrootth... hhnggh... crrooth... crrootth..." berulang kali pesenam itu mengejangkan tubuhnya dan menghujamkan sedalam mungkin kontolnya yang gede ngaceng ketika muncrat mengisi relung rongga ususku dan akupun ikut muncrat didalam celanaku hingga basah membentuk gambaran pulau pejuh dicelanaku.

Pada ground zero, aku menyaksikan hasil karyaku anak didikku peserta Akademia Fantasi Gay, dengan penampilan metroseksual yang keren berkwalitas, mereka melaksanakan tugas pertamanya sejak zero hour, jam 00.00 pembukaan bar&pub milik Koh Tjiang sampai jam 04.00 pagi, kontol dan lobang pantat serta rongga mulut mereka tak henti hentinya memberikan kepuasan sempurna kenikmatan tak terperi bagi pelanggan pertama mereka, para gay homo Indonesia jahanam. Limpahan uang dari pelanggan pada malam itu semakin membuat mereka tampak bahagia dan bersemangat melaksanakan tugasnya sebagai "waiter paripurna".

Diluar bar aku menyaksikan pula satpam akademi yang berinisial JP (penulis borongan di MOTN in Indonesian) sedang telanjang bulat dihajar habis habisan berkeringat sebesar butir jagung bercucuran darah akibat permainan SM nya dengan bodyguard homo pengasuh grup entertainer dan ajudan pejabat militer yang berbadan ketat tapi sadis itu, kepala kontol JP diikat karet gelang supaya dia nggak bisa muncrat membuat dia terkaing kaing minta dikasihani agar ikatan karet gelang dikepala kontolnya yang udah merekah merah keunguan tersebut dapat dilepaskan karena kedua tangan dan kakinya terikat erat di pintu tralis besi sampai jam 04.00 tersebut ketika para tamu undangan telah beranjak pulang kerumah masing masing, JP masih belum juga dapat melepaskan diri sehingga dialah satu satunya orang di bar&pub tersebut yang belum muncrat... keciaaan deh elo! (jangan marah ya JP, ntar gue bantuin koq, atau ada dari pembaca yg mo bantuin JP untuk muncrat?)






! Attention!

By kontolgatal

submitted March 20, 2004

Translate from:

To

Text Size:

"!", sebuah tanda baca yang mempunyai banyak arti, awas, hati hati, attention, beware, achtung dan sejuta makna dapat mengartikan tanda baca"!". Bagiku seorang homoseksual gay sejati maka "!" adalah kontol ngaceng,ya kontol ngaceng tegak berdiri siap untuk mengentot siapa saja yang menghendaki kontol ngaceng tersebut baik di mulut maupun di lobang pantat tapi tidak di memek. Homoseksual sebuah predikat yang diberikan sejak berabad abad yang lalu kepada seseorang yang menjalankan hubungan perilaku seksual baik secara nyata maupun secara tersembunyi, overt, psikis terhadap sesama jenis, kontol dengan kontol atau memek dengan memek. Kata homoseksual tersebut lebih banyak berasal dari akar kata Yunani, homo, yang lebih menekankan pada kesamaan jenis dari dua individu atau lebih yang terlibat dalam hubungan seksual; bukan berasal dari akar kata Latin, homo yang berarti manusia. Secara antitesis pula kata heteroseksual diberikan kepada individu yang melakukan hubungan seksual dengan lawan jenis, kontol dengan memek.

Pada penelitian skala besar ternyata ditemukan dalam populasi masyarakat sebenarnya sekitar 40-60% populasi adalah homoseksual atau setidak tidaknya pernah menjalankan praktek homoseksual aktif maupun pasif, hanya saja mereka umumnya pada munaf..., nggak mengaku dengan jujur bahwa pernah tertarik dengan sesama jenis, kontol dengan kontol. Bahkan dalam kelompok populasi terbatas hanya lelaki seperti di penjara, biara, jermal, tambang di pedalaman, rig, kapal barang jarak jauh dan yang sejenis maka angka homoseksual tersebut makin tinggi persentasenya.

Kenapa sih jadi homoseks, entahlah, banyak sekali teori berupaya menjelaskan tentang masalah mengapa seseorang menjadi homoseksual. Ada yang menyatakan itu faktor gen, ada pula yang menyatakan itu faktor lingkungan dan ada pula yang menyatakan adanya ketidakseimbangan hormonal atau gabungan dari beberapa faktor tersebut, tapi yang jelas menjadi seorang homoseksual adalah pilihan seseorang dalam menjalankan hidup, memilih pasangan sejenis untuk dijadikan sumber erotik secara psikis maupun fisik dalam upaya melepaskan stimulus seks yang secara alamiah menumpuk dari hari ke hari dalam kehidupan seseorang.

Apa yang salah bila kita melaksanakan pilihan hidup sebagai seorang homoseksual, pilihan tersebut sama saja halnya seperti kita memilih jalur jalan raya dari blok M ke kota, melalui Sudirman - Thamrin - Harmoni dan Kota atau melalui Slipi - Grogol - Cideng - Kota atau bila hidup ini singkat seakan hanya satu hari saja dan dipagi hari kita memilih baju biru untuk dikenakan bukannya baju putih atau merah, apakah salah pilihan kita memakai baju biru dan harus dihukum dengan sadis di neraka dunia dan neraka hari kemudian? Kalau memang demikian tolong ujangan diadakan warna biru supaya pilihan tersebut tidak ada, logis kan. Demikian pula bila kita memilik ayam goreng di restoran cepat saji pada hari itu bukannya sambel goreng ati, apakah salah dan harus menjadi terhukum selamanya bila kita memilih ayam goreng? Kalau memang demikian, please jangan adakan ayam goreng dimuka bumu ini agar kita tidak salah pilih sehingga pada keesokan paginya kita dihukum seberat beratnya atas pilihan kita tersebut.

So, bila anda dapat meraba rasakan hal tersebut diatas dan anda inginkan untuk memilih, pilihlah, tanpa beban, nikmati kehidupan anda seakan hidup hanya sehari, reguklah kenikmatan yang terhidang didepan mata jangan berpura pura. Banyak sekali kaum homoseksual cengeng yang kehilangan ratusan kesempatan dan peluang untuk melakukan hubungan sejenis tersebut oleh karena banyaknya prasyarat yang harus dipenuhi calon pasangan sebelum dia memutuskan let's fuck, ayo mari kita mengentot dan dientot. Kaum homoseksual cengeng ini umumnya mempunyai selera estetik tinggi, emosinya sangat sensitif, terkadang memberikan reaksi yang berlebihan terhadap situasi yang tidak disenanginya, mempunyai prasyarat pasangan yang harus berasal dari kelompok umur tertentu, harus dari kelompok sosial tertentu, dengan berat badan atau postur tubuh tertentu, dengan warna kulit bahkan warna rambut tertentu pula dan hanya mau melakukan hubungan seks dalam situasi tertentu, pada jam bahkan hari tertentu, atau hanya dalam lingkungan tertentu saja sehingga peluang kontak seks sejenis tersebut banyak sekali yang berlalu begitu saja, padahal ujung ujungnya kan cuma kontol ya kepala kontol, batang kontol dan biji peler, titik.

Dan kini dia merintih merengek dan menangis menyatakan alangkah sepinya hidup sebagai seorang homoseks pemuja kontol, padahal dia sendirilah yang membuat sedemikian banyak prasyarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum dia menyatakan let's fuck, ayo mengentot dan dientot. Mari kita bebaskan diri dari segala prasyarat yang akhirnya menjerat kontolmu sendiri, "!" kontol ngaceng seorang homoseks mengapa tidak, selagi anda tidak memaksakan kehendak kepada orang lain maka menjadi seorang homoseks adalah pilihan yang sah sah saja. Tataplah dengan dalam mata beradu mata dengan seseorang lelaki yang anda taksir, sekali... dua kali... tiga kali... bila dia masih juga membalas tatapanmu maka mau monon Okay, mau bool why not?, sepong dan pentong let's do it, "!" kontol ngaceng homoseksual tak perlu anda pungkiri dan tak perlu anda takuti, silahkan muncrat.. crat.. craaaat... sepuas hatimu

3 komentar: