Sabtu, 09 Oktober 2010

xxx

Sang lelaki itu seorang kuli bangunan bernama Dino
SEX SERAMPANGAN
Seperti lazimnya seorang lelaki homosex,maka aku pun punya kebiasaan buruk, yaitu suka melakukan hubungan sex secara serampangan alias berganti-ganti pasangan.
Sungguh suatu kebiasaan yang amat rawan, bahkan sangat berbahaya pada era wabah AIDS mendunia sekarang ini.Tapi siapa yang dapat mengendalikan nafsu sex,selain para sufi,biarawan, dan bhikku? Aku bukan satu di antara mereka.Aku lelaki biasa dan aku homosex pula [kata orang Medan!]
Lelaki mana saja yang aku suka dan kemudian mau dan bisa aku nikmati atau bisa aku cabuli, pasti mereka ini tidak akan aku lewatkan.Lelaki-lelaki ini bervariasi dan berasal dari berbagai strata sosial-ekonomi, mulai dari kuli, kacung, satpam, mahasiswa,ajudan,bodyguard,profesional dan entah siapa lagi.
Pada masa becak masih boleh beroperasi di kota-kota maka tidak jarang tukang becak pun menjadi sasaran pencabulan lelaki homosex dengan imbalan sedikit uang.
Pada masa aku mulai menginjak usia remaja dan aku sudah tumbuh jembut dan bulu ketek dan biji peler -ku sudah memproduksi pejuh [dan aku sudah sadar pula bahwa aku hanya suka sex sejenis] kebetulan becak sudah tidak ada lagi di kota tempat tinggal -ku.Oleh karena itu aku belum/tidak pernah sempat mencicipi tubuh tukang becak.
Cowok homosex dulu menyebut tukang becak dengan sebutan BB [Bang Becak] dan para BB ini biasanya jadi sasaran pencabulan jika sang cowok homosex sedang kepepet tidak ada sasaran atau partner sex sejenis lagi yang bisa diajak main cabul atau ngentot/dientot.Para BB ini sudah cukup puas jika diberi imbalan sedikit uang atau terkadang juga cukup sekedar diberi nasi bungkus untuk bisa dinikmati tubuh, pejuh, kontol, serta boolnya! Ta'i!
DAMPAK PENGANGGURAN
Pada saat aku menulis cerita cabul tak bermoral ini, pengangguran masih merupakan masalah besar di Indonesia. Bahkan mereka yang punya kerja pun dibayar dengan gaji yang amat kecil. Maka tidak heran jika para remaja berpendidikan SMA, Sarjana Muda [D3] atau Sarjana [S1] atau mahasiswa drop out banyak yang terpaksa melakukan atau menekuni pekerjaan "kasar".Seperti jadi supir ojek, jadi supir angkot,supir taksi,atau jadi pekerja kasar.
Diantara pemuda-remaja yang masuk angkatan kerja dan mengadu nasib di ibu-kota dan terpaksa kerja kasar tidak jarang ada juga yang tampan menawan, atletis dan juga berotak cerdas.Hanya nasib saja yang membawa mereka ke lapangan kerja kasar.
Sebagai contoh adalah Dino yang nama lengkapnya ternyata adalah Makrodino. Tidak jelas mengapa orang-tua Dino memberinya nama yang tak lazim : "Makrodino".Mungkin orang-tua Dino cukup kreatif dalam menciptakan nama untuk anak laki-lakinya itu.
Dino punya ijazah STM jurusan bangunan. Karena itu, masuk akal saja jika dia kemudian terjun di bidang pembangunan rumah dan gedung. Saat aku menulis cerita cabul amoral ini,di ibukota masih banyak kegiatan pembangunan rumah dan gedung.
Dia tinggalkan kampungnya ke Jakarta untuk cari kerja.Agaknya berkat dia punya koneksi dari teman sekampung maka Dino berhasil diterima bekerja di suatu proyek pembangunan gedung di Jakarta. Kebetulan lokasi proyek ini berada di sekitar apartemen tempat aku tinggal. Perjumpaanku yang pertama kali dengan Dino terjadi pada suatu pagi, sekitar pukul 05:30.Waktu itu aku jogging di luar apartemen. Suatu hal yang jarang sekali aku laku-kan. Biasanya aku lakukan di jogging track di halaman apartemen,atau di lokasi tertutup lain-nya. Tapi pagi itu aku merasa bosan jogging di tempat yang itu-itu saja.Maka aku putuskan untuk jogging di jalan, di luar komplex apartemen. Aku mengenakan celana olahraga, singlet hitam, dan sepatu olah raga. Aku mentargetkan lari 5 km dan aku sudah mengukur route joggingku supaya jarak-nya yang aku tempuh pulang-pergi mencapai 5 km.
Ketika lewat di proyek bangunan dekat apartemen tempat aku tinggal, aku lihat seorang laki-laki sedang latihan beban didepan bangunan yang sedang dalam proses konstruksi itu.Lelaki itu telanjang dada. Tubuhnya yang ramping dan atletis tampak amat ketat berotot [seperti tubuh ketat pemeran model iklan TV Extra Joss Rasavagansa] dan ber-kilat-kilat oleh cucuran keringat. Lelaki itu menggunakan barbel buatan sendiri.Yaitu batangan besi yang masing-masing ujungnya diberi beban kaleng yang telah diisi adukan semen. Ketika ia mengangkat barbelnya ke atas, aku menampak bulu keteknya yang menghitam di kedua belahan ketiak-nya,lebat,tapi amat indah,jantan,dan merangsang!
Bulu keteknya itu menyempurnakan keindahan tubuh-nya dan seakan melengkapi kejantanan,kelaki-laki-an dan kedewasaannya yang sempurna!
Seperti semua mata lelaki homosex,pandangan mata-ku juga tidak bisa melewatkan pemandangan "indah" tubuh lelaki yang atletis bertelanjang dada itu.
Jantungku jadi berdebar-debar dan aliran darahku seakan berdesir-desir melihat pemadangan yang teramat merangsang itu! Kontolku tegang, ngaceng tak terkendali.Nafasku memburu akibat pemandangan yang jantan, merangsang dan teramat kelaki-laki-an itu!
Pastilah lelaki itu salah seorang kuli bangunan di situ. Seperti biasanya kuli-kuli bangunan tinggal di bedeng yang ada di lahan yang sedang dibangun itu - sampai bangunan selesai dibangun.
Dengan sengaja aku memperlambat lariku dan tanpa malu-malu aku mengarahkan pandangan mataku pada lelaki bertubuh atletis itu! Lelaki itu sendiri tampak asyik latihan beban dan tak memperhatikan keadaan sekelilingnya.Sehingga aku makin leluasa menikmati pemandangan kelaki-lakiannya yang amat memukau! Lengannya kekar berotot indah.Otot dada-nya amat menonjol kedepan dihiasi sepasang puting susu yang ketat,melenting dan merangsang. Seakan siap untuk diraba,dijilat,dipijat atau diplintir!
Perutnya yang rata bertonjolan otot membentuk six packs!Otot tungkainya juga amat indah.Penampilan laki-laki itu bagaikan penampilan binaragawan profesional. Sebersit pikiran ke-ingintahuan-ku muncul di otakku tentang seperti apa bentuk [dan ukuran] kontol, biji peler dan jembut laki-laki itu!
Lelaki itu menurunkan barbelnya dan kemudian ia mengganti latihan beban dengan mengangkat dumbell untuk melatih otot-otot lengan atas dan lengan bawahnya!
Dengan mencuri-curi aku memperhatikan juga wajah-nya yang lumayan tampan. Sungguh,jika ia seorang kuli,dia adalah kuli yang tampan.Mungkin setaraf dengan Yatin - seorang kuli bangunan yang pernah aku nikmati tubuh,kontol dan pejuhnya,dulu! Ta'i!
Dengan amat menyesal aku harus meneruskan acara jogging-ku,karena tentu aku tak mungkin berdiri di situ memandangi seorang kuli latihan beban.
Esok harinya,aku memaksakan diri jogging di luar komplex apartemen dan berharap dapat menikmati lagi pemandangan sang kuli yang sedang latihan beban itu.Dan... agh, ketika aku lewat di lokasi pembangunan yang kemarin - sang lelaki..sang kuli yang kemarin itu juga sedang latihan beban.Boleh jadi dia rutin latihan beban, mungkin tiap hari.
Seperti hari sebelumnya aku memperlambat lariku agar aku dapat menikmati pemandangan tubuhnya yang ketat atletis dan juga memandangi dari jauh bulu keteknya yang hitam,jantan dan nikmat untuk dipandang dan mungkin juga nikmat jika.. dijilat dengan lidah..Agh!
Sambil meneruskan jogging aku berpikir keras dan mencari akal,bagaimana aku bisa "mendapatkan" sang kuli itu dan aku[seperti biasa]memasang niat bahwa: "AKU AKAN DAN AKU HARUS MENIKMATI TUBUH KULI YANG JANTAN ITU! [Ta'i!].
TEMPAT KULI-KULI MANDI TELANJANG BULAT
Para kuli bangunan memang sudah sering menjadi perhatianku sejak aku beranjak dewasa.Bahkan aku beruntung pernah menikmati tubuh seorang kuli bernama Satya yang ganteng dan bertubuh kekar di Bandung.Juga aku sempat beberapa kali menikmati tubuh, pejuh, dan kontol Yatin. Mandor kuli bangunan yang tak akan pernah aku lupakan sampai akhir zaman!Yatin pernah memperbaiki rumah Mum [ibuku] di Jakarta.
Waktu itu aku amat sangat menikmati percabulanku dengan Satya di Bandung dan Yatin itu. Tak heran jika lokasi pembangunan rumah [real estate] atau gedung, amat menarik perhatianku dan aku sering berharap ada kuli ganteng,kekar,sehat dan bersih yang bisa aku nikmati tubuh, kontol,dan pejuhnya! Ta'i!
Waktu aku mulai beranjak remaja, aku sering pura-pura masuk melihat-lihat lokasi pembangunan suatu rumah atau gedung di sekitar rumahku. Mula-mula aku "berteman" dengan Satpam yang menjaga lokasi itu, memberinya rokok atau tip, atau membelikan nasi bungkus untuk makan bareng. Tujuanku adalah supaya aku dibolehkan masuk komplex untuk melihat -lihat!Tapi niatku yang sebenarnya adalah mencari kesempatan melihat kuli bekerja bertelanjang dada atau syukur-syukur melihat kuli telanjang bulat!
Jika kita masuk ke komplex pembangunan gedung atau rumah - dan jika kita beruntung - maka kita bisa menemui sudut tempat mandi kuli-kuli.Tempat mandi itu dibatasi dinding dari bahan papan atau triplex sekedarnya. Bahkan terkadang juga tanpa dinding.Sehingga jika para kuli itu sedang mandi, maka pemandangan disitu jadi teramat indah!Betapa tidak? Karena kita akan melihat kuli-kuli yang umumnya bertubuh kekar dan berusia remaja itu sedang mandi telanjang bulat,tanpa ragu dan tanpa malu! Karena memang disitu yang ada hanya para kuli dan semuanya laki-laki belaka!Jadi tidak ada alasan bagi mereka ragu atau malu mandi telanjang bulat!Indah sekali!Keindahan ini akan jadi modal bagiku untuk berfantasi sex waktu aku sedang coli ngeloco,ngocok kontol [onani,masturbasi].Nikmat! [Ta'i!].
Pernah aku menjumpai tempat mandi kuli tanpa dinding.Ketika itu tampak dua orang kuli sedang mandi telanjang bulat. Tubuh mereka yang coklat dan ketat tampak berkilat karena basah disiram air! Salah satunya membalikkan tubuhnya ke arah dinding waktu melihat aku lewat.Yang seorang lagi tampak tenang-tenang saja menggosok badan dengan sabun - dengan bagian depan tubuhnya frontal ke arah pandanganku.Sehingga aku bisa melihat jelas kontol dan biji pelernya yang berlatar belakang jembutnya yang hitam dan lebat!Agh jantan sekali tampaknya!
Tentu saja aku masuk lokasi itu pada jam-jam para kuli itu selesai bekerja. Biasanya pada sore hari sekitar pukul 17:00 - 18:00.Karena aku juga laki-laki, maka kuli-kuli itu juga tidak merasa malu, risih atau terganggu jika aku lewat di sekitar tempat mereka mandi bertelanjang bulat! Sehingga jika beruntung aku bisa menampak tubuh mereka yang kekar,atletis dan kontol mereka yang warna-nya lebih gelap dari kulit tubuhnya dan dilatar-belakangi oleh jembut yang hitam dan tumbuh luas!
Tak jarang kuli yang aku kenal tak ragu berbasa-basi menyapa aku atau mengajak aku ikut mandi :
"Mandi,Mas", katanya sambil tersenyum. Agh!Nikmat sekali mengalaminya! Sekembalinya aku di rumah, aku biasanya langsung masuk kamar,mengunci pintu dan ... Onani! CROOOOOOOT! CROOOOOOT! CROOOOOOT! Agh!Ledzat,nikmat,nyawaku serasa moksa ke nirwana seakan diriku mendapatkan pencerahan Boddisatwa dan mencapai kesunyataan yang sempurna! BERKENALAN DENGAN DINO
Dua hari setelah aku melihat kuli berotot yang melakukan latihan beban di lokasi pembangunan di dekat apartemenku, aku berusaha keras untuk bisa bertemu dan berkenalan dengan kuli itu. Dengan modal pengalaman dan penampilanku,akhirnya pada hari ketiga aku berhasil bertemu dengan kuli itu dan berkenalan.Tentu semua itu aku lakukan secara tidak menyolok. Seperti biasa aku melakukan PDKT [pendekatan] dengan Satpam yang menjaga lokasi pembangunan gedung itu.
Dengan kiat mengajak ngobrol, memberi rokok dan tip kepada Satpam,aku akhirnya berhasil mendapat-kan nama "Dino", bertemu Dino dan juga kemudian berkenalan dengan Dino.
Dino memang tampan [untuk ukuran seorang kuli?] dan keketatan otot tubuhnya amat memukau, menawan dan merangsang jiwaku.
Setelah berkenalan dengan Dino, aku mengajaknya ngobrol dan ternyata Dino punya wawasan dan juga pengetahuan lumayan. Ini tidak aneh, karena Dino memang punya ijazah STM Bangunan.
Aku juga berhasil mengorek informasi siapa Dino sebenarnya.Kemiskinan yang mendera mengantarkan Dino jadi pekerja kasar atau kuli bangunan.Pada hal waktu di kampung, Dino ada lah Ketua OSIS di STM-nya.Tampak bahwa Dino punya leadership atau kepemimpinan.Sore hari itu Dino mengenakan blue jeans hitam dan baju kaos[T-Shirt] hitam.Tubuhnya yang ketat makin tampak nyata! Menawan, memukau!
Seperti biasa,jalan untuk main cabul seakan-akan dibuka lebar untukku.Mungkin ini suatu ujian bagi -ku dan selalu saja aku gagal untuk menghindari-nya.
MENIKMATI TUBUH DINO
Ternyata di kampungnya Dino sering membawa mobil angkutan umum dan sebelum jadi kuli bangunan,dia sempat beberapa saat jadi supir tembak Mikrolet di Jakarta.Tentu saja peluang ini tidak aku sia-siakan. Aku "minta tolong" agar kalau aku perlu supir sore hari,Dino mau membantu aku.Tentu saja ini akal-akalanku saja.
Aku biasa bawa mobil sendiri jika aku berniat main cabul diluar rumah dan untuk kegiatan sehari -hari aku punya supir pribadi.
Dino tidak keberatan memenuhi permintaanku dan sekitar tiga hari kemudian aku minta tolong Dino untuk menyupir mobilku ke Cisarua.Dengan alasan aku ada urusan.
"Berangkat sore, pulang malam," kataku.
"Boleh, Mas" jawab Dino. Dia tidak keberatan.
Kami pun berangkat ke Cisarua dari Jakarta jam 14:00.Sebelumnya aku menyogok mandor supaya Dino bisa diizinkan meninggalkan pekerjaannya sebelum jam 17:00.
Sekitar jam 16:00 kami tiba di Cisarua. dalam perjalanan aku sengaja pura-pura mampir ke sana ke sini untuk memberi kesan pada Dino bahwa aku benar-benar ada urusan.
Sekitar jam 17:00 aku mengajak Dino mampir ke villa temanku di Cisarua. Kami istirahat dan minum. Lalu aku mengajak Dino berenang di kolam renang yang ada di villa itu.Di villa itu selalu tersedia celana renang baru dari berbagai ukuran untuk tamu-tamu villa yang memerlukannya dan aku memberikan sebuah celana renang pada Dino sesuai ukurannya dan kami pun berenang.
Sejak aku tiba di villa, nafsuku serasa makin menggelegak. Ketika kami puas berenang, aku dan Dino pun keluar dari kolam.Kami duduk-duduk di tepi kolam.
Villa itu sepi tak berpenghuni.Penjaga villa itu sudah pulang ke rumahnya sore itu dan dia akan kembali esok harinya. Hari sudah sekitar jam 18:00 dan sudah di rembang petang. Nafsuku sudah tidak tertahan lagi.Akhirnya... tubuh Dino yang hanya berkancut minim aku peluk kuajak bergulat.
Mungkin Dino mengira aku hanya bercanda saja.Dia menurut saja, pura-pura melawan sedikit. Nafsuku tak tertahan lagi maka Dino pun aku ciumi leher-nya dan dadanya.Lalu puting susunya aku jilat-jilat.Dalam keadaan aku menindihi tubuhnya bibir Dino aku lumat,ketiaknya aku gosok dengan kedua tanganku.
"Kenapa,Mas," Dino bertanya keheranan.Tapi tidak aku jawab.
Puting susunya aku pilin, plintir, tekan, main-mainkan. Aku menggila dan bernafsu.Kancut Dino aku plorotkan.Sehingga aku bisa menampak kontol-nya yang besar,indah dan disunat ketat. Begitu juga jembutnya yang hitam,lebat,dan tumbuh luas, terlihat indah, jantan, dan merangsang!
Akhirnya kontol Dino aku sedot dan sekali-sekali aku kocok dengan jemariku. Lobang pantatnya aku sodok dengan jari telunjukku.Dino terkaget.Bisa jadi dia belum pernah disodok boolnya oleh sesama lelaki ataupun lawan jenis.Tapi dia tak melawan. Bahkan sekali-sekali Dino mengeluh dan melenguh MMMPH..MMMPH...MMMPH..Mungkin karena Dino merasa teramat sangat nikmatt di kontolnya!
Dino menurut saja.Aku plorotkan juga kancutku ke bawah sehingga terjela-jela di bagian pahaku! Aku jadi telanjang bulat.Kontolku aku gesek-gesekkan ke kaki Dino yang berambut!Aku jadi sibuk sekali, menikmati tubuh Dino dan memberikan kenikmatan pada tubuh dan kontolku sendiri! Dengan bernafsu aku terus menyedot-menjilat kontol Dino sambil jemariku menjelajah tubuh Dino yang ketat, keras, dan atletis ketat! Nikmat, indah! Aku merasa di surga. Nyawaku seakan moksa ke nirwana! Seakan aku mendapatkan pencerahan dari Sang Boddisatwa dan aku bagaikan mencapai kesunyataan sempurna!
Menikmati tubuh dan kontol Dino yang ledzat dan indah itu nafsuku terus menggebu. Sementara itu Dino pun juga makin terangsang dan tampak mulai gelisah,dia ingin menambah dan menambahkan lagi kenikmatan di kontolnya.Lalu dia mulai mendesis akibat merasa nikmat tak terhingga HSST..HSST..!
Ditengah nafsu berahi kami yang menggebu-gebu itu lah pejuh Dino muncrat CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! Pancaran pejuh Dino seakan tidak akan pernah ber-henti.Muncrat lagi dan muncrat lagi dari lubang kencingnya terpancar ke udara bagai lava gunung berapi yang sedang meletus [volcano eruption]!
Pejuhnya tidak aku sia-siakan! Aku jilat, aku sruput, aku telan.Agh! Nikmat.Aku merasa berubah jadi lelaki yang tambah sempurna setelah menelan pejuh kuli yang jantan luar biasa itu! Ta'i!
Aku meneruskan memberi kenikmatan pada kontolku dengan menggesekkanya ke kaki dan ke paha Dino..! Beberapa detik kemudian aku tak tahan lagi, dan pejuhku pun muncrat keluar : CROOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! Aku merasa nikmat tak terkira,lampias,dan puas!
Setelah kami berdua tenang dari gejolak nafsu, kami bangkit dan mandi di bawah shower terbuka yang ada di tepi kolam renang. Tentu saja dengan bertelanjang bulat.Kami membersihkan badan sambil berdiam diri saja.
Setelah mengeringkan badan,kami kembali ke kamar untuk berpakaian dan aku mengajak Dino pulang ke Jakarta.Villa aku kunci dan kuncinya aku serah-kan pada penjaga vila yang kebetulan rumahnya tak jauh dari situ.
Dalam perjalanan pulang kami singgah di suatu restoran untuk makan malam. Selesai makan aku menyerahkan uang honor untuk Dino sebesar satu juta rupiah. Uang itu termasuk honornya sebagai supir dan uang pejuh Dino yang sudah aku minum. Bagiku uang itu tak terlalu banyak, dibandingkan kenikmatan dan jugs kenangan indah yang sudah aku dapatkan dari Dino sore itu!
Dino memang kuli,tetapi tubuh dan pejuhnya tidak kalah nikmat dengan tubuh dan pejuh artis dan bintang sinetron yang pernah main cabul dengan aku!
ANTICLIMAX
Dino adalah kuli ketiga yang pernah aku nikmati tubuh, pejuh, dan kontolnya. Ketiga kuli itu ada lah Yatin,Satya dan Dino.Ketiganya sama-sama kuli bangunan! Aku memang tidak pernah memilih-milih tingkat sosial ekonomi pendidikan laki-laki yang aku akan cabuli. Yang penting dia laki-laki yang bersih, sehat, atletis, ketat-berotot, berkontol besar dan sudah sunat!
Kunjunganku ke toko material untuk mencari rantai.
KEKHAWATIRAN YANG TAK BERDASAR
Meskipun aku besar dan sekolah di Jakarta tetapi ternyata setelah aku memegang paspor Amerika Serikat aku pada awalnya sering merasa khawatir.
Kekhawatiran ini muncul karena seringnya beredar informasi atau rumor yang beredar di kalangan US Citizen tentang kemungkinan adanya serangan teroris internasional, ledakan bom atau bahaya lainnya di tempat umum.
Aku sendiri merasa bahwa info itu berlebihan dan tidak berdasar.Banyak orang asing yang tinggal di Jakarta yang mengatakan dimana pun kita berada selalu ada risiko untuk jadi celaka.Apakah itu di Inggris,di Amerika Serikat,di Jepang,di Thailand, di Malaysia, di India, di Pakistan, di Australia atau di negara manapun juga di dunia.Bahkan bom juga pernah meledak di Male ibukota Maldives [Maladewa] yang biasanya selalu aman dan damai, tempat tujuan wisata dan penduduknya sedikit .
Lama-kelamaan aku terbiasa dengan informasi dan berbagai rumor itu dan aku mulai tidak memperhati kannya lagi. Meskipun demikian aku tetap memilih apartemen di lokasi yang menurut aku aman dan strategis sesuai dengan rekomendasi dari teman- temanku sesama US Citizen.
Apartemen tempat tinggalku sebetulnya cukup dekat dengan pusat keramaian,mall,dan pasar tradisional tetapi lokasinya itu terlalu jauh untuk ditempuh dengan jalan kaki [not in walking distance].Pada hal aku paling suka jalan-jalan santai sambil melihat-lihat atau belanja barang-barang kecil[pernak-pernik] yang menurutku amat menarik.
MENCARI RANTAI DAN ALAT SIKSA
Suatu hari aku mencari rantai. Rantai itu untuk apa kalau bukan untuk main sex? Rantai biasanya dijual di toko material bangunan. Dijual bersama gembok [slot], paku, engsel, kawat dll. Maka aku pun pergi jalan-jalan ke lokasi toko material.
Meskipun tempat itu terlalu jauh untuk jalan kaki tapi kupikir sekalian olah-raga. Padahal setiap pagi aku lari-pagi [jogging] 5 km, jadi jalan-jalan seperti itu sebetulnya tidak aku tidak perlukan.Aku juga sudah berniat pulang naik taksi jika aku nantinya malas pulang jalan kaki.
Demikianlah akhirnya aku sampai di toko material dan aku memilih rantai ukuran sedang, tentu saja dengan panjang secukupnya sekalian bersama dengan gemboknya. Aku juga membeli kawat duri, untuk mengikat tangan atau kaki cowok partnerku waktu aku sedang main sex sadis.
Aku bayangkan pasti cowok yang tangan dan kakinya diikat dengan kawat-duri akan menarik rona wajah kesakitan. Amat sexy! Apalagi kalau cowok itu diikat kawat-duri dalam keadaan telanjang bulat. Kemudian aku juga tertarik membeli kabel yang aku lihat "amat baik" jika digunakan sebagai alat-pelecut atau alat-pencambuk cowok.
Aku jamin cowok yang badannya dihajar menggunakan kabel seperti itu [dalam keadaan telanjang bulat] akan kaget lalu menggelinjang kesakitan dan boleh jadi dia akan menjerit:"AGH!" atau "ADUH!",karena amat kesakitan dan rona wajahnya tampak sangat menderita! Indah sekali!
Aku sendiri juga ingin merasakan dihajar dengan kabel seperti itu dalam keadaan kaki dan tangan diikat kawat-duri dan tubuh dirantai,bertelanjang bulat! Agh! Pasti nikmat! Apalagi kalau lelaki yang menghajar berwajah ganteng,bertubuh atletis ketat dan berotot,dan berpakaian seragam militer CPM atau Pasukan Khusus sambil bertelanjang dada! Ta'i!
Selesai belanja rantai, gembok, kabel dan kawat-duri aku berjalan melihat-lihat toko-toko yang ada di situ.Ternyata di lokasi itu banyak sekali toko marmer dan aku tertarik pada salah satu toko marmer disitu.Sebetulnya yang menarik perhatianku bukan tokonya,tapi salah seorang karyawannya yang saat itu sedang mengangkat kotak-kotak marmer ke sebuah truk.
ODI SI KARYAWAN-KULI
Karyawan itu seorang pemuda remaja,mungkin usia-nya sekitar tujuh-belas atau delapan-belas tahun. Wajahnya tampan,tubuhnya ramping,tetapi atletis dan tampak nyata ketat berotot.Dadanya bidang dan menonjol ke depan dihiasi sepasang puting susu yang indah dan melenting.Perutnya yang rata telah terbentuk menjadi six-packs! Semuanya itu dapat aku lihat dengan jelas karena dia bertelanjang dada.Celana blue jeans biru yang dikenakannya di bagian kakinya digulung ke atas sehingga bulu kakinya yang tumbuh halus terlihat jelas. Tubuh karyawan itu berkilat-kilat oleh cucuran keringat -nya yang membanjir, sehingga tonjolan otot-otot -nya yang indah tampak makin nyata.Sekali-sekali dia harus mengangkat kotak marmer itu ke atas sehingga aku dapat menampak pola pertumbuhan bulu -keteknya yang tampak memanjang di dataran kedua belah ketiaknya.Tapi pertumbuhan bulu keteknya itu hanya sekedarnya saja seakan untuk bukti dari kedewasaan dan kelaki-lakiannya yang sempurna.
Aku jadi terpaku oleh "pemandangan yang teramat indah" itu.Maka terpaksalah aku berlama-lama di toko marmer itu sambil sekali-sekali memandang dan mencuri padang pada si karyawan-kuli itu.
Agaknya karyawan-kuli itu kerja sendirian.Mungkin toko itu hanya punya seorang tenaga-kasar atau boleh jadi karyawan lainnya sedang tidak masuk kerja atau tidak disitu karena alasan lain. Aku agak terganggu waktu aku lihat seorang gadis [mungkin karyawati toko tetangga] yang pura-pura ngobrol dengan karyawan-kuli itu sambil memandang lelaki itu sedang kerja.Aku yakin cewek itu juga sedang menikmati "pemandangan indah" itu! Sama seperti aku! Mungkin tanpa sadar aku cemburu,aku merasa cowok itu sudah jadi cowokku!Padahal kenal saja aku tidak pada karyawan-kuli itu Ta'i!. Untunglah toko itu menjual berbagai jenis barang lain.Kalau tidak aku terpaksa membeli marmer yang tidak aku perlukan.Karena aku berlama-lama disitu maka akupun pura-pura membeli sdua buah handel pintu.Pikirku,handel itu nanti akan aku berikan kepada temanku yang sedang membangun rumah.
Kebetulan hari sudah jam 17:00 dan toko itu akan tutup. Enci',perempuan Tionghoa pemilik toko itu pulang dulu dan menyuruh karyawan-kuli itu untuk mengunci toko. Maka tinggallah aku berdua dengan si karyawan-kuli yang ternyata belakangan aku tahu dia bernama Odi.Ketika itu Odi sudah selesai memindahkan kotak marmer keatas truk dan truk itu pun sudah pergi.
Aku pura-pura mengajak Odi ngobrol dan tanpa ragu -ragu, di depanku,Odi mengeringkan badannya yang bercucuran keringat dan bertelanjang dada,dengan sebuah handuk kecil berwarna kuning. Aku merasa seperti menggigil - terangsang,merasa gemas ingin memeluk tubuh Odi dan menjilati keringatnya.Tapi, untunglah aku dapat mengendalikan nafsu berahiku.
Dalam waktu sekitar sepuluh atau limabelas menit aku berhasil mengorek sebagian besar informasi penting tentang diri Odi. Seperti banyak pemuda yang bekerja jadi pesuruh toko,pekerja bengunan, tukang ojek - adalah tamatan SLTA atau drop out SLTA. Odi pernah sekolah di STM bangunan,tetapi dia drop out karena masalah biaya.Odi bekerja di toko hanya berdua dengan Enci' - pemilik toko,itu karena karyawan yang seorang lagi "menghilang" - kabur tanpa pamit.Mungkin karena gajinya terlalu kecil!
Aku ingin sekali "memiliki" Odi,apalagi waktu aku sengaja berdiri dekat-dekat Odi aku tak mencium bau keringat,bau ketek,atau bau yang tidak sedap lainnya.Padahal Odi tubuhnya sedang berkeringat. Aku suka cowok yang tidak bau dan aku jijik pada cowok yang baunya tidak sedap!
ODI AKU PEKERJAKAN DI APARTEMENKU
Selama tujuh hari berikutnya aku pura-pura lewat atau singgah di depan toko material tempat Odi bekerja. Terkadang aku datang naik mobil,tetapi kadang-kadang aku datang jalan kaki saja atau naik ojek motor.Setiap kali aku sekalu singgah di tempat Odi bekerja aku usahakan ngobrol dengan Odi.Pada kunjunganku yang ke tujuh aku menawar-kan apakah Odi mau kerja dengan aku untuk "bantu -bantu" di rumah.Aku tawarkan gaji yang menarik, tempat tinggal [di apartemenku],dan makan gratis. Tentu saja Odi tertarik dan bersedia.Besok sore-nya Odi berhenti kerja dari tempat Enci dan dia langsung pindah membawa pakaiannya dari tempat kontrakkan ke apartemenku.
Keesokan harinya Odi aku bawa ke sebuah rumah sakit swasta untuk "medical check up" - termasuk test HIV/AIDS dan rontgen. Sebelumnya aku juga sempat membisikkan pada dokter yang memeriksanya supaya memeriksa apakah Odi sudah disunat atau belum.Hasil check up menunjukkan bahwa Odi sehat. Odi juga sudah sunat - tapi menurut dokter sunat-nya dorsumcisio [hanya bagian atas kulupnya yang dibuang]. Bagian bawah kulupnya masih ada dan frenulumnya belum digunting. Itu cara sunat yang biasa dilakukan para bengkong [tukang sunat] di desa-desa.
ODI DIDIDIK BANG WILLY SECARA MILITER
Karena aku sibuk maka aku minta Bang Willy untuk bantu mengawasi Odi dan juga mendidiknya, karena Odi masih muda - perlu dibentuk agar kepribadian-nya berkembang baik. Bang Willy tidak keberatan.
Bang Willy[Willibordus] adalah mantan[pensiunan] militer yang bertugas jadi bodyguard dan ajudan-ku.Walau dia pensiunan tapi umurnya baru sekitar 40 tahun dan wajah serta penampilannya juga awet muda.Tubuhnya atletis, ketat, dan berotot sedang-kan wajahnya tampan-menawan.Itulah sebabnya dia aku pilih jadi bodyguard merangkap ajudanku.Bang Willy mengatakan bahwa dia hanya bisa mendidik secara militer seperti cara yang dia praktekkan semasa dia masih aktif di militer yaitu waktu dia bertugas mendidik para prajurit baru. Mendidik cara militer tentu keras dan pasti harus keras!
Agar mudah mengawasi Odi, Odi juga aku haruskan tidur dan mandi di kamarku. Waktu Odi ragu-ragu [atau malu-malu] untuk telanjang bulat saat mandi dan waktu tidur malam, Bang Willy memaksanya dan tanpa ragu Bang Willy memaksanya dengan diiringi lecutan cemeti yang keras di pantat dan paha Odi sampai lecet berdarah! Tentu saja Odi terpaksa menurut.
Mungkin Odi shock juga dihajar sekejam itu,sebab setelah itu dia termangu-mangu. Tapi Bang Willy "menetralisir" perasaan Odi dengan cara militer, agar dia tidak cengeng.Malam itu juga Odi dipaksa push up dan sit up ratusan kali di bawah ancaman pecut - sampai dia bercucuran keringat, terengah-engah dan teler. Aku suka sekali melihat cara Bang Willy mendidik Odi dengan cara tegas, keras, dan juga militeristik! Cara seperti itu pasti baik buat Odi!
Untuk melatih Odi agar bersikap laki-laki dan PD [Percaya Diri]pada tubuhnya sendiri,keesokan hari -nya Bang Willy tidak mengizinkan Odi berpakaian selama seminggu dan Odi harus bertelanjang bulat sepanjang hari.Agar Odi tidak bisa mencuri-curi memakai pakaian sewaktu aku dan Bang Willy sedang keluar rumah maka pergelangan kaki Odi dipasangi rantai yang digembok dan kunci gemboknya disimpan Bang Willy.Dengan adanya rantai di pergelangan kakinya itu maka Odi tidak bisa mengenakan celana atau kancut sekalipun! Selain itu semua pakaian Odi dimasukkan dalam lemari dan kuncinya disimpan Bang Willy.
Selain itu, jika Odi melakukan suatu kesalahan atau kekeliruan sehingga harus dihukum [dihajar] Bang Willy,maka sewaktu dihajar Odi harus selalu dalam keadaan telanjang bulat!Setelah Odi dilatih seperti itu maka tiap kali Odi disuruh telanjang Odi selalu patuh!
Agar Odi yakin betul akan kelaki-lakinanya maka tiap Senin dan Kamis malam Odi diharuskan onani di hadapanku dan Bang Willy. Mula-mula Odi agak kemalu-maluan dipaksa onani.Tapi setelah diancam akan dihajar oleh Bang Willy dengan sebuah pecut besar Odi-pun mengelus dan mengocok kontolnya dengan tangan sampai kontolnya tegang mengacung dan kepala kontolnya memerah ungu.Sementara itu lobang kencingnya mengaga seperti mulut ikan. Setelah kontolnya dielus. dikocok, dan dipijit-pijit lebih lama, akhirnya Odi tidak tahan lagi sehingga akhirnya pejuhnya pun muncrat keluar: CROOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOT!
Sewaktu pejuhnya sedang muncrat,Odi tidak segera menampung pejuhnya dengan telapak tangannya atau cepat-cepat lari ke kamar mandi.Melainkan hanya "menikmati" begitu saja pemuncratan pejuhnya.Oleh karena itu Bang Willy perlu memberi Odi pelajaran tentang kebersihan dengan beberapa lecutan KERASS di tubuhnya : CETTARR! CETTARR! CETARR! - sambil dia membentak keras :
"LAIN KALI KALAU KAU KELUAR MANI, TAMPUNG DENGAN TANGAN KAU ATAU KAU KELUARKAN MANI KAU DI KAMAR MANDI! KAU JANGAN MENGOTOR DISINI!",selesai Bang Willy membentak begitu, dengan enteng dia masih sempat menampar pipi Odi kiri dan kanan dengan KERASSS! : PLAKK! PLAKK!
Karena Bang Willy bertubuh besar,kekar dan juga berotot, Odi tunduk pada Bang Willy apalagi Bang Willy punya "kharisma dan aura" yang agaknya dari sejak awal sudah membuat Odi tunduk dan hal ini membuat Odi juga penurut padaku.Odi makin menurut[segan dan takut] pada Bang Willy.Karena Bang Willy tidak segan-segan menghajar Odi jika Odi membuat kesalahan atau kekeliruan, sengaja atau tidak sengaja. Rantai,kawat-duri, dan kabel yang pernah iseng-iseng aku beli, dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Bang Willy untuk mendisiplinkan Odi. Jadi membeli benda-benda itu sama sekali tidak mubazir!
Bang Willy mengatakan pada Odi kalau Odi berani kabur dari apartemenku maka Bang Willy akan mudah sekali menemukannya lagi. Bang Willy menyatakan pada Odi bahwa dia punya jaringan dan kenalan luas di kalangan aparat dan Bang Willy berhasil meyakinkan Odi bahwa jika sampai Odi berani kabur maka kalau dia "tertangkap" lagi, hukumannya ada lah lobang pantatnya disodok dengan besi-panas.
Saat mengancam Odi,Bang Willy sengaja memanaskan sebatang besi sampai membara dan lalu menunjukkan bentuk dari besi panas yang akan disodokkan ke bool Odi kelak - sampai-sampai Odi jadi menggigil ketakutan!Aku suka sekali melihat hubungan antara Bang Willy dengan Odi yang terkesan militeristik itu! Tak ubahnya seperti hubungan antara Master [Tuan] dan slave [budak]. Bang Willy yang Master dan Odi yang slave. Untuk membentuk tubuh Odi supaya lebih sempurna kelaki-lakiannya, Bang Willy melatihnya dengan kejam. Latihan dilakukan di apartemenku mengguna-kan alat-alat dan mesin-mesin olahraga yang ada.
Unik dan khasnya Bang Willy adalah bahwa dia suka sekali menggunakan cemeti kalau akan mengoreksi kekeliruan Odi. Ternyata cara kejam, sadis, dan militeristik itu sangat efektif.Sebab,dalam waktu dua bulan saja tubuh Odi sudah mulai "jadi" ketat dan tonjolan ototnya makin tambah nyata terlihat! Beberapa kali aku melihat Bang Willy menghajar Odi karena Odi melakukan "kekeliruan". Kalau Odi melakukan "pelanggaran" maka hukumannya lebih berat dan lebih sadis lagi,yaitu kombinasi antara hukuman badan [lecutan cemeti], hukuman fisik[lari, push up, sit up],dan tempelan besi panas [atau rokok menyala]atau sengatan listrik.
Hukuman yang kejam itu dimaksudkan agar Odi benar -benar kapok dan tidak berani melanggar aturan atau melanggar disiplin lagi! Kalau Odi dihukum harus lari,maka Odi dipaksa lari di jogging track apartemenku.Bang Willy ikut lari untuk mengawasi.
Kalau Odi dihukum lari 10 kali putaran [sekitar 5 km] tapi hanya mampu lari 9 kali putaran maka sebagai sangsinya Odi dicambuk oleh Bang Willy di apartemenku - pernah juga sampai Odi pingsan.
Saat mencambuki Odi, Bang Willy selalu mengayun-kan cemetinya dengan kerass dan sekuat tenaga otot-otot karatenya. Dijamin tiap lecutan pasti akan mengakibatkan lecet berdarah di kulit Odi.
Kalau Bang Willy sedang menghajar Odi,selalu aku biarkan saja, tidak pernah aku larang.Karena aku menganggap hal itu "amat baik" untuk masa depan dan kepribadian Odi sebagai seorang lelaki. Aku juga amat menikmati acara penghajaran itu. Aku menganggapnya sebagai suatu acara indah, jantan dan mileteristik itu.Setiap kali Odi akan dihajar maka dia dipaksa telanjang-bulat.Sedangkan Bang Willy sendiri menghajar sambil mengenakan kancut atau seringkali Bang Willy sama-sama telanjang-bulat!
Sejak ada Odi ada di apartemenku maka tiap hari selalu saja terdengar suara: PLAKK! PLAKK!PLAKK! yaitu suara Bang Willy menampar pipi Odi atau bagian tubuh Odi lainnya.Juga suara WHET!JEPRETT! JEPRETT! JEPRETT!. Itu adalah suara cemeti Bang Willy yang dilecutkan ke tubuh Odi!
Bang Willy juga menggantungkan cemeti di berbagai bagian apartemenku,sehingga jika dia merasa perlu menghajar Odi,Bang Willy tinggal mengambil cemeti yang ada dekatnya dan langsung menghajar tubuh Odi dengan ceemti itu!
ODI DISUNAT LAGI DAN SERING AKU SETUBUHI
Bang Willy sangat terganggu melihat sunatan Odi yang loose dan dorsumcisio. Karena itu dia minta izin aku supaya Odi disunat lagi secara militer agar sunatannya jadi "high and tight".Aku setuju saja.Oleh karena itu pada suatu hari libur Bang Willy minta tolong rekannya dari bekas kesatuan-nya untuk memotong sisa kulup Odi yang masih ada secara militer tanpa anesthesi di apartemenku.
Waktu akan disunat lagi, Odi disuruh telanjang bulat berbaring terlentang di atas tempat tidur. Kedua tangannya ke atas dan difiksasi ke bagian besi tempat tidur, begitu juga kedua kakinya disuruh mengangkang dan tiap pergelangan kakinya dirantai ke besi tempat tidur.
Waktu itu aku kagum pada Odi. Rupanya didikan Bang Willy sudah sangat meresap di jiwa Odi.Saat disunat secara militer Odi diam tidak bersuara atau mengaduh! Walaupun tampak dia amat sangat kesakitan sekali.Terlihat dari rona wajahnya yang tampak menahan sakit yang amat sangat dan tubuh-nya yang berkilat-kilat oleh cucuran keringat dan juga dari gelinjang tubuhnya yang terkaget! Agh! Indah sekali!
Jika siang hari Odi jadi sasaran penghajaran Bang Willy,maka pada malam hari Odi adalah "milikku". Mulut,lobang pantatnya, dan seluruh tubuhnya tak pernah aku biarkan beristirahat dari sasaran pemuasan nafsu sex sejenisku dan gairah syahwat-ku!
Setiap malam, aku, Bang Willy dan Odi tidur di kamarku di lantai beralas karpet telanjang bulat. Aku tidur di tengah, sehingga aku bisa memilih mau berpelukan dengan Bang Willy atau Odi[dalam keadaan telanjang bulat].
Pada mulanya Odi seperti menolak waktu akan aku cabuli.Ia memalingkan wajahnya waktu mulutnya akan aku cipok.Begitu juga waktu tubuh telanjang-nya akan aku peluk dia menghindar.Agar Odi tidak banyak tingkah dan supaya Odi patuh kepadaku dan mau melayani nafsu syahwatku maka aku minta Bang Willy memberi "pelajaran" pada Odi.
Malam itu juga tanpa ampun Odi dihajar Bang Willy dengan cambuk. Meskipun Odi minta ampun, tetapi Bang Willy tidak mau menghentikan lecutannya yang keras ke tubuh Odi yang telanjang bulat itu.Pada lecutan yang ke 100 barulah Bang Willy berhenti.
Tubuh Odi penuh bilur,lebam,lecet berdarah-darah akibat lecutan keras Bang Willy.Tapi setelah itu memang benar Odi jadi patuh dan menurut jika aku cabuli!Karena itu pula jika aku akan mencabuli Odi, aku selalu sudah menyiapkan cemeti. In case Odi harus dipaksa dengan kekerasan agar mau aku cabuli!
Bang Willy juga mengajari Odi menyetir mobil.Tiap kali membimbing Odi belajar menyetir, Bang willy selalu membawa sebilah rotan untuk menghajar Odi jika dia melakukan kekeliruan besar atau kecil, sengaja atau tidak!Tidak heran jika tiap selesai latihan menyetir mobil, tubuh Odi tampak biru-biru akibat pukulan rotan Bang Willy yang keras!. Setelah beberapa bulan Odi tinggal di apartemenku maka Odi banyak berubah.Sikapnya tampak rapi dan militeristik. Tubuhnya juga makin berotot dan terkesan penampilan Odi jadi tambah jantan! Aku makin bernafsu jika aku berada dekat Odi!
ANTICLIMAX
Begitulah cara aku dan Bang Willy memperlakukan Odi. Memamg terkesan "agak keras",tapi aku yakin itu cara itu yang amat baik untuk membentuk Odi jadi pemuda yang berdisiplin dan punya komitmen tinggi pada tugas dan tanggungjawabnya.Kita lihat saja hasilnya nanti! Ta'i!
Pada saat cerita bejat ini ditulis, Odi sudah terbentuk kepribadiannya jadi pemuda yang patuh! Tak ubahnya seperti seorang budak sex[sex slave].
Semua itu tentu berkat lecutan cemeti keras yang sering diayunkan ke tubuh Odi yang telanjang bulat!Sudah terbukti bahwa memang cemeti adalah alat yang ampuh untuk mendisiplinkan pemuda!
[KONTOL DAN BIJI-PELER]
Kisah main cabul dengan pemuda pasar.
PASAR : TEMPAT BERKUMPULNYA IBLIS
Menurut pandangan agama, pasar bukanlah tempat yang mulia. Bahkan dikatakan bahwa pasar adalah tempat berkumpulnya setan dan iblis. Mungkin karena pasar adalah tempat berjualan,dimana orang sering menipu dan bermain curang dalam berdagang.
Tetapi sebelum aku pindah ke Amerika Serikat[dan jadi Warga Negara Amerika Serikat - US Citizen] aku gemar ke pasar tradisional.Bukan untuk ber-belanja, tetapi untuk "cuci mata" melihat abang tukang jualan atau juga lelaki yang berbelanja.
Aku juga suka datang ke tempat-tempat pembangunan gedung atau real-estate untuk "cuci mata" melihat kuli-kuli telanjang dada.Syukur-syukur aku bisa jumpa kuli yang sedang mandi telanjang bulat.
Ketika aku kembali ke Jakarta setelah bekerja di Singapura dan Lobam [Tanjung Pinang] dan setelah aku jadi US Citizen,pasar tradisional resmi makin jarang di Jakarta.Sebagai gantinya dibangun mall dan pasarswalayan.Tapi ada satu pasar tradisional yang sering aku datangi,karena disitu ada tukang jualan buah yang jadi favoritku, namanya : Jaka.
Seperti umumnya pedagang buah di Jakarta, Jaka juga berjualan bermacam-macam buah, ada buah impor, ada buah lokal, dan ada buah yang sedang musim. Karena aku sering belanja buah di tempat Jaka, maka Jaka kenal baik dengan aku [sebagai langganan]. Pada dasarnya Jaka adalah orang yang ramah dan simpatik. Semua sifatnya itu sangat cocok dengan penampilannya: wajahnya yang tampan, kulitnya yang putih bersih, dan tubuhnya yang atletis.
Jarang ada pedagang pribumi Indonesia[ Asli] yang berjualan di pasar tradisonal yang berkulit putih bersih seperti Jaka.
Sebagai seorang cowok homosex,tentu saja aku jadi sangat tertarik pada Jaka. Aku tertarik pada ketampanannya. Ternyata ibu-ibu dan cewek-cewek yang belanja di pasar itu juga suka belanja buah di tempat Jaka. Bahkan aku perhatikan ada ibu-ibu yang sengaja berlama-lama di tempat Jaka - mungkin sambil menikmati keindahan penampilan Jaka.
Karena aku sering belanja di tempat Jaka, maka Jaka sering memberi aku discount. Terkadang aku bayar sesuai discount, tapi terkadang aku bayar penuh dan aku akan bilang :
"Jangan terlalu dimurahin Bang. Nanti rugi".
"Nggak apa-apa,Pak.Sama langganan", kata Jaka.
Suatu hari aku ngobrol agak lama dengan Jaka di tempat jualannya.Ketika itu tidak terlalu banyak orang belanja - mungkin karena sudah agak sore.
Dari obrolan itu aku dapat informasi bahwa Jaka sempat duduk di bangku SMA/SMU meskipun tidak sampai tamat. Dia harus berhenti sekolah karena ayahnya meninggal dan dia harus mencari nafkah untuk ibu dan adik-adiknya. Semula Jaka berniat jualan sambil sekolah.Tapi ternyata untuk jualan buah-pun harus dilakukan full timer.Kalau tidak hasilnya akan kecil. Akhirnya Jaka memfokuskan jualan buah dan memberikan kesempatan pada adik-adiknya untuk sekolah. Dua adiknya sudah bekerja dan seorang lagi sekolah di STM.
Sambil ngobrol aku mencuri pandang wajah dan tubuh Jaka.Jaka memang tampan,tubuhnya atletis. Tinggi dan berat badannya sedang, mungkin tinggi-nya lebih dari 160.Biasanya Jaka mengenakan baju kaos [T-shirt] atau kemeja.Tapi hari itu, tumben Jaka mengenakan kaos model singlet warna hitam. Akibatnya aku bisa menikmati lengannya yang kekar dan bisepsnya yang indah dan bertonjolan otot.
Berbeda dengan para pedagang dipasar lainnya yang sering berpakaian dekil dan kumuh, Jaka selalu berpakaian bersih dan rapi.Tidak jarang sedikit modis dan bergaya! Sehingga penampilan Jaka jadi terkesan orang terpelajar.
Singlet yang dipakai waktu itu ketat ukurannya, sehingga dadanya yang menonjol kedepan dan perut-nya yang rata tampak nyata dan bermakna. Bahkan kedua puting susunya yang tampak ketat, tegang, dan melenting membayang di permukaan kaos singlet -nya yang ketat itu.Jaka tampak jantan sekali! Waktu Jaka, tanpa sengaja,mengangkat tangannya ke atas, mataku yang nakal mencuri pandang untuk mengerling pola pertumbuhan bulu-keteknya yang tampak ringan saja. Seakan sekedar untuk tanda bukti kelelakian dan kedewasaannya yang sempurna.
Sore itu aku merasa puas dan bahagia, karena aku bisa ngobrol dengan Jaka, bisa memandangi wajah dan tubuh Jika, bisa mencuri pandang ketiak dan bulu-ketek Jaka dan aku bisa mengenal Jaka lebih baik.
Berdasarkan penampilan fisik luar Jaka, bentuk tubuh,bentuk dan ukuran lengan juga tungkai Jaka, aku memperkirakan [dan aku sangat berharap] bahwa kontol Jaka ukuran besar.Paling tidak sama dengan ukuran kontol Ricardo G.,pengusaha swalayan,yang terkenal besar ukuran kontolnya itu! Sedangkan contoh cowok yang bulu-keteknya lebat adalah Si Ganteng Tommy Tjokro [Presenter] dan Si Atletis Adrian Maulana [Pesinetron].Tapi boleh dibilang selebritis cowok Indonesia umumnya lebat bulu keteknya.Sayangnya aku tidak punya daftar ukuran kontol selebritis cowok Indonesia dan siapa yang sunat/ siapa yang tidak. Ada situs internet yang menyajikan daftar selebritis cowok Amerika yang sunat dan tidak sunat[cut and uncut].Pada dasar-nya ukuran kontol dan lebatnya bulu-ketek sering dianggap sebagai indikator kejantanan seorang laki-laki!
Besar kemungkinan bahwa cowok-cowok berdarah bule [Indo-Eropa] seperti:Nicholas Saputra,Ari Wibowo, Christian Sugiono, Marcellino Lefrandt, Andrew White,semuanya tidak sunat alias kulup kontolnya!
Seharusnya para cowok seperti ini diberi motivasi agar mau sunat segera!Agar mereka mempunyai fisik yang benar-benar profesional [termasuk kontolnya]dan supaya mereka benar-benar jadi cowok macho yang sempurna luar dan dalam. Motto cowok sejati [real man]adalah :"Lelaki yang tidak sunat,bukan laki-laki!".Para bodybuilder[binaragawan] Italia semuanya sunat,demi profesionalisme mereka!
MENGAJAK JAKA JALAN BARENG
Sejak aku mengenal Jaka lebih dalam maka makin lama aku makin pre-occupied dengan Jaka. Akibat-nya aku belanja ke tempat Jaka seminggu dua -tiga kali.Kadang-kadang masih ada banyak buah di rumah,tapi karena aku ingin jumpa Jaka dan ingin melihat wajahnya yang tampan serta tubuhnya yang atletis, aku memaksakan diri untuk belanja buah ke pasar.
Belakangan aku jadi tahu bahwa Jaka naik motor ke pasar,sering baca koran,dan rajin menonton berita di TV. Bahkan aku juga mendapat info bahwa Jaka aktif di organisasi sekolah sewaktu masih duduk di SMA/SMU,dia juga hobby berenang dan olah-raga lainnya seperti badminton, pingpong dan entah apa lagi. Jaka juga yang berinisiatif untuk membuka tempat latihan beban untuk binaraga di lingkungan RW-nya. Tidak heran jika tubuh Jaka sudah "jadi" dan teramat memukau. Yang aku rasa janggal untuk cowok se-macho Jaka adalah bahwa aku belum pernah dengar Jaka bicara tentang cewek ataupun tentang isteri. Kelak aku tahu bahwa Jaka memang masih single. Setelah aku makin tahu tentang diri Jaka, suatu hari aku mengajak Jaka untuk janjian pergi bareng ke luar kota mengunjungi suatu resort.Jaka setuju dan dia akan menitipkan dagangannya pada adiknya.
Pendek cerita kami pergi bareng ke luar kota.Agar bisa bebas berbuat,maka aku harus menyetir mobil sendiri. Bahkan aku tidak bilang pada supirku bahwa week end itu aku pergi keluar kota dengan seseorang.
Aku memilih suatu resort yang mewah dan lengkap dengan fasilitas olah raga. Kami tiba di resort sekitar jam 15:00 dan aku mengajak Jaka untuk tidur sore dulu.Hawa sejuk pegunungan itu telah membuat aku mengantuk. Tapi rupanya Jaka punya rencana lain. Setibanya di kamar Jaka bukannya tidur melainkan langsung memeluk aku.
Aku tidak pernah membayangkan bahwa "affair"-ku dengan tukang buah itu akan terjadi begitu cepat. Juga tak pernah terpikir olehku bahwa Jaka akan mulai lebih dulu.Betapa pun aku merasa bahagia.
Aku menyambut baik pelukan Jaka dan kamipun mulai bercipokan seperti dua orang yang sedang pacaran atau sedang selingkuh di luar kota.Jaka rupanya sudah pengalaman main sex sejenis. Karena Jaka langsung melepaskan kancing bajuku, memelorotkan celanaku beserta kancutku sampai aku telanjang bulat.Jaka sendiri melepaskan seluruh pakaiannya dan ...di kamar yang sejuk itu kami berpelukan.
Diatas tempat tidut kami bergumul.Meraba apa saja yang kami bisa raba,menyodok lobang apa saja yang bisa kami sodok.Entah apa yang terjadi,tahu-tahu aku sudah menungging di lantai dan Jaka berlutut di belakangku sambil mengentotkan kontolnya ke dalam boolku!Maju-mundur,maju-mundur,maju-mundur, sambil tangannya mengocok kontolku dan sekali-sekali dia merangsang kedua puting susuku dengan jarinya dan mengelus-ngelus punggungku.
Tiba-tiba Jaka berubah jadi kasar. Dengan kejam dia menyodok-nyodokkan kontolnya ke dalam lobang pantatku sampai aku terkaget dan tergelinjang kesakitan. Belum puas dengan cara itu dia masih menggampar bokong dan pahaku dengan keras: PLAKK! PLAKK! PLAKK! PLAKK!Entah berapa kali.Bokong dan pahaku terasa pedih dan panas.
Puas mengasari aku,Jaka memompakan lagi kontolnya dengan teratur ke silitku sambil tangannya terus saja merangsang kontolku.Tidak lama kemudian Jaka mempercepat pompaan kontolnya di boolku dan juga mensikronkan kocokan jarinya dikontolku!Akhirnya, makin cepat, makin cepat, makin cepat,kemudian : CROOOOOOOOOOOOT CROOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOT! Pejuh kami berdua muncrat hampir bareng.Itu saja!
[TA'I]
Kegiatan olahraga pagi setiap hari Sabtu dan Minggu.
MEMILIKI SEMUA
Dalam usiaku yang ke-28 tahun aku sudah merasa memiliki semua: 1)menjabat sebagai manajer hotel bintang lima, 2) mendapat gaji dengan rate US Citizen [Warga Negara Amerika], 3) tinggal di apartemen mewah, 4) bekerja di negara yang aku cintai, 5)memegang paspor Amerika, dan 6)punya seorang cowok untuk sasaran pelampiasan nafsu sex sejenis!Apa lagi?Itulah sebabnya aku tak putus-putus-nya bersyukur atas semua kebahagiaan dan kesenangan yang telah dilimpahkan kepadaku.
Khusus untuk nomor 6), aku punya Rifat, pembantu rumah tangga laki-laki yang bekerja pada tetangga -ku, tetapi boleh dibilang setiap saat dia bisa aku nikmati tubuh, iduh, peluh, pejuh, dan uyuh-nya [air kencing] sepuas-puasku dan semau-mauku!
Rifat bekerja pada tetangga apartemenku - yang punya nomor 910[sedangkan nomor apartemenku 908]. Kebetulan majikannya [Yulian] jarang di rumah. Yulian berangkat subuh dan pulang tengah malam. Bahkan kadang-kadang Yulian tidak pulang. Oleh karena itu aku bebas memanfaatkan tubuh Rifat untuk pelampiasan nafsu sex sejenisku - terutama kalau Yulian tidak di rumah.
Menurut Rifat, dia digaji majikannya sekitar Rp 1000.000,- [satu juta rupiah] sebulan. Nilai gaji itu tidak terlalu besar.Karena UMR [Upah Minimum Regional] yang berlaku di kota itu [waktu cerita bejat ini ditulis] adalah sekitar Rp 800.000,- sebulan.
Tidak jelas apakah Rifat seorang cowok straight, bisex atau homosex. Yang pasti tiap kali Rifat aku cabuli dia menurut saja [mau saja].Bisa jadi Rifat bukan homosex, tetapi dia "pasang badan" karena dibayar - tiap kali aku cabuli,dia selalu aku beri tip dan uang tutup mulut yang jumlahnya Rp 500.000,-[lima ratus ribu rupiah].Bagiku uang sebanyak itu cukup "reasonable" [tidak mahal].Apa lagi untuk aku : uang bukan masalah!
Sebab, meskipun Rifat asal dari kampung, tetapi dia cowok cakep [ganteng],atletis ketat berotot, bersih,kontolnya besar dan sunat,jembut dan bulu-keteknya enak dilihat [dan dijilat], badan dan keringatnya tidak bau,dan pejuhnya terasa nikmat di mulutku. Pendeknya Rifat memang cowok yang ideal untuk dicabuli.
Rifat juga bukan pelacur-lelaki [gigolo], karena aku perhatikan Rifat juga jarang keluyuran keluar rumah. Apalagi tugas utama Rifat memang menjaga apartemen majikannya - jadi pasti dia sering ada di rumah.Kalau Rifat keluar rumah biasanya diajak oleh Yulian majikannya.
Lebih nikmat lagi, pada hari Sabtu dan Minggu seakan-akan Rifat milikku, karena Yulian tidak pulang. Entah menginap dimana.Kata Rifat, Yulian bekerja di Pemerintah,tapi aku tidak tahu Yulian bekerja sebagai apa atau di instansi mana. Pada hari sabtu dan Minggu pagi, Rifat menemani aku olahraga pagi : jogging 5 km,latihan beban, lalu melakukan push up, sit up, pull up masing-masing seribu kali.
FOUR IN ONE
Setelah olahraga intens seperti itu tubuh kami jadi berkeringat dan berkilat-kilat dan aku tak mau menyia-nyiakan "kesempatan emas" seperti itu, yaitu : menjilat keringat Rifat langsung dari tubuhnya ..Agh!...nikmatt!!Tubuhku terasa tambah sehat! Menyeruput keringat langsung dari tubuh lelaki yang aku puja memang sudah biasa aku laku-kan! Perbuatan itu seakan mengantarkan nyawaku - rohku moksa ke nirwana mencapai kesunyataan mulia dan aku merasa diriku telah mencapai tingkatan Boddisatwa.
Tentu saja mula-mula Rifat keheranan dan mungkin kaget. Dia mencoba melarang dengan berkata :
"Jangan Mas! Jijik,..jorok..",tetapi aku tak mau dengar! Terus saja aku jilati keringatnya yang bercucuran di dada,perut,punggung,leher,dan tentu saja... ketiaknya yang berqmbut lumayan lebat dan terkesan amat jantan! Memang benar, tubuh pemuda kampung rasanya masih asli, dan masih segar.Sama seperti halya ayam kampung,buah-buah asal kampung dan sayuran asal kampung, bukan??? Ta'i!
Kalau aku sudah menyeruput keringat Rifat, maka aku merasa harus menyempurnakan "four in one", yaitu : minum peluh [keringat], minum iduh [air ludah], minum uyuh [air kencing] dan minum pejuh [air mani]. Oleh karena itu penjilatan keringat Rifat selalu aku teruskan dengan pencipokan bibir dan mulut Rifat sambil aku menyedot air ludahnya dengan bernafsu menggunakan bibir dan mulutku sampai terdengar suara CEEPPT!, CEEPT!, CEEPT!
Setelah itu mau tidak mau,suka tidak suka, Rifat aku paksa untuk mau aku sedot dan jilat kontolnya sampai pejuhnya muncrat keluar tak tertahan lagi: CROOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOT!
Setelah itu pejuh Rifat akan terus saja keluar meleleh-leleh dan agar lelehan pejuhnya berhenti keluar, tentu saja Rifat harus kencing!Pada saat itu lah aku menuntut agar Rifat kencing dengan kontolnya berada dalam mulutku. Dengan demikian Rifat kencing langsung ke dalam kerongkonganku.
Buatku itu juga bukan perkara mudah. Jika kencing Rifat deras memancarnya, aku bisa gelagapan dan tersedak[keselek].Tapi jika Rifat mampu mengeluar -kan kencing sedikit demi sedikit:seer,seer,seer, maka aku akan lebih mudah menelannya!Indah,bukan? Jika sudah melakukan "four in one" seperti itu maka aku akan kekenyangan!Aku tidak perlu sarapan lagi.Perutku kembung oleh : keringat, liur, air kencing, dan pejuh Rifat! Itulah resep rahasiaku yang membikin aku punya kekuatan fisik luar biasa dan vitalitas sexual yang selalu prima! Itu lah sebabnya aku katakan bahwa tip Rp 500.000,- yang aku berikan pada Rifat adalah reasonable!
MENGHAJAR BOOL [SILIT] RIFAT
Itupun belum semuanya,terkadang aku merasa berhak untuk mendapatkan puncak syahwat [orgasme]. Maka aku pun tanpa ampun akan menghajar lobang pantat [bool, silit] Rifat dengan kontolku.
Aku paling suka menghajar silit Rifat dari depan dalam keadaan Rifat terlentang [telanjang].Kaki-nya mengangkang lebar dengan posisi pinggulnya agak terangkat[disangga bantal].Aku berlutut dan mengembat boolnya dengan kontolku : maju-mundur, maju-mundur,maju-mundur,..AAGH!Nikmatth,sempitth, terasa kontolku terjepit di pintu silitnya!
Aku menampak rona wajah Rifat yang tampan sedang kesakitan merasakan hajaran kontolku yang besar dan tegang menyodomi lobang pantatnya, merojok saluran ta'i-nya!Nafsu sadisku bangkit bercampur rasa nikmat di kontolku.Ketelanjangan Rifat yang "terhidang" di depan mataku dengan jembutnya dan perut six-packsnya,dadanya yang menonjol beserta puting susunya yang ketat-tegang-melenting, juga bulu-keteknya! Semuanya menambah rangsangan yang menggila tak terhingga,.AAAGH! Nikmatt,nikmaatt!, nikmaaaatt!Seakan-akan aku tidak mau mengakhiri kenikmatan itu dengan harga berapa pun juga.
Tubuhku jadi berkeringat lagi karena melakukan kegiatan fisik intens seperti itu, begitu juga Rifat. Peluh Rifat yang sudah aku jilati sebelum-nya tampak mengembun lagi dari pori-pori tubuhnya yang telanjang bulat dan terhidang di depanku!
Tubuh Rifat tampak jadi berkilat-kilat lagi oleh cucuran keringatnya akibat dia menahan rasa sakit di boolnya oleh hajaran kontolku dan oleh rasa panas-gerah di dalam kamar itu,karena AC sengaja aku matikan!
Aku ingin menahan pencapaian puncak syahwatku! Tapi kontolku tak mau kompromi dan biji-pelerku memaksa pejuhku harus keluar dan akhirnya akupun tak dapat menahan pejuhku lagi untuk tidak keluar sebagai tanda mencapai puncak syahwat [orgasme]! Maka pejuhku pun aku pancarkan dengan enggan tapi nikmat luar biasa : CROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOT!CROOOOOOOOOOOT!CROOOOOOOOOOOT! Agh! Nikmatt! Puas! Lampiass!Gila! Ta'i! Kontol! Itu lah "olahraga" pagi yang aku lakukan bersama Rifat setiap hari Sabtu dan hari Minggu.Bagaimana aku tidak bersyukur, hidup bagaikan di surga - nirwana seperti itu?
Semua perbuatan cabul itu kulakukan di apartemen -ku.Pada mulanya Rifat terheran-heran diperlaku- kan seperti.Bahkan pada awalnya, setelah dihajar dan dientot seperti itu aku lihat Rifat sempat termangu-mangu.Tapi setelah dia melihat uang lima ratus ribu untuk tipnya,agaknya Rifat mulai sadar lagi dan matanya berbinar-binar! Ta'i!
Aku merasa kasihan juga pada Rifat. Anak muda remaja yang masih suci putih bersih tetapi telah aku jadikan obyek pemuasan nafsu sex-sejenis!
Tapi setelah aku pikir-pikir, aku tidak merasa bersalah! Toh Rifat sudah berumur 18 tahun, dia sudah dewasa, dia laki-laki dewasa! Dia berhak mengenal dunia!Kata pepatah Minang:Alam takambang jadi guru! [Artinya : Alam terkembang jadi guru].
Sebelumnya aku tak suka menyodomi atau disodomi. Favoritku adalah mengisap kontol atau berpelukan telanjang bulat sambil menggesek-gesekkan tubuh- ku bagian depan ketubuh partner sex[sesama jenis] sampai orgasme dan sampai pejuhku muncrat keluar. Atau saling loco atau saling mengisap kontol gaya enam-sembilan [69]. Tetapi sejak kenal Rifat,aku jadi amat suka menyodomi lobang pantat. Memang rasanya nikmatt, karena kontolku terasa terjepit atau dijepit oleh pintu lobang pantat [sphincter ani] Rifat.Begitu juga wajah Rifat yang menunjuk-kan rona kesakitan waktu silitnya dihajar kontol-ku juga membangkitkan gairah nafsu sadisku!
Yang aku khawatirkan adalah kalau lobang pantat Rifat jadi longgar akibat kebanyakan aku sodomi. Sehingga berubah jadi berbentuk seperti corong. Oleh sebab itu,kalau tidak sangat ingin,aku tidak mau mengembat bool Rifat yang sempit itu dengan kontolku yang besar dan ukuran Eropa - European size!
ANTICLIMAX
Rupanya tidak ada yang abadi di dunia ini. Apa pun juga harus berakhir atau harus ada akhirnya. Demikian juga permainan cabulku dengan Rifat akhirnya:"Has to come to an end",[artinya: "Harus berakhir"].
Pada suatu kali aku cuti dan pergi keluar negeri untuk beberapa hari. Setibanya kembali di rumah seperti biasa aku mencari Rifat.Aku menelepon di apartemennya - tidak diangkat. Aku menelepon di handphone-nya juga tidak direspons. Aku mencoba mengetuk pintu apartemennya, tapi juga tidak ada jawaban. Aku coba menanyakan kepada salah seorang Satpam apartemen, apakah dia tahu kemana Rifat pergi.Menurut Satpam itu Yulian sudah pindah dari apartemen 910 dan mungkin saja Rifat ikut majikan -nya pindah rumah atau pindah apartemen.
Selama bergaul[berteman] dengan Rifat aku memang tidak pernah[lupa??] menanyakan alamat atau desa tempat asal Rifat. Aku mungkin menganggap bahwa "taken for granted" [dijamin], kalau Rifat akan pergi atau pindah,kami akan berpisah dengan wajar seperti lazimnya.Ternyata tak demikian kejadian-nya.
Tentu saja aku sangat kehilangan Rifat.Perpisahan yang mendadak dan bagaikan jalan tidak berujung itu membuat aku penasaran!Untuk mencari tahu atau mencoba menghubungi Yulian,aku tidak berani.Malu!
Aku khawatir kalau-kalau pindahnya Yulian dari apartemen itu ada hubungannya dengan perbuatan cabul yang biasa aku lakukan dengan Rifat.Mungkin saja perbuatan kami ketahuan.Misalnya saja kalau Rifat menceritakan perbuatan kami atau kalau dia oleh sesuatu sebab terpaksa atau dipaksa cerita oleh majikannya atau oleh orang lain!
Setelah pikir-pikir,akhirnya aku memutuskan untuk pindah apartemen. "Save is save", lebih baik aku meninggalkan apartemen sialan tempat aku sering main cabul itu! Pindah apartemen bukan masalah bagiku.Sebab,ada banyak apartemen yang bagus dan mewah di Ibu Kota,yang terjangkau dengan standard gajiku yang didasarkan pada rate atau skala gaji US Citizen itu! Aku bersyukur bahwa uang bukan dan tidak pernah merupakan masalah bagiku!
Siapa tahu di apartemen yang baru nanti aku bisa jumpa "Rifat" lain, "Rifat" yang sama bagusnya atau yang lebih bagus dari Rifat yang pernah aku "miliki" selama ini! Ta'i! [KONTOL]

________________________________________

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar